Cinta Masa Silam

Cinta Masa Silam
Kerang Bulu


__ADS_3

"Rey,aku ingin menggendongnya" ujar Rani saat mereka melihat Nayyara dari luar ruangan.


"Nanti kamu juga akan menggendongnya" kata Rey.


"Apa kamu sudah pernah menggendongnya Rey?" tanya Rani.


Rey berjongkok di depan Rani,"Aku Papanya,tentu saja aku sudah pernah menggendongnya dan aku juga yang mengadzaninya" jawab Rey.


"Apa kamu bahagia Rey?" tanya Rani.


"Sangat-sangat bahagia" jawab Rey.


"Aku hanya bisa memberimu Naya saja,aku tidak bisa memberinya adik" ujar Rani.


"Naya saja sudah cukup bagiku,yang terpenting keselamatan dan kesehatan kalian berdua" tutur Rey.


Rani meneteskan air matanya saat melihat Naya menangis di dalam kotak kacanya.


"Rey lihatlah Naya menangis" kata Rani.


Rey berdiri lalu melihat ke arah Naya,"Dia anak yang pintar,dia bisa merasakan kalo kita sedang ada di dekatnya" tutur Rey.


"Rey" sapa Daddy yang baru saja datang.


"Daddy datang sama siapa?" tanya Rey.


"Sama Mommy,tapi Mommy menunggu di kamar rawat Rani" jawab Daddy.


"Rani,kenapa kamu menangis.Apa Rey menyakitimu?" tanya Daddy.


"Daddy kalo ngomong suka sembarangan,mana mungkin Rey menyakiti Rani.Yang benar saja" omel Rey.


"Jadi,kenapa Rani bisa menangis?" tanya Daddy lagi.


"Rani ingin menggendong Naya Dad" jawab Rani lirih.


"Naya? Naya siapa?" tanya Daddy bingung.


"Nama anak kami Nayyara Nafisa Daddy,dan Naya itu adalah nama panggilannya" jawab Rey.


"Astaga nama cucu sendiri aku bisa tidak tau" kata Daddy.


Daddy mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang.


Daddy melihat ke dalam ruangan kaca,hatinya menghangat saat melihat naya bergerak dengan aktif di dalam kotak kaca.


"Permisi Tuan Elang,ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter.Seorang perawat datang bersamanya.


"Tolong keluarkan cucuku,aku ingin menggendongnya" perintah Daddy.


"Bawa bayinya keluar" perintah Dokter pada perawat.


Perawat mengangguk lalu masuk ke dalam ruang kaca.


"Apa tidak berbahaya jika dia di bawa keluar Dok?" tanya Rani.


"Kesehatannya sudah mulai membaik,nafasnya juga sudah lancar.Dia anak yang hebat" puji Dokter.


Perawat datang lalu menyerahkan Naya pada Rani.Rani menerimanya dengan perasaan haru.


"Terima kasih sayang,kamu sudah bertahan untuk Papa dan Mama" ucap Rani.


Naya bergerak dan mulutnya komat-kamit seolah menanggapi ucapan Rani.


"Hei kenapa menangis?" tanya Rey.


"Aku bahagia Rey,sangat bahagia.Aku tidak mengira jika akhirnya aku bisa punya anak" jawab Rani.


Rey mengelus pipi Naya menggunakan jarinya,"Dia sangat mirip denganmu sayang" kata Rey.


"Berarti aku sangat beruntung" kata Rani sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tapi matanya mirip denganku" kata Rey dengan bangga.


"Semua yang ada di wajahnya mirip denganmu Rey,hanya kerang bulunya saja yang sama dengan Rani" celetuk Daddy lalu pergi.


"Kerang bulu?" tanya Rani.


"Sarang belut" kata Rey sambil tersenyum.


"Astaga Daddy,ada-ada saja" kata Rani sambil geleng-geleng kepala.


"Sudah cukup sayang,dia harus kembali ke tempatnya" kata Rey.


"Adek bobok di boks lagi ya,nanti kalo kita sudah pulang ke rumah baru Mama gendong lagi" oceh Rani.


Perawat kembali meletakkan Naya di boks kacanya.


"Ayo,kita kembali ke kamar" ajak Rey.


"Tunggu sebentar Rey,aku belum puas melihatnya" kata Rani.


"Tapi ini sudah waktunya kamu makan siang sayang" bujuk Rey.


"Aku tidak lapar Rey" kata Rani.


"Mau lapar atau tidak kamu tetap harus makan,ingat kamu sekarang jadi pabrik Asi" kata Rey.


"Hemmm...aku lupa" kata Rani lalu menghela nafasnya.


"Besok kita kemari lagi" kata Rey.


Rani mengangguk.


Rey mendorong kursi roda Rani menuju ke kamarnya.


"Hai Kak,selamat ya.Maaf kami baru bisa datang hari ini" ucap Imelda.


"Tidak apa-apa,kalian datang saja Kakak sudah senang" balas Rani.


"Mana Kiandra?" tanya Rey pada Imelda.


"Kiandra pergi menemui kepala rumah sakit bersama Opa dan Daddy Bang" jawab Imelda.


"Mommy meminta mereka pindah kemari,agar kita semua bisa berdekatan" tutur Mommy.


"Baguslah kalo begitu,jadi kita bisa sering-sering berkumpul" kata Rey.


"Oya bagaimana,sudah isi belum?" tanya Rani pada Imelda.


"Belum Mbak" jawab Imelda sambil tersenyum.


"Gak apa-apa,masih muda masih banyak waktu" Mommy menimpali.


Makanan milik Rani datang,Rey langsung menyuapinya.


"Mommy sama Melda pulang ya,Mommy mau membantu Melda mengemasi rumah barunya" pamit Mommy.


"Baiklah kalo begitu,hati-hati di jalan Mom" pesan Rey.


Mommy dan Imelda keluar dari ruang rawat Rani.


"Minum obatnya sayang" kata Rey.


"Hemmm" Rani mendehem saja.


Setelah meminum obatnya Rani kembali merebahkan tubuhnya di kasur.


"Kamu tidak makan Rey?" tanya Rani.


"Nanti aku akan makan,sekarang kamu tidurlah" kata Rey.


Rani mengangguk lalu mulai memejamkan matanya yang sudah mengantuk efek obat yang baru saja di minumnya.

__ADS_1


Ceklek


Daddy membuka pintu lalu masuk ke ruangan itu.


"Rani tidur?" tanya Daddy.


"Iya Dad" jawab Rey.


Daddy duduk di sofa lalu Rey menghampirinya.


"Dokter bilang besok Rani sudah boleh pulang,tapi Naya tetap tinggal.Dia masih butuh perawatan secara intensif" tutur Daddy.


"Butuh waktu berapa lama lagi Naya harus di rawat Dad?"tanya Rey.


"Sekitar dua minggu" jawab Daddy.


"Kenapa lama sekali? tidak bisakah Naya pulang bersama kami besok?" tanya Rey.


Daddy menggeleng,"Tidak bisa Rey,jika kita membawanya pulang sekarang itu sangat berbahaya bagi kesehatannya" jawab Daddy.


"Tapi Dokter bilang tadi kesehatannya mulai membaik" kata Rey.


"Cermati dan pahami Rey.Mulai membaik,berarti belum benar-baik dan juga belum sepenuhnya sehat" tutur Daddy.


"Rani pasti sedih jika Naya harus tetap tinggal" ujar Rey.


"Ini semua demi kesehatan Naya.Lagipula,Rani bisa datang kemari untuk memberinya Asi" kata Daddy.


"Benarkah Dad?" tanya Rey.


Daddy mengangguk.


Rey sedikit lega saat mendengar kalo Rani tetap boleh datang dan memberi putri kecilnya Asi.


*


*


Thomas sedang membawa Alana ke sebuah butik,mereka mencari baju untuk acara wisuda minggu depan.


"Hai,Thomas.Siapa yang kamu bawa?" tanya pemilik butik.


"Namanya Alana Tante,dia calon istri Thomas" jawab Thomas.


"Cantik sekali kamu sayang" puji pemilik butik.


"Siapa namamu?" tanyanya.


"Alana Tante" jawab Alana.


"Mau cari baju apa?" tanya pemilik butik lagi.


"Baju untuk acara wisuda Tante,yang simpel saja tapi elegant" pinta Thomas.


"Tante punya,ayo ikut Tante" ajak Pemilik butik.


Alana mengikuti pemilik butik ke sebuah ruangan,sedangkan Thomas memilih duduk di sofa sambil membaca koran yang ada di meja.


"Ardan dan teman-temannya di grebek karena sedang berpesta?" Kok aku tidak mendapat berita apapun" gumam Thomas.


Thomas mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang lewat ponselnya.


"Hallo bos,ada apa?" tanya seseorang dari sebrang telpon.


"Aku membaca berita koran hari ini,di sini tertulis Ardan tertangkap tadi malam.Apa benar?" tanya Thomas.


"Iya Bos.Kami menemukan banyak barang bukti dan juga gadis-gadis yang dijadikan budak oleh mereka" jawab Orang itu.


"Baiklah.Terima kasih informasinya" ucap Thomas lalu memutuskan panggilan di ponselnya.


Thomas mencari info lebih lanjut berita tentang Ardan di jejaring sosial,sembari menunggu Alana yang sedang fitting baju yang akan di pakainya saat wisuda besok.

__ADS_1


__ADS_2