Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Biarlah Tetap Menjadi Rahasia


__ADS_3

Tepat tengah Malam pesawat mendarat dengan sempurna.Winara turun dari pesawat diikuti oleh Lee.Winara berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya,Lee mengusap bahunya dengan lembut.


"Kamu pasti bisa" bisik Lee.


Winara berjalan menuju mobil yang ada di parkiran,lalu mereka masuk ke mobil dan Lee langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh,tidak lama kemudian mereka sudah sampai di rumah Winara.


"Kamu langsung pulang saja Lee,Daddy sama Mommy sudah tidur" kata Winara.


"Baiklah,besok pagi aku akan kemari lagi" ujar Lee.


Winara masuk sambil menggeret kopernya ke dalam rumah.


"Lee gak masuk?" tanya Daddy yang sedang duduk di ruang tamu.


"Astaga Daddy,bikin kaget saja" kata Winara sambil mengelus dadanya.


"Winara pikir Daddy sudah tidur,jadi Lee langsung pulang"tambah Winara.


Winara menghampiri Daddy lalu memeluknya.


"Ada apa nih?" tanya Daddy.


Winara memasang wajah cemberutnya,"Winara belum puas jalan-jalan Daddy sudah menyuruh Winara pulang" oceh Winara.


Daddy memandang wajah Winara,matanya nampak berkaca-kaca,"Daddy hanya takut kamu pergi dan menghilang seperti Abangmu.Daddy tidak mau kehilangan anak lagi" ujar Daddy.


"Winara gak akan pergi,Winara akan tetap ada di sini" ucap Winara sambil memegang dada Daddy.


"Bagaimana sesi pemotretannya?" tanya Daddy.


"Lancar dan hasilnya juga bagus-bagus.Besok Winara tunjukan sama Daddy sekarang Winara mau tidur.Bye bye Daddy...." kata Winara.


Cup


Winara mencium pipi Daddy lalu pergi ke kamarnya.


"Bang,Winara sudah mencium dan memeluk Daddy untukmu" gumam Winara kemudian dia tertidur.




"Hey bangun,calon pengantin gak boleh bangun siang" suara cempreng Oma membangunkan Winara yang masih terlelap di kasurnya.



"Sebentar lagi Oma,Adek masih ngantuk" kata Winara.



"Oma siram ya" kata Oma.



"Oke baiklah,tapi cium dan peluk dulu" kata Winara dengan manja.



"Kesambet hantu sungai Han kali ya ni bocah di Korea" kata Oma.



Winara mendudukkan tubuhnya lalu memeluk Oma dengan erat,"Winara kangen Oma" ucap Winara.



Cup



Winara mencium pipi Oma.



"Kamu kenapa,sakit?" tanya Oma sambil menempel punggung tangannya di kening Winara.



Winara tersenyum lalu turun dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi.



"Daddy sudah,Oma sudah.Tinggal Mommy,Kak Andra,Kak Melda,Opa dan Mbak Romlah yang belum" kata Winara.



Setelah selesai mandi Winara keluar dari kamarnya dan bergabung bersama anggota keluarga yang lain di meja makan.Winara mencium dan memeluk satu persatu anggota keluarganya termasuk mbak Romlah.



Selesai makan Winara mendatangi Mbak Romlah di dapur,anggota keluarga yang lain sudah duduk di ruang keluarga.



"Mbak ini untuk Mbak" kata Winara sambil memberikan gelang titipan Rani.



"Bagus banget Queen" puji Mbak Romlah.


__ADS_1


Winara menoleh ke kanan dan ke kiri lalu ke arah ruang depan,di rasa aman Winara berbicara pada Mbak Romlah dengan suara pelan.



"Ini dari Bang Rey dan Kak Rani" bisik Winara.



Mbak Romlah memahami situasi,"Kamu bertemu mereka?" tanya Mbak Romlah dengan suara pelan.



Winara mengangguk lalu menunjukan sebuah foto yang ada di ponselnya pada Mbak Romlah.



"Itu Naya,dia sudah besar" kata Mbak Romlah.



"Queen...di panggil sama Opa tu" panggil Imelda.



"Ini dari Abang dan Kakak" kata Winara sambil memeluk lalu mencium pipi Mbak Romlah,setelah itu Winara menghampiri keluarganya.



"Apa yang kamu bawa?" tanya Oma.



"Ini gelang,Winara membelinya sewaktu di Korea kemarin.Bentuknya unik dan lucu,Winara juga beli untuk kalian semua" tutur Winara.



Winara memakaikan gelang itu di tangan Oma,Mommy juga Imelda.



"Itu sisanya untuk siapa?" tanya Mommy.



"Untuk Kak Ema sama Kak Alana" jawab Winara.



"Queen,Opa mau lihat foto hasil pemotretan kemarin" kata Opa.



Winara mengeluarkan ponselnya lalu memberikannya pada Opa.Opa tersenyum melihat foto hasil pemotretan,semua terlihat bagus.Tapi kemudian Opa mengkerutkan keningnya dan itu membuat semua jadi bingung.




"Ini anak kecil yang ada di foto siapa?" tanya Opa sambil menunjukan foto Naya pada Winara.



Winara yang sudah menduga itu akan terjadi pun tetap bersikap santai,"Itu keponakannya Lee,namanya Nana" jawab Winara.



Opa menatap Winara dengan tajam,mata tuanya tidak bisa Winara bohongi.



"Winara...ikut Opa" perintah Opa.



Winara menghela nafasnya."Semoga ini awal yang baik,maafkan Winara Bang" ucap Winara dalam hati.



"Yang lain tetap di sini" perintah Opa lagi.



Winara mengikuti Opa masuk ke ruang keluarga,Opa mengunci pintu lalu mengaktifkan peredam suara.



"Siapa dia Queen? Dia anaknya Rey bukan?" tanya Opa dengan tatapan mata yang tajam.



"Iya Opa" jawab Winara dengan kepala tertunduk.



"Kamu menemukannya Queen?" tanya Opa dengan mata berkaca-kaca.



Winara mengangguk,lalu menceritakan apa saja yang dia ketahui termasuk tentang Rey yang belum mau kembali.


__ADS_1


"Kasihan cucuku,dia harus menderita di negara orang" kata Opa.



\*



\*



Rani menggandeng tangan Rey,sedangkan Rey mendorong troli belanjanya,mereka belanja di mall terbesar yang ada di kota itu.



"Apa rumah sewa yang kita bangun di Tangerang sudah selesai Rey?" tanya Rani.



"Sudah delapan puluh persen,itu bekal untuk Naya besar besok" jawab Rey.



"Kenapa kamu menyiapkannya dari sekarang,umur Naya masih kecil" kata Rani.



"Aku tidak tau kapan aku akan pergi meninggalkan kalian,jadi untuk berjaga-jaga saja"tutur Rey.



Rani menghentikan langkahnya,"Apa kamu berniat meninggalkan kami Rey?" tanya Rani.



"Kita tidak tau kapan Tuhan akan menjemputku sayang,sebelum itu terjadi aku harus mempersiapkan bekal untuk kalian" jawab Rey.



"Kenapa jadi ngomongin kematian sih,aku jadi takut Rey" ucap Rani.



"Seandainya aku pergi sayang,SEANDAINYA"Rey menekankan kata-katanya.



Mereka melanjutkan kembali langkah mereka.



Triing....



Satu pesan singkat masuk ke ponsel milik Rey.Rey menghela nafasnya setelas membaca pesan itu.



"Ada masalah Rey?" tanya Rani.



"Winara memberitahukan keberadaan kita pada Opa" jawab Rey.



"Sekarang kita harus bagaimana?" tanya Rani lagi.



"Kita lihat saja dulu,kalo Opa tidak bertindak kita tetap di sini.Tapi,kalo Opa menyuruh anak buahnya memantau kita,sebelum itu terjadi kita harus pergi" jawab Rey.



Rey membawa barang belanjaannya ke kasir,kemudian membayarnya.Setelah itu dia mengajak Rani untuk pulang,karena hari semakin siang.



"Rey,apa kita tidak akan datang saat Winara menikah.Kasihan dia Rey" tutur Rani.



"Kita lihat saja nanti" jawab Rey.



"Rey,ini bukan arah ke rumah kita" kata Rani.



"Ada yang mengikuti kita" kata Rey.



Rey memacu mobilnya dengan cepat lalu masuk ke sebuah jalur yang cukup ramai.Tidak ada yang tau kalo Rey memencet tombol otomatis dan dengan begitu plat mobilnya pun berubah.



"Itu mobilnya sama tapi platnya berbeda.Pasti kita salah jalur" kata orang yang tadi mengikuti Rey.

__ADS_1



Di dalam mobilnya Rey hanya tersenyum tipis karena sudah berhasil mengecoh orang yang sudah mengintainya.


__ADS_2