Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Separuh Nyawaku


__ADS_3

Rey dan Rani duduk sambil menatap tajam Ema yang ada dihadapannya,mereka menunggu penjelasan dari Ema.


"Apa yang ingin kalian tau?" tanya Ema pada Rani dan Rey.


"Masalah di cafe tadi" jawab Rey.


Huft...Ema menghela nafasnya lalu mulai bercerita,"Beberapa hari yang lalu Om Wildan dan Tante Arumi mengajakku ketemuan,Om Wildan memintaku agar aku mau menerima ajakan Andre untuk menikah,tapi aku menolak karena aku masih ragu.Tapi Tante Arumi meyakinkanku,dia bilang semenjak Andre dekat denganku dia tidak pernah lagi keluar malam,dia keluar hanya saat Tante Arumi memintanya untuk menemani belanja atau sekedar jalan-jalan" tutur Ema.


"Trus kenapa kamu bisa memanggilnya Ayah?" tanya Rani.


"Karena Andre memanggil Om Wildan dengan sebutan Ayah" jawab Ema.


"Kalo itu aku juga tau oncom,maksud Rani kenapa kamu sudah memanggilnya Ayah.Kamu kan belum resmi menjadi menantunya" tutur Rey.


"Om Wildan yang memintaku memanggilnya Ayah" jawab Ema.


Rani dan Rey pun manggut-manggut.


"Jadi apa keputusanmu?" tanya Rey.


"Aku belum memikirkannya" jawab Ema.


Rey beranjak dari duduknya lalu pergi,kini tinggalah Rani dan Ema di ruangan itu.


"Apa kamu ragu karena Andre suka gonta-ganti pasangan dan kamu takut terkena penyakit?" tanya Rani.


"Bukan hanya itu Rani,aku merasa antara aku dan Andre sangat jauh berbeda.Kamu tau sendiri keadaanku di kampung seperti apa,aku miskin dan sudah tidak punya siapa-siapa lagi" tutur Ema.


"Kenapa harus berpikiran seperti itu,kamu lihat keluarga Rey memperlakukan aku seperti apa.Mereka tidak menyinggung soal harta dan tahta,yang terpenting aku dan Rey saling cinta dan kami bahagia.Lihat sikap orang tua Rey terhadap Imelda mereka menyayangi kami seperti mereka menyayangi Rey,Kiandra dan Winara bahkan mereka juga menyayangimu" tutur Rani.


"Tapi aki tidak mencintai Andre Ran" ucap Ema.


"Lebih baik di cintai dari pada mencintai Ema dan aku yakin suatu saat seiring bergulirnya waktu kamu pasti akan jatuh cinta padanya" ujar Rani.


"Dan satu lagi,Om Wildan dan Tante Arumi mendukungmu jadi jika suatu saat dia berulah kamu punya tempat untuk berlindung" tutur Rani lalu pergi ke kamarnya.


Hari sudah pukul sepuluh malam,Rey masih duduk di atas kasur sambil menatap laptop yang ada di pangkuannya.


"Belum tidur Yang?" tanya Rani.


"Bagaimana aku bisa tidur jika separuh nyawaku jauh dari sisiku" jawab Rey lalu menepuk kasur di sampingnya.


Rani naik ke kasur lalu duduk di samping Rey.


"Ema masih ragu,dia takut kalo Andre tidak juga berubah setelah mereka menikah dan juga Ema merasa tidak pantas menjadi bagian keluarga Jonathan" tutur Rani.


"Pemikiran macam apa itu?" tanya Rey.


"Aku sudah menasehatinya dan membuka jalan pikirannya,semoga saja dia dapat membuka hati dan menerima Andre" jawab Rani.


Rey mematikan laptopnya lalu meletakkannya di atas meja,"Biarkan Ema memilih dan memutuskan,jangan terlalu memaksanya nanti dia stres"kata Rey.

__ADS_1


"Aku tidak memaksa Ema untuk menerima atau pun menolak Andre,sebagai teman aku hanya menasehatinya saja" ujar Rani.


"Ya sudahlah,sekarang lebih baik kita fokus pada junior kita saja.Urusan orang biar mereka menyelesaikan sendiri" kata Rey.


"Hallo sayang,sudah bobok belum?" tanya Rey pada perut Rani.


"Sayang lihatlah dia meresponku" kata Rey senang saat melihat perut Rani bergerak.


Rey meletakkan tangannya di atas perut Rani,wajahnya terlihat sangat bahagia sekali merasakan gerakan di perut Rani.


"Ayo kita bobok,udah malam.Besok kita main lagi" kata Rey lalu mencium perut Rani.


.


.


Di waktu bersamaan di rumah Andre,


"Apa Ema masih belum bisa menerimamu?" tanya Om Wildan.


"Andre gak tau Yah,Ema hanya diam saja" jawab Andre.


Andre dan Om Wildan sedang duduk santai di teras sambil menikmati kopi dan cemilan yang di suguhkan oleh Tante Arumi.


"Tunjukan dan buktikan padanya kalo kamu serius mengajaknya menikah,lama kelamaan pasti dia akan luluh" kata Om Wildan.


"Udah Ayah,Wildan sudah melakukan segala cara tapi tetap saja Ema cuek dan jutek" kata Andre.


"Lihat saja nanti kalo dia terus begini,jangan salahkan Andre melakukannya" ujar Andre.


"Jangan ngawur kamu,bukan cinta tapi sebaliknya dia akan meninggalkanmu" kata Om Wildan.


"Habisnya dia gak pernah respon sih setiap Andre bicara,dia selalu mengalihkan pembicaraan" kata Andre.


"Terserah kamu saja tapi resiko tanggung sendiri" kata Om Wildan sambil berlalu pergi.


Andre duduk termenung di teras memikirkan resiko apa yang akan di hadapi nanti.


"Ah gak usah di pikirin,jalani aja dulu" gumam Andre sambil masuk ke dalam rumah.


***


Pagi hari,dimana semua sibuk dengan aktifitasnya masing-masing.Andre berjalan mondar-mandir di ruangannya,pikirannya sedang kacau.Rey bersandar di pintu menyaksikan sahabatnya yang sudah seperti setrikaan.


"Awas lantai kantor ini bisa lecet akibat ulahmu yang mondar-mandir itu" kata Rey yang membuat Andre kaget.


"Sejak kapan kamu di situ?" tanya Andre.


"Sejak saat kamu berjalan mondar-mandir kayak setrikaan Tante Arumi" jawab Rey.


"Aku lagi pusing nih" kata Andre.

__ADS_1


"Minum obat kalo pusing bukannya mondar-mandir begitu,sembuh kagak tambah pusing iya" kata Rey.


"Ah kamu mana ngerti,udah sana urus pekerjaanmu" usir Andre.


"Eeeaaakkk....dia sensitif kayak emak-emak datang bulan" goda Rey.


"Berisik,udah sana pergi" usir Andre sambil mendorong Rey keluar.


"Aduh..ada apaan sih ini pagi-pagi udah main dorong-dorongan" oceh Ema yang tidak sengaja tertabrak oleh Rey.


"Ni calon suami kamu,pagi-pagi udah kayak setrikaan,mondar-mandir gak karuan" jawab Rey.


"Calon suami dari Hongkong" oceh Ema.


"Bukan dari Hongkong tapi Andre keturunan Belanda" kata Rey.


"Jaka sembung ke rumah Pak Camat" kata Ema.


"Cakeeep" kata Rey dan Andre bersamaan.


"Artinya apa?"tanya Thomas yang tiba-tiba nongol dan bikin terkejut semua orang.


"Gak nyambung amat" jawab Ema sambil nyelonong masuk ke dalam ruangannya.


"Jaka sembung ke rumah pak Camat artinya gak nyambung amat" gumam Andre.


"Kalo Jaka Sembung main gitar artinya apa?" tanya Andre sambil menyusul Ema.


"Berarti Jaka Sembung lagi ngamen di Kalideres" jawab Ema asal.


Rey menggelengkan kepalanya melihat tingkah calon pasangan di depannya,setelah itu Rey mengajak Thomas masuk ke ruangannya.


"Masih belum ada kepastian ya hubungan mereka?" tanya Thomas.


"Aku juga tidak tahu soal itu,aku tidak mau terlalu ikut campur urusan pribadi mereka" jawab Rey.


"Ya kamu benar,walaupun kita bersahabat tapi masalah pribadi kita tidak berhak ikut campur kecuali memang kita di minta untuk turun tangan" kata Thomas.


"Kamu sendiri bagaimana,apa kamu dan Alana sudah ada kejelasan?" tanya Rey.


"Erga memintaku menunggunya sampai Alana lulus kuliah" jawab Thomas.


"Kapan?" tanya Rey.


"Bulan ini dia wisuda" jawab Thomas.


"Kirain masih lima tahun lagi,ternyata tinggal menghitung hari saja" kata Rey.


"Semoga segala urusanku di mudahkan nantinya" ucap Thomas.


"Aamiin" ucap Rey.

__ADS_1


__ADS_2