Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Mati Suri


__ADS_3

"Sial malam pengantin bukannya dapat jatah malah di siram air seember" gerutu Andre sambil masuk ke ruangan kerja Rey.


"Kamu kenapa pagi-pagi udah kayak radio rusak,tidak sanggup menandingi Ema?" tanya Rey.


"Menandingi apanya,baru nikah sehari udah dianiaya" jawab Andre lalu duduk bersandar di sofa.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka,Thomas masuk ke dalam.


"Eh ada pengantin baru,udah masuk kerja aja.Gak bulan madu bos" kata Thomas.


"Bulan madu yang manis bisa-bisa berubah jadi racun" kata Andre.


Thomas menyudahi obrolannya karena pagi ini dia harus pergi keluar kota,setelah semua sudah selesai di persiapkan Thomas pun pergi meninggalkan Andre yang sedang suntuk.


"Ema ikut ke kantor?" tanya Rey.


"Tidak,dia sekarang menjadi ratu yang di puja-puja di rumah dan aku tersingkirkan begitu saja" jawab Andre sedikit kesal.


"Trus tadi pagi Ema melakukan apa padamu,kok kamu jadi bete begitu?" tanya Rey.


"Ema membangunkanku dan mengajakku shalat,aku iyakan ajakannya tapi bukannya berwudhu aku lanjut tidur di bathub lalu dia masuk dan menyiramku dengan air satu ember" jawab Andre.


"Trus kamu marah,emosi,trus mau ninggalin Ema begitu saja?" tanya Rey.


"Ya enggaklah,aku santai saja lalu keluar dari kamar mandi dan aku biarkan dia mengomel seperti radio rusak" jawab Andre.


"Aku heran sama kamu Andre kenapa bisa berubah drastis,padahal kamu dulu terkenal patuh dan rajin beribadah tapi kenapa sekarang jadi hancur seperti ini.Sebenarnya apa yang membuatmu jadi begini?" tanya Rey.


Andre terduduk lesu di sofanya,"Semua berawal saat aku tinggal bersama nenek dan kakekku Rey,mereka terlalu memanjakanku.Apalagi semenjak sekolah kita habis terbakar dulu dan kita berpisah karena harus pindah sekolah,tidak ada yang mengingatkanku.Nenek dan kakek terlalu sibuk dengan urusannya,aku di manjakan dengan uang dan harta,semua yang aku mau pasti di kabulkan.Aku terlena dan lupa apa yang jadi tujuan hidup kita" tutur Andre.


"Lalu apa yang membuatmu menjadi pemain perempuan?" tanya Rey.


"Kamu ingat Rey saat sekolah kita mengadakan acara di puncak,tapi waktu itu kamu tidak ikut karena sakit.Ada yang menjebakku dengan cara membubuhkan obat perangsang ke dalam minumanku dan aku memperkosa seorang gadis yang bekerja sebagai pelayan villa di puncak" jawab Andre.


"Itu bukan alasan Andre,pasti ada alasan lain" kata Rey.


"Sejak itu aku ketagihan Rey,aku mencari rasa yang sama seperti malam itu tapi aku tidak mendapatkannya.Hingga akhirnya aku kembali bertemu dengan pelayan itu,sejak saat itu aku terus memikirkannya.Tapi anehnya sejak aku bertemu kembali dengan pelayan itu aku kehilangan keperkasaanku.Aku berulang kali mencoba tapi tetap saja juniorku tidak mau berdiri.Aku sedih tapi tidak aku perlihatkan pada kalian,yang lebih sedih lagi ternyata pelayan itu sama sekali tidak mengenalku" ungkap Andre.

__ADS_1


"Lalu dimana sekarang pelayan villa itu?" tanya Rey.


"Dia ada di rumahku,menjadi ratu yang sedang di puja oleh keluargaku,orang yang sudah menyiramku dengan seember air tadi pagi" jawab Andre.


Rey membulatkan matanya tidak percaya,"Maksud kamu orang itu adalah Ema?" tanya Rey.


"Iya,dia Ema.Gadis yang aku renggut mahkotanya karena ulah jail teman-temanku.Sebenarnya teman-teman menjebakku agar aku tidur bersama Kina,tapi saat obat itu bereaksi Kina tidak ada di tempat,saat aku kembali ke villa aku bertemu Ema yang sedang menyiapkan kamar untuk kami.Aku langsung menariknya masuk ke dalam kamar dan aku menggarapnya sampai pagi.Karena pagi harinya rombongan harus kembali pulang,aku meninggalkannya begitu saja.Hanya wajahnya yang aku ingat" tutur Andre.


"Tapi kenapa saat kamu menciumnya dia bilang itu ciuman pertamanya?" tanya Rey bingung.


"Karena di malam itu aku tidak mencium bibirnya,aku main tancap saja" jawab Andre.


"Sadis kamu Andre" kata Rey sambil geleng-geleng kepala.


Andre menerawang menatap langit-langit ruangan kerja Rey.


"Apa karena itu kamu selalu mengajak kami ke villa itu dengan alasan liburan?" tanya Rey.


"Iya" jawab Andre.


"Kenapa kisahmu hampir sama dengan kisah Om Wildan" celetuk Rey.


"Lalu bagaimana caramu menjelaskan pada Ema?" tanya Rey.


"Entahlah,aku belum menemukan alasan yang tepat dan aku juga belum memikirkan jawabannya jika nanti Ema bertanya kenapa semua bisa terjadi" jawab Andre.


"Lebih baik kamu jelaskan saja semuanya pada Ema,lebih baik jujur tapi menyakitkan dari pada berbahagia tapi penuh kebohongan" kata Rey.


"Aku belum siap untuk kehilangannya untuk yang kedua kali Rey,aku belum siap" ujar Andre lirih.


Rey tertegun melihat Andre,sepanjang sejarah selama mereka berteman baru kali ini Rey melihat Andre serapuh ini.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka,Ema masuk ke ruangan itu.


"Ema"seru Rey dan Andre bersamaan.


"Kalian kenapa melihatku seperti itu,seolah sedang melihat hantu saja" oceh Ema.

__ADS_1


"Ti...tidak ada apa-apa" jawab Andre terbata-bata.


"Ada apa sih?" tanya Ema bingung.


"Andre merasa sedih karena tadi pagi kamu menyiramnya,dia baru saja curhat padaku" jawab Rey.


"Hanya karena itu Andre sampai menangis?" tanya Ema lagi.


"Kamu ya malam pertama bukannya lemah lembut malah berbuat kejam padaku" kata Andre.


"Itu masih mending aku siram air seember,lain kali aku akan menyirammu dengan air cuci piring yang banyak sambelnya" tutur Ema.


"Sadis amat Yang" kata Andre dengan nada manja.


"Ayo pulang,Ayah sedang menunggu kita di bawah" kata Ema.


"Kamu datang ke sini sama Ayah?" tanya Andre.


"Iya,kata Ayah kalo aku pergi sendiri nanti aku kabur" jawab Ema lalu keluar dari ruangan itu.


"Ndre hati-hati salah sedikit kamu bisa dimakannya" bisik Rey.


"Doakan aku semoga selamat Rey" kata Andte lalu berlari keluar untuk menyusul Ema.


"Kasihan sang casanova,nasibnya berakhir tragis" gumam Rey.


Rey kembali duduk di kursinya dan melanjutkan kembali pekerjaannya yang tadi sempat tertunda.


"Ah aku jadi tidak bisa konsentrasi bekerja gara-gara casanova malang itu,lebih baik aku pulang saja lah.Bertemu dengan Istri tercintaku bisa mengembalikan semangatku dalam hal apapun" kata Rey.


Rey mengemasi peralatan kerjanya yang ada di atas meja,setelah itu dia langsung keluar dari ruang kerjanya menuju ke parkiran.


Rey mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya,di sepanjang perjalanan Rey berdendang ria sambil mengangguk-anggukan kepalanya.Tidak lama kemudian dia sampai di rumahnya dan Rani sedang menyiram bunga di taman.


"Sudah pulang Rey baru pukul sepuluh pagi,apa ada yang tertinggal?" tanya Rani.


"Ada" jawab Rey lalu memeluk Rani dari belakang.


"Hatiku yang tertinggal" bisik Rey di telinga Rani.

__ADS_1


__ADS_2