
Rey masih belum mengerti maksud dari kata BERTENGKAR yang dikatakan Rani.Sebesar apapun masalah yang Andre hadapi,sebesar apapun kesalahan yang Andre lakukan,Ema selalu berbesar hati untuk menerima dan memaafkan.Tidak mungkin Mereka bertengkar,pikir Rey.
"Sayang,sebenarnya Andre dan Ema bertengkar mempermasalahkan apa sih?" tanya Rey penasaran.
Karena terlalu penasaran hingga makanan di depannya sama sekali belum disentuhnya.
"Lagi adu mulut" jawab Rani sambil mengunyah makanannya.
"Iya,tapi adu mulut karena apa?" tanya Rey lagi.
Rani menatap Rey dengan tajam,dan itu semakin membuat Rey bertambah bingung.
"Andre dan Ema sedang membuatkan Tantri adik" bisik Rani karena takut terdengar oleh Naya.
Rey terkejut," Maksud kamu mereka sedang" kata Rey sambil menyatukan jari telunjuk kanan dan kirinya.
Rani pun mengangguk.
"Tapi kamu bilang tadi bertengkar" kata Rey.
"Astaga Revan Arrayan,tidak mungkinkan aku bilang padamu jika mereka berdua sedang bercinta.Ada Naya,dia belum cukup umur untuk mendengar bahasa itu.Jadi aku bilang saja mereka berdua sedang bertengkar.Untung saja mereka tidak sadar saat aku masuk" oceh Rani.
"Untung aku tidak jadi pergi ke ruangannya,bisa-bisa iri aku saat melihat tontonan gratis" Rey menggoda Rani.
"Rey" kata Rani.
"Mami sama Papi berisik" celetuk Naya sambil menaruh piring kosongnya ke atas meja.
"Habis makannya nak?" tanya Rey.
Naya mengangguk," Kalo papi gak percaya,lihat aja perut Adek" jawab Naya sambil mengusap perutnya.
"Mami cepetan makannya,Adek ngantuk" rengek Naya.
"Dasar kadut,kebiasaan deh.Kalo udah kenyang aja langsung ngantuk" kata Rey.
Rani mencuci tangannya lalu membawa Naya ke kamar.Naya mengangkat kedua tangannya lalu membaca doa sebelum tidur.Setelah itu dia pun mulai memejamkan matanya yang sudah ngantuk berat.
"Mi,Papi ada tamu.Papi tinggal ya" kata Rey sambil menyembulkan kepalanya di pintu.
"Iya" kata Rani tanpa menoleh.Rani tetap fokus ke arah Naya sambil mengusap punggung Naya.Ritual wajib setiap Naya tidur.
"Mi,papi pergi" kata Rey lagi.
Rani yang posisinya membelakangi Rey pun akhirnya menoleh," Iya Papi sayang,semangat bekerja.I Love You" ucap Rani diiringi senyuman manisnya dan melambaikan tangannya.
Rey pun membalasnya dengan senyuman lalu menutup kembali pintunya lalu pergi untuk menemui rekan bisnisnya.
__ADS_1
...----------------...
Thomas dan Alana keluar dari bandara,mereka baru saja kembali dari berbulan madu.Thomas menuju mobilnya yang ada di parkiran,setelah itu dia pun meluncur menuju ke rumahnya.
"Gak takut hilang,mobil di parkirkan bebas begitu saja?" tanya Alana.
Thomas tersenyum," Siapa yang berani mengusik setiap benda yang ada motif burung elangnya.Walau setahun pun mobil ini aku parkirkan disana,sampai aku kembali mobil itu akan berada di tempatnya semula tanpa gores atau geser sedikitpun" jawab Thomas.
Alana tidak banyak bicara lagi,tubuhnya sangat lelah.
Thomas memarkirkan mobilnya begitu saja di depan rumah.Thomas hendak mengajak Alana untuk turun tapi niat itu diurungkannya saat Thomas melihat Alana tertidur di bangkunya.
Akhirnya Thomas menggendong Alana dan membawanya ke kamar.
"Kenapa tidak membangunkanku sayang,tidak perlu menggendongku.Kamu juga kan lelah" kata Alana.
"Tidak ada kata lelah di kamusku dan kamu tau itu" kata Thomas.
"Aku percaya" ucap Alana sambil tersenyum.
"Besok tolong bawakan oleh-oleh untuk Naya ya" pinta Alana.
"Kamu berikan saja langsung padanya,besok aku akan mengantarmu ke rumah Rey.Sekarang tidurlah sudah malam" ujar Thomas.
Thomas keluar dari kamarnya untuk mengambil barang-barangnya di mobil.Kemudian dia kembali ke kamar sambil menggeret kopernya.
...----------------...
"Kamu membuatku mandi di jam segini Rey" gerutu Rani.
"Itu akibatnya kalu kamu menggodaku sayang" kata Rey.
Rani mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil,kemudian memakai pakaiannya kembali.
"Kita menginap saja di sini,besok baru kita pulang" kata Rey.
"Terserah kamu saja,lagipula tubuhku terasa sangat lelah" sahut Rani.
Rani naik ke kasur lalu berbaring di samping Naya,tubuhnya terasa sangat lelah sekali.Bagaimana tidak lelah jika Rey menggempurnya berkali-kali.Rey sama sekali tidak memberinya waktu untuk beristirahat sedikit pun.Padahal baru pukul sebelas malam,tapi Rey sudah menggempurnya sebanyak dua ronde dan dalam waktu berjam-jam lamanya.
"Aku lupa menghubungi orang di rumah,aku takut mereka menunggu kita" kata Rani.
"Aku sudah menelpon pak Karto tadi,dan Pak Karto sudah memberitahu Unah kalo kita tidak pulang" tutur Rey.
"Kamu sering menginap di sini Rey?" tanya Rani.
"Dulu sebelum kita menikah,aku menginap di sini saat kerjaan menumpuk" jawab Rey.
__ADS_1
Teettt...
Bel di pintu ruang kerjanya berbunyi.
Rey melihat siapa yang datang melalui kamera cctv yang terhubung ke ponselnya.
"Masih ada orang jam segini Rey?" tanya Rani,bulu kuduknya merinding.
"Mungkin ada yang lembur" jawab Rey asal.
Rey keluar dari kamar lalu membuka pintu ruang kerjanya.
"Ada apa Om?" tanya Rey pada suami Mbak Romlah.
"Om tidak melihat kamu keluar sore tadi,Om takut terjadi apa-apa.Syukurlah ternyata kamu baik-baik saja" tutur Suami Mbak Romlah yang bekerja jadi satpam di kantor itu.
"Naya dan Rani sudah tidur Om,jadi Rey memutuskan untuk menginap disini saja malam ini" kata Rey.
"Om belum pulang?" tanya Rey.
"Sebentar lagi,orang yang bertugas di sift malam belum datang" jawabnya.
"Ya sudah,Om ke bawah dulu ya.Takutnya ada penyusup masuk" kata Suami Mbak Romlah sambil menepuk bahu Rey.
Setelah Om Satpam keluar,Rey kembali masuk ke dalam kamar.Rey membuka pintu balkon yang ada di kamar itu,Rey duduk di kursi sambil menikmati angin malam.Dia kembali terkenang saat dia kecil dulu,dia selalu rewel dan Daddy selalu membawanya ke kantor dan menginap.Sebelum tidur,Daddy selalu mengajaknya duduk di balkon dan bercerita tentang banyak hal hingga akhirnya Rey mengantuk dan tertidur.
"Papi" panggil Naya sambil berjalan sempoyongan.
"Sini" Rey membawa Naya kepangkuannya.
"Kenapa bangun?" tanya Rey.
Hoaam...Naya menutup mulutnya yang menguap karena masih mengantuk.
"Adek pengen pipis" jawab Naya.
Rey menggendong Naya dan membawanya ke kamar mandi,setelah ritual pipisnya selesai Naya meminta Rey untuk kembali ke balkon.
Rey kembali duduk di kursi sambil mendekap Naya dipangkuannya.
"Papi,itu apa?" tanya Naya sambil menunjuk gedung yang lebih rendah.
"Itu tempat kerja punya orang" jawab Rey.
Naya mengeratkan pelukannya karena angin malam mulai terasa dingin.Rey mengajak Naya masuk ke dalam kamar tapi Naya tidak mau.
"Adek mau lihat bintang" kata Naya sambil menunjuk bintang-bintang yang bertaburan.
__ADS_1
Rey mengusap punggung Naya sambil bershalawat,mata ngantuk Naya pun tidak sejalan dengan hatinya.Niat hati ingin melihat bintang,tapi apalah daya mata tidak sanggup untuk bertahan dan akhirnya Naya pun kembali tertidur.
"Besok disaat kamu dewasa,kamu akan mengingat malam ini seperti Papi mengingat malam yang Papi lalui bersama kakek disini beberapa puluh tahun yang lalu" gumam Rey lalu membawa Naya masuk ke dalam kamar.