Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Anugerah Terindah


__ADS_3

Rey membawa kebab masuk ke kamarnya,setelah masuk ke kamar dia melihat Rani sudah tertidur nyenyak.Rey mendekati Rani lalu menempelkan jari telunjuknya di depan hidung Rani.


"Huft...ternyata masih hidup dan dia sedang tertidur" kata Rey bernafas lega.


Rani membuka matanya saat hidungnya mencium aroma makanan yang menusuk hidungnya,Rani turun dari kasur lalu masuk ke kamar mandi dan muntah.


"Kamu bawa apa Rey,aku mual mencium aromanya" ucap Rani.


HA...Rey membuka mulutnya lebar tak percaya dengan apa yang di dengarnya.


"Apa tadi aku salah dengar,bukankah dia yang mengatakan padaku kalo dia ingin makan kebab" Rey bermonolog.


Rey menaruh kebab di meja lalu masuk ke kamar mandi,Rani sudah terkulai lemah.


"Kita ke rumah sakit" ajak Rey yang langsung menggendong tubuh Rani dan membawanya ke mobil.


Penghuni rumah sudah tertidur.


Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh,jalanan terlihat lengang.Jam menunjukkan pukul dua pagi.


"Rey aku mau muntah" kata Rani lirih.


Rey menepikan mobilnya,Rey turun dari mobilnya dan memijat tengkuk Rani.


"Sebentar lagi kita sampai,bertahanlah untukku" pinta Rey.


Rani sudah lemas.


Rey kembali mengemudikan mobilnya dan tidak lama mereka sudah sampai di rumah sakit,Rey langsung membawa Rani ke UGD rumah sakit.


"Dokter tolong istri saya" pinta Rey pada Dokter jaga ugd.


Dokter menyuruh Rani berbaring di brankar kemudian Dokter memeriksanya.


"Mulai kapan Ibu mengalami mual dan muntah?" tanya Dokter.


"Sejak siang hari tadi" jawab Rani.


"Apa sebelumnya Ibu pernah mengalami hal seperti ini?" tanya Dokter lagi.


Rani mengangguk lalu menceritakan tentang sakit kanker yang pernah di deritanya juga tentang operasi yang baru-baru ini dia jalani.


"Operasi pengangkatan rahim?" tanya Dokter bingung.


"Iya Dok" jawab Rani.


"Tapi saya tidak mungkin salah prediksi" kata Dokter.


"Maksud Dokter apa?" tanya Rey.


"Setelah saya periksa dan saya cek,saya yakin kalo Ibu sedang hamil" jawab Dokter.


"Hamil Dok,benarkah?" tanya Rey dan di jawab anggukkan kepala oleh Dokter.


"Tapi itu tidak mungkin Dok" sanggah Rani.


"Kenapa tidak mungkin,banyak kok perempuan yang cepat dan bisa hamil setelah operasi kanker" tutur Dokter.


"Maksud saya bagaimana mungkin saya hamil sedangkan saya sudah tidak punya rahim lagi" ujar Rani.


"Siapa yang bilang Ibu tidak punya rahim lagi,rahim ibu sehat dan tumbuh kembang janin juga bagus" kata Dokter.


Rani menoleh ke arah Rey yang sedang tersenyum bahagia.


"Seingat Ibu kapan terakhir ibu menstruasi?" tanya Dokter.


"Seminggu sebelum menikah" jawab Rani.


Dokter tersenyum,"lebih tepatnya kapan?" tanya Dokter lagi.


"Sekitar empat bulan yang lalu Dok" jawab Rey.


"Maaf Pak Rey untuk memastikan usia kehamilan Ibu Rani lebih lanjut,kita harus menunggu Dokter spesialis kandungan.Dan saya sarankan agar Ibu Rani di rawat,melihat kondisi Ibu Rani yang lemah" tutur Dokter.


"Baiklah Dok" kata Rey setuju.


Dokter memanggil beberapa orang perawat untuk membawa Rani ke ruang rawat khusus keluarga Alberto.


"Rey apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Rani saat sudah berada di kamar inapnya.


"Apa itu penting?" Rey balik bertanya.


"Rey bukankah kita harus saling jujur dan terbuka" ujar Rani.

__ADS_1


Rey menghela nafasnya lalu tersenyum"Saat proses operasi yang kamu jalani Dokter Lois mengatakan kalo kankermu bisa di angkat tanpa perlu mengangkat rahimmu,saat itu kamu sedang tidak sadar karena masih dalam pengaruh obat bius dan aku menandatangani surat persetujuan agar rahimmu tidak perlu di angkat.Opa dan Daddy yang meminta kami semua agar merahasiakan ini darimu.Daddy berharap setelah kita menikah dan kamu hamil ini akan menjadi kejutan untukmu" tutur Rey.


Rani tak kuasa membendung air matanya,tubuhnya bergetar hebat karena menangis"Terima kasih Rey,terima kasih" ucap Rani disela-sela tangisnya.


"Sebentar lagi aku akan menjadi ayah,jangan lagi kamu panggil Rey.Bagaimana jika anakku besok memanggilku dengan nama itu" kata Rey.


"Terima kasih suamiku,kamu dan dia anugerah terindah dalam hidupku" ucap Rani.


Cup


Rey mengecup kening Rani,"Tidurlah,hari masih terlalu pagi untuk kita mengobrol" kata Rey.


"Aku ingin tidur sambil kau peluk" ujar Rani manja.


"Baiklah kalo begitu,ayo kita tidur" kata Rey.


Rey naik ke kasur dan tidur di samping Rani"Baik-baik di dalam sayang,sekarang kita tidur.Ini masih terlalu malam untuk kita bermain" ucap Rey sambil mengelus perut Rani.


Rey memeluk tubuh Rani lalu mereka berdua pun tertidur.




Kriiing...!



Ponsel Rey berdering,Rey yang merasa terganggu oleh deringan ponsel pun terbangun.



"Umph...udah pagi ternyata" gumam Rey.



Rey melihat ke layar ponselnya,nama Daddy tertera di sana.



"Hallo Dad" jawab Rey dengan suara serak khas orang bangun tidur.



"Kalian dimana,kenapa tidak ada di rumah?" suara Daddy terdengar sangat khawatir.




"Oke,kami akan kesana sekarang" ujar Daddy yang langsung memutuskan panggilannya.



"Pasti akan terjadi kehebohan sebentar lagi" gumam Rey sambil tersenyum lalu kembali tidur.



Ceklek



Pintu ruangan terbuka.



Daddy,Mommy dan Winara masuk ke ruangan itu.



"Kemana mereka pergi Dad?" tanya Mommy saat melihat kamar kosong.



"Gak mungkin mereka di rawat di kamar lain" kata Daddy.



Saat mereka sedang bingung,pintu terbuka.Rey masuk sambil mendorong kursi roda Rani dan seorang perawat ada bersama mereka.



"Kamu sakit lagi Rani?" tanya Mommy dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1



Rey memindahkan Rani ke kasurnya.



"Obatnya jangan lupa diminum Nona" kata Perawat mengingatkan.



"Baik Sus,terima kasih" ucap Rey.



"Rey" kata Daddy menuntut penjelasan.



"Rani hamil Dad" itu saja yang keluar dari mulut Rey.Tapi itu cukup untuk menjelaskan semuanya.



Daddy dan Mommy saling bertukar pandang"Benarkah?" tanya Daddy dan Mommy bersamaan.



"Kompak bener" ucap Rey.



Mommy langsung memeluk Rey"Selamat ya sayang,selamat ya Rani" ucap Mommy.



"Daddy dengar sebentar lagi Mommy akan menjadi nenda" tutur Mommy dengan bangga.



"Nenda?" tanya Daddy,Rey dan Rani bersamaan.



"Nenek muda" celetuk Winara yang sedang asyik memainkan ponselnya.



"Kamu gak ngucapin selamat sama kakak kamu Queen?" tanya Daddy.



"Sudah kemarin" jawab Winara santai.



"Iya Dad,kemarin Rani merasa pusing dan mual trus Winara kasih ucapan selamat pada Rani.Rani pikir karena Winara suka bercanda jadi perkataan Winara Rani anggap angin lalu saja" tutur Rani.



"Selamat berpuasa" celetuk Daddy.



"Apaan sih Dad,kok gitu ngomongnya" kata Rey.



"Emang Dokter gak ngomong sesuatu tentang itu" kata Daddy lalu duduk di samping Winara.



Daddy memeluk bahu Winara lalu mencubitnya.



"Sakit Daddy" kata Winara sambil meringis.



"Itu karena kamu sudah lama gak latihan" kata Daddy dengan santai.



"Gimana mau latihan Abang sama Mommy sibuk dengan aktivitasnya masing-masing"gerutu Winara.

__ADS_1



Rani yang tidak mengerti maksud pembicaraan Ayah mertua dan adik iparnya hanya diam saja.


__ADS_2