
Naya mencolek-colek hidung adik bayi yang baru saja lahir.Diantara semua dialah yang paling bahagia dan paling heboh.
"Mami,bolehkah kakak yang kasih adik nama?" tanya Naya.
Emang kakak mau kasih nama siapa sih?" tanya Daddy.
"Leon" jawab Naya singkat.
"Kenapa harus Leon?" tanya Daddy.
"Karena kakak suka sama nama itu" jawab Naya.
Akhirnya semua menyetujui nama yang diberikan Naya pada adik laki-lakinya itu.
Tiga minggu setelah Baby Azril lahir,Rani menjalani operasi sesar dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan.Semua anggota keluarga sangat bahagia,terutama Naya sebagai kakak.
"Dah...Leon kakak pulang dulu" ucap Naya.
Naya mencium pipi adik kecilnya itu kemudian pulang bersama Daddy dan Mommy.
"Mbak Queen pulang ya,udah malam.Besok Queen kemari lagi" pamit Winara.
"Terima kasih ya dek" ucap Rani dan Winara pun mengangguk.
Setelah semua anggota keluarganya pulang,Rey naik ke atas kasur.
"Tidur Mi,ini sudah malam" kata Rey.
Rani tidak banyak membantah,dia langsung mengambil posisi enak dan mulai memejamkan matanya.
Cup
Rey mengecup kening Rani," Terima kasih wanita hebatku,telah memberiku dua malaikat kecil yang cantik dan tampan" ucap Rey.
Pagi harinya,
Rani terbangun saat mendengar suara orang yang sedang bershalawat,Rani mengangkat kepalanya dan melihat Rey yang sedang menggendong Leon.Leon menyedot susu dalam botol sampai habis,setelah susunya habis Leon pun kembali tertidur nyenyak.
"Leon rewel ya pi?" tanya Rani.
"Wajarlah,setiap bayi selalu rewel ketika haus dan lapar" jawab Rey.
Rey kembali meletakkan Leon di kasurnya.
"Kenapa sudah bangun,baru pukul enam pagi?" tanya Rey.
Rani melihat ke arah jarum jam yang terpajang di dinding," Pantesan papi pakai baju koko,ternyata papi baru selesai shalat" ujar Rani.
"Untung Leon bangun,kalo tidak papi bisa kebablasan" tutur Rey.
Rey kembali naik ke kasurnya," Tidurlah,masih pagi" kata Rey.
Rey memejamkan matanya yang terasa sangat mengantuk,dari pukul tiga pagi dia tidak tidur,karena Leon yang mengajaknya begadang.
"Terima kasih papi" ucap Rani lirih saat Rey sudah tertidur dengan nyenyak.
__ADS_1
...----------------...
Semua keluarga berkumpul di depan ruang operasi.Hari ini sebulan setelah Rani,Winara yang akan menjalani operasi sesar.Hanya Rani dan Imelda yang tidak ikut hadir di sana.
Lampu sudah dimatikan,pertanda operasi telah usai.Tidak lama kemudian dokter dan dua orang perawat membawa dua orang bayi perempuan mungil keluar dari ruang operasi.Lee melakukan tugas pertamanya sebagai seorang ayah.Setelah itu perawat membawa kedua bayi Lee dan Winara ke kamar khusus untuk bayi.
"Bagaimana keadaan ibunya Dok?" tanya Lee.
"Ibunya masih di dalam,dia masih belum sadarkan diri" jawab Dokter.
"Belum sadarkan diri apa maksud dokter?" tanya Lee lagi,dia terlihat sedikit panik.
"Maksud dokter,Winara masih berada dalam pengaruh bius Lee" ujar Daddy.
Lee pun bernafas lega,dia pikir Winara koma.
Perawat mendorong brankar Winara ke ruang perawatan,sesampainya di kamar Winara pun mulai sadar.
"Lee" ucap Winara lirih.
"Kamu ingat aku sayang,aku pikir kamu hilang ingatan" goda Lee.
"Aku baru saja operasi sesar Lee bukan kejedot tembok atau pohon yang bisa membuatku amnesia" tutur Winara.
"Terima kasih sayang sudah memberiku dua putri yang begitu sangat cantik" ucap Lee.
Winara mengedarkan pandangannya mencari sosok kedua putrinya.
"Mereka masih diruang perawatan khusus bayi.Mungkin nanti mereka akan dibawa kemari" tutur Lee.
"Daddy dan yang lainnya sudah pulang?" tanya Winara.
"Siapa?" tanya Winara sambil tersenyum.
"Thalia dan Thalisa" jawab Lee.
"Nama yang bagus" seru Daddy sambil masuk ke dalam ruangan itu.
"Hallo Mama,adek digendong kakek" ucap Daddy yang sedang menggendong salah satu putri Winara.
"Kakak sama nenek" sambung Mommy sambil menggendong bayi yang satunya lagi.
Mereka meletakkan Thalia dan Thalisa di kanan kiri Winara.
Winara meneteskan air mata bahagia saat melihat kedua putrinya telah lahir dengan selamat.
Beberapa bulan kemudian,
Sebuah pesta kecil-kecilan diadakan di rumah Daddy,acara syukuran menyambut keluarga baru.
Tidak banyak tamu yang di undang,hanya pihak keluarga terdekat,para sahabat dan beberapa rekan bisnis mereka.
"Selamat Tuan Elang,atas kelahiran keempat cucunya" ucap salah satu rekan bisnis Daddy.
"Terima kasih,mari silahkan cicipi hidangan yang ada" kata Daddy.
__ADS_1
"Rey selamat ya atas kelahiran anak keduanya,semoga kelak dia akan menjadi anak yang soleh dan menjadi kebanggaan keluarga" ucap Andre sambil mengelus pipi Leon yang berada dalam dekapan Rey.
"Rey,Rani mana ya.Dari tadi aku tidak melihat dia ada disini?" tanya Ema.
"Rani sedang ke kamar kecil" jawab Rey.
Suasana rumah mulai ramai oleh para tamu,semua turut berbahagia atas bertambahnya anggota baru dalam keluarga Alberto.
Musik bernuansa islami memenuhi penjuru ruangan yang terasa sangat sejuk dan damai.
Winara ngobrol dengan teman-temannya yang hadir ke acara itu.Imelda juga begitu,banyak teman-teman kerjanya yang datang.
Hanya Rani saja yang tidak punya tamu khusus,lagipula dia tidak punya teman lain selain Ema.
"Assalamualaikum" suara seseorang mengucapkan salam.
Rani melihat kearah pintu masuk karena dia sangat mengenal suara itu.
Dengan senyum manisnya Dokter Kemal bersama istrinya berjalan menghampiri Rani.
"Om dan Tante datang juga akhirnya,kirain gak datang" ujar Rani lalu memeluk istri dokter Kemal yang sudah seperti ibunya itu.
"Tidak mungkin kami tidak datang,Rey dan Daddy datang secara langsung ke rumah sakit.Mana mungkin Om bisa menolak" tutur Dokter Kemal.
Rani memperkenalkan Naya pada Dokter Kemal juga istrinya.
"Dan ini Leon opa" ucap Rey dari belakang Dokter Kemal.
Rey tahu banyak tentang dokter Kemal,Dokter yang sudah berbaik hati merawat dan membantu Rani saat Rani kesulitan dulu.Dokter Kemal juga yang memberi semangat pada Rani untuk berjuang dan sembuh.Dokter yang sudah menganggap Rani seperti anak sendiri dan Dokter Kemal beserta istrinya lah yang sudah membiayai semua biaya pengobatan Rani dulu.Dan secara diam-diam Rey sudah mengganti semua biaya yang pernah dokter Kemal keluarkan dengan cara menaikkan gaji dan memberinya bonus setiap bulannya.
"Rey,maaf aku terlambat" ucap Thomas.
"Mana Alana?" tanya Rani.
"Alana sama Mommy ke kamar mandi" jawab Thomas.
"Manja amat harus dianterin Mommy segala" celetuk Rey.
"Tau nih,kayak gak tau posisi kamar mandi di rumah ini saja" sambung Daddy.
"Alana lagi mabuk Dad,kalo gak dikawal nanti dia pingsan di kamar mandi dan gak ada yang nolong kan gawat" kata Thomas.
"Kenapa kamu memberinya alkohol Thomas?" bentak Daddy.
"Bukan mabuk karena alkohol Daddy,tapi karena ulah king kobraku" jawab Thomas sambil berjalan kearah Alana.
"King kobra?" tanya Daddy dan Rey bersamaan.
Wajah Alana terlihat sangat pucat,Thomas menyuruhnya duduk di kursi.Jiwa kepo dari Daddy dan yang lainnya pun meronta.
"Alana hamil Dad,jadi sekarang dia sedang berada dalam fase mual dan muntah" kata Mommy dambil tersenyum.
Semua yang mendengar perkataan Mommy pun mengucap syukur.Daddy mengumumkan kehamilan Alana kepada seluruh para tamu yang hadir.
Raut-raut bahagia terpancar di wajah mereka.
__ADS_1
Bahagia itu sederhana,tidak perlu mewah.Selagi kita pandai bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan kepada kita,itu sudah cukup.Keluarga yang lengkap,kesehatan yang prima dan bersyukurlah dengan semua yang kita miliki,sekecil apapun itu.Bahagia itu berasal dari hati bukan dari harta.Sebanyak apapun harta jika hati tidak tenang,hidup akan terasa hampa.Tapi hati yang penuh cinta dalam keadaan apapun pasti pemilik cinta akan bahagia,karena sebenar-benarnya cinta akan memberikan kebahagian bukan kesengsaraan atau kepedihan bukan juga luka.
—————————— TAMAT——————————