
Imelda meregangkan ototnya yang terasa kaku,sejak pagi sudah tiga pasien yang menjalani operasi.Jam sudah menunjukkan pukul dua belas siang,waktunya istirahat dan makan siang.
"Shalat dulu deh baru makan siang" gumam Imelda.
Imelda membawa tas yang berisi mukena ke mushala yang ada di lingkungan rumah sakit.
"Dokter Imelda mau shalat juga?" tanya Dokter Jordi.
"Eh Dokter Jordi,iya Dok" jawab Imelda.
"Shalat bareng yuk" tawar Dokter Jordi yang di jawab anggukkan oleh Imelda.
Tap tap tap!
Suara langkah kaki mendekat ke arah Imelda dan Dokter Jordi.
"Selamat siang Pak" sapa Dokter Jordi pada Kiandra yang berjalan melewati mereka.
"Hemmm" Kiandra mendehem saja sambil menatap Imelda lalu pergi.
"Tumben Pak Kiandra bersikap angkuh begitu?" gumam Dokter Jordi.
"Mungkin lagi banyak masalah" jawab Imelda.
Dokter Jordi shalat di ruang khusus laki-laki dan Imelda shalat di ruang khusus perempuan.
"Makan siang bareng yuk" ajak Dokter Jordi setelah selesai shalat.
"Ehemmm..."Kiandra mendehem sambil memainkan ponselnya.
"Emm Dokter duluan saja,saya masih ada urusan lain" tolak Imelda dengan halus.
"Oh oke deh,duluan ya" kata Dokter Jordi.
Imelda mendekati Kiandra yang sedang duduk santai di kursi.
"Bang nanti pulang jam berapa?" tanya Imelda.
"Gak tau" jawab Kiandra tanpa menoleh sedikit pun.
"Bisa gak nanti anterin Melda ke rumah Bang Rey?" tanya Imelda lagi.
"Hemm" Kiandra mendehem saja.
Imelda duduk di samping Kiandra dan melihat apa yang sedang di mainkan Kiandra di ponselnya.
"Dih udah gede tapi main game anak-anak"ejek Imelda.
Kiandra menoleh kearah Imelda yang sedang mentertawakan dirinya"Apanya yang lucu?" tanya Kiandra.
"Ups" Imelda menutup mulutnya rapat-rapat.
"Mel,di cariin Atasan tu" kata Diora teman kerja Imelda.
Imelda menghela nafasnya.
"Kenapa?" tanya Kiandra.
Imelda menggelengkan kepalanya lalu beranjak dari duduknya.
Tiba-tiba Kiandra menarik tangan Imelda"Kalo capek kita pulang saja,istirahat di rumah" kata Kiandra.
__ADS_1
"Tapi Bang tugas Melda masih banyak,nanti Melda di marahi lagi oleh atasan" tolak Imelda.
"Lagi? atasan pernah memarahimu di hari pertamamu kerja?" cecar Kiandra.
"Semua karna salahku Bang,aku tidak fokus saat sedang mendampingi pasien yang tadi operasi" ujar Imelda.
Imelda belum tau kalo rumah sakit tempatnya bekerja itu milik keluarga besar Kiandra.
"Berani dia bikin ulah,awas saja kamu nanti" gumam Kiandra.
"Imelda masuk ruangan dulu ya Bang,nanti atasan Imelda semakin marah sama Melda soalnya masih ada dua pasien lagi yang harus Melda dampingi" kata Imelda.
"Gak,kita pulang sekarang" Kiandra tetap kekeh.
"Nanti kalo Melda di pecat bagaimana Bang,Melda harus cari uang untuk cari ibu" ucap Imelda lirih bahkan hampir menangis.
Kiandra menghela nafas kemudian dia kembali menarik tangan Imelda,kali ini Kiandra membawanya ke ruang operasi.Kiandra memakai baju khusus lalu memakai masker.
"Imelda dari mana saja kamu,niat kerja gak sih.Kamu pikir ini rumah sakit punya nenek moyang kamu" kata Atasan Imelda dengan kasar.
"Maaf Pak" ucap Imelda.
"Dan ini siapa? kenapa bisa di sini.Bukankah kamu Dokter umum?" Atasan itu membentak Kiandra.
Kiandra menepuk bahu Imelda"Aku keluar dulu ya,aku tunggu jam lima di parkiran" bisik Kiandra di telinga Imelda lalu Kiandra keluar dari ruangan itu.
Kiandra mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Aku mau Bapak mengganti kepala bagian di ruang operasi" perintah Kiandra pada seseorang yang ada di sebrang telpon.
"Seenaknya saja dia marah-marah,sok berkuasa.Ada untungnya juga Daddy menyuruhku menyembunyikan identitas asliku,jadi aku bisa tau siapa saja yang kinerjanya tidak bagus" gumam Kiandra.
.
.
Rani tinggal sendiri di rumah,Mommy dan Winara sudah pulang dan Imelda juga belum pulang bekerja,sedangkan Ema lembur di kantor.
Mobil yang dikendarai oleh Kiandra memasuki halaman rumah lalu berhenti di depan pintu.Kiandra dan Imelda pun turun dari mobil.
"Kenapa Kakak berdiri di sini,sendirian lagi?" tanya Kiandra.
"Kakak sedang menunggu Abangmu,sampai jam segini dia belum pulang" jawab Rani.
"Mungkin Bang Rey lembur Kak" kata Imelda.
"Bisa jadi" sahut Rani.
"Apa Abang tidak menelpon Kakak kalo Abang telat pulang?" tanya Kiandra.
Rani menggelengkan kepalanya dengan lesu.
"Ya sudah Kakak sama Imelda masuk aja ke rumah,Bang Rey biar Kiandra yang nunggu" kata Kiandra.
"Ayo Kak" ajak Imelda.
Rani duduk di sofa yang ada di ruang tamu,Imelda menemaninya.
"Kamu sudah makan malam Mel?" tanya Rani.
"Sudah Kak,sebelum pulang Melda dan Kiandra tadi mampir makan" jawab Imelda.
__ADS_1
Satu jam lebih menunggu tapi Rey belum juga muncul.
"Kalo Kakak ngantuk Kakak tidur saja,kan Ada Kiandra yang menunggu Bang Rey di luar" kata Imelda.
"Tunggu sebentar lagi,kalo Rey tidak pulang juga baru Kakak tidur" kata Rani.
"Ya sudah kalo gitu Melda mau bikin kopi untuk Kiandra dulu ya Kak" kata Imelda.
Rani mengangguk.
Imelda membawa kopi buatannya ke teras.
"Di minum kopinya Bang" kata Imelda.
"Terima kasih" ucap Kiandra.
"Oya Kak Rani mana,apa sudah tidur?" tanya Kiandra.
"Belum Bang,Kak Rani masih duduk di sofa" jawab Imelda.
"Aku sudah menghubungi Kak Rey tapi ponselnya tidak aktif" tutur Kiandra lalu menyesap kopi buatan Imelda.
"Kalo Bang Andre dan Bang Thomas bagaimana?" tanya Imelda.
"Bang Andre lembur di kantor sama Kak Ema,dan ponsel Bang Thomas juga tidak bisa di hubungi" jawab Kiandra.
"Kira-kira kemana mereka?" tanya Imelda.
Belum sempat Kiandra menjawab pertanyaan Imelda,mobil Rey memasuki halaman rumahnya.
"Kamu di sini Dek?" tanya Rey setelah turun dari mobilnya.
"Abang dari mana saja,kenapa ponsel Abang tidak bisa di hubungi.Abang lupa kalo ada Kak Rani yang menunggu Abang dengan cemas di rumah,bahkan dia belum makan malam" cecar Kiandra.
Rey tidak menjawab pertanyaan Kiandra dia langsung berlari masuk ke dalam rumahnya dan melihat Rani tertidur di sofa.Rey mendekati Rani lalu membelai rambut Rani dengan lembut.
"Maafkan Aku sayang,aku terlambat pulang karena ada sedikit masalah.Aku sengaja mematikan ponselku agar bisa fokus dengan masalah yang terjadi" gumam Rey.
"Bang,Kiandra pulang dulu ya sudah malam" pamit Kiandra sedikit berbisik
Rey menganggukkan kepalanya.
Kiandra menuju mobilnya,Imelda masih duduk di kursi teras.
"Masuklah,hari sudah malam" perintah Kiandra.
"Hemmm" dehem Imelda yang langsung beranjak dari duduknya lalu masuk ke dalam rumah.
"Melda" panggil Kiandra.
Imelda memutar tubuhnya.
dan melihat ke arah Kiandra.
"Ada apa Bang?" tanya Imelda.
"Melda...kopi buatanmu numero uno" kata Kiandra mengikuti kata-kata iklan di tivi.
Imelda tersenyum mendengar itu.
Kiandra masuk ke mobilnya kemudian mulai mengemudikan mobilnya dengan hati bahagia.
__ADS_1