Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Demi Cinta Kita


__ADS_3

"Kita mau makan apa malam ini?" tanya Rey pada Rani.


"Apa saja boleh" jawab Rani.


"Hemmmm...kalo begitu aku makan kamu saja sayang,karena lebih lezat dan nikmat" goda Rey.


"Rey...bisa gak sih tingkat kemesumannya di turunin dikit aja" kata Rani.


"Cuma sedikitkan? oh tidak bisa sayang,kalo di suruh tambah porsi kemesuman baru aku bisa" ujar Rey sambil tersenyum.


Rani memutar bola matanya dengan malas"Terserah kamu saja Rey,asal kamu senang" ucap Rani.


Tok tok tok!


Ada yang mengetuk pintu kamar,Rey membuka pintu dan menyembulkan kepalanya"Oh Pak Satpam,ada apa Pak?" tanya Rey.


"Maaf Bang,di depan ada Non Kina,apa boleh masuk atau di usir saja?" tanya Pak Satpam.


"Ada apa Rey?" tanya Rani.


Rey menoleh dan memandang Rani"Ada Kina di depan" jawab Rey.


"Oh ya udah suruh masuk aja" kata Rani dengan santai.


"Nggak bisa,dia nggak boleh masuk.Nanti dia bikin ulah lagi,merepotkan" kata Rey.


"Kalo kamu terus begini,dia akan terus datang menemuimu.Temui dia dan beri dia penjelasan pasti dia akan mengerti Rey" ujar Rani.


Rey menghela nafasnya"Kamu tidak cemburu jika aku menemuinya,setiap kali bertemu denganku pasti dia langsung main peluk aja" ujar Rey.


"Kamu suka gak sama dia? ada hati gak sama dia?" cecar Rani yang di jawab gelengan kepala oleh Rey.


"Rey,aku atau siapapun itu yang namanya perempuan pasti akan cemburu bila melihat suaminya di peluk oleh wanita lain,jangankan di peluk di sapa aja aku udah cemburu.Tapi posisinya sekarang beda,kalo kamu tidak menyelesaikan ini sekarang sampai kapan pun dia akan terus datang dan mengganggu pernikahan kita.Apa kamu mau pernikahan kita yang masih dalam hitungan hari ini hancur" tanya Rani.


"Tidak,aku tidak mau itu terjadi" jawab Rey.


"Tolong suruh dia masuk ya Pak,nanti kami akan menemuinya" kata Rani pada Pak Satpam.


"Baik Mbak" jawab Satpam itu lalu pergi.


"Sayang tapi kamu belum tau dia itu seperti apa,dia itu wanita licik dan penuh tipu muslihat" ujar Rey.


"Suamiku sayang,selicik apapun dia kekuatan cinta kita pasti akan mengalahkannya" kata Rani.


"Ulangi sekali lagi" pinta Rey.


"Bagian yang mana" Rani pura-pura tidak tau.

__ADS_1


"Bagian yang awal" jawab Rey.


Rani menyentuh pipi Rey dengan lembut"Revan Arrayan,suamiku sayang" ucap Rani.


"Oh manisnya,aku suka itu" kata Rey.


Cup


Rey mengecup bibir Rani sekilas.


"Tunggu di sini,aku akan menemuinya" kata Rey.


"Semangat sayang,demi cinta kita" kata Rani yang dibalas senyuman oleh Rey.


Rey keluar dari kamarnya lalu menemui Kina yang sudah menunggunya di ruang tamu.


"Ehemmmm" Rey mendehem.


Kina menoleh ke sumber suara dan senyumnya pun mengembang saat melihat Rey datang"Rey kenapa kamu tidak pernah menjawab telpon dariku?" tanya Kina sambil berdiri dan hendak memeluk Rey.


"Diam di tempatmu" cegah Rey.


Kina memasang wajah cemberutnya.


"Duduklah"perintah Rey.


"Rey kenapa kamu menghindar dariku?" tanya Kina.


"Rey,kamu sudah menikah?" tanya Kina.


"Jangan berpura-pura lupa Kina,itu semakin menunjukan kebodohanmu di depanku.Kamu tau,aku paling tidak suka wanita bodoh" kata Rey.


"Tapi aku benar-benar tidak tau Rey" Kina tetap mempertahankan pendiriannya.


"Bukankah aku pernah menyuruhmu menjauh dariku karena aku akan segera menikah.Jangan mencemarkan nama baik perempuan dengan sikap rendahanmu ini Kina.Dan aku minta sekarang kamu keluar dari rumahku,jika niatmu datang kemari dengan niat yang sama seperti dulu.Karena sejak dulu hingga kini dan sampai kapan pun jawabanku tetap sama" tutur Rey.


"Tega kamu Rey,awas saja aku akan buat perhitungan pada istri cacatmu itu" kata Kina emosi.


Rey mencengkram kedua pipi Kina menggunakan satu tangannya"Aku kira kamu tau siapa aku dan keluarga besarku dan aku tidak perlu memberimu peringatan tentang itu.Tapi jika kamu tetap bersikeras juga,aku tidak akan tinggal diam.Sedikit saja kamu sentuh istriku,dengan sangat berat hati mungkin aku akan membuat wajah mulusmu ini jadi tidak berbentuk lagi"


"Rey lepaskan dia,tidak sepantasnya kamu menyakiti perempuan" kata Rani dari ujung tangga.


Rey melepaskan cengkramannya,Kina meringis kesakitan.


"Sayang kenapa kamu datang kemari?" tanya Rey.


"Kamu meninggalkanku sendirian dikamar,aku kan jadi kesepian sayang" jawab Rani sambil bergelayut manja di lengan Rey.

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita kembali ke kamar,kita lanjutkan lagi pekerjaan kita yang tertunda tadi" kata Rey.


Rey menoleh kearah Kina,"Itu pintu keluar dan ini sudah malam,tidak baik anak gadis keluyuran malam-nalam sendirian,apalagi tujuannya hanya untuk menemui suami orang" usir Rey secara halus lalu pergi ke kamarnya.


Kina mengepalkan kedua tangannya,matanya memancarkan kebencian.


"Awas kamu perempuan cacat,aku akan membuat perhitungan denganmu karena kamu sudah berani merebut Rey dari tanganku" ancam Kina dengan suara di tahan.


Sesampainya di kamar,


"Kamu sengaja menggodaku sayang?" tanya Rey yang langsung menarik tubuh Rani ke pelukannya.


"Kapan aku menggodamu Rey?" tanya Rani.


"Kenapa berubah lagi panggilannya?"


"Ini apa sih,dari tadi bertanya melulu tapi gak ada jawaban" ucap Rani sambil tersenyum.


"Sayang aku mau dong" bisik Rey lirih.


Rani mengerutkan keningnya."Mau apa?" tanya Rani.


"Memakanmu" jawab Rey.


"Tapi Rey,aku...umph" kata-kata Rani terpotong karena Rey sudah menutup mulutnya dengan ciuman.


Rani membulatkan matanya,kaget karena mendapat serangan secara mendadak.


Rey melepaskan ciumannya lalu tersenyum.


"Rey..." kata-kata Rani terputus lagi karena Rey sama sekali tidak memberinya celah untuk bicara sepatah kata pun.Akhirnya Rani hanya pasrah dan mengikuti permainan Rey.


"Kenapa cemberut begitu sih,apa kamu ingin aku memakanmu lagi" goda Rey sambil mengeringkan rambutnya yang basah karena baru selesai mandi junub.


"Aku lapar Rey,gak kamu lihat sekarang udah jam berapa" sahut Rani dengan wajah cemberutnya.


"Jangan cemberut begitu,wajah cemberutmu itu menggodaku dan aku bisa memakanmu lagi nanti" kata Rey.


Rani mendengus kesal.


Rey berjalan ke pintu saat mendengar suara ketukan di pintu kamarnya lalu membukanya.Ternyata Pak Satpam yang datang mengantar makanan yang di pesan Rey secara online.


"Ayo makan,kamu butuh asupan tenaga untuk pertempuran kita pada ronde berikutnya" kata Rey.


"Tentu saja aku harus makan,kalo tidak aku bisa mati kelaparan karena ulahmu" kata Rani.


"Itu tidak mungkin terjadi,karena punyaku sudah hidup lagi" goda Rey.

__ADS_1


Rani menghela nafasnya lalu menepuk keningnya"Mati aku" ucap Rani yang di balas tawa oleh Rey.


Rani dan Rey mulai menyantap makanannya dengan lahap,permainan yang baru saja selesai membuat perut mereka berdua lapar.


__ADS_2