
Rey memacu mobilnya dengat sangat kencang menuju rumah orang tuanya,sesampainya di sana Rey langsung masuk ke dalam rumah.
"Rey,ada apa malam-malam begini kemari.Apa ada masalah?" tanya Daddy dari ruang keluarga.
"Apa maksud Daddy bilang Winara perawan tua.Apa Daddy pikir dengan bicara seperti itu Winara akan cepat menikah.Daddy salah,yang ada Winara semakin stres Dad" oceh Rey.
"Rey duduklah dulu" pinta Mommy.
"Rey memang bukan anak kandung di rumah ini Dad,tapi Rey gak bisa diam kalo melihat Winara tertekan seperti ini.Mungkin gak sepantasnya Rey ikut campur masalah ini" ujar Rey yang langsung pergi meninggalkan rumah orang tuanya.
"Dad,kejar" pinta Mommy.
"Apa aku terlalu kejam pada anak-anakku Mom?" tanya Daddy lirih.
"Kenapa Daddy bertanya seperti itu?" Mommy balik bertanya.
"Lihatlah mereka,semua menentangku" jawab Daddy.
Mommy menghela nafasnya,"Rey tidak mungkin bersikap seperti itu jika di antara kita tidak ada yang menyinggung perasaannya" tutur Mommy.
Daddy terdiam memikirkan setiap perkataan Mommy.
"Apa Daddy pernah menyinggung soal Rey yang bukan anak kandung kita?" tanya Mommy yang di jawab gelengan kepala oleh Daddy.
"Coba pikirkan lagi Dad,Mommy yakin pasti ada penyebabnya hingga Rey bisa berkata begitu.Mommy rasa ini bukan sekedar karena masalah Winara saja" tutur Mommy.
Rey mengemudikan mobilnya dengan kencang lalu berhenti mendadak di sebuah jembatan.Rey turun dari mobilnya dan berdiri di dekat pagar pembatas.Rey teringat kata-kata Daddy beberapa hari yang lalu yang tidak sengaja di dengarnya.Dan karena itu pula banyak yang meremehkan Rey dan tidak mempercayai Rey sebagai penerus perusahaan keluarga Alberto.
Kriiing...
Ponsel Rey berdering.
Rey melihat ponselnya dan nama Dokter tertera disana.
"Hallo Dok,ada apa malam-malam begini menghubungi saya?" tanya Rey.
"Maaf Tuan jika saya mengganggu,Naya tiba-tiba kejang dan tidak sadarkan diri" jawab Dokter dari seberang telpon.
Rey langsung mematikan ponselnya secara sepihak.Rey masuk ke mobilnya lalu mengamudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju ke rumahnya.
"Sayang kemasi barangmu cepat.Kita pergi sekarang" perintah Rey pada Rani.
Rani yang belum tidur pun terkejut mendengar perintah Rey.
__ADS_1
"Ada apa Rey,kenapa kita harus pergi?" tanya Rani
"Nanti aku jelaskan di jalan,bawa baju secukupnya saja dan jangan lupa bawa semua baju Naya" kata Rey.
Rey mengambil koper besar miliknya lalu membantu Rani mengemasi barang-barangnya.Setelah itu Rey mengajak Rani ke mobilnya.
"Tunggu di sini,aku ke kamar Winara sebentar" kata Rey.
Rey masuk ke kamar Winara,dilihatnya Winara sudah tertidur dengan nyenyak di kasurnya.
"Maafkan Abang dek,Abang harus pergi.Abang akan buktikan pada Daddy dan pada semua orang kalo Abang bisa hidup dan sukses tanpa Daddy atau pun keluarga Alberto" tutur Rey sambil membelai rambut Adiknya itu.
"Abang berjanji,suatu saat nanti Abang akan kembali dan abang akan menemuimu" sambung Rey.Air matanya mulai mengalir di pipinya.
Rani mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.
Rey mengusap air matanya lalu menghampiri Rani.
"Ayo" ajak Rey.
Mereka telah sampai di rumah sakit,Dokter beserta perawat sudah berada di depan.Naya ada bersama mereka.
"Tolong rahasiakan dari keluarga Alberto" pinta Rey.
"Baik Tuan" jawab Dokter patuh.
Rey membawa Naya yang di dampingi dua orang perawat masuk ke dalam mobilnya.Rey langsung mengemudikan mobilnya menuju Bandara.Sesampainya di Bandara Rey mengajak Rani dan kedua perawat yang mendampingi Naya ke dalam pesawat.
"Sayang,tolong ambilkan laptopku" pinta Rey.
Rani mengambilkan laptop Rey yang ada di dekatnya kemudian memberikannya pada Rey.
Rey dengan lincah memainkan jari jemarinya di keyboard laptop.Rey memanipulasi keberangkatannya agar jejaknya tidak di ketahui pihak keluarga yang selama dua puluh delapan tahun ini telah merawat dan membesarkannya.
"Ayo Om kita berangkat" kata Rey pada pilot.
"Baik Rey" jawab Pilot.
__ADS_1
"Rey apa yang terjadi? kemana kita akan membawa Naya?" tanya Rani.
Rey menengadah agar air matanya tidak keluar,dia tidak boleh terlihat lemah di hadapan Rani.
"Kita akan membawa Naya keluar negri,Naya sekarang koma maka dari itu kita membawanya kesana" jawab Rey.
"Aku tau Naya koma,tapi apa maksud ucapanmu saat berada di kamar Winara tadi?" tanya Rani.
Rey tidak menjawab pertanyaan Rani,dia malah menyandarkan kepalanya di bahu Rani.Rani yang tahu Rey sedang tidak baik-baik saja itu pun memilih diam.
Rani membelai rambut Rey dengan penuh kasih sayang hingga akhirnya Rey buka mulut.
"Aku memilih keluar dari keluarga Alberto dan kita akan memulai hidup baru bersama Naya" tutur Rey.
Rani mencium puncak kepala Rey,"Apa tidak bisa di bicarakan baik-baik sayang,Aku rasa Daddy tidak bermaksud membuatmu jadi begini" kata Rani.
"Kalo aku tetap bertahan,Perusahaan Daddy akan hancur sayang dan aku tidak mau itu terjadi" kata Rey.
"Aku yakin pasti Daddy tidak menyadari perkataannya waktu itu" kata Rani.
Rey mengangkat kepalanya lalu memandang Rani,"Apa kamu mau mendampingiku dari nol,sekarang aku tidak punya apa-apa lagi" tatap Rey dengan penuh harapan.
"Aku dan Naya akan selalu ada di sampingmu,susah atau pun senang aku dan Naya akan selalu ada untukmu" ujar Rani.
"Terima kasih sayang" ucap Rey lalu memeluk tubuh istrinya itu.
Rey menyuruh Rani untuk tidur,karena perjalanan mereka masih panjang.Setelah Rani tidur Rey berjalan menuju ruang kokpit.
"Rey,bagaimana kalo Daddy bertanya padaku kemana aku membawamu?" tanya pilot.
"Om tenang saja,aku sudah memanipulasi semua penerbangan.Jadi Om tidak perlu khawatir" jawab Rey.
"Hubungi Om jika kamu butuh sesuatu Rey" kata pilot itu lagi.
"Terima kasih Om" ucap Rey.
Rey kembali ke tempat duduknya,matanya terus memandang wajah Rani yang sedang tertidur nyenyak.
"Maafkan aku sayang,dalam kondisimu yang seperti ini aku harus membawamu pergi jauh" gumam Rey pelan.
"Aku berjanji,aku akan berusaha membuatmu dan juga Naya hidup bahagia.Aku akan berusaha dan berjuang sekuat tenaga dan semampuku" sambung Rey lagi.
Tepat pukul enam pagi pesawat mendarat sempurna di Bandara Incheon.Rey membangunkan Rani karena harus turun dari pesawat.
"Kita sudah sampai,ayo kita turun" ajak Rey.
Lee,Seorang Dokter dan beberapa pesawat sudah menunggu di bawah.
"Terima kasih sudah mengantar Naya hingga kemari,kembalilah ke Indonesia dan tetap rahasiakan kemana kamu mengantar kami" kata Rey pada perawat yang mendampingi Naya.
"Jika Tuan Alberto bertanya,kami harus jawab Apa Tuan?" tanya salah satu perawat.
"Bilang saja kalo kalian mengantar kami ke Singapura" jawab Rey.
"Baik Tuan" jawab Perawat itu sambil menganggukkan kepala.
Rey menemui Lee sahabatnya,Dokter dan perawat yang bersamanya langsung menyambut Naya.
"Apa kamu sudah memenuhi permintaanku?"tanya Rey.
"Sudah,ini" kata Lee sambil memberikan kartu tanda pengenal yang baru milik Rey,Rani dan Naya.
__ADS_1