
Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,Rani sudah tertidur di kursinya.Wajar kalo dia lelah setelah seharian menemani Rey dan juga Daddy yang sibuk mengajaknya dan memperkenalkannya pada rekan bisnis Daddy.Selesai acara mereka tidak langsung pulang tapi masih ada acara makan malam bersama.
Sesampainya di rumah Rey menggendong Rani ala bridal style menuju ke kamarnya,Rey dengan leluasa menganti pakaian Rani.
"Busyet ini tidur atau mati sih,di apa-apain gak bangun juga" gumam Rey.
Rey menaruh baju kotor Rani ke dalam keranjang baju kotor setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,selesai mandi dan berpakaian Rey naik ke kasurnya dan berbaring di samping Rani.
"Selamat tidur sayang" ucap Rey lalu mengecup kening Rani dengan lembut.
Rey mengambil ponselnya yang ada di atas meja kemudian membaca pesan yang masuk.
"Kerjaanku menumpuk" gumam Rey lalu menghela nafasnya.
Rey meletakkan ponselnya kemudian turun dari kasurnya dan melangkah keluar kamar menuju ke ruangan kerjanya.Rey mulai mengerjakan pekerjaan yang harus selesai malam ini juga.
"Hoaaammm...mataku sangat mengantuk" kata Rey yang sudah beberapa kali menguap.
"Rey" panggil Rani dari luar ruang kerjanya.
"Rani" kata Rey yang langsung beranjak dari duduknya lalu membuka pintu ruang kerjanya.
"Aku di sini sayang" kata Rey.
Rani yang sedang minum di dapur pun mendongak dan melihat Rey yang sedang berdiri di pagar pembatas lantai dua.
"Kamu lembur sayang?" tanya Rani setelah selesai minum.
Rey mengangguk.
"Mau aku buatkan kopi?" tanya Rani lagi.
"Tidak perlu,sebentar lagi pekerjaanku sudah selesai" jawab Rey
Rani meletakkan gelas bekas minumnya kemudian dia menaiki tangga dan berjalan menuju ruang kerja Rey.
"Kenapa kamu terbangun?" tanya Rey lalu duduk di sofa.
"Aku haus" jawab Rani.
"Maaf tadi aku lupa membawakanmu air minum" ucap Rey.
Rey mengajak Rani kembali ke kamar,sesampainya ke kamar mereka pun langsung tertidur.
.
.
"Sudah malam,Thomas permisi pulang dulu Om" pamit Thomas pada Ayahnya Alana.
"Baiklah nak,hati-hati di jalan.Terima kasih sudah mengantarkan Alana pulang" ucap Tuan Doris.
"Sama-sama Om" balas Thomas.
"Alana antarkan Thomas sampai ke depan,Papa sudah ngantuk" perintah Tuan Doris.
"Baik Pa" jawab Alana.
Alana mengantar Thomas sampai ke dekat mobilnya,"Hati-hati di jalan" pesan Alana.
"Hatiku ada di sini,bukan di jalan" seloroh Thomas sambil memegang dadanya.
__ADS_1
"Apaan sih,gak jelas banget" ucap Alana.
"Kamu butuh kejelasan?" goda Thomas.
"Udah sana buruan pulang,udah malam" kata Alana.
Thomas bersandar di mobilnya lalu menarik tubuh Alana agar mendekat,"Setelah kamu wisuda aku akan datang melamarmu,aku sudah membicarakan ini pada Papamu" ujar Thomas sambil membelai rambut Alana.
"Baiklah,aku akan menunggu hari itu" kata Alana sambil menatap wajah Thomas.
Thomas tersenyum saja,"Jangan memandangku seperti itu,aku bisa memakanmu nanti" ujar Thomas.
"Makanlah sesuka hatimu,bukankah aku milikmu" tantang Alana.
"Kamu masih milik Papamu saat ini,kamu akan menjadi milikku jika kita sudah menikah nanti" kata Thomas.
"Kenapa kamu tidak seperti laki-laki lain,biasanya laki-laki suka mesum" pancing Alana.
"Aku tidak mau menodai kesucian cinta kita,aku akan merenggutnya di saat malam pengantin kita" jawab Thomas.
Alana tersenyum mendengar jawaban Thomas,"Terima kasih telah memilihku dan menjaga kehormatanku juga keluargaku" tutur Alana.
"Aku tidak hanya menjaga kehormatanmu dan keluargamu tapi aku juga menjaga kehormatan keluargaku juga keluarga Daddy yang sudah membesarkanku" balas Thomas.
"Pulanglah,hari sudah malam" kata Alana.
"Hemmm" Thomas mengangguk.
Cup
Alana memejamkan matanya saat Thomas mencium keningnya.
"Besok aku tidak ke kantor karena ada pekerjaan di luar kota,jaga diri jaga hati" pesan Thomas.
"Anak nakal,Papa sendiri di bilang bodyguard" kata Thomas.
"Masuklah,baru setelah itu aku akan pulang" kata Thomas lagi.
"Bye bye" ucap Alana sambil berjalan mundur.
Thomas hanya tersenyum saja melihat tingkah kekasihnya itu.Setelah Alana masuk ke dalam rumah Thomas pun masuk ke mobilnya dan mulai mengemudikannya meninggalkan rumah Alana.
.
.
Andre merebahkan tubuhnya di kasur,tubuhnya terasa sangat lelah setelah seharian berdiri untuk menyambut tamu.Ema sendiri sudah tertidur dari tadi,dia juga sama seperti Andre tubuhnya sangat sangat lelah.
"Imut juga kalo sedang tidur,wajahnya terlihat lembut.Beda kalo lagi terjaga,sudah kayak kucing garong saja" gumam Andre sambil membelai rambut Ema.
Ema membuka matanya saat merasakan ada pergerakan di kepalanya.Dan matanya pun membelalak saat melihat Andre sedang membelai rambutnya.
"Kenapa kaget begitu sih,makin menggemaskan tau gak" kata Andre.
"Kamu mau ngapain Andre,jangan macam-macam.Aku lelah" kata Ema.
"Aku gak ngapa-ngapain,aku juga tidak berbuat macam-macam.Aku hanya membelai rambut istriku saja,apa aku salah?" tanya Andre.
"Tidak salah sih,tapi aku risih" jawab Ema.
"Nanti juga kamu akan terbiasa" ujar Andre.
__ADS_1
"Terserahlah,aku malas berdebat aku ngantuk" ucap Ema yang kembali terpejam.
Cup
Andre mencium sekilas bibir Ema yang membuat Ema kembali membuka lebar matanya.
Cup
Andre mengecupnya lagi.
"Apa masih kurang?" tanya Andre sambil tersenyum.
Ema menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Tidurlah,itu baru pelajaran dasar.Besok aku akan memberimu pelajaran lebih lanjut" kata Andre yang masih dengan posisinya,berada di atas Ema.
Ema sudah tidak punya kekuatan lagi untuk berdebat,ia pun kembali tertidur.
Andre turun dari kasurnya kemudian keluar dari kamar itu,"Aku tidak boleh tidur dengannya malam ini,aku takut tidak bisa mengontrol juniorku" gumam Andre.
"Andre kamu mau kemana?" tanya Kakek saat melihat Andre hendak masuk ke kamar tamu.
"Eh Kakek kok belum tidur?" tanya Andre.
"Bukannya jawab pertanyaan Kakek malah balik nanya,kamu ngapain masuk ke kamar tamu" kata Kakek lagi.
"Mau ambil baju ganti milik Ema Kek" jawab Andre.Kebetulan kamar itu tempat Ema tidur sebelum menikah dengan Andre.
"Kakek kira kamu mau melarikan diri" tutur Kakek.
Andre tersenyum saja sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Andre masuk ke kamar tamu kemudian mengambil baju milik Ema setelah itu dia keluar karena tidak mau membuat Kakek curiga.
Andre membawa beberapa helai baju milik Ema ke kamarnya dan karena sudah sangat lelah dan mengantuk akhirnya Andre pun tertidur di samping Ema.
Ema membuka matanya saat merasakan berat pada perutnya,Ema melihat ada tangan yang melingkar.Ema hanya menghela nafasnya saat tau siapa pemilik tangan itu.
"Andre bangun,sudah subuh ni.Ayo kita shalat" ajak Ema sambil mengguncangkan tubuh Andre.
"Sebentar lagi Bu,Andre masih ngantuk" kata Andre yang mengira Ema adalah Ibunya.
"Andre,ayo bangun" kata Ema sedikit meninggikan suaranya.
Andre terkejut lalu bangun dari tidurnya,"Ema aku kira kamu Ibu" ucap Andre.
"Bangun setelah itu kita shalat" kata Ema.
__ADS_1
Dengan malas Andre turun dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi,bukannya mandi atau berwudhu Andre malah kembali tidur dengan nyenyak di dalam bathub.