
"Imelda belum turun dari kamarnya?" tanya Rey sambil mengunyah sarapannya.
"Sepertinya belum,oya apa kamu lihat ada yang disembunyikan oleh mereka berdua Rey?" tanya Rani.
"Mereka? Siapa?" Rey malah balik bertanya.
"Kebiasaan ya kalo di tanya malah balik tanya" kata Rani.
"Ya habisnya aku gak ngerti maksud kamu sayang" kata Rey.
"Maksud aku tu Kiandra sama Imelda" tutur Rani.
"Oh iya hampir saja aku lupa,Kiandra mulai hari ini kembali lagi ke rumah sakit yang di luar kota.Karena atasan yang ada disana meninggal dunia semalam,jadi sementara waktu Daddy menyuruh Kiandra yang memegang kepemimpinan disana" ujar Rey.
"Trus nanti Imelda berangkat ke rumah sakit sama siapa?" tanya Rani.
"Naik taksi saja Kak" Imelda yang baru saja datang menjawab pertanyaan Rani.
"Berangkat sama Abang aja hari ini,kebetulan hari ini Abang ada janji ketemuan sama Daddy di rumah sakit" kata Rey.
"Ya sudah sekarang kamu sarapan dulu Mel,baru setelah itu pergi kerja" kata Rani.
"Iya Kak" kata Imelda patuh.
Selesai sarapan Imelda membersihkan meja makan,sebab Rani dan Rey sudah selesai lebih dulu.Setelah itu Imelda menghampiri Rani dan Rey di teras.
"Sudah siap,ayo berangkat.Daddy sudah menunggu kita" ajak Ray.
"Kak Imelda pergi dulu ya" pamit Imelda lalu mencium punggung tangan Rani.
"Selamat bekerja,semangat" Rani memberi semangat pada Imelda.
"Kok cuma Melda aja yang di semangati Babang enggak" seloroh Rey.
Cup
Rani mencium pipi Rey"Selamat bekerja,jaga hati jaga mata" kata Rani sambil mengedipkan satu matanya kearah Rey.
"Kamu menggodaku sayang,persiapkan dirimu.Setelah bertemu Daddy aku akan langsung pulang" bisik Rey.
"Siap Cinto" kata Rani.
Rey masuk ke mobilnya dan mulai mengemudikannya.Selama dalam perjalanan Rey dan Imelda saling diam,Rey fokus pada jalanan sedangkan Imelda sedang memikirkan sesuatu.
"Terima kasih ya Bang,Melda masuk dulu" ucap Imelda saat mereka sudah sampai di rumah sakit.
"Melda ikut Abang menemui Daddy,itu pesan yang Daddy sampaikan ke Abang tadi" ujar Rey.
"Tapi Bang,Melda takut kena semprot atasan lagi" kata Imelda.
Rey mengerutkan keningnya"Atasan memarahimu?" tanya Rey yang di jawab anggukan oleh Imelda.
"Apa alasannya?" tanya Rey.
"Yang pertama karena Imelda tidak fokus,yang kedua karena Imelda telat masuk ruangan operasi" jawab Imelda.
__ADS_1
"Sial,belagu banget tu atasan" gumam Rey.
Rey mengajak Imelda ke sebuah ruangan,di sana sudah ada Daddy,Opa,atasan Imelda juga kepercayaan Opa dalam mengelola rumah sakit.
"Dokter Imelda,silahkan duduk" kata Daddy.
"Kenapa Dokter Imelda bisa datang bersama Tuan Rey?" tanya Atasan Imelda.
"Kebetulan ketemu di depan" jawab Rey.
"Begini Dokter Imelda,saya mendapat laporan kalau kinerja anda kurang bagus.Saya sangat menyayangkan itu,padahal yang saya dengar anda salah satu mahasiswa terbaik dikampus anda,makanya dalam usia yang sangat muda anda sudah menyandang gelar Dokter" tutur Orang kepercayaan Opa.
Orang itu melanjutkan lagi perkataannya"Kami tidak memecat anda karena saya menghargai Tuan Alberto dan Tuan Elang,untuk itu saya memindah tugaskan anda ke suatu daerah" kata Orang itu lagi.
"Baik Pak" jawab Imelda.
"Kalo begitu kami permisi Pak,karena masih banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan" pamit Opa.
"Silahkan Tuan"
Opa dan Daddy membawa Imelda,sedangkan Rey langsung menuju kantornya.
"Rey ada yang menunggumu di ruang kerja" ujar Andre.
"Siapa,aku tidak ada janji ketemuan hari ini" kata Rey.
"Sudah temui saja" desak Andre.
Rey masuk ke dalam ruangannya.
"Maaf jika kedatangan Paman mengganggu Rey" ucap Paman.
"Tentu saja tidak,ayo silahkan duduk" kata Rey.
"Ada perlu apa Paman kemari?" tanya Rey.
"Maaf Rey Paman tau kamu sudah menikah,mungkin ini sedikit gila tapi Paman mohon Rey ikut paman pulang dan bujuk Kina agar dia mau makan dan keluar dari kamar.Sudah beberapa hari dia mogok makan" tutur Ayah Kina.
"Paman punya istri?" tanya Rey.
"Tentu saja ibunya Kina istri paman" jawab Ayah Kina yang belum mengerti maksud Rey.
"Bagaimana perasaan istri paman jika tahu suaminya menemui bahkan merayu wanita lain?" tanya Rey lagi.
Ayah Kina terdiam mendengar pertanyaan Rey.
"Sial,aku harus cari cara agar Rey masuk ke dalam jebakanku" gumam Ayah Kina dalam hati.
"Kamu boleh minta izin istrimu Rey" kata Ayah Kina.
"Maaf Paman,Rey tidak bisa memenuhi ajakan paman.Rey tidak punya hubungan apa-apa dengan Kina.Lagi pula Paman kan orang tuanya,masa bujuk anak sendiri saja gak bisa.Jangan terlalu menuruti semua kemauan anak paman,nanti dia jadi anak manja dan kurang ajar.Dengan hormat saya minta sekarang Paman keluar dari ruangan saya,karena saya masih banyak pekerjaan" usir Rey dengan halus.
Tanpa sepatah kata pun Ayah Kina langsung keluar dari ruangan Rey.
"Cih....Ayah dan anak sama liciknya.Dia pikir aku tidak tau kalo dia sudah memasang perangkap untuk menjebakku" gumam Rey.
__ADS_1
Kriiing....!
Ponsel milik Rey berdering,nomor tidak di kenal menelponnya.
"Hallo" Rey menjawab telpon itu.
"Ucapkan selamat tinggal pada istri tercintamu Rey" ujar Orang dari sebrang sana.
Telpon terputus.
"Sial" umpat Rey yang langsung berlari keluar dari kamarnya.
Bukh!
"Awh...apa-apaan sih Rey,sakit tau" rintih Rani sambil mengusap bahu yang tertabrak oleh Rey tadi.
"Sayang kamu tidak apa-apa? kamu baik-baik saja?" tanya Rey cemas.
"Aku juga gak tau aku baik-baik saja atau tidak" jawab Rani acuh lalu masuk ke dalam ruangan Rey.
"Tadi ada yang menelponku dan menyuruhku untuk mengucapkan selamat tinggal padamu" ujar Rey.
"Apa karena itu,Bang Andre meminta Rani datang kemari?" tanya Rani.
"Andre menelponmu?" tanya Rey.
"Iya...dan dia bilang aku harus datang ke kantormu saat ini juga" jawab Rani.
Rey menarik Rani ke dalam pelukannya"Tunggu disini,jangan kemana-mana" perintah Rey.
Rey keluar dari ruangangannya kemudian pergi ke ruang kerja Andre.
"Ada apa ini Ndre?" tanya Rey.
"Saat aku tau Ayah Kina datang,aku langsung curiga dan aku menyadap cctv yang ada di rumahnya.Dari situ aku bisa tau rencana mereka.Kalo Ayah Kina tidak berhasil membawamu masuk ke dalam perangkapnya maka mereka akan menculik Rani" jawab Andre.
"Aku harus menghubungi Daddy" ujar Rey.
"Tidak perlu Rey,aku sudah menelpon Ayah dan sekarang Ayahku sudah bersama Daddymu" kata Andre.
"Terima kasih Ndre,kamu sudah menyelamatkan istriku" ucap Rey.
"Istrimu berarti saudara iparku,berarti aku juga punya tanggung jawab untuk melindunginya"balas Andre.
"Sekali lagi terima kasih Ndre,aku kembali ke ruanganku dulu" pamit Rey.
Saat Rey kembali Rani tidak ada di ruangannya"Kemana Rani?" gumam Rey dengan cemas.
Rey keluar dari ruangannya untuk mencari Rani,tapi saat melewati meja kerja Ema,Rey melihat Rani sedang tertawa bersama Ema."Sayang ternyata kamu disini,aku mencarimu" ujar Rey yang langsung mendaratkan ciuman di kening Rani.
"Aku suntuk sendiri di ruanganmu,makanya aku keluar dan mencari Ema" kata Rani.
"Ayo kembali keruanganku" ajak Rey.
Rani menurut saja,dia mengikuti langkah Rey menuju ruang kerjanya.
__ADS_1