
Rani dan Imelda sedang duduk di gazebo yang ada di taman belakang,sambil menikmati buah segar dan jus jeruk.
"Mel Kakak penasaran deh,kenapa tiba-tiba kalian bisa menikah.Dan dimana kalian menikah?" tanya Rani.
"Kami menikah dua hari yang lalu kak,dan itu cuma di hadiri Daddy,Opa dan Om Edo saja.Kami menikah di Kantor Urusan Agama yang ada di dekat tempat kami bekerja" jawab Imelda.
"Kenapa menikah secara mendadak,apa kalian melakukan hal terlarang?" tanya Rani lagi.
"Ya enggaklah Kak..."jawab Imelda seraya tertawa.
"Begini lo ceritanya kak..."
Imelda mulai bercerita,
Flashback on
"Ayah,kenapa Ayah diam saja sih.Bertindak dong Yah.Dokter genit itu sudah merebut pujaan hatiku" oceh Sisy pada Ayahnya.
"Sisy itu urusan pribadi jangan kamu sangkut pautkan dengan urusan pekerjaan" nasehat Pak Bobi.
"Pokoknya Sisy gak mau tau,Ayah harus pecat Dokter Imelda atau Sisy gak mau makan" ucap Sisy lalu keluar dari ruang kerja Ayahnya.
"Baiklah" ucap Pak Bobi yang masih bisa di dengar oleh Sisy.
Bukh!!
Sisy menabrak seseorang.
"Heh...kalo punya mata tu liat-liat" bentak Sisy.
"Maaf" ucap Imelda.
"Oh ternyata Dokter ganjen,sini ikut aku" Sisy menarik tangan Imelda dan membawanya ke gudang.Sisy mendorong Imelda ke gudang dan mengunci pintunya,lalu dia pun tertawa puas.
"Mati lu,satu orang pun tidak ada yang akan tau kalo kamu berada di sini" kata Sisy lalu dia pun pergi meninggalkan Imelda sendiri di dalam.
"Awas kalo kamu berani membuka pintu ini" ancam Sisy pada penjaga gudang.
"Bodoh" umpat Imelda yang sedang di sekap di dalam gudang.
Imelda mengeluarkan ponselnya lalu mengirim pesan singkat pada Kiandra.
"Bang tolongin Melda,Melda di sekap di gudang"
Di waktu yang sama Kiandra sedang duduk di kursi kerjanya sambil melihat data pasien.
Drrt!
Ponselnya bergetar,pesan singkat masuk ke ponselnya.
Kiandra mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya"Kali ini aku tidak akan tinggal diam,aku akan bikin perhitungan" kata Kiandra.
Kiandra berjalan ke arah gudang,tapi di tengah jalan dia berpapasan dengan Sisy.
"Hai Dokter selamat pagi" sapa Sisy dengan ramah.
Jangankan menjawab,Kiandra menoleh pun tidak.Dia terus berjalan dan kemudian meminta pada penjaga untuk membuka pintu gudang.
"Terima kasih Bang" ucap Imelda.
__ADS_1
"Kenapa kamu tidak melawan?" tanya Kiandra.
"Melda takut dia mengadu pada Ayahnya dan Melda di pecat" jawab Imelda.
"Melda sayang,kenapa harus takut.Rumah sakit ini milik Daddy" papar Kiandra.
"Walau begitu Melda tidak punya kekuatan Bang" ujar Imelda.
"Kekuatan? Oh kamu ingin kekuatan,ayo ikut aku" Kiandra membawa Imelda ke parkiran lalu pergi dari rumah sakit.
"Dad,bisa datang kemari.Selepas sholat dzuhur Kiandra dan Imelda akan menikah" kata Kiandra yang sedang menelpon Daddynya.
"Kenapa buru-buru,apa kalian membuat kesalahan?" tanya Daddy dari sebrang telpon.
"Bukan kami,tapi anak dari kepala rumah sakit yang bikin ulah" jawab Kiandra.
"Baiklah Daddy akan datang" kata Daddy.
Kiandra membawa Imelda ke kantor urusan agama terdekat dan mengutarakan niatnya.Karena Kepala kantor urusan agama mengenal Daddy dan Opa,jalan dan proses pengajuan pernikahan mereka pun berjalan lancar.
"Kita shalat dzuhur dan makan siang dulu ya" ajak Kiandra.
"Iya Bang" kata Imelda.
Kiandra dan Imelda shalat dzuhur bersama,setelah itu mereka makan siang.
"Ayo kita kembali,mungkin Daddy sudah datang" ajak Kiandra.
Imelda menurut saja.
"Sudah lama Dad?" tanya Kiandra.
"Ceritakan duduk permasalahannya" pinta Opa.
Kiandra pun menceritakan dari awal hingga kejadian tadi pagi saat Imelda di sekap.
"Kita butuh rekaman cctvnya" kata Om Edo.
"Sudah Om,teman Kiandra yang mempersiapkan semua" ujar Kiandra.
Daddy menghela nafasnya,"Apa kalian siap untuk menikah?" tanya Daddy.
"Kalo Kiandra siap banget Dad" jawab Kiandra mantap.
"Melda?" tanya Opa.
"Iya Opa,Melda bersedia" jawab Imelda.
"Ya sudah ayo kita masuk,penghulu sudah menunggu di dalam" kata Daddy.
Proses ijab kabul berjalan lancar,Imelda memakai wali hakim karena ayah dan ibunya belum diketahui keberadaannya.
"Kini kalian sudah sah menjadi sepasang suami istri,Opa harap kalian bisa saling menyayangi dan saling menjaga.Dan kamu Kiandra,kamu harus bisa melindungi istrimu" nasehat Opa.
"Baik Opa" ucap Kiandra.
"Ayo kita ke rumah sakit.Kiandra dan Imelda pergi lebih dulu,kami akan menyusul" kata Opa.
Sesampainya di rumah sakit,
__ADS_1
"Darimana saja kalian?" tanya kepala rumah sakit dengan kasar pada Kiandra dan Imelda.
"Jalan-jalan" jawab Kiandra dengan santai.
"Kamu pikir ini rumah sakit punya nenek moyangmu,seenaknya saja kamu jalan-jalan.Mulai sekarang kalian saya pecat,rumah sakit ini tidak butuh Dokter seperti kalian" kata Kepala rumah sakit.
"Siapa yang berani memecat anak dan menantuku?" tanya Daddy dari belakang Kiandra.
"Tuan Elang,ap...apa maksudnya an..nak dan menantu?" tanya Kepala rumah sakit gagap.
"Yang lebih tepat itu rumah sakit ini tidak butuh pemimpin seperti anda Pak Bobi" kata Opa dengan tatapan tajam.
"Tuan Danu" ucap Pak Bobi terkejut.
Di saat Daddy dan Opa menyelesaikan urusan dengan Pak Bobi,Om Edo memutar di setiap televisi yang ada di setiap ruang dan di setiap rumah sakit rekaman saat Kiandra dan Imelda menikah juga rekaman saat Sisy menindas dan menyekap Imelda.
Dan pada akhirnya Bobi dan Sisy di pecat dari rumah sakit dengan cara tidak hormat.Bukan Daddy dan Opa yang melakukannya,tapi para Dokter dan para Perawat yang bekerja di rumah sakit itu.
Flashback off
"Kamu di sekap?" tanya Rani tak percaya.
"Iya Kak,untung Imelda bawa ponsel.Jadi Imelda bisa langsung menghubungi Bang Andra dan cepat keluar dari gudang itu" jawab Imelda.
"Sayang,ternyata kamu di sini" kata Rey yang datang menghampiri Rani.
"Kamu merindukanku Rey?" goda Rani.
"Aku merindukan istri dan calon anakku" jawab Rey.
"Daddy menunggu kita di ruang keluarga,ayo" ajak Rey pada Rani dan Imelda.
"Kalian sudah datang,duduklah" pinta Daddy.
"Ada hal penting apa Dad,sehingga Daddy mengumpulkan kami semua?" tanya Rey.
"Begini,Daddy,Mommy,Opa dan Oma sepakat hari minggu besok kita akan mengadakan acara resepsi pernikahan kalian.Kita akan mengadakan pesta di lapangan terbuka,jadi siapa saja yang berkenan datang boleh datang,tidak perlu membawa kartu undangan" tutur Daddy.
"Tapi bagaimana dengan Rani Dad,kondisinya masih lemah?" tanya Mommy.
"Ada kursi roda dan makanan akan diletakkan jauh dari pelaminan,jadi Rani tidak perlu takut mual.Karena di setiap area akan ada aroma jeruk" jawab Daddy.
"Kenapa kami juga mengadakan pesta Dad,kamikan sudah mengadakan resepsi?" tanya Rani.
"Resepsi kalian waktu itu hanya dihadiri oleh keluarga saja,yang Daddy mau seluruh dunia tau dan mengenal siapa menantu Daddy yang hebat dan tangguh" jawab Daddy dengan bangga.
"Tapi Dad,apa tidak terlalu mendesak waktunya.Pesta itu butuh banyak persiapan" ujar Rey.
"Kamu meragukan Daddy dan Tim Daddy Rey?" ujar Daddy.
"Ya terserah Daddy saja,asal tidak membahayakan Rani dan bayinya Rey setuju saja" kata Rey.
"Lalu bagaimana jika musuh yang datang?" tanya Mommy.
"Musuh?" tanya Rani dan Imelda bersamaan.
"Maksud Mommy orang yang berniat jahat" Mommy meralat ucapannya.
"Kenapa harus takut.Percuma dong kita punya David,Haris dan Rendi" jawab Daddy.
__ADS_1
"Dan warga Elang api" gumam Daddy.