
Naya sudah bangun sejak tadi,tapi tidak ada senyum di bibirnya.Yang ada hanya muka masam dan bulir air mata yang mengalir di pipi.Saat bangun tidur,dia tidak menemukan Rey di sampingnya,yang ada hanya boneka panda kesayangannya.Saat dia bertanya pada Rani kemana Rey pergi,jawaban Rani membuatnya kecewa.
"Papi pergi ke kantor untuk bekerja,Adek di rumah aja ya sama Mami dan Cimot"
Naya duduk termenung di ujung tangga sambil bertopang dagu.Matanya menatap lurus ke depan,berharap sang Papi tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Adek,mamam dulu yuk.Nanti kalo udah selesai makan baru sambung lagi sedihnya" bujuk Rani.
Rani membawa sepiring nasi beserta sup kesukaan Naya.
"Naya gak mau mamam" kata Naya sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Rani menyendokkan nasi dan sop ke dalam mulutnya,dengan perlahan dan penuh penghayatan dia mengunyah makanannya.
"Emmmm...masakan Mami memang paling mantap.Rasa ayamnya gurih-gurih nyoi gimana gitu.Bikin mulut gak bisa untuk berhenti mengunyah" oceh Rani.
"Mami itu punya Adek" protes Naya sambil berdiri dan berkacak pinggang.
Rani pun menyuapi Naya,"Bagaimana,enak?" tanya Rani.
"Emmm" kata Naya mengangguk sambil mengangkat kedua ibu jarinya.
"Selesai makan,Adek jangan lupa mandi.Biar wangi dan gak bau embek" kata Rani.
"Iya Mami,Adek gak mau bau embek" sahut Naya.
Dalam sekejap nasi di piring pun sudah habis,Rani membawa piring itu ke dapur lalu mencucinya.
Kriiing...
Ponsel Rani berdering,Rey melakukan panggilan video kepadanya.
"Hallo Papi" jawab Naya.
"Hallo sayangnya,sudah bangun ternyata.Udah sarapan belum?" tanya Rey.
Naya memasang wajah cemberutnya lalu menggeleng,"Adek gak selera makan" jawab Naya.
Dan itu membuat Rey tertawa,karena ada sisa nasi di pinggir bibir Naya.Tapi Rey langsung merubah mimik wajahnya,"Apa masakan Mami tidak enak,sehingga Adek gak mau makan?" tanya Rey.
Rani yang melihat interaksi mereka di telpon hanya geleng kepala saja.
__ADS_1
"Masakan Mami enak,ayamnya rasaaaa....rasa apa Mi?" teriak Naya.
Rani menghampiri Naya,"Rasanya gurih-gurih nyoi" jawab Rani.
"Nah itulah rasa ayam masakan Mami" kata Naya Pada Rey.
Rey memandang wajah Rani dari layar ponselnya,"Apa si tempe rewel sayang?" tanya Rey.
"Dia tidak rewel,tapi sayangnya dia masih bau embek" jawab Rani.
Naya jingkrak-jingkrak heboh karena dibilang bau embek.Dia merampas ponsel milik Rani dan langsung mematikannya.
Tut..tut..tut
Panggilan pun terputus.
"Mami,Adek mau mandi.Ayo cepetan" ajak Naya sambil menarik tangan Rani dengan paksa.
—————
"Pasti si buntal sedang heboh sekarang" gumam Rey sambil mengemasi berkas-berkas yang ada di mejanya.
Rey membawa berkas-berkas itu ke meja Thomas,"Ini berkas-berkas milik mereka yang di pecat oleh Daddy" kata Rey.
Tiba-tiba tivi yang ada di ruangan Thomas menyiarkan berita yang menghebohkan.
"Selamat siang pemirsa,breaking news kali ini datang dari keluarga paling tersohor di negeri ini.Alberto...siapa yang tidak mengenal keluarga yang terkenal ramah,penuh kasih sayang,dan setia pada pasangan tersebut.Tapi sayangnya,sifat Alberto tidak menurun pada cucu tertuanya.Dari sumber yang terpercaya kami mendapat laporan bahwa Revan atau yang lebih di kenal dengan nama Rey mempunyai wanita simpanan.Ini dia foto-foto kebersamaan Rey bersama seorang wanita yang di gadang-gadang sebagai orang ketiga dalam rumah tangganya"
Rey tercengang melihat berita yang baru saja di lihatnya.Yang lebih membuatnya kaget adalah foto-foto yang ditampilkan dalam berita tersebut.
"Rey,kapan itu terjadi?"tanya Thomas sambil terus menatap layar televisi yang terpasang di dinding.
"Saat aku dan Rani akan kembali kesini.Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja di Bandara dan saat kejadian itu Rani pun ada bersamaku" tutur Rey.
"Aku yakin ada dalang di balik semua ini.Mereka tidak menyerang kita dengan kekerasan karena mereka tahu kekuatan kita.Cih...cara lama dan basi" umpat Thomas.
Tidak hanya sampai di situ,ada foto yang lebih mengejutkan lagi.Foto dimana Rey dan Kina sedang berpelukan dan di foto itu jelas sekali tempat kejadiannya,di ruang kerja Rey.
"Aku harus pulang Thom,aku tidak mau Rani terhasut oleh berita ini" kata Rey.
Rey langsung berlari dan masuk ke dalam lift.Sesampainya di parkiran Rey bertemu dengan Daddy.Rey menjelaskan apa yang tadi dia lihat di tivi dan Daddy hanya menanggapi itu dengan senyuman.
__ADS_1
"Lantas apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Daddy.
"Rey harus pulang Dad,Rey tidak mau nantinya Rani jadi salah paham" jawab Rey.
"Rani dan Naya ada di rumah Daddy,Rani membawa Naya ke rumah karena dia rewel" tutur Daddy.
Rey masuk ke dalam mobilnya dan langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan area perkantoran.Dia mengarahkan laju mobilnya ke arah rumah Daddy.
Jalanan macet dan lumpuh total,entah apa yang terjadi di depan sana hingga bisa menciptakan deretan panjang hingga berpuluh-puluh meter.Suara bising klakson kendaraan dan suara teriakan saling bersahutan.
"Sultan bisa menghindari keributan,tapi tetap saja tidak bisa melewati macetnya jalanan" gerutu Rey sambil terus menekan klaksonnya.
Perlahan mobil di depannya bergerak lamban bak seekor siput,malah menurut Rey lebih cepat siput berjalan.Rey pasrah dan duduk bersandar di bangkunya.Mundur tak bisa maju apa lagi,pasrah saja lah.Dan setelah terjebak macet selama kurang lebih satu jam setengah,akhirnya Rey sampai ke rumah Daddynya.
"Sayang" teriak Rey saat memasuki rumah orang tuanya itu.
"Jangan berisik Pi,Adek sedang tidur" kata Rani sambil menempelkan jari telunjuknya di depan mulutnya.
Rey menghampiri Rani yang sedang mengusap-usap punggung putrinya itu,namak basah pipinya karena air mata.
"Adek rewel Mi?" tanya Rey sambil mengusap pipi Naya dan menghapus sisa-sisa air matanya.
"Iya,pilu sekali.Sampai sesak dada Adek katanya"jawab Rani seraya tersenyum.
"Apa kamu melihat berita di tivi tadi sayang?" tanya Rey sambil memandang wajah ayu istrinya itu.
Rani mengangguk sambil tersenyum,"Aku melihat semuanya,Naya juga" jawab Rani.
"Kamu tidak marah sayang?" tanya Rey.
"Aku percaya pada Papi" jawab Rani.
"Tapi tidak dengan Naya,dia nangis histeris saat melihat fotomu bersama wanita lain" sambung Rani.
"Kenapa dia bisa melihat berita itu?" tanya Rey.
Rani menghela nafasnya,"Aku dan Mommy tidak sengaja melihat berita yang tadi tayang,sedangkan Naya sedang bermain dengan Winara.Mami tidak tau kalo ternyata Naya melihat berita itu dari ujung tangga.Naya keluar dari kamar saat Winara sedang ke toilet" jawab Rani.
"Bagaimana caraku menjelaskan padanya nanti?" tanya Rey frustasi.
"Kapan kejadian foto yang posisinya di ruang kerjamu Rey?"tanya Rani.
__ADS_1
Rey yang sedang memandang wajah Naya pun menoleh ke arah Rani,"Sebelum kita menikah" jawab Rey.
Ponsel milik Rey berdering,Thomas yang menelponnya dan mengatakan kalo banyak wartawan yang sedang menunggunya di pintu masuk.Thomas melarang Rey untuk kembali ke kantor.Setelah Thomas memutuskan panggilannya,Rey meletakkan ponselnya begitu saja lalu berbaring di samping tubuh gempal anaknya.