
Rey menggendong Naya sedangkan Rani membawa tas berisi barang-barang milik Naya.Hari ini mereka menemani Winara dan Lee melakukan sesi foto prewedding.
"Papi tulun" pinta Naya.
Walaupun berada di negri orang Rey dan Rani tetap mengajarkan bahasa negara Indonesia pada Naya.
"Adek mau kemana,ini rame lo?" tanya Rey.
"Itu" Naya menunjuk ke arah restoran.
"Adek mau mamam?" tanya Rani dan di balas anggukan oleh Naya.
"Anak Papi laper ya ternyata,ayo kita habiskan makanan yang ada di restoran itu" ajak Rey.
Rey membawa Naya masuk ke restoran itu lalu memesan makanan pada pelayan.
"Aku rindu makanan Indonesia" ujar Rani.
"Anda dari Indonesia?" tanya pelayan.
"Iya" jawab Rani.
"Saya bisa memasak makanan khas Indonesia.Tunggu sebentar" kata pelayan itu lalu pergi ke belakang.
Beberapa menit kemudian pelayan itu datang kembali ke meja Rey,dia menghidangkan nasi goreng seafood,sate kuah kacang,pecel ulek dan ayam penyet plus sambal terasi beserta lalapannya.
"Anda bisa tau makanan Indonesia?" tanya Rey.
"Saya asli Indonesia,saya dari Jawa Tengah" jawab Pelayan itu.
Rey menyuapi Naya nasi goreng dan Naya menyantapnya dengan lahap.
"Enak Papi" kata Naya.
"Berapa tahun usianya?"tanya pelayan.
"Empat belas bulan" jawab Rani.
"Anak pintar,dia sudah lancar berbicara" puji pelayan Resto.
Rani memakan sate sedangkan Rey memakan ayam penyet.Naya sendiri mencicipi semua makanan yang tersaji.
"Ayo kita kembali,Aunty pasti sedang kebingungan mencari kita" ajak Rey.
Rey memanggil pelayan tadi untuk membayar semua makanannya,tapi pelayan itu menolak uang Rey,dia menggratiskan semua makanan yang tadi dia sajikan di meja Rey.
Rey kembali menggendong Naya dan Rani menggandeng tangan Rey,mereka berjalan beriringan menuju lokasi tempat Winara sedang mengambil foto preweddingnya.
"Kalian dari mana,aku pusing mencari" tutur Winara.
"Naya laper Aunty,jadi kami makan dulu" jawab Rey.
Winara mencubit pipi gembul Naya,"Pantas saja tubuhmu kayak ikan buntal kekurangan air,ternyata makanmu banyak sekali" kata Winara.
Naya menepis tangan Winara lalu memeluk leher Rey dengan erat.
"Tidak usah takut,dia Auntynya Naya" kata Rey.
Mata Winara berkaca-kaca,hatinya terasa sedih saat melihat keponakannya tidak mengenal Auntynya sendiri.
__ADS_1
"Semua karena Daddy" Winara berkata dalam hati.
"Sudah selesai,ayo kita pulang" ajak Lee.
"Kapan kalian akan kembali ke Jakarta?" tanya Rey sambil berjalan menuju mobilnya.
"Malam nanti,aku hanya di izinkan sehari disini oleh Daddy" jawab Winara lirih.
"Tidak usah sedih,suatu saat kita pasti akan berkumpul lagi seperti dulu" ujar Rey.
"Tapi kapan Bang?"Winara minta kepastian.
"Abang belum tau kapan,yang pasti bukan sekarang" jawab Rey.
Lee mengemudikan mobilnya menuju ke arah rumah Rey,selama dalam perjalanan tidak satu pun dari mereka yang berbicara.Semua hanyut dengan pikiran masing-masing.Naya sendiri sudah tertidur di pangkuan Rey.
Lee memasukkan mobil ke dalam garasi,baru setelah itu mereka masuk dan duduk di sofa.
"Queen,bisa ikut kakak sebentar" pinta Rani.
Winara mengangguk lalu mengikuti Rani menuju kamarnya.
"Duduklah" perintah Rani.
Winara duduk di atas kasur,lalu Rani mengambil sesuatu dari dalam lemarinya.."Berikan ini pada Mommy,Imelda dan Ema.Tapi jangan bilang kalo ini dari kakak" kata Rani.
Winara melihat gelang yang ada di dalam kotak itu,"Tapi gelang ini harganya mahal Kak,darimana kakak punya uang banyak?" tanya Winara.
"Kakak menabung dan gelang ini sudah kakak persiapkan dari jauh-jauh hari" jawab Rani.
Winara memeluk Rani sambil menangis,"Maafkan Winara Kak,maafkan juga sikap Daddy yang sudah membuat kalian menderita begini" ucap Winara.
Rani menghapus air mata yang hendak jatuh dari sudut matanya,"Tidak ada yang perlu dimaafkan,semua sudah suratan takdir yang harus kami jalani" ujar Rani.
"Kakak juga sangat merindukan kalian semua" balas Rani.
Pintu terbuka dan Rey masuk ke dalamnya.
"Dek,kata Lee kalian harus berangkat sekarang" kata Rey.
"Kenapa harus sekarang,bukankah nanti malam seharusnya Winara pulang?" tanya Winara.
"Abang juga tidak tahu,lebih baik kamu berkemas sekarang" perintah Rey.
Dengan langkah lesu Winara turun dari kasur lalu melangkah menuju kamarnya.
"Ada apa Rey?" tanya Rani.
"Anak buah Daddy ternyata mengikuti Winara sampai kesini,tapi untungnya mereka tidak melihat kita" jawab Rey.
"Sampai kapan kita terus bersembunyi Rey?kita sudah seperti penjahat saja" kata Rani.
Rey tidak menjawab pertanyaan Rani,dia memilih merebahkan tubuhnya di kasur.
"Bang" panggil Winara.
Rey mendudukkan tubuhnya lalu merentangkan kedua tangannya,"Kemarilah" kata Rey.
Winara memeluk Rey dengan erat,Rani mengelus punggung adik iparnya itu dengan lembut.Rey membawa Rani kepelukannya,akhirnya mereka bertiga berpelukan sambil menangis.
__ADS_1
"Ayo cepat,jangan sampai anak buah Daddy curiga" kata Lee.
"Anak buah Daddy?" tanya Winara bingung.
Rey mengangguk,"Maaf Dek,Abang tidak bisa mengantarkanmu ke Bandara.Belum waktunya Abang muncul di hadapan mereka" kata Rey.
Winara kembali memeluk Rey dan Rani,"Aku pasti akan merindukan kalian" ujar Winara.
Lee menarik koper milik Winara,Rey mengantarkannya sampai ke bawah tangga saja,"Peluk cium dari kami untuk keluarga disana" ucap Rey.
Winara mengangguk lalu melangkah keluar dari rumah Rey dengan linangan air mata di pipinya.
"Terima kasih Daddy,karena Daddy lah Rey akhirnya sadar dan bisa belajar tegar tanpa harus bersandar" gumam Rey lirih sambil merangkul bahu Rani.Matanya lurus ke depan menatap punggung Winara yang perlahan menjauh lalu menghilang.
Winara duduk diam sambil melihat keluar jendela mobilnya,rasa sesak menyeruak di dadanya tatkala dia harus pergi meninggalkan Abangnya berjuang sendiri di negeri orang.
"Sudah,jangan menangis lagi.Nanti mereka curiga" kata Lee.
"Bagaimana kamu bisa menyembunyikan ini dariku Lee,setelah hampir satu tahun kita bersama?" tanya Winara.
"Maafkan aku Sayang,ini semua aku lakukan demi Rey Abangmu.Awalnya aku hanya di utus untuk menjagamu,tapi siapa yang tau jika akhirnya kita saling jatuh cinta" tutur Lee.
"Jadi selama setahun ini Bang Rey tau tentang semua kegiatan kami?" tanya Winara.
"Ya.Termasuk tentang Daddymu dan Mommymu yang pernah jatuh sakit" jawab Lee.
Lee dan Winara turun dari mobil dan langsung menuju jet pribadi milik Daddy.Pilot dan beberapa anak buah Daddy sudah menunggu di sana.
"Maaf Nona,sepertinya anda habis menangis.Apa yang menyebabkan anda menangis?" tanya salah satu anak buah Daddy.
"Bagaimana aku gak nangis,baru sehari di sini aku sudah di suruh pulang.Belum sempat aku jalan-jalan mengelilingi kota ini.Daddy memang keterlaluan" kata Winara emosi lalu masuk ke dalam pesawat.
"Sandiwaramu hebat sayang" bisik Lee.
"Aku pernah belajar drama dulu waktu masih SD" balas Winara.
__ADS_1
Lee dan Winara pun akhirnya tertawa bersama.