
Seminggu sejak kejadian itu semua kembali berjalan normal.Naya sudah tidak rewel lagi jika ditinggal kerja oleh Papinya.Stasiun TV yang sudah menyiarkan dan menayangkan foto-foto mesra Rey dan Kina pun sudah berhasil dibereskan oleh Pak Harun.
" Mami Cimot ilang" teriak Naya dari arah dapur.
Rani yang sedang duduk di ruang tamu pun berjalan menghampiri Naya," Cimot tidak hilang, Cimot Mami jemur di halaman belakang" tutur Rani.
Naya melihat ke arah taman belakang dan benar saja ternyata Cimot sedang ada di sana.Sedang berjemur di dalam kandangnya. Naya berjalan menghampiri Cimot lalu menggendong Cimot dalam dekapannya.
" Ada apa Mi ribut-ribut?" tanya Rey yang baru keluar dari kamarnya.
" itu lho Pi Adek, Dia pikir Cimot ilang" jawab Rani.
kriiiing....
Telepon rumah berdering, Rey bergegas mengangkatnya.
" Halo" seru Rey kepada orang yang menelponnya.
" Bang tolong cek email yang Abian kirimkan ke ponsel Abang" pinta Abian dari seberang telepon.
Rey meletakkan kembali gagang teleponnya lalu berlari ke kamar untuk mengambil ponselnya. Rey mengecek email yang dikirimkan oleh Abian kepadanya.
" Sial...Ternyata ada yang ingin bermain-main denganku" seru Rey seraya tersenyum smirk.
Rei mengetikkan nomor Abian di ponselnya lalu melakukan panggilan ke ponsel Abian.
" Halo Bang" seru Abian dari seberang telepon.
" Siap untuk bermain?" tanya Rey.
" I'm ready, Let's play bos" jawab Abian dengan penuh semangat.
" Datanglah ke rumah Abang sekarang bersama Sakha, Abang tunggu kalian di rumah" titah Rey pada Abian.
Rey memutuskan panggilannya lalu meletakkan ponselnya di atas meja yang ada di samping tempat tidurnya, setelah itu Rey kembali ke dapur untuk menemui anak dan istrinya.
" Mami sayang...bisa minta tolong nggak" Rey berkata dengan nada rayuan.
" Kalau ada maunya aja baik" gerutu Rani sambil membersihkan dapur.
__ADS_1
Hahaha... Rey tertawa menanggapi gerutuan Rani.
" Abian dan Sakha akan datang kemari, ada sedikit masalah di kantor" tutur Rey.
Rani menoleh kearah Ray sambil mengerutkan keningnya," Ada masalah apa lagi?" tanya Rani.
Rey melangkah mendekati Rani lalu mendekapnya," Bukan masalah yang serius sayang, kamu tidak perlu khawatir" jawab Rey lalu menempelkan hidungnya pada hidung Rani.
Rani terdiam seolah sedang berpikir, kemudian dia menghela nafasnya dengan panjang.
" kenapa Masalah terus saja menghampiri keluarga kita?" tanya Rani dengan sendu.
Rey melepaskan dekapannya lalu memegang kedua bahu Rani menggunakan tangannya. Rey menatap Intens wajah istrinya itu, kemudian dia tersenyum" inilah yang namanya hidup,setiap orang yang hidup pasti mempunyai masalah entah itu kecil ataupun besar" tutur Rey.
Rey menggandeng tangan istrinya lalu mengajaknya ke taman belakang.Rey dan Rani duduk di Gazebo sambil mengamati Naya yang sedang bermain bersama Cimot.
"Oh ya mami lupa,tadi Papi mau minta tolong apa ya sama Mami?" tanya Rani.
" Mau minta tolong bikinin kopi,karena sepertinya hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang dan melelahkan sekaligus mengasyikkan" jawab Rey sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Rani.
Rani menangkup wajah Rey menggunakan kedua tangannya lalu dia pun tersenyum," Apa perlu Mami sediakan cemilan juga?" tanya Rani.
"Mami cuma punya bolu saja,Apa itu cukup?" tanya Rani.
" lebih dari cukup" jawab Rey.
Rani mengajak Naya untuk kembali masuk ke dalam rumah karena hari semakin panas. Rani menyuruh Naya untuk masuk ke kamarnya,Sedangkan Rani pergi ke dapur lalu membuat kopi untuk Rey,Abian dan Sakha. Setelah kopi selesai dibuat Rani membawanya ke ruang kerja Rey dan meletakkannya di atas meja.
Rey berjalan mendekati Rani," Terima kasih sayang.Sesibuk apapun pekerjaanmu kamu selalu menyempatkan diri untuk melayaniku" kata Rey sambil membelai rambut Rani.
Rani mengalungkan tangannya di leher Rey," Karena aku istrimu,sudah kewajibanku untuk melayani semua kebutuhanmu" ujar Rani.
"Apa termasuk kebutuhan yang ini?" tanya Rey yang langsung membungkam mulut Rani dengan bibirnya.
Rey menyesap bibir Rani dengan lembut dan Rani pun membalasnya.Persilatan lidah pun terjadi, mereka saling bertukar saliva. Rey baru melepaskan sesapannya saat melihat Rani kehabisan nafas.
Rey mengelap bibir Rani yang basah menggunakan jarinya,lalu menempelkan keningnya di kening Rani." kamu yang terbaik sayang,dulu,hari ini,esok,dan selamanya" kata Rey.
" Dan aku sangat bangga karena telah menjadi orang yang begitu berarti dalam hidupmu" tutur Rani.
__ADS_1
" Udah belum nih mesra-mesraannya,kasihan nih yang jadi jomblo akut" celetuk Abian.
Rey menoleh ke arah pintu,ternyata Abian dan Sakha sudah ada di sana.
"Sejak kapan kalian berdiri di sana?" tanya Rey.
" Sejak Abang menggombali Kak Rani" jawab Abian sambil nyelonong masuk dan duduk di sofa.
" Aku lihat Naya dulu dikamar,Selamat bekerja" ucap Rani dengan wajah merah menahan malu.
Setelah Rani keluar,Rey membuka laptopnya dan menyerahkannya kepada Abian.Abian pun langsung memulai pekerjaannya.Sedangkan Sakha terus berkutat pada ponselnya,dia lebih suka bekerja melalui ponselnya.Lebih praktis katanya.
—————
Rani membuka pintu kamarnya lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar, dia tidak melihat ada Naya disana. Rani berjalan masuk ke kamarnya dan ternyata Naya sudah tertidur di lantai sambil memeluk boneka pandanya.
" Tumben tidur nggak harus ditemenin" gumam Rani sambil mengusap rambut anaknya.
Naya yang sudah tertidur dengan nyenyak pun tidak menyadari Rani ada didekatnya. Bahkan jika ada gunung meletus pun dia tidak akan terbangun.Senyum terus mengukir di bibir Rani, sungguh Dia sangat bahagia memiliki putri yang sangat cantik dan cerdas serta suami yang sangat mencintai dirinya.
Ceklek
Pintu kamar terbuka,Rey berjalan masuk lalu menghampiri Rani.
" Katanya hari ini akan menjadi hari yang panjang, tapi belum 10 menit aku pergi meninggalkan ruang kerjamu, kamu sudah menyusulku kemari" tutur Rani.
" Aku kemari karena ada pekerjaan yang harus aku selesaikan" jawab Rey sambil tersenyum menyeringai.
" Pekerjaan apa?" tanya Rani yang belum mengerti maksud dari perkataan yang diucapkan oleh suaminya.
" Pekerjaan yang tadi sempat tertunda sayang" jawab Rey.
Rey menggendong tubuh Rani lalu membawanya ke kamar khusus meeting mereka berdua, agar tidak diganggu ataupun dilihat oleh Naya putrinya. sesampainya dikamar itu Rey langsung mengerjakan pekerjaan yang tadi sempat tertunda.Sesapan demi sesapan dilakukan Rei hingga meninggalkan bekas merah di tubuh Rani dan juga menimbulkan suara-suara seksi yang sangat indah menurut Rey.
" Kenapa kamu selalu menggodaku sayang" kata Rey setelah pertempuran usai.
" Aku tidak pernah menggodamu.Tapi, kamu yang selalu tergoda oleh ku" ungkap Rani sambil membelai wajah suaminya.
" Tambuah ciek" kata Rey yang kembali menggempur tubuh yang ada dibawahnya. Pertempuran kedua pun dimulai.Suara-suara seksi nan indah pun kembali terdengar, dan Rey semakin menggencarkan aksinya sampai Rani dan dia terkulai lemas. keringat bercucuran membasahi tubuh keduanya, bukan keringat karena habis berolahraga tetapi keringat karena berenang di lautan madu yang penuh dengan kenikmatan.
__ADS_1