
Beberapa bulan kemudian,
Sebuah perusahaan IT terbesar di negara ini berdiri dengan megah bertuliskan"GODEN WORLD" di atasnya.Belum ada yang tau siapa sebenarnya pemilik perusahaan ini.Yang mereka tau hanya tentang pemiliknya yang masih muda dan tampan.
Hari ini,gedung itu resmi akan di buka.Semua tamu undangan sudah datang dan berkumpul di aula gedung itu.Semua penasaran siapa sebenarnya pemilik perusahaan ini.
Rey duduk bersandar di kursinya sambil menyaksikan siaran langsung dari layar monitornya.
Lee berjalan naik ke atas pentas untuk memberi sambutan kepada para tamu.Semua berdecak kagum karena mereka pikir calon menantu Alberto lah pemiliknya.
Ehemmm...Lee mendehem untuk menetralkan suaranya.
"Selamat siang,terima kasih karena semua sudah sudi hadir di acara pembukaan Goden World ini.Saya bukan pemilik perusahaan ini,saya hanya wakil yang diutus untuk membuka gedung ini.Pemiliknya tidak bisa hadir di tengah-tengah kita karena sedang ada urusan di tempat lain" tutur Lee.
"Saya Leonard Putra dengan doa dan harapan agar perusahaan ini lancar dan sukses ke depannya,secara resmi gedung ini telah di buka" kata Lee sambil memotong pita.
Tepuk tangan sangat riuh mengiringi pemotongan pita.Lee membungkukkan tubuhnya di hadapan seluruh tamu yang hadir.
Suara bising memenuhi aula,mereka saling bertanya siapa sebenarnya pemilik gedung ini.
"Selamat sayang,akhirnya cita-citamu tercapai" ucap Rani.
"Apa kamu bahagia sayang,karena sebentar lagi kita akan kembali ke kampung halaman kita?" tanya Rey.
"Asalkan bersamamu,dimana pun aku akan bahagia" kata Rani.
Rani duduk di pangkuan Rey sambil menatap layar monitor di depannya.
"Itu Daddy" kata Rani sambil menunjuk ke arah monitor.
"Iya" Rey mengangguk.
"Tubuhnya terlihat sangat kurus"kata Rani.
Rey dan Rani terus menatap layar di depannya,dari situ mereka bisa melihat semua orang-orang yang sangat di rindukannya.Opa,Oma,Daddy,Mommy dan semua keluarga besar Alberto.Termasuk para Om teman-teman Daddynya.
"Itu Thomas dan Alana,lalu mana Andre dan Ema?kenapa mereka tidak terlihat?" tanya Rani.
"Apa kamu lupa sayang,Ema baru saja melahirkan.Pasti Andre sedang menjadi Papa siaga sekarang" jawab Rey.
"Kamu benar sayang" ucap Rani.
Rani melingkarkan tangannya di leher Rey,"Aku menantikan hari dimana kita akan pulang" kata Rani.
Rey membelai rambut Rani dengan penuh kasih sayang,"Kita akan membuka lembaran baru disana.Rumah baru,usaha baru,keberuntungan yang baru" tutur Rey.
"Kenapa harus rumah baru Rey,rumah kita yang lama kan masih ada dan Winara bilang rumah itu masih di rawat oleh orang suruhan Daddy" kata Rani.
"Rumah itu aku beli saat aku masih berada dalam naungan keluarga Alberto.Aku ingin terlepas dari bayang-bayang mereka dan menikmati hasil jerih payahku sendiri.Agar mereka semua tau bahwa tanpa Alberto pun aku masih bisa berdiri tegak" kata Rey.
"Apa sedendam itu kamu pada mereka Rey?" tanya Rani.
"Aku tidak dendam,aku hanya ingat siapa saja orang yang meremehkanku dan aku akan membuat mereka semua tunduk dan takluk pada perusahaan yang aku bangun" jawab Rey dengan sorotan mata yang tajam.
"Itu alasannya kenapa aku memilih membuat rumah sewa,sayang.Agar mereka yang tidak sanggup membayar sewa rumah yang mahal bisa tinggal di rumah sewa milik kita.Mereka hanya di minta membayar semampu mereka saja" tutur Rey.
Rani menyandarkan kepalanya di pundak Rey.
"Naya masih tidur?" tanya Rey.
__ADS_1
"Naya sedang menonton tivi di kamarnya" jawab Rani.
"Lihatlah,dia sedang tidur" kata Rey sambil menunjukkan rekaman cctv pada Rani.
"Si gembul,kalo udah kenyang pasti langsung tidur" kata Rani.
"Ayo kita ke kamarnya,jangan sampai saat dia bangun kita tidak ada di sampingnya.Bisa bergetar rumah ini dibuatnya" kata Rey.
Rani dan Rey keluar dari ruang kerjanya lalu menuju kamar Naya.
Rey merebahkan tubuhnya di samping Naya,Naya yang merasa ada pergerakan pun perlahan membuka matanya.
"Papi" ucap Naya lirih lalu memeluk Rey dan tidur lagi.
"Aku mengajarkannya memanggilku Papa tapi dia malah memanggilku Papi" tutur Rey.
"Oya sayang,apa barang-barang milik Naya sudah selesai dibereskan semua?" tanya Rey.
"Sudah,sebagian sudah aku kirimkan" jawab Rani.
"Baguslah kalo begitu,nanti kita tinggal pulang bawa badan saja" kata Rey.
Rani mulai memejamkan matanya,rasanya dia sudah tidak sabar untuk cepat-cepat pulang kembali ke negara asalnya.Hampir dua tahun di negara orang membuatnya rindu kampung halaman.
Para tamu undangan berangsur meninggalkan aula gedung itu.Lee duduk di pentas sambil menatap kursi-kursi yang berjejer rapi.
"Lee" panggil Opa.
Lee menoleh ke sumber suara lalu tersenyum pada Opa.Opa duduk di samping Lee sambil menatap calon cucu menantunya itu.
"Apa karena ini kamu terus mengulur waktu dan menunda pernikahanmu Lee?" tanya Opa.
"Maafkan Lee Opa,ini semua adalah permintaan Rey" jawab Lee.
"Opa mengerti posisimu dan Opa juga bangga pada Rey.Akhirnya dia berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu" kata Opa.
"Lee,kapan cucuku akan pulang?" tanya Opa.
"Lee tidak tau Opa,Rey hanya bilang kalo dia akan pulang setelah gedung ini resmi di buka" jawab Lee.
__ADS_1
Opa menghela nafas panjangnya,"Dia seperti mendiang ibunya,keras kepala.Tapi didikan Rere berhasil membuatnya jadi anak yang baik dan penuh kasih sayang" tutur Opa.
Lee manggut-manggut mendengar penuturan Opa.
"Opa,ayo pulang.Sudah sore" kata Mommy dari bawah.
Opa mengangguk,"Opa pulang dulu,jika kamu bertemu Rey sampaikan salam Opa padanya" pesan Opa.
"Baik Opa" jawab Rey.
Opa pergi meninggalkan Lee sendiri di situ.Petugas kebersihan mulai membersihkan ruangan itu.Lampu ruangan mulai di hidupkan,pohon hias dengan lampu warna-warni menghiasi setiap sudut ruangan.
"Aku bangga menjadi temanmu Rey" gumam Lee.
Lee melangkahkan kakinya keluar gedung,dia harus segera pulang ke rumahnya.Dia butuh banyak waktu untuk beristirahat,karena beberapa hari ke depan dia akan disibukkan oleh pekerjaan yang sudah menantinya di Goden World.
Lee mengemudikan mobilnya dengan santai menuju ke rumahnya,musik bernuansa romantis menemaninya di sepanjang perjalanan.Sesekali bibirnya komat-kamit menirukan lagu yang sedang diputar.
Sesampainya di rumah Lee langsung mandi,karena setelah itu dia harus mengirim laporan pada Rey.
"Bagaimana?" tanya Rey dari sebrang sana.
"Semua beres dan para karyawan pilihan sudah siap bergabung dengan kita.Tapi masalahnya...." perkataan Lee menggantung.
"Soal pernikahanmu dengan Winara?" tanya Rey.
"Iya,tadi Opa dan Daddy sempat menanyakan hal itu.Opa bisa mengerti karena dia tau ini semua karena ulahmu.Tapi,tidak dengan Daddy" jawab Lee.
"Menikahlah bulan depan" kata Rey lalu memutuskan panggilan secara sepihak.
__ADS_1