
Bugh...
Sebuah tinjuan mendarat di perut Demian.
Arrghhh....suara Demian menggema di seluruh ruangan.
"Besar nyalimu sayang" kata Winara.
"Cukup Queen,aku minta maaf" ucap Demian,darah segar mengalir dari sudut bibirnya.
"Maaf kamu bilang,hallo Demian...setelah kamu meracuni Kakakku kamu bilang maaf" kata Winara dengan suara berat.
"Tidak ada maaf Demian! Pengkhiatan yang kamu lakukan aku bisa memaafkan,tapi tidak untuk perbuatan yang kamu lakukan pada Kakakku,kau hampir membunuh kakakku dan juga bayinya.Seharusnya kematian yang kamu dapat,bukan kata maaf" tutur Winara emosi,darahnya mendidih.
Rey dan Kiandra hanya duduk manis menyaksikan keganasan adik perempuannya.
Queenara Putri Alberto lebih akrab di panggil Winara,gadis lemah lembut dan manja.Terkenal ramah dan murah senyum pada semua orang,tidak peduli tua atau muda,kecil atau besar,kaya atau miskin semua sama.Tapi dia juga bisa berubah jadi singa yang lapar jika ada yang mengusiknya.
"Hanya segitu kekuatanmu Dek" ledek Kiandra.
"Sudah cukup Bang,cukup" Demian memohon.
"Abang? Aku bukan abangmu" ujar Kiandra santai.
"Udah puas olahraganya Dek? ada beberapa orang lagi tu di dalam" kata Rey.
"Yang di dalam urusan Abang,biar tikus ini yang jadi urusanku.Akan aku kuliti dia dan kuberikan dagingnya pada kucing liar" kata Winara.
"Queen cukup,aku berjanji akan pergi jauh dan tidak akan muncul lagi di hadapan kalian" kata Demian.
"Aku akan mengabulkan permintaanmu" ujar Winara sambil menyeringai,Winara merapikan rambut panjangnya lalu mengikatnya.
"Lepas ikatannya" perintah Winara pada anak buah Deddynya.
"Tapi Non" kata orang itu.
"Sudah...lakukan saja perintahnya"kata Daddy dan Om Edo yang baru saja datang.
"Terima kasih Queen,kamu memang gadis yang baik" ucap Demian setelah terlepas dari tali yang mengikat tubuhnya.
"Berdiri" perintah Winara.
Dengan sisa tenaga yang masih tersisa Demian berdiri lalu menghadap Winara yang berdiri santai dengan kedua tangan yang terlipat di dada.
"Kamu bilang apa tadi,coba ulangi sekali lagi?" tanya Winara.
"Aku akan pergi jauh dan tidak akan muncul lagi di hadapan kalian semua" jawab Demian.
"Aku kabulkan keinginanmu untuk pergi jauh"
Ciaat...Bugh!!!
Winara memutar tubuhnya lalu melayangkan satu tendangan mautnya.
__ADS_1
Hoekk!!!
Demian memuntahkan darah segar.
Winara jongkok tepat di depan Demian lalu mencengkram kedua pipi Demian menggunakan tangan kanannya,"Aku masih berbaik hati tidak membunuhmu saat ini Demian,tapi jika suatu hari nanti aku melihatmu muncul dan mengusik salah satu keluargaku maka nyawamu jadi milikku" ujar Winara lalu melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Demian.
"Bereskan" perintah Daddy pada anak buahnya.
"Kiandra,sekarang giliranmu" kata Daddy.
"Waktunya pemanasan,sudah lama aku tidak latihan" kata Kiandra.
Kiandra melepas jasnya lalu menggulung tangan kemeja putihnya sampai ke siku.Kiandra menggerakan kepala ke kiri dan ke kanan.
"Apa sudah siap?" tanya Kiandra pada laki-laki yang ada di hadapannya.
Mmppphhh...hanya itu yang keluar dari mulutnya,karena mulutnya masih tertutup lakban.Keringatnya sudah mengucur deras,apalagi saat melihat Winara menghajar Demian tadi sukses membuatnya jantungan.
"Aku tidak bisa mendengar ocehannya,buka" perintah Kiandra pada anak buah Daddy.
Sreettt....lakban yang menutup mulutnya pun terbuka.
"Ampun Tuan" ucap Orang itu.
"Cihh...ampun katamu,setelah kamu berniat meracuni istriku dan para tamu yang hadir.Percaya diri sekali kamu" ujar Kiandra.
"Saya hanya di suruh oleh seseorang Tuan" jawab orang itu.
"Laki-laki bodoh,mau saja di suruh-suruh oleh seorang perempuan hanya karena bisa menikmati tubuhnya yang sudah bolong atas bawah" celoteh Kiandra.
"Kamu boleh saja menuruti perintah perempuan jika perempuan itu adalah ibumu,adik atau kakakmu,istrimu.Lah ini siapa-siapa bukan main nurut aja,jadinya gini kan...NYAWAMU MILIKU"kata Kiandra sambil mencondongkan tubuhnya kearah orang tersebut.
Kiandra melepas kancing kemejanya satu persatu lalu melempar kemejanya kesembarang arah.
"Buka ikatannya,aku tidak bisa latihan dengan sesuatu yang terikat" kata Kiandra.
Setelah ikatan terbuka orang itupun menyeringai,"Jangan sombong dulu Bung,ayo kita bertarung" tantang orang itu.Dia pikir Kiandra hanya anak kota yang lemah dan hanya mengandalkan kekuasaan orang tuanya saja.
Pertarungan sengit tidak bisa di elakkan,tapi kemampuan orang itu sangat jauh di bawah Kiandra hingga hanya dalam beberapa jurus dan pukulan orang suruhan Sisy pun sudah ambruk tak berkutik.
"Kirimkan tubuhnya kerumah Bobi" perintah Kiandra lalu memungut kemejanya kemudian memakainya.
"Giliranmu Bang" kata Daddy.
"Rey jadi penonton saja Dad,Rani melarang Rey melakukan kekerasan.Ada bayi yang harus kami jaga" ucap Rey.
"Kamu benar,kalo gitu biar Om saja.Om sudah lama gak olahraga" kata Om Edo.
"Sejak kapan kamu suka olahraga,awas minggir jangan sok jagoan.Bukan pinggang Ardan yang patah tapi pinggangmu yang encok" ejek Om Haris lalu masuk ke ruangan tempat Ardan di sekap.
Rey mengikutinya dari belakang.
"Siap menonton pertunjukan seru Rey?" tanya Om Haris.
__ADS_1
"Tunggu sebentar Om,Es sirup sama pop corn Rey belum datang" jawab Rey.
Tidak lama datang seseorang mengantarkan sebotol minuman soda beserta pop corn pesanan Rey.
"Oke Om silahkan di mulai" kata Rey yang duduk manis di kursi sambil memakan cemilannya.
Bugh...Om Haris mulai melayangkan pukulan demi pukulan pada Ardan dan Ardan pun mengimbanginya.Ardan sengaja tidak diikat karena Ardan salah satu tawanan paling istimewa.
Awh...rintih Rey saat melihat pukulan Om Haris mengenai wajah Ardan.
"Film action terbaik yang pernah aku lihat" gumam Rey.
"Jangan cuma menjadi penonton kamu pengecut,sini kalo berani" teriak Ardan pada Rey.
"Ih takut,aku mah gak berani...suer deh" jawab Rey.
"Dasar lemah,pantes saja Rani dengan mudah bisa di racuni ternyata suaminya lemah,pengecut" teriak Ardan.
Darah Rey mendidih mendengar itu,tapi saat ingat Rani yang sedang hamil Rey menahan emosinya.
"Lawan Omku saja lah,kamu kan tau aku gak bisa bela diri" kata Rey.
"Laki-laki gak berguna" teriak Ardan.
"Terserah apa katamu lah,ayo lanjut lagi.Pop corn aku masih banyak nih" kata Rey sambil mengangkat toples berisi pop corn.
Ardan hendak berjalan menghampiri Rey tapi Om Haris menariknya dan perkelahian kembali terjadi,kali ini Om Haris tidak main-main seperti tadi.
Brugh...tubuh Ardan jatuh terkulai ke lantai.
"Kirim tubuhnya ke rumah Tuan Guntur" perintah Om Haris.
"Kenapa harus ke rumah Tuan Guntur?" tanya Rey.
"Biar Tuan Guntur tau bagaimana tingkah cucu hasil didikan anaknya,Jatmiko" jawab Om Haris.
"Rey tadi Mommy telpon katanya Rani muntah-muntah lagi" kata Daddy.
"Rey pulang duluan ya" kata Rey yang langsung keluar dari tempat itu.
"Ayo pulang" ajak Rey pada Andre yang sedari tadi duduk santai di helikopter.
"Sudah selesai?" tanya Andre.
"Sudah" jawab Rey.
Hari sudah menunjukkan pukul empat pagi,suara helikopter yang dinaiki oleh Rey,Andre dan Thomas memecah keheningan malam.Rey duduk gelisah di bangkunya,dia mengkhawatirkan Rani di rumah.
Tidak lama mereka sudah sampai,Rey langsung lompat dari helikopter yang belum mendarat dengan sempurna.Rey lari menuju ke kamarnya dan melihat Rani yang sedang tertidur,Mommy dan Imelda ada di kamar itu menemani Rani.
"Apa sudah selesai?" tanya Mommy dan di jawab anggukkan oleh Rey.
"Melda kembalilah ke kamarmu,sebentar lagi Kiandra pulang" kata Mommy.
__ADS_1
"Baik Mom" ucap Imelda.
Rey duduk di sisi tempat tidurnya lalu membelai rambut Rani dengan lembut.Mommy keluar dari kamar Rey lalu pergi ke dapur untuk membantu Mbak Romlah membuat sarapan.