Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Perawan Tua


__ADS_3

Bruk!!!


"Awh....kalo jalan lihat-lihat dong" omel Winara sambil mengaduh kesakitan.


"Maaf Nona saya tidak sengaja"kata laki-laki yang tadi menabrak Winara.


Hemmm...Winara mengibaskan tangannya agar orang itu segera pergi.Tapi,orang itu tetap berdiri di depan Winara.


"Kamu baik-baik aja dek?" tanya Ve yang datang menghampiri Winara.


"Iya,gak apa-apa" jawab Winara.


"Ayo kita pulang" ajak Ve.


"Kak Lisa gak pulang?" tanya Winara.


"Kak Lisa masih ada urusan" jawab Ve.


Lisa adalah tunangan Ve.


Setelah semua urusan di kantor selesai,Ve mengajak Winara untuk pulang.


"Kak Lisa cantik,baik juga.Winara suka" oceh Winara saat dalam perjalanan pulang.


"Kamu gak boleh suka sama Lisa" kata Ve santai.


"Loh kenapa gak boleh kak,dia baik dan mudah akrab" protes Winara.


"Karena Lisa sudah punya Kak Ve" kata Ve dengan konyol.


"Kak Ve,bukan suka itu maksud Winara" kata Winara.


"Queen boleh kakak tanya sesuatu?" tanya Ve.


"Tanya saja Kak" jawab Winara.


"Kapan kamu akan menikah?" tanya Ve.


"Kak Queen masih muda,Queen belum mau menikah" jawab Winara.


"Dua puluh empat Kakak rasa angka yang pas untuk menikah Dek.Apalagi yang ingin kamu cari?" tanya Ve.


"Aku masih trauma Kak,aku takut"tutur Winara.


"Tidak semua laki-laki seperti Demian sayang,bukankah Lisa juga pernah menasehatimu soal ini"kata Ve.


"Iya Kak"kata Winara lirih.


Ve memarkirkan mobilnya tepat di depan pintu masuk,Daddy dan Kiandra sedang duduk santai di teras.


"Lisa gak ikut?" tanya Kiandra saat melihat hanya Ve dan Winara yang turun dari mobil.


"Lisa masih ada meeting,jadi tidak bisa ikut" jawab Ve.


Winara masuk ke dalam rumah tanpa menyapa Daddynya terlebih dahulu,dia memasuki rumah dengan langkah gontai.


"Kenapa tu mutiara hatinya Daddy?" tanya Daddy.


"Mungkin dia tersinggung dengan perkataan Ve tadi Dad" jawab Ve.


"Pasti kamu menyinggungnya soal pernikahan" tebak Daddy.


"Iya,Daddy benar"jawab Ve.

__ADS_1


"Luka yang di torehkan Demian terlalu dalam,hingga membuatnya trauma" ujar Kiandra.


Daddy menghela nafasnya lalu bersandar di kursinya.


"Daddy juga bingung harus bagaimana,Daddy dan Mommy kalian tidak bisa memaksanya.Apalagi urusan hati" kata Daddy.


"Semoga secepatnya Winara menemukan pria yang baik dan bisa menghilangkan traumanya" ucap Ve.


"Semoga saja" balas Daddy.


Ve memutuskan untuk pulang karena hari sudah menjelang malam.Kiandra pun pamit untuk pulang ke rumahnya.


Daddy masuk ke dalam rumah dan langsung menuju ke kamarnya.


"Winara sudah pulang Dad?" tanya Mommy.


"Sudah" jawab Daddy.


Daddy menghempaskan tubuhnya di kasur,lalu menatap langit-langit di kamarnya.


"Ada apa Dad,lagi banyak masalah ya?" tanya Mommy lalu duduk di samping Daddy.


Daddy menghela nafas yang terasa sangat berat.


"Daddy memikirkan Winara Mom" jawab Daddy.


"Ada apa dengan Winara?" tanya Mommy.


"Winara menutup pintu hatinya untuk para lelaki.Perlakuan Demian padanya menorehkan luka dan itu membuatnya trauma" jawab Daddy.


"Winara masih muda Daddy,baru dua puluh empat tahun.Biarkan dia menghabiskan masa mudanya dengan apa yang dia suka.Kita sebagai orang tua hanya perlu memantaunya saja" tutur Mommy.


"Bagaimana dia bisa menikmati masa mudanya Mom,teman dekatnya saja cuma Adis dan Adis sudah mengkhianatinya.Ve sebentar lagi akan menikah,siapa yang akan menemaninya kesana kemari.Pasti nanti dia lebih suka berdiam diri di rumah"tutur Daddy.


"Yura dan Yuna saja yang usianya di bawah Winara sudah menikah,bahkan mereka sudah punya anak" kata Daddy.


"Kita lanjutkan nanti obrolannya,kita shalat maghrib dulu yuk" ajak Mommy.


Daddy beranjak dari kasurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk berwudhu.Mommy mengikutinya dari belakang.Selesai berwudhu mereka langsung shalat berjamaah.


*


*


Winara memasuki rumah Rey dengan lesu,sungguh pertanyaan kapan menikah sangat mengganggu pikirannya.


"Maaf,anda siapa?" tanya Mala.


Winara mengerutkan keningnya saat melihat ada orang asing di rumah Kakaknya.


"Kamu siapa?" Winara balik bertanya.


"Saya Mala,pembantu di rumah ini" jawab Mala.


"Oh" kata Winara.


Rey menuruni tangga lalu berjalan menghampiri Winara,"Sama siapa Win?" tanya Rey.


"Sendiri" jawab Winara.


"Kak Rani mana?" tanya Winara.


"Ada di kamarnya" jawab Rey.

__ADS_1


Winara melewati Rey dan Mala begitu saja lalu berlari ringan menaiki tangga menuju kamar Rey.


"Maaf ya Mala,tidak seperti biasanya Winara seperti itu" ucap Rey pada Mala.


"Tidak apa-apa Mas.Tapi,dia tadi siapa ya?" tanya Mala.


"Namanya Winara,adik perempuan saya" jawab Rey.


Rey memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Winara sedang rebahan di kasur sambil memejamkan matanya.


"Ada apa Win?" tanya Rey.


Rey duduk di samping kanan Winara,sedangkan Rani duduk di samping kirinya.


"Apa Winara sudah pantas menyandang jabatan sebagai perawan tua?" tanya Winara.


"Siapa yang bilang kalo Winara perawan tua?" Rey balik bertanya.


"Semua orang bertanya kapan Winara menikah,mereka bilang usia Winara sudah cukup matang untuk menikah" oceh Winara.


Rey membelai puncak kepala Winara dengan lembut,"Jangan dengarkan apa kata mereka,jalani aja dengan santai" kata Rey.


Winara mendudukkan tubuhnya di kasur,lalu memandang wajah Rey dengan mata berkaca-kaca.


"Kalo orang lain yang ngomong Winara gak peduli Bang,tapi ini Daddy dan Mommy" tutur Winara lirih lalu menunduk.


"Winara dengar sendiri tadi saat hendak ke kamar Daddy.Daddy kelihatan sedih karena Winara belum juga menikah"sambung Winara.


"Mungkin Daddy hanya khawatir saja,bukan bermaksud memaksa agar kamu segera menikah" kata Rani dengan lembut.


"Kakakmu benar Dek,wajar sebagai orang tua kalo Daddy khawatir.Apalagi semenjak hubunganmu retak dengan Demian,kamu seolah tidak mau lagi berhubungan dengan lelaki lain kecuali dengan Abang-abangmu" tutur Rey.


"Winara masih takut Bang,Winara belum siap untuk kembali terluka" kata Winara.


"Sayang,dengarkan Abang.Tidak semua laki-laki seperti Demian.Masih banyak laki-laki yang lebih baik darinya.Jangan beranggapan kalo semua laki-laki itu sama.Mulailah belajar untuk menata hati" kata Rey.


"Malam ini Winara tidur sini ya" kata Winara.


"Terserah kamu saja.Jangan terlalu di pikirkan,nanti kamu stres" nasehat Rey.


"Iya Bang" kata Winara.


Winara turun dari kasur lalu melangkah keluar kamar.


"Kasihan Winara,sayang" ucap Rani.


"Tidak seharusnya Daddy menekan Winara seperti itu.Kalo Winara stres bagaimana,kan Daddy juga yang repot" kata Rey.


Rani menghela nafasnya,"Aku kangen Naya" ucap Rani.


"Besok kita ke rumah sakit" kata Rey.


Rani mengangguk.


"Tidurlah,sudah malam.Aku keluar sebentar" kata Rey.


Rani merebahkan tubuhnya,Rey menarik selimut lalu menutupi sebagian tubuh Rani.


"Aku segera kembali" ucap Rey lalu mengecup kening Rani dengan lembut.


Rey keluar dari kamarnya lalu melangkah ke garasi.Dengan mobilnya dia pergi dan tidak tau kemana.

__ADS_1


__ADS_2