
Sudah dua jam berlalu sejak operasi di mulai,tapi belum ada tanda-tanda operasi selesai.Rey berjalan mondar-mandir di depan ruang operasi.Mommy duduk bersama Ema di kursi tunggu.Andre pergi karena ada sedikit masalah di kantor,sedangkan Opa dan Daddy pergi tak tau kemana.
Klik
Lampu ruang operasi padam,tanda operasi telah selesai.Mommy dan Ema berdiri lalu menghadap ke arah pintu.
Ceklek
Pintu terbuka dan Dokter berdiri di pintu dengan wajah muram.
"Bagaimana Dokter,apa operasinya berhasil?" tanya Rey.
Dokter menghela nafasnya lalu memandang wajah Rey dan wajah Mommy secara bergantian.
"Saya dan tim minta maaf,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain.Tuhan mengambil ibu dan anaknya bersamaan" jawab Dokter penuh dengan penyesalan.
"Tidak tidak ini tidak mungkin,Dokter pasti salah.Rani tidak mungkin meninggalkan aku begitu saja tanpa kejelasan.Dokter jangan main-main Dok,saya bisa menuntut Dokter" kata Rey emosi.
"Maafkan kami Tuan,kami turut berduka" hanya itu yang keluar dari mulut Dokter.
"Rey tenangkan dirimu,tidak sepantasnya kamu berbicara seperti itu" tegur Mommy sambil mengusap punggung Rey.
"Tapi Mom,Rani dan anakku...hiks..."
Mommy menangkap tubuh Rey yang ambruk.Daddy yang kebetulan baru sampai dengan gesit menangkap tubuh Rey.
"Ada apa Mom? kenapa dengan Rey?" tanya Daddy sambil menundukkan Rey di kursi.
Opa membuka tutup botol minuman mineral lalu memberikannya pada Rey dan Rey pun meminumnya.
"Rani dan bayinya tidak selamat Dad" ucap Mommy lirih.
Rey sudah tidak sadar dengan keadaan di sekelilingnya,tatapannya kosong lurus ke depan.Air matanya mengalir dari sudut matanya,tampak kesedihan yang teramat dalam dari sorot mata Rey.
Daddy menghampiri Dokter yang berdiri di situ dengan kepala yang tertunduk.
"Kalian sudah melakukan yang terbaik,terima kasih atas kerja keras kalian" ucap Daddy sembari menepuk-nepuk bahu Dokter dengan lembut.
"Maafkan kami Tuan Elang,kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Nona Rani menghembuskan nafas terakhirnya sebelum kami memulai operasi.Kami langsung mengambil tindakan dan berusaha menyelamatkan bayinya.Kami berhasil mengeluarkan bayinya melalui operasi sesar dan bayi sempat bernafas beberapa detik tapi kemudian dia menyusul ibunya" tutur Dokter.
"Yah semua sudah kehendak dari Tuhan,kita tidak bisa mencegahnya" kata Daddy berlapang dada.
Opa meminta pada Dokter agar jenazah Rani dan bayinya cepat di urus kepulangannya,mumpung hari masih siang.
"Dok,bayinya menangis" kata perawat yang keluar dari ruangan itu.
Mendengar itu Dokter pun kembali masuk ke ruangan.
"Rey bayimu hidup" bisik Mommy.
__ADS_1
Tapi Rey tidak merespon,matanya kosong memandang lurus ke depan.Bulir air mata masih menetes dari sudut matanya.Rey terlihat sangat rapuh saat ini.
Dokter keluar sambil menggendong sesosok bayi mungil,"Mungkin di antara kalian ada yang ingin menggendongnya sebelum kami membawanya keruang perawatan khusus bayi prematur" tutur Dokter.
Mommy mengambil alih bayi itu dari tangan Dokter lalu membawanya kehadapan Rey.
"Rey tolong adzani putri kecilmu karena setelah itu Dokter akan meletakkan anakmu di inkubator" tutur Mommy.
Rey tetap tidak bergeming.
Oeeekkkk!!!
Tangisan bayi yang sangat kencang berhasil membuyarkan lamunan Rey.
"Mom" ucap Rey lirih saat melihat bayi mungil di pangkuan Mommy.
"Dia putrimu,dia berhasil bertahan hidup demi kamu Rey" ujar Mommy.
Rey menangis haru lalu menggendong bayinya.Dengan suara gemetar dan diiringi oleh deraian air mata Rey mengadzani putri pertamanya.
"Maaf Tuan,kami harus segera membawanya" kata Suster.
"Papa akan selalu menemanimu,kamu jangan khawatir sayang.Papa akan selalu di sisimu" kata Rey lalu mencium pipi putri kecilnya.
Suster mengambil alih bayi itu lalu membawanya pergi.
"Kenapa lama sekali?" tanya Mommy.
"Iya,kenapa bisa lama begini.Waktu Silvi meninggal prosesnya tidak lama seperti ini" sambung Opa.
"Maaf Tuan,Dokter meminta Tuan Rey dan salah satu pihak keluarganya masuk ke dalam" kata Suster yang keluar dari ruangan itu.
"Lang,masuklah bersama Rey" perintah Opa.
"Papa saja,biar Elang menunggu di sini bersama Rere dan Ema" kata Daddy.
"Baiklah kalo begitu.Ayo,Rey" kata Opa.
Suster memberi baju khusus pada Rey dan Opa,baru kemudian mereka masuk ke ruang operasi Rani.
"Ada apa ya Dad,Mommy jadi gak tenang" ujar Mommy.
"Daddy juga gak tau Mom,semoga tidak ada apa-apa" balas Daddy.
"Ema apa kamu lapar,lebih baik kamu dan Mommy makan dulu di kantin.Biar Daddy yang menunggu di sini" kata Daddy.
"Nanti saja Dad,Ema belum lapar" tolak Ema.
"Jangan tunggu lapar,nanti kalian sakit" kata Daddy
__ADS_1
Akhirnya Mommy dan Ema pergi ke kantin,untuk makan siang yang sudah tertunda.
"Ema apa Rani pernah bercerita sesuatu sebelumnya?" tanya Mommy.
"Tidak Mommy,Rani tidak pernah bercerita apapun pada Ema" jawab Ema.
"Apa kamu yakin?"tanya Mommy lagi.
"Sungguh Mom,yang Ema tau hanya tentang kankernya saja.Itu juga Ema tahu karena Ema yang selalu menemaninya chek up ke rumah sakit" tutur Ema.
"Rey pasti sangat terpukul atas kepergian Rani.Rani tidak meninggalkan pesan apapun,dia pergi begitu saja" kata Mommy lirih.
"Ema juga merasa sangat kehilangan Mom,Rani sudah banyak membantu dan berkorban untuk Ema.Ema sudah menganggap Rani seperti Kakak Ema sendiri" ujar Ema.
Pelayan datang menyajikan makanan yang di pesan oleh Mommy dan Ema.Mereka pun langsung menyantap makanan itu walau tidak selera.Tapi,demi kesehatan mereka memakannya juga.
"Re" panggil seseorang pada Mommy.
Mommy menoleh ke sumber suara,"Rima,kamu datang?" tanya Mommy pada Tante Rima.
"Aku baru tahu saat Elang menelpon Edo tadi" jawab Rima,matanya memerah mungkin habis menangis.
"Rani sudah pergi Rima,dia meninggalkan kita semua" ujar Mommy lirih.
Tante Rima memeluk Mommy,"Kita tidak bisa melawan takdir yang sudah di gariskan oleh Tuhan.Kita hanya bisa tabah dan ikhlas untuk menjalaninya" kata Tante Rima.
"Aku kasihan pada Rey,aku tidak tega melihatnya bersedih.Rey sangat terpukul saat tahu Rani tidak selamat" tutur Mommy.
"Masih ada gadis kecil yang dititipkan Rani padanya,Rey harus kuat demi putrinya" kata Tante Rima.
Mommy,Ema dan Tante Rima kembali ke ruang operasi.
"Loh sudah tidak ada orang,apa Rani sudah di bawa pulang?" tanya Mommy.
Kebetulan ada Suster yang keluar dari ruangan itu,Mommy pun bertanya padanya,"Suster di bawa kemana pasien yang tadi?"tanya Mommy.
"Oh Nona Rani maksud ibu?" tanya Suster itu.
"Iya benar" jawab Mommy.
"Pihak keluarga sudah membawanya" tutur Suster itu.
Mommy menghubungi Daddy melalui panggilan di ponselnya,tapi Daddy tidak menjawab panggilan dari Mommy.
Begitu juga Om Edo,dia tidak menjawab panggilan dari Tante Rima.
"Kalo begitu kita langsung ke rumah Rey saja,pasti mereka membawa Rani pulang ke sana" kata Mommy.
Tante Rima dan Ema pun mengangguk setuju.Lalu,mereka pun pergi dari sana.
__ADS_1