
Seminggu berlalu,Ragil memboyong keluarga kecilnya kembali ke kota.Daddy,Mommy beserta ketiga anak menantunya dan tentu saja ada Naya juga disana menyambut Ragil.
"Maaf ya Ragil kalo saya memberi rumah bekas sama kamu.Saya pikir daripada gak di tempati mending kamu yang tinggal di sini" ujar Daddy.
"Ini sudah lebih dari cukup,terima kasih" ucap Ragil.
Daddy memberikan rumah Rey yang lama untuk ditempati oleh Ragil dan keluarganya.Tentu saja setelah Rey dan Rani menyetujuinya.
"Dek wajahmu pucet banget lo,kamu sakit?" tanya Kiandra pada Winara yang sedang membantu Sisy membersihkan debu-debu pada perabotan rumah.
Winara melirik ke arah Lee yang sedang naik untuk melepas gorden yang lama lalu menggantinya dengan gorden yang baru.
"Gunakanlah insting kedokteranmu Bang" celetuk Lee dari atas tangga.
"Dek tolong Abang angkat kotak itu dan taruh di depan" pinta Rey pada Winara.
"Gak bisa bang,Winara bantu yang ringan-ringan saja ya" balas Winara.
Kiandra dan Rey saling bertukar pandang,lalu tersenyum penuh arti.Mereka berdua berjalan perlahan mendekati Winara sambil menyeringai.
"Kamu hamil kan Dek?" tanya Rey.
"Abang apaan sih,awas jangan dekat-dekat" seru Winara.
Rey langsung mengangkat tubuh Winara dan Kiandra merebut lap dari tangan Winara lalu memutar-mutar lap itu di udara.
"Daddy...Mommy...Si Tomboy hamil" teriak Rey sambil menggendong Winara dan menari berputar-putar.
Daddy dan Mommy yang sedang berada di dapur pun langsung menghentikan aktifitasnya.Mereka berjalan menghampiri ketiga anaknya.Rey mendudukan Winara di sofa.
"Benar Dek,kamu hamil?" tanya Daddy.
"Kan...ini semua gara-gara Abang.Winara kan jadi malu" ujar Winara lalu memasang wajah cemberutnya.
"Kenapa harus malu?" tanya Daddy.
Lee turun dari tangga,lalu berjalan ke arah keluarganya." Dia malu Dad,katanya kalo dia hamil pasti di ejek oleh kedua abangnya" kata Lee.
"Dan itu memang benar" seru Kiandra.
"Dia punyaku" seloroh Rey sambil mendorong Kiandra yang hendak mencium Winara.
Kiandra menyeringai," Siapa yang bilang dia punyamu.Dia milikku" balas Kiandra.
Cup
Akhirnya secara bersamaan,Rey mencium pipi kiri Winara dan Kiandra mencium pipi kanannya.
Cup
Daddy mencium kening Winara dari arah belakang.
__ADS_1
"Dan ini punyaku" kata Daddy.
Rey dan Kiandra berjongkok di kanan dan kiri Winara.
"Selamat ya Dek" ucap Rey.
" Sudah mau menjadi seorang ibu,kurangi manjanya.Jangan begadang hanya untuk membaca novel ataupun film oppa-oppa.Makan dan minum harus dijaga,karena bukan hanya kamu yang menikmatinya,tapi ada dia di perutmu" tambah Rey sambil mengusap perut Winara yang masih rata.
"Kurangi makan pedas,itu tidak baik untuk ibu hamil.Ni celana untuk sementara selama kamu hamil diungsikan dulu.Pakailah pakaian yang longgar-longgar dan satu lagi jaga mood,jika kamu stres bayi juga akan ikut stres" sambung Kiandra sambil menarik celana jeans yang sedang dikenakan oleh Winara.
Air mata Winara menetes,"Terima kasih abang-abangku.Kalian memang yang terbaik" ucap Winara.
Rey dan Kiandra berdiri lalu hendak memeluk Winara,tapi ada tangan yang menarik mereka berdua.
"Eits...tidak bisa.Dia milikku" ujar Lee yang langsung menghalangi Rey dan Kiandra dan menutupi tubuh Winara dengan tubuhnya.
"Oh...ayolah Lee.Sekali saja" kata Kiandra.
"Maaf Tuan,tidak bisa" ujar Lee.
"Jangan pelitlah,sekali aja" kata Rey.
Rani dan Imelda yang baru keluar dari kamar heran melihat tingkah suami mereka.Mereka pun ikut bergabung bersama yang lain.
"Ada apa Mom?" tanya Rani.
"Winara hamil" jawab Mommy.
Rani berjalan ke arah suami dan adik-adik iparnya," Awas minggir" perintah Rani pada Rey dan Kiandra.
"Nyali sebesar apapun menciut kalo sudah lawan emak-emak" celetuk Lee lalu menyingkir.
Rani duduk di samping Winara," Seriusan Dek kamu hamil,udah berapa bulan?" tanya Rani heboh.
"Jangan-jangan kalian samaan,ntar lahirannya bareng" ujar Imelda lalu duduk di sisi Winara yang lain.
Winara menoleh ke arah Rani juga Imelda bergantian," Kata dokter udah berapa minggu Lee?" Winara malah bertanya pada suaminya.
"Dek,sopan sedikit.Dia itu suamimu" ujar Daddy.
"Masih mending dia memanggilku dengan sebutan nama Dad,biasanya dia memanggilku dengan sebutan sipit" adu Lee.
Daddy melotot ke arah Winara yang membuat Winara jadi salah tingkah.
"Apa benar yang dikatakan Lee,Winara?" tanya Daddy.
Winara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal," Hehehe...Winara kan cuma becanda Dad" jawab Winara sambil nyegir.
"Berapa bulan usia kehamilan Winara?" tanya Imelda.
"Sudah masuk empat minggu" jawab Lee.
__ADS_1
"Tahun ini kita panen cucu Mom" kata Daddy dengan bangga.
Mommy beranjak dari duduknya," Panen cucu kok bangga.Itu pertanda Daddy sudah tua" celetuk Mommy lalu berjalan kearah dapur.
Daddy mengejar Mommy,"Daddy belum tua Mom" seru Daddy.
Anak-anak dan para menantu hanya tertawa melihat tingkah kedua orang tua mereka.
"Oya...Naya mana?" tanya Lee.
"Sedang bermain di taman belakang,sama anaknya Ragil" jawab Rani.
"Ragil dan Sisy?" tanya Kiandra.
"Mereka sedang membersihkan rumput di halaman belakang,sekalian mengawasi Naya dan anak mereka" jawab Rani lagi.
"Anak Ragil siapa sih namanya?" tanya Rey.
Kiandra terdiam seolah berpikir," Kalo tidak salah namanya Arif" jawab Kiandra.
Setelah semua ruangan rumah bersih dan rapi,Daddy beserta yang lainnya pun pamit untuk pulang.
" Mereka sangat baik ya,sudah memberi kita rumah untuk kita tinggali.Rumah yang sangat mewah,aku merasa menjadi sultan mendadak" ujar Sisy.
Ragil memandang wajah istrinya,"Apa kamu masih mencintai Kiandra?" tanya Ragil.
Sisy mengerutkan keningnya," Apa karena Kiandra sedari tadi kamu banyak diam.Kamu cemburu?" Sisy balik bertanya.
"Jawab saja,tidak usah berkilah" ujar Ragil.
"Dulu aku sangat mencintainya,begitu mencintainya.Tapi seiring berjalannya waktu rasa itu memudar dan sekarang dihatiku hanya ada kamu Ragil" jawab Sisy.
"Benarkah?" tanya Ragil.
Sisy menatap wajah Ragil," Kalau aku tidak mencintaimu,mungkin sudah sejak lama aku meninggalkanmu.Sebodoh-bodohnya perempuan pasti tidak akan mau hidup tersiksa secara lahir dan bathin" jawab Sisy.
"Bisa saja kamu bertahan denganku hanya demi status Arif" ujar Ragil.
"Arif laki-laki,anak laki-laki tidak butuh wali Ragil.Tanpamu pun aku bisa bertahan hidup" kata Sisy.
"Lalu apa alasanmu tetap mencintai dan bertahan hidup tersiksa denganku?" tanya Ragil.
"Karena aku yakin suatu saat nanti cintaku akan terbalaskan dan aku yakin suatu saat nanti kamu akan berubah.Dan Tuhan mendengar doa-doaku,dia membalikkankan hatimu yang sedingin es menjadi hangat.Dia merubah kasarmu menjadi lembut dan Tuhan juga merubah bencimu menjadi cinta" tutur Sisy.
Ragil tidak sanggup lagi berkata-kata,dia menyesal karena dulu sudah menyiksa Sisy.Diapun memeluk Sisy sambil menangis tersedu.
"Terima kasih sudah mau bertahan demi aku yang bodoh ini" ucap Ragil disela-sela tangisnya.
"Kamu tidak bodoh,hanya kurang pinter aja" kata Sisy.
"Itu sama saja" ujar Ragil.
__ADS_1
"Terima kasih karena akhirnya kamu mau menerimaku juga Arif,walaupun kamu tahu kalo Arif bukanlah anakmu" ucap Sisy.
"Jangan berkata begitu,dia anakku" kata Ragil lalu mereka pun kembali berpelukan