Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kejujuran


__ADS_3

Rani keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang basah,sedangkan Rey masih rebahan di kasur dengan tubuh polos yang tertutup selimut.Matanya menerawang,melihat langit-langit di kamarnya.


"Apa yang sedang kamu pikirkan Rey?" tanya Rani sambil berjalan mendekati tempat tidur.


"Tidak sedang memikirkan apa-apa" jawab Rey berbohong.


"Rey sudah hampir setahun aku hidup bersamamu,apa masih ada yang kamu tutupi dariku.Apa kamu merasa tenang telah membohongiku?" tanya Rani lalu duduk di samping Rey.


"Apa Ema pernah menceritakan masa lalunya padamu?" tanya Rey.


"Cerita tentang apa?"tanya Rani.


"Andre cerita padaku kalo Ema selalu menghindar setiap Andre mendekatinya,Andre bingung kenapa.Kalo hanya karena Andre sang casanova tengil tidak mungkin Ema seperti ketakutan" tutur Rey.


Rani menghela nafasnya,"Ema pernah mengalami peristiwa pahit dalam hidupnya.Dulu dia pernah di perkosa oleh seorang mahasiswa yang dia tidak tau siapa.Ayahnya meninggal karena terkena serangan jantung saat tau dia hamil,dan ibunya pun mengusirnya dari rumah.Aku bertemu dengannya di terminal,karena kasihan aku mengajaknya pulang ke rumah peninggalan kedua orang tuaku.Aku mencoba memberinya kekuatan,tapi jiwanya terguncang dan dia pun harus merelakan kepergian calon bayinya.Untuk menghiburnya,aku mengajak dia bekerja di tempatku.Usahaku berhasil,perlahan dia mulai melupakan kenangan pahitnya" tutur Rani.


"Ema pernah hamil?" tanya Rey terkejut.


"Iya Rey,mungkin karena merasa sudah tidak suci lagi yang membuat dia menghindar dari Andre" jawab Rani.


"Lalu apa Ema tidak pernah mencari pria yang sudah memperkosanya?" tanya Rey.


"Dia tidak ingat wajah pria itu Rey,karena menurut ceritanya saat kejadian listrik sedang padam" jawab Rani.


"Bagaimana jika suatu saat pria itu datang menemuinya,atau secara gak sengaja bertemu dengannya dan mengakui perbuatannya?" tanya Rey penasaran.


"Ema akan menuntut pria itu untuk menikahinya,karena menurut Ema hanya pria itu yang bisa menikah dengannya" jawab Rani.


"Dia tidak marah?" tanya Rey.


"Pasti marahlah,siapa yang tidak marah.Kalo kejadian itu menimpa padaku pasti sudah ku bunuh orang itu" jawab Rani.


"Wih serem amat sayang,aku jadi takut" kata Rey.


"Kenapa baru takut sekarang setelah aku berhasil membunuhmu" kata Rani.


"Kapan kamu membunuhku?" tanya Rey tidak mengerti.


"Sejak kita bertemu untuk pertama kalinya dan sejak aku pergi meninggalkanmu dua puluh tahun yang lalu.Bukankah hatimu telah mati untuk wanita lain? itu karena aku yang sudah membunuhnya" tutur Rani sambil tersenyum.


"Kamu memang hebat,kamu bisa menghidupkan mati rasa dalam hatiku" uhar Rey.


"Karena akulah hidupmu" kata Rani sambil memandang wajah Rey penuh cinta.


"Aku mencintaimu sayang,sangat mencintaimu.Jangan pergi lagi,karena bisa aku pastikan aku tidak mungkin sanggup kehilanganmu untuk yang kesekian kalinya" tutur Rey.


"Uh...so sweet banget bambang,adek sampai terharu hingga meleleh air liur" goda Rani.


Rey menarik Rani hingga jatuh kepelukannya,"Berjanjilah untuk tidak meninggalkanku" pinta Rey.


Rani menatap mata suaminya,"Aku berjanji,selama nafasku masih berhembuss aku akan tetap bersamamu dan anak kita" janji Rani.

__ADS_1


Rey menarik tengkuk Rani lalu menyesap bibir istrinya dengan lembut,"Aku berjanji selagi nyawaku masih bersanding dengan ragaku,aku akan berusaha membuatmu bahagia" kata Rey.


Rani tersenyum lalu turun dari kasurnya dan melangkah menuju lemari,Rey yang melihat Rani berjalan hanya mengenakan handuk pun menoleh.


"Jadi sedari tadi kamu tidak pakai baju sayang?" tanya Rey.


"Iya,emangnya kenapa.Kamu kan tau Sayang aku baru selesai mandi dan itu semua karena ulah pisang tandukmu itu" jawab Rani.


Rey turun dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk mandi junub,setelah selesai mandi Rey kembali memakai pakaian kerjanya dengan rapi.


"Mau ke kantor lagi?" tanya Rani.


"Iya,setelah bertemu denganmu semangatku pun kembali lagi" jawab Rey.


"Hari ini lembur sayang?" tanya Rani sambil memasangkan dasi suaminya.


"Enggak,hari ini aku sedikit santai" jawab Rey.


"Thomas jadi pergi ke luar kota?" tanya Rani lagi.


"Dia sudah pergi sejak tadi pagi" jawab Rey.


"Aku pergi dulu" pamit Rey.


Cup


Rey mengecup kening istrinya lalu keluar dari kamar.


"Baru jam dua,aku mau ngapain ya.Tidur tapi aku gak ngantuk,apa aku telpon Ema saja.Ah tapi aku nanti malah mengganggunya" monolog Rani.


Akhirnya Rani memutuskan untuk menonton tivi di ruang keluarga,Rani tidak lupa membawa cemilan untuk menemaninya menonton tivi.


*


*


Tepat pukul sembilan malam Andre sampai di rumah pribadinya.Mendadak Rey tadi menelponnya dan memintanya datang ke kantor.Ema sudah tidur karena lelah membersihkan rumah,siang tadi Andre mengajak Ema untuk pindah ke rumahnya.


Andre terlebih dulu mandi baru setelah itu dia merebahkan tubuhnya di samping Ema.Ema membuka matanya saat merasakan pergerakan di sampingnya.


"Baru pulang Ndre?" tanya Ema dengan suara serak khas bangun tidur.


"Apa aku mengganggu tidurmu sayang?" Andre balik bertanya.


Ema menggelengkan kepalanya.


"Tidurlah,pasti kamu lelah" kata Andre.


Ema memejamkan matanya karena memang masih sangat mengantuk.


Cup

__ADS_1


Andre mengecup kening Ema dengan lembut,Ema membuka kembali matanya.


"Ndre" kata Ema.


"Aku tidak akan melakukannya jika kamu belum siap" ujar Andre.


Ema memandang wajah Andre sekilas kemudian dia mendudukkan tubuhnya.


"Ada apa?" tanya Andre lalu dia duduk di hadapan Ema.


Ema menghela nafasnya dengan berat,"Aku bukan wanita yang baik untukmu Ndre,aku bukan wanita yang baik" ujar Ema,air matanya mulai menetes membasahi pipinya.


Andre mendekat lalu memeluk tubuh Ema,"Maafkan aku sayang,maafkan aku" ucap Andre.


"Aku tidak pantas untukmu Ndre,aku kotor" kata Ema disela-sela tangisnya.


"Tidak....aku mohon jangan katakan itu" kata Andre yang juga mulai menangis.


"Aku yang bersalah,kamu boleh menghukumku tapi tolong jangan pernah pergi dariku" kata Andre lagi.


Ema melepaskan pelukan Andre,"Tapi aku bukan milikmu Andre,seseorang sudah memiliki aku dan orang itu bukan kamu" tutur Ema.


Andre terkejut mendengar penuturan Ema."Maksud kamu apa,apa kamu sudah punya kekasih? Apa karena itu kamu selalu menolakku?" cecar Andre.


Ema menggeleng,"Aku sudah kotor Ndre,aku sudah tidak suci lagi.Seseorang sudah merenggutnya secara paksa dariku,aku tidak pantas lagi untukmu Ndre" jawab Ema sambil menghapus air matanya.


"Kau hanya milikku dari dulu hingga sekarang,kamu tetap milikku" ujar Andre.


"Aku miliknya Ndre,bukan milikmu"kekeh Ema.


"Dia adalah aku.Mahasiswa yang sudah merenggut kesucianmu itu adalah aku,sayang.Aku yang merampas secara paksa kesucianmu malam itu,aku Ema.Aku...." tutur Andre lalu menangis.


Ema membulatkan matanya,lalu menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya.Dia bingung harus berkata apa.


"Kamu boleh marah,kamu boleh menghukumku,dan kamu juga boleh menyiksaku.Tapi,aku minta padamu jangan pernah tinggalkan aku.Aku tersiksa tanpamu Ema" tutur Andre.


"Ka...kamu gak bohongkan?" tanya Ema gagap.


Andre mengeluarkan sebuah kalung dari balik bajunya,"Apa ini milikmu,aku mengambilnya saat aku hendak pergi.Aku berharap dengan kalung ini aku bisa menemukanmu kembali" kata Andre.


Brugh...


Ema memeluk Andre lalu menangis sekencang-kencangnya.




Maaf ya jika komen hari ini belum othor balas,karena othor seharian ini sibuk dan gak sempat pegang ponsel.Jadi,othor belum sempat balas komenan dari teman-teman semua.


__ADS_1


❤❤❤❤selamat membaca❤❤❤❤


__ADS_2