Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Masalah Dokter Imelda


__ADS_3

"Sampai jumpa lagi nak,Kami pasti akan merindukanmu" kata Opa.


Pagi ini Imelda harus kembali ke kotanya,dengan berat hati Imelda harus meninggalkan keluarga yang sangat baik dan begitu menyayanginya.


"Terima kasih untuk kalian semua,semoga suatu saat nanti kita bisa berjumpa lagi" ucap Dokter Imelda.


"Sama-sama sayang,jangan lupa sering-sering kasih kabar kemari" ujar Oma.


"Baik Oma"kata Dokter Imelda.


"Boleh bekerja tapi jangan terlalu di porsir,kamu juga harus jaga kesehatanmu.Kesehatan lebih penting dari segalanya" nasehat Mommy.


"Iya Mommy,terima kasih" ucap Dokter Imelda.


"Melda pergi bareng Daddy aja,kebetulan Daddy pagi ini ada urusan kerja ke daerah sana" kata Daddy.


"Tapi apa tidak merepotkan Dad?" tanya Imelda.


"Tidak merepotkan kok,kebetulan Daddy hanya berdua saja sama Om Edo" jawab Daddy.


"Sudah ikut saja,kan lumayan gak keluar duit untuk ongkos" bujuk Mommy.


"Baiklah kalo begitu,Melda ikut sama Daddy" kata Imelda.


Daddy pun naik ke mobilnya diikuti oleh Imelda,supir langsung mengemudikan mobilnya menuju Bandara.Om Edo sudah menunggu mereka di sana.


"Opa sama Oma pulang dulu ya,sudah siang" pamit Opa.


"Iya Opa,hati-hati di jalan" pesan Mommy.


"Rani sama Rey temani Mommy ya sampai Daddy pulang,kasian Mommy sendiri" kata Oma.


"Iya Oma,jangan khawatir" jawab Rey dan Rani bersamaan.


Mommy,Rey dan Rani masuk ke dalam rumah setelah Opa dan Oma sudah pergi.


"Mommy masuk kamar dulu ya,Mommy mau rebahan" kata Mommy sambil menepuk bahu Rey.


Rey dan Rani pun menganggukkan kepala mereka.


"Rey hari ini jadwalku kontrol ke rumah sakit,apa kamu tidak sibuk dan bisa mengantarku"tutur Rani.


Rey menepuk keningnya "Astaga aku lupa,maaf sayang.Aku benar-benar lupa,untung kamu ingatkan" ucap Rey.


"Kalo begitu ayo kita pergi" ajak Rey.


"Pamit sama Mommy atau Mbak Romlah terlebih dulu Rey.Takutnya nanti mereka kebingungan mencari kita" kata Rani.


"Ya sudah tunggu di sini ya,biar aku yang pamit sama Mommy" kata Rey.


Tok tok tok

__ADS_1


"Mom ini Rey" kata Rey sambil mengetuk pintu.


"Masuklah Rey,pintunya tidak Mommy kunci" kata Mommy dari dalam kamarnya.


Rey membuka pintu lalu masuk.


"Ada apa sayang?" tanya Mommy.


"Rey dan Rani mau pergi ke rumah sakit,hari ini jadwal Rani kontrol" jawab Rey.


"Bukankah semua baik-baik saja,Mommy rasa kalian tidak perlu ke rumah sakit Rey.Bukankah kemarin Imelda sudah mengecek bekas jahitannya dan itu sudah sembuh" tutur Mommy.


"Iya sih Mom,mungkin Rani hanya ingin memastikan saja" kata Rey.


"Jangan Rey,kalo kalian ke rumah sakit nanti bisa terbongkar rahasia kita" cegah Mommy.


Rey terdiam mendengar perkataan Mommynya"Mommy benar,jadi Rey harus bilang apa sama Rani" tanya Rey bingung.


"Biar Mommy yang ngomong sama Rani,ayo kita temui Rani" ajak Mommy.


Rey mengikuti Mommy keluar dari kamar,mereka menghampiri Rani yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Mau ke rumah sakit ya sayang?" tanya Mommy lalu duduk di samping Rani.


"Sesuai jadwal,hari ini jadwal Rani kontrol ke rumah sakit Mom" jawab Rani.


Mommy tersenyum"Itu anjuran dari rumah sakit yang di luar ya?" tanya Mommy lagi.


"Kemarin sudah di cek semua sama Imelda,Mommy rasa itu sudah cukup.Di rumah sakit nanti Dokter akan melakukan yang sama dengan yang di lakukan Imelda,kan percuma hanya buang-buang waktu saja" tutur Mommy.


"Mommy benar,ya sudah kalo gitu Rani gak perlu ke rumah sakit lagi deh" ujar Rani.


"Daripada ke rumah sakit,mending temenin Mommy jalan-jalan yuk" ajak Mommy.


"Mom nanti Rani bisa kelelahan" kata Rey.


"Iya juga ya,Rani belum boleh capek.Temenin Mommy nonton drakor aja yok di kamar" kata Mommy.


"Mom masa Rey di anggurin" rengek Rey.


"Mending di anggurin daripada di kacangin" kata Mommy yang langsung menarik Rani ke kamarnya.


Rey tersenyum melihat tingkah konyol Mommynya.


"Duduk sini,Mommy mau ambil sesuatu.Tunggu sebentar" kata Mommy lalu keluar dari kamar.


Rey masih duduk di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.


"Rey kalung dari Oma belum kamu kasih ke Rani ya,kok Mommy gak lihat Rani memakainya"kata Mommy.


"Kalung?" tanya Rey.

__ADS_1


Mommy mengangguk.


"Astaga,Rey lupa.Rey taruh di laci meja yang ada di samping tempat tidur"tutur Rey.


"Kamu ya kebiasaan,masih muda sudah jadi pelupa" kata Mommy.


Mommy berjalan ke arah dapur lalu tidak lama kemudian Mommy kembali lagi sambil membawa beberapa cemilan.


"Mom,Rey ada perlu sebentar.Kalo Rani tanya bilang saja Rey ke kantor" kata Rey.


"Iya,hati-hati ya" pesan Mommy.


Mommy dan Rani saling bertukar cerita,niat mereka menonton drakor pun gagal karena Mommy yang semangat menceritakan cerita masa lalunya.Tentu saja cerita tentang penyerbuan yang terjadi dulu dan tentang keluarga mafia mereka tidak Mommy ceritakan.


"Oya Rani,apa kamu kenal dekat dengan Imelda?" tanya Mommy.


"Gak juga Mom,Rani baru-baru ini mengenalnya" jawab Rani.


"Apa selama denganmu dia tidak pernah cerita tentang masalah yang sedang dia hadapi sekarang?" tanya Mommy lagi.


Rani menghela nafasnya"Imelda anak tunggal,ibu dan ayahnya bercerai.Ayahnya menikah lagi dan ibunya tidak tau dimana.Dia di paksa bertunangan oleh ayahnya karena ayahnya punya hutang yang banyak pada calon suami Imelda.Ayahnya penjudi dan pemabuk,begitu juga dengan calon suaminya.Hanya itu yang Rani tau" kata Rani.


"Kasihan dia masih muda,cantik dan pintar" kata Mommy.


"Sebenarnya Imelda menolak di jodohkan tapi ayah dan ibu tirinya memaksanya untuk menerima perjodohan itu" sambung Rani.


"Apa calon Imelda orang kaya?" tanya Mommy.


"Rani kurang tau kalo soal itu Mom" jawab Rani.


"Semoga saja Daddy dan Edo berhasil menyelesaikan masalah Imelda"gumam Mommy dalam hati.


"Mom sudah siang,Rani balik ke kamar Rani ya" pamit Rani.


"Iya sayang.Oya Rey tadi pamit sama Mommy kalo dia pergi ke kantor" kata Mommy.


Rani mengangguk lalu keluar dari kamar Mommy.


"Rani mau kemana?" tanya Mbak Romlah.


"Mau ke kamar Mbak" jawab Rani.


"Gak makan siang dulu?" tanya Mbak Romlah lagi.


"Nanti saja kalo Rey sudah pulang" jawab Rani sambil tersenyum.


"Ya sudah kalo begitu,tapi kalo Rani lapar dan mau makan ambil saja di dapur,sudah Mbak Romlah persiapkan" tutur Mbak Romlah.


"Iya Mbak,terima kasih ya" ucap Rani yang di balas anggukan dan senyuman oleh Mbak Romlah.


Rani masuk ke kamarnya lalu berbaring,matanya terasa sangat mengantuk sekali.Tidak butuh waktu lama dia pun sudah tertidur.

__ADS_1


__ADS_2