
"Temani aku ke hotel" pinta Andre sambil mengemudikan mobilnya.
"Mau ngapain,jangan macam-macam ya" kata Ema.
"Tenang aja aku gak akan macam-macam kok,cuma satu macam aja" kata Andre sambil tersenyum menggoda.
"Ogah ah,anterin aku pulang atau turunin aku di sini" pinta Ema.
Andre menghela nafasnya lalu menepikan mobilnya,Andre memutar tubuh menghadap Ema,"Please Ma,tolong aku sekali ini aja" Andre memohon.
"Tapi kenapa harus di hotel?" tanya Ema.
"Nanti juga kamu bakalan tau" jawab Andre yang langsung mengemudikan mobilnya ke arah hotel.
"Andai kamu tau Ema semenjak aku kenal lebih dekat denganmu,seleraku hilang pada gadis-gadis di luar sana" gumam Andre dalam hati.
Andre memarkirkan mobilnya begitu saja di depan hotel lalu mengajak Ema masuk ke hotel.
"Tunggu tunggu mau ngapain kita masuk ke kamar?" tanya Ema.
Andre menatap Ema dengan tajam membuat Ema salah tingkah.Andre membuka pintu kamar hotel lalu menarik tangan Ema agar ikut masuk.
"Hai...sa....yang" kata Seorang gadis tanpa busana di dalam kamar hotel itu,dia terkejut melihat Andre datang bersama Ema.
"Kenakan pakaianmu dan cepat pergi dari sini" usir Andre.
Ema sendiri sudah bersembunyi di belakang Andre,bukan takut melainkan merasa malu melihat gadis di depannya.
"Andre apa maksudnya ini?" tanya gadis itu.
"Bukankah sudah kukatakan berulang kali kalo aku sudah menemukan gadis pilihanku dan aku akan menikah dengannya" kata Andre.
"Kamu memang brengsek Andre" umpat gadis itu lalu dengan cepat memakai pakaiannya dan pergi.
Huft....Andre menghela nafasnya lalu menghempaskan tubuhnya di kasur.
"Andre kenapa malah tidur sih,ayo pulang" kata Ema.
"Aku capek dan ngantuk,aku tidur sebentar saja" kata Andre.
Ema mengerucutkan bibirnya lalu duduk di sofa.
.
.
"Udah pukul sembilan kok Ema belum pulang juga Rey,apa dia lembur?" tanya Rani.
Rey mengecup puncak kepala Rani,"Andre membawanya ke hotel" jawab Rey santai sambil tetap melihat tivi di depannya.
Rani yang tadinya nyaman bersandar di dada Rey pun menjadi kaget saat mendengar jawaban Rey.
"Apa mereka berbuat macam-macam dan sudah melakukan hal di luar batas?" cecar Rani.
__ADS_1
"Aku tidak tahu sayang,itu urusan mereka berdua.Aku tidak bisa terlalu ikut campur urusan masalah pribadi mereka" jawab Rey.
Rani menghela nafasnya dan kembali bersandar di dada Rey.
"Kamu belum ngantuk?" tanya Rey.
Rani menggeleng.
"Jangan terlalu di pikirkan,mereka sudah besar dan dewasa,mereka tau apa yang harus mereka lakukan" ujar Rey.
"Oh iya aku hampir aja lupa,bagaimana hasil chek up tadi apa juniorku baik-baik saja di dalam sini?" tanya Rey.
"Dia baik-baik saja dan sangat aktif di dalam" jawab Rani.
"Anak pintar" ucap Rey sambil mengelus perut Rani.
"Rey" panggil Rani.
"Hemmm" jawab Rey yang tetap fokus melihat acara tivi di depannya.
"Sayang" panggil Rani lagi.
Rey mengalihkan pandangannya ke arah Rani,"Ada apa hemmm?" tanya Rey sambil tersenyum.
"Aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Rani.
"Apa pun yang kamu minta,pasti akan kuturuti" jawab Rey.
"Janji" jawab Rey.
"Emangnya kamu mau minta apa?" tanya Rey.
"Minta gendong dari sini sampai ke kasur" jawab Rani.
"Hanya itu?" tanya Rey.
Rani mengangguk.
"Jangankan cuma ke kasur yang jaraknya cuma dua meter,ke bulan Abang jabanin" kata Rey.
"Oh so sweetnya Babang Rey ku ini" kata Rani.
"Asal jangan minta es cendol saja" gumam Rey lalu menggendong Rani dan membawanya ke kasur.
Rani yang sudah tidak sanggup menahan kantuknya pun langsung tertidur,Rey mematikan tivinya baru kemudian tidur sambil memeluk Rani.
"Selamat tidur sayang" ucap Rey setengah berbisik kemudian tertidur.
Pagi harinya,Rani sudah sibuk dengan urusan dapur dan Rey duduk di meja makan.
"Sarapan apa pagi ini Chef?" tanya Rey.
"Nasi goreng saja ya,stok makanan habis dan aku belum sempat berbelanja" jawab Rani sambil menghidangkan nasi goreng di atas meja.
__ADS_1
"Jam berapa pulang malam tadi?" tanya Rey pada Ema yang baru saja datang di meja makan.
"Jam sebelas malam" jawab Ema.
"Kalian ngapain ke hotel?"tanya Rey lagi.
"Biasalah Si Andre nemuin para gadis ulet bulunya,udah gitu eh dia malah enak-enakan tidur" oceh Ema dengan wajah kesal.
"Kamu sih di ajak nikah gak mau" ujar Rey.
"Andre ngajak Ema menikah?" tanya Rani.
"Kamu pikir coba Rey siapa yang mau nikah ama playboy yang tiap hari tiap jam gonta-ganti pasangan" tutur Ema.
"Kamu tau dari mana?" tanya Rani.
"Tau lah aku kan sering di ajak ke hotel,dianya ngamar aku jadi nyamuk di restoran hotel"jawab Ema.
"Tapi aku yakin setelah dia ngungkapin perasaannya sama kamu,dia gak ngamar lagi.Dia sudah jauh berubah" tutur Rey.
"Emang iya sih dan semalam juga dia gak ngamar,dia ngajak aku ke hotel untuk ngusir perempuan yang udah polos tanpa baju di kamar hotel,setelah perempuan itu keluar dia malah tidur" ujar Ema.
"Ya mudah-mudahan saja dia benar-benar berubah Ma,gak ada salahnya kan menikah dengan bajingan yang sudah insyaf.Dari pada nikah sama orang sok alim,eh setelah menikah ternyata malah bajingan" kata Rani.
"Oya Rey hari ini aku gak ke kantor ya,tolong bilang sama Andre.Badanku capek semua nih" kata Ema.
"Ya sudah kalo gitu,nanti aku sampaikan ke Andre" kata Rey.
"Kamu temenin aku belanja aja ya?" pinta Rani.
"Oke deh,tapi aku mandi dulu ya.Aku belum mandi" kata Ema dan di balas anggukan oleh Rani.
Rey beranjak dari duduknya karena akan pergi ke kantor,"Pikirkan lagi,Andre bersungguh-sungguh berniat menikahimu karena Om Wildan pernah membahas soal ini sama Daddy" ujar Rey sambil menepuk bahu Ema.
Rani mengantar Rey sampai ke mobilnya,"Hati-hati sayang,I Love You" ucap Rani lalu mencium punggung tangan Rey.
"Love You too sayang" balas Rey.
Rey mulai mengemudikan mobilnya menuju ke arah kantor,setelah mobil Rey sudah tidak terlihat barulah Rani masuk ke rumahnya.
Rani mengambil keranjang belanja di dapur kemudian duduk di teras untuk menunggu Ema.
"Aku bingung Ran" ujar Ema lalu duduk di samping Rani.
"Bingung apa lagi sih?" tanya Rani.
"Aku takut setelah menikah Andre tetap seperti itu" jawab Ema.
"Rey pernah cerita sama aku,dulu Om Wildan juga begitu sama seperti Andre sekarang tapi setelah menikah dengan Tante Arumi Om Wildan berubah dan tidak pernah lagi yang namanya menemui para kucing liar di luaran sana.Aku yakin nanti Andre juga akan sama seperti itu,apalagi kalo dia sudah berani memintamu pada Daddy" tutur Rani.
"Akan aku coba" ucap Ema.
"Usiamu sudah tidak lagi muda Ema,kamu mau jadi perawan tua" kata Rani dan Ema pun menggelengkan kepalanya.
__ADS_1