
Rey mendudukkan Naya di sofa,di depannya sudah ada Abian dan Sakha.Naya melihat kedua orang di depannya dengan seksama,Abian dan Sakha tersenyum lucu melihat tingkah Naya.
"Loh ada tamu ternyata" kata Rani lalu duduk di sofa tepat di samping Naya.
"Itu Om ganteng Mami,bukan tamu" protes Naya.
"Om ganteng?" tanya Rani.
"Iya,Om ganteng" jawab Naya.
"Papi ganti baju dulu gih,basah tu bajunya.Nanti masuk angin" kata Rani.
"Tunggu sebentar ya,Abang ganti baju dulu" kata Rey pada Sakha dan Abian.
Rey pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian.
"Kak Rani kan belum kenal ni sama kalian berdua,Sakha yang mana dan Abian yang mana?" tanya Rani.
"Ni Kak Abian yang rambutnya gondrong" jawab Sakha sambil menarik rambut Abian.
Plak
Abian memukul tangan Sakha.
"Sakit oncom,asal tarik aja" kata Abian.
Rani geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang di depannya.
"Oncom itu apa Om?" tanya Naya.
Sakha dan Abian pun menghentikan perkelahian mereka lalu menoleh ke arah Naya.
"Oncom itu....ya oncom" jawab Abian,bingung harus menjelaskan apa.
"Mi...Naya belum makan siang lo" kata Rey lalu duduk di samping Naya.
"Ini sudah sore Rey,bahkan sudah hampir malam" kata Rani.
"Naya ikut Mami yuk,Papi ada urusan sama Om ganteng" ajak Rani pada Naya.
Naya mengangguk lalu Rani pun menggendongnya dan membawanya ke dapur.
"Bang sudah banyak perusahaan yang meminta kita untuk bergabung dengan mereka,tapi kami masih menyelidikinya.Takutnya salah satu dari perusahaan itu ada yang tidak baik" tutur Sakha.
"Kalo tugas Abian bagaimana?" tanya Rey.
"Beres Bang,semua aman" jawab Abian.
"Kapan kita bisa mulai beroperasi?" tanya Rey lagi.
"Kata Bang Lee,minggu depan saja Bang.Tanggung kalo minggu ini,sudah weekend" jawab Abian.
"Okelah kalau begitu.Semua Abang serahkan pada kalian.Abang tidak bisa full di kantor kita karena Abang juga harus mengurus beberapa perusahaan milik Daddy" tutur Rey.
"Siap Bang" jawab Abian dan Sakha serempak.
"Karena urusan sudah selesai,kami permisi pulang dulu Bang" pamit Sakha.
"Oke,silahkan" ucap Rey.
Setelah kepergian Abian dan Sakha,Rey menyusul Rani dan Naya ke dapur.Naya duduk di atas meja sambil menikmati es krimnya.Rani sedang masak untuk makan malam.
"Astaga,lihatlah wajahmu sayang sudah seperti Cimot" seloroh Rey sambil mencubit pipi Naya.
__ADS_1
"Biar saja,Naya kan kakaknya Cimot" kata Naya santai dengan wajah yang belepotan karena es krimnya.
"Mami masak apa?" tanya Rey.
"Tempe" jawab Naya.
"Kamu ya,setiap ditanya selalu tempe jawabannya" kata Rey gemes.
Rey duduk di kursi yang berhadapan dengan Naya,sungguh dia tidak menyangka jika akhirnya Naya akan tumbuh jadi anak yang sehat dan menggemaskan.Di usia sembilan bulan dia sudah bisa berjalan,dan saat usia setahun dia sudah pasih berbicara walaupun masih cadel.
Plok
Naya membuyarkan lamunan Rey dengan melemparkan es krim ke wajah Rey.
"Sayang,kenapa es krimnya di lempar ke wajah Papi?" tanya Rey.
"Habisnya Papi melototin Adek,Adek ajak Papi ngomong tapi Papi nggak denger" jawab Naya.
"Papi ngelamunin apa sih?" tanya Rani.
"Papi hanya tidak menyangka kalo Naya akan tumbuh jadi anak yang sehat dan pintar" jawab Rey.
Rani tersenyum mendengar jawaban dari Rey,dia menepuk-nepuk bahu Rey lalu kembali ke dapur untuk melanjutkan masaknya.
"Assalamualaikum" suara orang mengucapkan salam dari pintu depan.
"Itu seperti suara Nenek" kata Rey.
"Kami di belakang"teriak Rey.
Ternyata bukan hanya Mommy yang datang,tapi kedua adik dan pasangannya juga ikut datang.
"Daddy gak ikut?" tanya Rey.
"Benar dugaanku" gumam Rey.
"Hanya berjaga-jaga saja" kata Mommy.
Rey mencuci wajahnya di westafel yang ada di dapur,setelah itu dia melangkahkan kakinya menuju ke halaman depan,ternyata bukan hanya Daddy saja di sana ada Om Edo dan Om Haris juga.
"Dad" sapa Rey.
"Apa segini cukup Rey?" tanya Daddy.
"Apa mereka akan menyerang kita Dad?" Rey balik bertanya.
"Kalo mereka sudah tidak sayang lagi pada nyawa dan keluarganya,mereka pasti akan menyerang kita" jawab Daddy.
"Kakeeeekk" teriak Naya sambil berlari ke arah Daddy.
"Udah berasa kayak lagi syuting film aca aca nehi nehi aja" celetuk Om Edo saat melihat Naya berlari lalu menghambur ke dalam pelukan Daddy.
"Kenapa keluar rumah,ini sudah malam" kata Daddy sambil menggendong Naya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
"Ini belum malam kakek,ini masih margib" protes Naya.
"Mommy jadi ingat sewaktu Rey masih kecil dulu,dia kalo bilang maghrib pasti margib" kata Mommy.
"Mereka benar-benar sangat mirip" kata Daddy.
——————
Rani menghidangkan makanan di atas meja,Imelda membantu Rani menyiapkan peralatan makan dan menyusunnya di meja.
__ADS_1
"Udah dua tahun Mel,betah berdua aja" kata Rani.
"Belum di kasih aja kali Mbak,padahal Melda sama Bang Andra udah melakukan promil" tutur Imelda.
"Tapi kita sangat beruntung punya mertua yang baik dan tidak banyak menuntut" kata Rani.
"Betul Mbak,mereka sangat-sangat baik.Mereka tidak pernah mempermasalahkan apapun yang ada pada kita" ujar Imelda.
"Yang,di ajak Daddy shalat maghrib berjamaah" kata Kiandra.
"Ayo Mbak"ajak Imelda.
"Kalian duluan aja,Mbak jaga Naya" kata Rani.
"Naya biar Winara yang jaga Mbak,soalnya Winara lagi datang bulan" tutur Kiandra.
"Oh ya udah kalo gitu,Mbak bersih-bersih sebentar ya" kata Rani.
Rani pergi ke kamarnya untuk mandi dan berwudhu,setelah itu dia bergabung bersama keluarganya yang lain yang sudah menunggunya di mushala yang ada di rumah itu.Mommy meminta Rey yang menjadi imamnya.
"Onty kenapa tidak ikut shalat?" tanya Naya pada Winara.
"Onty sedang tidak boleh shalat" jawab Winara.
"Kenapa tidak boleh?" tanya Naya lagi.
Winara terdiam sejenak,berpikir jawaban apa yang cocok dia sampaikan kepada ponakannya itu.
"Karena Onty belum mandi" jawab Winara pada akhirnya.
"Ihhh....Onty jorok" kata Naya sambil memencet hidungnya.
"Nah kalo orang jorok gak boleh shalat" kata Winara lagi.
"Onty siapanya Papi?" tanya Naya.
"Onty adiknya Papi" jawab Winara.
Naya mengerutkan keningnya,"Seperti Cimot?" tanya Naya.
"Bisa di bilang begitu" jawab Winara sambil nyengir.
"Cimot udah di kasih makan belum Dek?" tanya Rey setelah selesai shalat.
Semua anggota keluarga memilih duduk di ruang keluarga dan berbincang-bincang.
"Sudah,tadi Naya kasih tempe" jawab Naya.
"Tempe? Cimot doyan makan tempe?" tanya Daddy.
"Semua makanan dia bilang tempe Dad" ungkap Rey.
Jiwa jail Mommy pun meronta,dia pun bertanya pada Naya,"Tadi Mami masak apa Dek?" tanya Mommy.
"Masak tempe" jawab Naya sambil angguk-angguk.
"Sayurnya?" tanya Daddy.
"Tempe" jawab Naya lagi.
Hahaha...semua yang ada di ruangan itu pun tertawa melihat tingkah lucu Naya.
Rey merangkul bahu Rani,"Akhirnya kita bisa merasakan kembali kehangatan keluarga ini" kata Rani lirih.
__ADS_1
Rey menatap semua wajah anggota keluarganya dengan haru,sungguh nikmat yang luar biasa memiliki keluarga yang begitu sangat harmonis.