
" Aku mendengar dari pihak rumah sakit bahwa kamu melakukan tes DNA. Apa itu benar?" Rey memandang sahabatnya itu dengan penuh tanya.
Andre menghela nafasnya dengan panjang," Ada seorang perempuan yang kemarin datang ke kantor,Dia membawa seorang anak kecil dan mengatakan jika anak kecil itu adalah Anakku yang ibunya sudah meninggal saat melahirkan nya" tutur Andre.
Rey memandang wajah sahabatnya yang terlihat sangat santai seolah sedang tidak ada masalah yang sedang terjadi.
" Dan kamu bisa sesantai ini menyikapi semuanya?" tanya Rey.
" Untuk apa aku gelisah,aku tahu dan masih ingat wanita mana saja yang pernah aku tiduri dan itu tidak lebih dari tiga orang selama lima tahun belakangan ini dan kamu juga tahu lima tahun yang lalu aku sedang berada di Amerika untuk menjalankan tugas yang diberikan Daddy kepadaku" jawab Andre.
" Maksudmu anak itu berusia lima tahun saat ini?" tanya Rey.
" Iya...wanita yang bernama Retno yang kemarin datang ke kantorku menunjukkan Akte anak yang bernama Ajeng itu kepadaku dan disana dengan jelas tertulis usia anak itu lima tahun.Sedangkan aku berada disini baru empat tahun belakangan ini.Apakah juniorku bisa terbang naik pesawat emprit lalu menanam saham di rahimnya dan tumbuhlah Ajeng.Sangat konyol" ungkap Andre sambil tersenyum sinis.
" Coba kamu ingat-ingat lagi Andre,mungkin saja wanita itu benar" seru Rey.
" Yang benar saja Rey.Bukankah sewaktu aku di Amerika,aku berjumpa denganmu.Saat kamu sedang belajar IT lebih lanjut pada guru besarnya Om David" balas Andre.
" Lalu sekarang langkah apa yang kamu ambil untuk melawan Retno di pengadilan nanti?" tanya Rey.
" Saat Wanita itu membawa anak kecil itu keluar dari kantor, Aku meminta suami Mbak Romlah untuk mengambil beberapa helai rambut anak itu dan rambut itulah yang aku serahkan kepada dokter di rumah sakit.Mungkin nanti sore hasilnya sudah keluar" jawab Andre.
" Bagaimana reaksi Ema saat mengetahui hal ini?" Rey tidak mau rumah tangga sahabatnya hancur hanya karena kesalahpahaman.
" Ema bilang jika memang Ajeng adalah anak kandung ku seperti yang dikatakan oleh Retno Ema akan merawatnya walau bagaimanapun dia tetap anak kandung ku dan Ema menerima itu. Dia bilang itu adalah kesalahanku di masa lalu aku tidak boleh lari dari kenyataan yang ada" jawab Andre.
" wuih...bijak bener tuh si Ema salut ogut" seru Rey.
Andre tertawa mendengar perkataan Rey yang dianggapnya sebagai lelucon.
" Bukankah wanita kita memang wanita yang hebat" kata Andre dengan bangga.
...----------------...
__ADS_1
Rumah Sakit Dihebohkan oleh Andre yang melakukan tes DNA, Om Wildan dan tante Arumi sebagai orang tua Andre menyikapi masalah itu dengan kepala dingin. Mereka Serahkan semua masalah itu kepada Andre, karena mereka yakin Andre pasti bisa menyelesaikan masalah yang ada.
" Apa kamu tahu nak masalah yang sedang dihadapi Andre Saat ini?" tanya om Wildan kepada Ema.
" Andre sudah mengatakannya kepada Ema tadi malam" Jawab Ema.
" Lalu Bagaimana menurutmu,Apakah kamu percaya jika Ajeng adalah anak Andre?" tanya Daddy.
" Jika benar Ajeng adalah anak kandung Andre dengan wanita lain di masa lalunya,Ema rasa dia tidak mungkin memberitahukan masalah ini kepada Ema,dia pasti akan menyembunyikannya dari Ema. Dan jika memang benar Ajeng adalah anak kandung Andre dengan wanita lain di waktu dulu Ema rasa tidak ada salahnya jika Andre merawat dan membesarkan Ajeng. Andre mengatakan pada Ema ibu kandung Ajeng sudah meninggal saat melahirkan Ajeng"ungkap Ema.
Daddy berdecak kagum saat mendengar jawaban dari Ema, sungguh pemikiran yang luar biasa.
Hari ini Daddy bersama Om Wildan sengaja menemui Ema di rumahnya untuk membahas masalah yang sedang menimpa Andre.
Bunyi langkah kaki memasuki rumah, ternyata langkah kaki itu milik Andre yang baru pulang dari kantor.
"Ayah sama Daddy,Di sini ternyata" kata Andre.
Andre menghempaskan tubuhnya di sofa lalu memejamkan matanya." Huuuh.... tubuhku rasanya lelah sekali" ungkap Andre.
" Kamu Memang Yang Terbaik sayang" memandang wajah Ema dengan penuh cinta.
Ema beranjak dari duduknya lalu pergi ke dapur untuk membuat kopi.
Om Wildan dan Daddy menatap kearah Wildan dengan serius," Bagaimana hasilnya?" tanya Om Wildan.
Andre mendudukan tubuhnya lalu bersandar di sofa," Apakah Ayah tidak percaya dengan anak Ayah ini? apakah Ayah mengira aku akan memanipulasi hasil tes DNA itu?" Andre balik bertanya.
" Ayah tidak menganggapmu seperti itu, Ayah hanya ingin tahu saja hasil tes DNA nya" ungkapan Om Wildan.
Kriiing...
Belum sempat Andre menjawab pertanyaan dari ayahnya ponsel miliknya berdering.
__ADS_1
" Halo...Bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Andre pada orang yang menelponnya.
"........" jawab orang dari seberang telepon.
" Baiklah kalau begitu kumpulkan semua bukti dan serahkan padaku hasilnya paling lambat besok pagi" titah Andre pada orang di seberang telepon.Kemudian,Dia memutuskan panggilannya secara sepihak.
" Informasi apa yang kamu dapatkan? " tanya Daddy.
" Informan ku mengatakan Retno memang mempunyai adik bernama Ratna dan Ratna sudah meninggal. Ratna mempunyai anak perempuan dan Ajeng lah anaknya. Tapi yang masih menjadi persoalan di Surat Terakhir yang ditulis oleh Ratna...." Andre menggantung kata-katanya.
" Apa yang dia tulis?" tanya Om Wildan dan Daddy secara bersamaan.
" Nama laki-laki yang sudah menghamilinya bernama Andre Putra Jonathan" jawab Andre.
" Bukankah itu memang namamu?" tanya Daddy.
" Iya nak...Bagaimana bisa namamu tertulis di surat wasiatnya?" tambah Om Wildan.
" Dalam keluarga Jonathan Namaku memang Andre Putra Jonathan, tetapi di setiap data-data ku baik itu akte kelahiran ataupun kartu identitas lainnya namaku adalah Andreas" jawab Andre.
" Itu berarti Ajeng memang lah anakmu Andre" Kata Om Wildan dengan gusar.
" Bukan, Ajeng bukan anak Andreas tapi Ajeng anak kandung Andre Putra Jonathan pemilik Jona corp." jawab Andre.
" Bagaimana kamu bisa yakin bahwa Andre Putra Jonathan yang tertulis di surat wasiat milik Ratna adalah anak dari pemilik Jona corp?" tanya Daddy.
Andre menghela nafasnya," Tidak sulit bagi Andre untuk menemukan Siapa ayah kandung Ajeng" jawab Andre lalu beranjak dari duduknya dan melangkah masuk kedalam kamarnya.
Ema datang sambil membawa segelas kopi lalu meletakkannya di atas meja. Ema melihat kedua orang tua yang ada di hadapannya yang terlihat sedang bingung.
Tidak lama kemudian Andre keluar lagi dari kamarnya sambil menggendong Tantri lalu duduk kembali di sofa.
Om Wildan hendak bicara tapi Andre langsung memotongnya," Tidak usah membahas masalah itu lagi Ayah,apalagi di depan Tantri.Karena bagi Andre hanya Tantri dan adik-adiknya yang keluar dari Ema lah anak kandung Andre" tutur Andre.
__ADS_1
"Kamu pikir Ema itu pintu,bisa untuk keluar masuk" kata Om Wildan.
"Ema memang pintu untuk anak-anakku keluar dan melihat indahnya dunia ini.Dia juga pintu untuk juniorku masuk dan menanamkan saham dan menghadirkan Tantri yang cantik" ungkap Andre yang langsung mendapat lemparan tisu dari Om Wildan dan Daddy.