Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Menjadi Istri Simpanan


__ADS_3

Tiga bulan semenjak serangan mendadak terhadap Rey dan Rani semua kembali normal,Rani dan Rey hidup dengan tentram dan nyaman.Perut Rani juga sudah mulai membesar,Rani menikmati hari-harinya dengan ceria apalagi sekarang dia sudah tidak muntah-muntah lagi.


"Cewek...godain kita dong" kata Rey pada Rani yang sedang menyiram bunga di halaman rumahnya.Rey baru saja pulang kerja.


"Kamu sering mengatakan itu di luar sana Rey?" tanya Rani membalas godaan Rey.


"Tentu saja,aku sering menggoda Mommy dan juga Oma" jawab Rey.


Rani mematikan kran air lalu menghampiri Rey yang sedang duduk sambil melepas sepatu kerjanya.


"Aku bikinkan kopi,mau?" tawar Rani.


"Teh aja ya,kopinya ntar malem aja.Biar bisa lembur" jawab Rey sambil menaik turunkan alisnya.


"Astaga kenapa semakin hari level mesum suamiku semakin tinggi" kata Rani.


"Karena kamu selalu menggoda sayangku" ujar Rey.


Rani melangkahkan kakinya menuju ke dapur,Rani membuat segelas teh untuk Rey.


Rey dan Rani sengaja tidak memakai jasa pembantu di rumah mereka,alasannya biar bisa bebas melakukan apapun.Soal membersihkan rumah dan pekerjaan lainnya mereka kerjakan berdua.


"Ini tehnya Rey,minum selagi hangat" kata Rani.


"Terima kasih sayang" ucap Rey.


"Oya Rey tadi Mommy telpon katanya Mommy mau pergi ke rumah Kiandra" ujar Rani.


"Ada keperluan apa Mommy ke sana?" tanya Rey.


"Hanya sekedar menengok keadaan Kiandra dan Imelda saja,karena setelah menikah mereka jadi jarang pulang.Mereka di sibukkan oleh pekerjaan mereka di rumah sakit" ujar Rani.


"Imelda gak jadi berhenti kerja?" tanya Rey sambil menyesap tehnya.


"Gak jadi katanya sayang mau berhenti,nanti saja berhentinya kalo dia sudah punya anak" jawab Rani.


Rey mengunyah roti yang di suguhkan oleh Rani,"Apa kamu mau ikut dengan Mommy kesana?" tanya Rey.


"tidak bisa Sayang,besok jadwalku kontrol kehamilan" jawab Rani.


"Besok? Astaga kenapa aku bisa lupa,besok Aku akan pergi meninjau perusahaan cabang" ujar Rey.


"Aku pergi bersama Ema saja" kata Rani.


"Maaf ya sayang,aku benar-benar lupa" ucap Rey merasa bersalah.


"Tidak apa-apa,lagi pula sepulang dari rumah sakit aku dan Ema mau pergi jalan-jalan" ujar Rani.


"Baiklah,besok aku akan meminta Andre mengosongkan jadwal Ema" kata Rey.


Rey mengajak Rani masuk ke dalam rumah karena hari mulai malam.

__ADS_1


*


*


"Ragil kamu kemana sih,kenapa kamu menghilang tanpa jejak" kata Sisy sambil memandangi tespek yang ada di tangannya.


Hiks...


"Kenapa aku bisa begitu ceroboh,kenapa sampai bisa hamil" kata Sisy.


Sisy menyambar kunci mobil yang ada di atas meja,kemudian pergi keluar dari kamarnya.


"Mau kemana Sy,ini sudah malam?" tanya Bobi.


"Sisy mau beli cemilan Yah,cemilan Sisy di kamar sudah habis" jawab Sisy berbohong.


Sisy masuk ke mobilnya dan langsung pergi meninggalkan rumahnya.


"Aku harus mencari Ragil" gumam Sisy.


Sisy menggentikan mobilnya di depan rumah pemilik kontrakan yang dulu pernah di tinggali oleh Ragil,"Permisi" ucap Sisy.


"Iya,ada perlu apa?" tanya pemilik rumah.


"Maaf Buk,saya temennya Ragil yang dulu pernah tinggal di rumah kontrakan ibu.Kalo boleh tau dia pindah kemana ya buk?" tanya Sisy.


"Ragil pindah? Ragil gak pindah kok soalnya tiap bulan dia masih membayar uang sewa rumah" jawab Pemilik rumah.


"Tapi setiap saya datang ke rumahnya selalu dalam keadaan kosong buk" tutur Sisy.


"Baiklah buk kalo begitu,terima kasih.Saya permisi dulu" pamit Sisy.


Sisy kembali mengemudikan mobilnya menuju ke rumah kontrakan Ragil dan kebetulan Ragil ada di rumah kontrakannya.


"Ragil kamu kemana saja,aku mencarimu" kata Sisy.


"Aku bekerja di luar kota" jawab Ragil dingin.


Sisy mendekati Ragil,"Apa kamu tidak merindukanku Ragil?" tanya Sisy.


Ragil menatap Sisy dengan tajam,ada kebencian dan kemarahan dari sorot matanya.


"Aku capek Sy,kamu pulanglah.Aku mau istirahat" kata Ragil dingin.


"Ragil,kamu mengusirku" jata Sisy tidak percaya.


"Sudah aku bilang aku capek,tolong mengertilah" kata Ragil.


"Tapi Ragil,aku ingin mengatakan sesuatu padamu dan ini penting" ujar Sisy.


"Besok saja kamu kembali lagi ke sini,sekarang aku mau tidur.Kamu pergilah" usir Ragil sambil menutup pintu rumah kontrakannya.

__ADS_1


"Kenapa aku tidak bisa mengontrol emosiku,harusnya aku bisa bersikap baik agar aku bisa membalaskan dendamku,karena dia aku kehilangan anakku dan karena itu pula istriku stres dan akhirnya meninggal" kata Ragil.


Ragil membuka pintu berharap Sisy masih ada di sana tapi ternyata Sisy sudah tidak ada,Sisy sudah pergi.


Ragil masuk ke kamarnya lalu memandang foto yang ada di atas mejanya"Maafkan aku sayang,aku sudah menghianatimu dan anak kita.berbahagialah kalian berdua di surga,aku berjanji akan membalas semua rasa sakitmu" ujar Ragil.


Ragil menangis sambil memeluk foto istrinya yang sedang menggendong seorang bayi mungil.Karena lelah menangis Ragil pun tertidur.


Keesokan harinya,


"Ragil...buka pintunya" teriak Sisy.


Ragil membuka matanya secara perlahan lalu menoleh kearah jam yang ada di dinding.


"Sudah pukul sembilan,pantas saja perutku sudah lapar" gumam Ragil.


Ragil menaruh foto ke dalam laci."Hari ini adalah awal penderitaan untukmu,Sisy" gumam Ragil lalu melangkah ke pintu depan dan membukanya.


"Lama banget sih buka pintunya" oceh Sisy lalu masuk ke dalam rumah.


"Aku baru bangun tidur,bukankah semalam sudah aku katakan aku capek" kata Ragil.


"Ya sudah cuci muka sana,nih aku bawakan sarapan untukmu" kata Sisy.


Ragil menuruti perkataan Sisy,setelah mencuci mukanya Ragil pun langsung sarapan.


"Ragil apa aku boleh bicara?" tanya Sisy.


"Bicaralah,bukankah di keningku tidak ada tulisan larangan kamu dilarang bicara" ujar Ragi sambil mengunyah sarapannya.


"Ragil aku hamil,aku hamil anakmu" tutur Sisy.


Ragil terlihat biasa saja dan terbilang santai.


"Apa urusannya denganku?" tanya Ragil sambil tetap menyantap sarapannya.


"Kamu harus bertanggung jawab Ragil,ini anak kamu" jawab Sisy.


"Anakku atau anaknya Tio?" tanya Ragil dengan tatapan tajam.


"Ap...apa maksudmu bertanya begitu Ragil,jelas-jelas ini anakmu" ujar Sisy.


Ragil beranjak dari duduknya lalu mengambil laptopnya.


Ragil kembali duduk di dekat Sisy dan memutar rekaman video yang ada di laptopnya,rekaman saat Sisy sedang bercinta dengan Tio.


"Itu terjadi setelah kamu tidur di sini bersamaku bukan?" tanya Ragil.


"Tapi Ragil,aku hanya melakukan itu sekali dengannya.Aku sering bersamamu" jawab Sisy.


"Jadi pertanggung jawaban apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Ragil.

__ADS_1


"Aku ingin kamu menikah denganku" jawab Sisy.


Ragil tersenyum licik,"Maaf Sisy aku tidak bisa menikah denganmu karena aku sudah punya istri dan anak,kecuali kamu mau menjadi istri kedua dan menjadi istri simpanan" tutur Ragil.


__ADS_2