Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Sup Iga


__ADS_3

Rani terkejut saat mendengar perkataan Rey kalo dirinya sedang hamil.Bagaimana bisa? sedangkan selama ini dia tidak pernah menstruasi,hanya flek saja yang keluar setiap bulannya.


"Tidak usah terlalu dipikirkan,nanti jadi stres" kata Rey yang berkali-kali mencium tangan Rani yang sedang digenggamnya.


"Mami" seru Naya sambil terisak dalam gendongan Thomas.


Thomas mendudukkan Naya di samping Rani,Naya pun langsung memeluk Rani sambil menangis pilu.


"Kenapa menangis sayang,Mami gak apa-apa kok.Mami baik-baik saja" ujar Rani.


Naya mengangkat kepalanya lalu melihat jarum infus yang ada ditangan Rani,"Itu tangan Mami di suntik.Pasti sakit" kata Naya disela-sela tangisnya.


Rey menggangkat tubuh Naya lalu mendudukkannya di pangkuan Rey," Mami tidak sakit sayang,di dalam perut Mami ada adek bayinya" tutur Rey.


"Adek bayi seperti Tantri?" tanya Naya.


"Iya" jawab Rey.


Naya mengusap air matanya lalu merangkak naik dan duduk di brankar Rani.Rey mengajak Thomas duduk di sofa.


"Alana tidak ikut?" tanya Rey.


"Alana sama Mommy pergi menemui Imelda di ruangannya,mungkin sebentar lagi mereka kemari" jawab Thomas.


"Andre tidak bisa datang karena hari ini dia pergi ke Goden" tambah Thomas.


"Apa ada masalah di Goden?" tanya Rey.


Thomas menggeleng," Hanya kunjungan kerja saja,lagipula kalo ada masalah pasti Abian,Sakha dan Lee bisa mengatasinya" jawab Thomas.


Pintu terbuka,


Mommy,Imelda dan Alana masuk ke dalam ruangan itu.


"Selamat ya sayang,semoga kamu dan bayinya sehat selalu" ucap Mommy.


"Terima kasih Mom" balas Rani.


"Tapi Rani masih takut Mom" ucap Rani lirih.


"Tidak ada yang perlu ditakutkan,serahkan semua pada Tuhan" kata Mommy sambil membelai rambut menantu tertuanya itu.


"Kakak tidak perlu takut,semua baik-baik saja" ujar Imelda dan Rani pun mengangguk.


"Rey,Daddy kemana?" tanya Mommy.


Rey melirik ke arah Rani,"Daddy pergi sebentar Mom,katanya ada sedikit urusan" jawab Rey.


"Urusan apa,bukankah semua janji hari ini sudah dibatalkan" gumam Mommy.


"Rani,apa kamu baik-baik saja?" tanya Ema yang baru saja datang.Wajahnya terlihat sangat khawatir.


"Tantri tidak ikut?" tanya Mommy.


Ema menggeleng,"Tantri Ema titipkan sama si mbak" jawab Ema.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa Ema,aku baik-baik saja" jawab Rani.


"Kamu selalu berkata begitu,setiap kali setiap sakit pasti selalu bilang baik-baik saja" kata Ema.


Ema memeluk sahabatnya itu,Ema tau bagaimana dulu Rani berjuang melawan kankernya.


"Naya sebentar lagi akan punya adik" bisik Rani di telinga Ema.


Mata Ema membulat lalu melepaskan pelukannya," Bagaimana bisa Ran?" tanya Ema.


"Aku juga tidak tau,yang pasti sekarang aku sedang hamil adiknya Naya" jawab Rani.


"Mommy sudah lama datang?" tanya Daddy yang baru masuk.


"Daddy dari mana?" Mommy balik bartanya.


Daddy duduk di sofa," Daddy baru saja menemui Dokter.Daddy meminta penjelasan tentang operasi waktu itu" jawab Daddy.


"Trus apa kata dokter?" tanya Mommy penasaran.


"Memang awalnya kanker Rani terletak di rahim bagian atas dan itu yang di operasi oleh dokter Lois.Dan saat Rani hamil Naya,kankernya memang kembali tumbuh,tapi bukan di dalam rahim melainkan diindung telur bagian kanan.Daya tahan tubuh Rani lemah waktu itu,Rani stres karena terlalu banyak pikiran.Itulah yang menyebabkan Rani ngedrop waktu itu.Dokter juga tadi sudah minta maaf pada kita karena masalah ini.Daddy dan dokter tadi juga sudah membawa sampel darah Rani dan memeriksanya di labor dan hasilnya Rani sehat dan sudah terbebas dari kanker" tutur Daddy.


Semua yang mendengar penjelasan Daddy pun menangis haru,semua mengucap syukur atas kesembuhan Rani.


"Huaaaaa" tangis Naya pecah saat melihat semua orang yang berada di dalam ruangan itu menangis.


"Kenapa menangis?" tanya Rani.


"Adek cuma ikut-ikut aja" jawab Naya,yang membuat semua tertawa.


"Perjuanganmu tidak sia-sia nak.Selamat atas kehamilanmu" ucap Daddy lalu mengecup kening Rani.


Daddy mengusap rambut Rani lalu mengangguk.


"Adek pulang sama kakek ya,Adek gak boleh menginap disini" kata Rey.


Naya menggeleng sambil memandang wajah Rani.


"Adek mau Mami cepet sembuh gak?" tanya Daddy.


"Mau kek" jawab Naya.


"Kalo gitu Adek harus pulang sama kakek sekarang,besok baru kita ke sini lagi" kata Daddy.


Naya beringsut dari duduknya lalu berdiri dan mendekati Daddy.Daddy menggendongnya,"Bye Mami " pamit Naya.


Daddy mencondongkan tubuhnya agar Naya bisa mencium Rani.


"Jangan nakal ya sayang" pesan Rani dan Naya pun mengangguk.


Thomas dan Alana pun pamit pulang,sedangkan Ema masih berada disitu menunggu Andre menjemputnya.


"Mami belum makan sejak tadi siang,Mami mau makan apa?" tanya Rey.


"Mami gak laper Pi" jawab Rani.

__ADS_1


Ema mendekati Rani," Tapi kamu harus makan Ran,ingat kamu sedang hamil sekarang.Ada nyawa lain dalam tubuhmu" kata Ema.


"Papi belikan makanannya ya.Mami mau makan apa?" tanya Rey.


"Terserah Papi aja deh,apa pun yang Papi beli nanti Mami makan" jawab Rani.


Rey mengacak rambut Rani lalu menciumnya,"Papi pergi dulu ya" pamit Rey.


"Ema,titip Rani ya.Awas jangan sampai lecet" pesan Rey.


Rey berjalan menuju kantin yang ada di rumah sakit,dia tidak mungkin beli makanan di luar.


"Mau kemana Rey?" tanya Andre saat melihat Rey berjalan ke arahnya.


"Mau beli makanan ke kantin,Rani belum makan sejak tadi siang" jawab Rey.


"Kebetulan aku bawa makanan nih" kata Andre sambil mengangkat tangan yang sedang memegang plastik yang berisi makanan.


"Rani sakit apa?" tanya Andre sambil berjalan menuju kamar rawat Rani.


"Sakit karena ulahku" jawab Rey.


Andre mengerutkan keningnya lalu menghentikan langkahnya dan memandang wajah Rey," Apa Rani terkena serangan jantung karena kejutanmu tadi siang?" tanya Andre.


"Bukan karena itu" jawab Rey dan mereka pun melanjutkan langkah menuju ke kamar Rani.


"Lantas karena apa dong? Jangan bilang dia terkena kanker lagi" tanya Andre.


"Rani hamil" jawab Rey singkat.


Rey membuka pintu lalu mengajak Andre untuk masuk.


"Sayang,pulang yuk" ajak Andre pada Ema.


"Apa Tantri rewel?" tanya Ema.


"Aku tidak tahu,aku belum menanyakannya.Yang aku tau Tantri sedang tertidur saat aku pulang" jawab Andre.


Ema dan Andre pun berpamitan,karena memang hari sudah malam.


"Makan ya,Andre membelikanmu ayam bakar" kata Rey sambil membuka makanan yang tadi di bawa Andre.


Rani mendudukkan tubuhnya di atas kasur.Rey merapikan rambut Rani lalu mengikatnya.Setelah itu Rey menyuapi Rani makan.


"Kamu harus banyak makan biar kamu dan calon bayi kita sehat" tutur Rey.


"Papi juga harus makan,biar Papi tetap sehat dan bisa terus menjaga dan melindungi kami" kata Rani.


Akhirnya mereka makan berdua,Rey menyuapi Rani baru kemudian dia makan.Selesai makan Rey memberi obat yang harus di minum,kemudian Rey berbaring disamping Rani.


"Sehat-sehat ya Bumil" ucap Rey sambil mengelus perut Rani yang masih rata.


"Sehat-sehat juga Sup Iga" balas Rani.


"Apa tu Sup Iga?" tanya Rey.

__ADS_1


"Suami perhatian dan selalu siaga" jawab Rani.


Senyum Rey mengembang,lalu dia pun melingkarkan tangannya di atas perut Rani.


__ADS_2