
" Dad,apa harus Rani dan Naya ikut.Apa itu tidak berbahaya?" tanya Mommy sambil memakaikan jaket pada Daddy.
" Aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi Naya saat melihat perempuan yang sudah memeluk Papinya" jawab Daddy.
" Tapi,tetap saja markas bukan tempat yang tepat untuk membawa Naya.Oke Rani bisa ikut bersama kalian,tapi tidak untuk Naya Dad" protes Mommy.
" Mommy tenang saja,kami akan memastikan bahwa Naya akan baik-baik saja" Daddy meyakinkan.
Daddy keluar dari kamarnya lalu menghampiri Rey dan Rani yang sudah menunggunya di halaman belakang.
" Naya mana?" tanya Daddy.
" Tu dia" jawab Rey sambil menunjuk ke arah helikopter dan Naya sudah duduk manis di sana.
Daddy pun mengajak Rey dan Rani untuk segera berangkat,selagi hari masih pagi.Naya menikmati perjalanannya,sambil menikmati udara sejuk pagi hari.Dia duduk di pangkuan Rey sambil bernyanyi riang dan bertepuk tangan.Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di lokasi yang menjadi tujuan mereka.
" Dad,apa ini tidak berbahaya untuk kejiwaan Naya.Rey takut jiwa Naya akan terguncang jika harus melihat kekerasan" Rey mengungkapkan kekhawatirannya.
" Kita lihat saja nanti Rey,kamu akan lihat sendiri bagaimana reaksi Naya" kata Daddy.
Daddy menggendong Naya dan membawanya masuk ke dalam ruangan tempat Kina disekap.Dan benar saja,Naya memberontak minta turun saat melihat wajah Kina.Rani dan Rey saling bertukar pandang melihat reaksi anaknya dan Daddy hanya menyeringai saja.
Naya celingukan melihat kanan dan kiri seperti sedang mencari sesuatu.
" Adek cari apa?" tanya Rey.
" Cari sapu atau kayu Papi.Mami kalo marah sama Cimot pasti Cimot dipukul pake sapu" jawab Naya.
Daddy memberi Naya sebuah pecut berukuran kecil pada Naya" Pakai ini bisa gak Dek?" tanya Daddy.
Naya mengangguk lalu mengambil pecut itu dari tangan Daddy.Naya berjalan mendekati Kina yang sedang tersenyum mengejeknya.
" Apa yang bisa kamu lakukan anak kecil" ledek Kina.
" Adek mau pukul Onty nakal,karena Onty sudah peluk-peluk Papinya Adek.Kata Mami kalo Adek nakal harus dihukum" jawab Naya.
"Hukum saja,emang seberapa besar tenagamu?" Kina meremehkan kemampuan Naya.
Ceples...
Naya menyabetkan pecutnya tepat di kaki Kina yang terbalut celana jeans.Rani dan Rey menganga saat melihat jeans itu robek dan kaki Kina mengucurkan darah.
" Rey" ucap Rani tak percaya.Rani menutup mulutnya pakai kedua telapak tangannya.
"Dia calon singa betinaku" dengan bangga Daddy mendekati Naya.
" Sudah?" tanya Daddy.
Naya melotot melihat Daddy," Mami kalo hajar Cimot banyak Kakek" jawab Naya.
__ADS_1
" Gendong" pinta Naya pada Daddy.
Daddy yang belum mengerti jalan pikiran cucunya pun hanya bisa menuruti permintaan cucunya itu.
Naya memecutkan pecutnya ke arah wajah Kina.
Aaaaaaaaaaaaa.....
Terdengar suara lengkingan penuh kesakitan dari mulut Kina.Darah segar mengalir dari luka gores akibat sabetan pecut milik Naya yang mengenai pipinya.
" Sialan kamu,bocah.Aku akan membalasmu" teriak Kina.
" O...melawan ya,mau tambah lagi" Naya meniru ocehan Rani dikala sedang memarahi Cimot.
Ceples
Naya menyabetkan kembali pecutnya dan lagi-lagi pecutan itu mengenai wajah Kina.Kina kembali mengerang kesakitan,suara lengkingannya memenuhi seluruh penjuru ruangan.Rani berlindung di balik tubuh Rey,dia tidak sanggup melihat keganasan putrinya.
" Sudah ya,lihat tu Onty nakalnya udah kayak badut" bujuk Daddy dan Naya pun mengangguk.
" Awas kalo Onty nakal lagi ya,Adek cakar Onty nanti" ancam Naya.
Mata Kina menyalang penuh kebencian,nafasnya berpacu dengan emosi yang memenuhi ubun-ubun.
" Apa lihat-lihat? mau Adek colok matanya?" tanya Naya dengan logat lucu.
" Bawa Naya keluar" perintah Daddy pada Rani.
" Besok-besok aku tidak akan lagi memarahi Cimot di depan Adek.Ternyata berimbas buruk padanya" ujar Rani.
" Bukan karena kebiasaanmu memarahi Cimot yang membuatnya jadi begini,tapi darah turun-temurun yang mengalir di tubuhnya lah yang menjadikan Naya bertingkah liar seperti tadi" kata Rey.
" Apa Mami lupa,sedari kecil Naya berbeda dari anak kecil kebanyakan.Dia lebih suka menonton film laga daripada serial kartun" tambah Rey.
Rani meraup wajah Naya kemudian menciumnya lalu memeluknya," Tapi tetap saja Rey,belum waktunya dia terjun ke dunia gelap kalian" kata Rani.
" Apa kamu masih berminat berkunjung ke kampung kecil?" tanya Rey mengalihkan pembicaraan.
" Apa tempatnya dekat dari sini Rey?" Rani balik bertanya.
"Sekitar satu jam perjalanan dari sini" jawab Rey.
Rey memanggil salah satu anak buah Daddy yang sedang berjaga,kemudian menitipkan pesan untuk disampaikan pada Daddy.Setelah itu Rey dan Rani pun memakai salah satu mobil yang ada di sana dan mulai meluncur menuju kampung kecil.
Sesampainya di kampung kecil Rani benar-benar dibuat takjub,bukan kampung kecil melainkan seperti kota kecil dengan segala fasilitas lengkap.Sambutan hangat dari seluruh warga kampung saat Rey dan Rani datang.Para istri sibuk membuat jamuan sedangkan para suami menyambut dan mengajak Rey berkeliling untuk melihat perkembangan kampung itu.
Naya sudah bergabung dengan anak-anak yang ada di sana.Sebentar saja dia sudah akrab dengan teman-teman barunya.
"Nona,silahkan duduk" kata Seorang perempuan pada Rani.
__ADS_1
"Panggil Rani saja Bu" pinta Rani.
"Baiklah,ibu akan memanggil Rani saja" balas ibu itu.
Rani membantu ibu-ibu untuk menyiapkan jamuan.Karena biasanya setiap selesai segala urusan yang ada di markas,Daddy pasti akan mampir ke kampung mereka.
*
*
"Andre,kamu gak jadi pergi?" tanya Ema pada Andre yang sedang asyik bermain dengan Tantri di lantai yang beralaskan karpet tebal.
"Gak jadi,karena Rey dan Rani sendiri yang turun tangan secara langsung" jawab Andre.
"Naya ikut atau tinggal?" tanya Ema.
Andre tersenyum lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di atas meja.
" Lihatlah" Andre memperlihatkan rekaman saat Naya memecut Kina dengan ganasnya.
"Itu beneran Naya,Yang?" tanya Ema tak percaya.
"Iya,lihatlah betapa ganas dan liarnya dia" Andre berdecak kagum.
Ema masih terpaku sambil terus melihat video rekaman itu.Andre yang merasa gemas melihat ekspresi Ema pun langsung mencium bibirnya.
Cup
Walau hanya sekilas itu berhasil mengalihkan perhatian Ema.
"Apaan sih" protes Ema.
"Habisnya kamu serius banget lihat video itu,aku kamu abaikan.Sungguh terlalu" kata Andre.
Ema yang merasa geram pun langsung menimpa tubuh Andre yang sedang berbaring di lantai.Ema langsung menghujani Andre dengan ciuman.
"Tantri tolong Ayah?" teriak Andre.
Tantri sama sekali tidak peduli,dia terlalu sibuk dengan urusan bonekanya.
Andre mengangkat tubuh Ema lalu membawanya ke kamar.
"Mbak,tolong jaga Tantri" teriak Andre pada pelayan di rumah itu.
"Sayang aku hanya bercanda saja" kata Ema.
"Candaanmu melewati batas Nona,sekarang terima hukumanmu" seringai Andre sambil membuka seluruh pakaian yang melekat pada mereka berdua.
"Oh ayolah pak petugas,ampunilah aku" rengek Ema.
__ADS_1
"Tidak semudah itu,Nona.Hukuman tetap hukuman" kata Andre.