
Rey berdiri tegak di balkon kamarnya,sambil menatap indahnya pemandangan malam.Sudah setahun dia berada di negara ini,sudah setahun pula dia tidak pulang ke kampung halamannya.Dia hanya mendengar tentang kabar keluarganya dari orang suruhannya.
"Rey" panggil Rani.
"Apa Nana sudah tidur?" tanya Rey lalu memutar tubuhnya.
Rani menghampiri Rey lalu merapatkan tubuhnya pada tubuh Rey.
"Sudah,dia sudah tidur" jawab Rani.
Cup
Rey mencium kening Rani dengan lembut.
"Rey,aku rindu Jakarta" ujar Rani sambil menyandarkan kepalanya di dada Rey.
"Aku juga sama,tapi sekarang belum waktunya kita akan pulang" tutur Rey.
"Tapi Rey sampai kapan kamu menyimpan rasa sakit dihatimu?" tanya Rani.
"Aku tidak pernah merasa disakiti oleh siapa pun Sayang,aku hanya sedikit kecewa saja.Aku tidak tahu jika ternyata aku hanyalah anak haram.Aku tidak dendam pada Daddy,aku menyayanginya dengan sepenuh hatiku.Aku hanya merasa malu saja dengan semua perlakuan Mami pada Daddy" tutur Rey.
"Jadi kapan kita akan pulang?" rengek Rani.
"Jangan merengek,suara rengekanmu itu terdengar indah ditelingaku.Jangan salahkan aku jika Adiknya Nana segera hadir" goda Rey.
"Bagaimana bisa hadir,sedangkan rahim saja aku tidak punya" kata Rani.
"Kalau begitu,aku akan menghadirkan suara-suara indah yang keluar dari bibirmu sayang" Rey semakin gencar menggoda Rani.
"Rey,aku serius.Aku kangen rumah kita dulu" kata Rani.
"Kenapa?" Apa keindahan Namsan yang terlihat dari sini tidak cukup bagimu sayang?" tanya Rey.
Rani menggeleng.
"Kita akan pulang setelah aku bisa mengepakan sayapku disana" tutur Rey.
Selama setahun ini Rey membuka usaha barunya di bidang IT,dengan bantuan Lee usaha Rey berkembang pesat.Rey terus berusaha memberikan pelayanan terbaik pada setiap pelanggannya.Tapi Rey berada di pihak yang jujur,dia tidak mau bekerja kotor walau pundi-pundi uang yang di tawarkan sangat menggiurkan.
"Aku ingin melihat Ema melahirkan" tutur Rani.
Rey menghela nafasnya,sungguh berat baginya menolak keinginan istrinya itu.
"Tapi jika kita memaksa pulang sekarang,usaha yang kubangun di sini akan jadi sia-sia sayang" kata Rey.
Rani mendengus kesal,"Ya sudah,terserah kamu saja" kata Rani.
Rey mengeratkan pelukannya,"Kita akan pulang saat gedung kantorku yang ada di Jakarta sudah siap untuk di operasikan dan saat itu Winara akan menikah" tutur Rey.
"Winara akan menikah? sama siapa?" tanya Rani.
__ADS_1
"Lee" jawab Rey.
"Lee? Bagaimana bisa dan kapan mereka bertemu?" tanya Rani.
Rey tersenyum,"Kepo" jawab Rey sambil menempelkan hidungnya pada hidung Rani.
"Ayolah sayang,ceritakan padaku" bujuk Rani.
"Tidak" kekeh Rey.
"Dua ronde" Rani memberi penawaran.
"Serius?" tanya Rey.
"Hemmm" dehem Rani.
"Penawaran yang bagus dan saling menguntungkan" kata Rey yang langsung menggendong tubuh Rani dan membawanya ke kasur.
"Jelaskan dulu padaku kapan mereka bertemu dan kapan mereka mulai jatuh cinta" tuntut Rani.
"Setelah aku menggerayangimu sayang" kata Rey.
Rey mulai menjelajahi tubuh Rani dengan lembut,hingga menimbulkan suara-suara yang sangat seksi dan menggoda.Rani mengimbangi permainan Rey hingga permainan usai.
"Cepat ceritakan" Rani menagih janji Rey.
"Sayang bisa nantikan,belutku saja belum keluar dari sarangnya" elak Rey.
"Kamu mau menipuku sayang" kata Rani.
Rani merasakan penuh pada sarang belutnya dan Rey pun mulai memompa kembali.
"Rey" desah Rani.
"Dua ronde sayang" bisik Rey sambil terus bergoyang di bawah sana.
Dengan senang hati Rani membalas goyangan Rey,selain dapat kenikmatan dia dapat pahala juga.
_________
Rani mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil,Rey sudah rapi dengan baju santainya.
"Mau kemana Rey,baru pukul tiga pagi?" tanya Rani.
"Menyambut Winara" jawab Rey.
"Winara akan datang kesini?" tanya Rani.
"Hemmm,sekarang dia sedang menuju kemari bersama Lee" jawab Rey.
Rani cepat-cepat memakai bajunya setelah itu ikut Rey menuju pintu depan.
__ADS_1
Winara sangat terkejut saat melihat Rani dan Rey berdiri di depan pintu,dia mengucek matanya berulang kali.Benarkah mereka adalah orang yang selama ini dia rindukan.
"Abang" kata Winara yang langsung berhambur ke dalam pelukan Rey.Winara menangis sejadi-jadinya.
"Hei,jangan menangis.Malu tu sama calon suami" bisik Rey lalu membawa Winara ke sofa.
"Emmm..." kata Winara sambil memukuli dada Rey.
"Aw...aw...sakit Dek,udah cukup.Aduh" Rey pura-pura kesakitan lalu menjatuhkan diri di sofa.
"Abang jahat,Abang tinggalin Winara" oceh Winara lalu duduk sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
Rey duduk lalu membelai rambut Winara dengan lembut"Abang gak pernah ninggalin kamu,Abang selalu ada di hati kamu dan ada Lee yang selama ini menjaga kamu" tutur Rey.
"Lee kenapa kamu gak bilang,kalo kamu suruhan Bang Rey?" tanya Winara.
"Kalo aku cerita sama kamu,pasti kamu gak akan jatuh cinta padaku.Iya kan" kata Lee.
"Kakak,mana Naya keponakanku?" tanya Winara pada Rani.
"Ada di kamarnya,dia sedang tidur" jawab Rani.
Rani mengajak Winara ke kamar putrinya.
"Awas kalian berdua" ancam Winara lalu mengikuti Rani dari belakang.
"Bagaimana kamu bisa membawa dia datang kemari?" tanya Rey.
"Butuh perjuangan dan perdebatan yang panjang Rey.Apalagi Daddymu yang trauma karena kehilanganmu,dia takut aku membawa kabur adik perempuanmu itu" jawab Lee.
"Lalu alasan apa yang kamu berikan hingga Daddy mengizinkanmu membawa Winara?" tanya Rey lagi.
"Aku terpaksa membocorkan rahasia kita pada Winara,aku mengatakan padanya bahwa aku akan mengajaknya bertemu denganmu.Aku juga tidak tau alasan apa yang dipakai Winara hingga Daddy bisa mengizinkannya" tutur Lee.
"Jangan bilang Winara mengatakan pada Daddy kalo dia mau bertemu denganku" kata Rey.
"Abang tenang saja,Winara tidak bilang begitu sama Daddy.Winara bilang sama Daddy kalo Winara akan melakukan foto prewedding disini" tutur Winara lalu duduk di samping Lee.
"Maafkan Abang Dek,Abang terpaksa keluar dari rumah" ucap Rey.
"Abang gak salah.Kalo Winara jadi Abang,Winara akan melakukan hal yang sama seperti yang Abang lakukan" ujar Winara.
"Abang hanya ingin membuktikan pada semua orang,kalo tanpa Alberto pun Abang bisa sukses.Tidak seperti yang orang-orang tuduhkan selama ini bahwa kesuksesan Abang karena Abang berada di bawah ketiak Alberto" tutur Rey.
"Jadi,Abang pergi bukan karena omongan Daddy semata?" tanya Winara.
"Sedikit ada rasa kecewa saat Abang mendengar obrolan Daddy bersama temannya,tapi Abang memaafkan Daddy karena bagi Abang itu terjadi di masa lalu dan pada kenyataannya Daddy tetap membesarkan Abang dengan penuh kasih sayang dan tidak ada beda antara kita bertiga" jawab Rey panjang lebar.
"Lalu apa alasan Abang pergi,apa karena ancaman para investor?" tanya Winara lagi.
"Abang lemah Win,Abang tidak sanggup mendengar ejekan dan cemoohan orang-orang terhadap Abang.Abang memilih pergi membawa keluarga kecil Abang,sakit rasanya Win.Abang takut semua berimbas pada Rani dan Naya keponakanmu.Abang memilih pergi dan Abang hanya ingin buktikan pada mereka bahwa anak haram sekali pun bukan pembawa sial"tutur Rey.
__ADS_1
"Tidak ada yang namanya anak haram Bang,yang haram itu perbuatan kedua orang tua Abang di masa silam" kata Winara.
"Kamu benar,tapi tetap saja itu terdengar menyakitkan" ujar Rey.