Cinta Zahra

Cinta Zahra
takdir ku


__ADS_3

Zahra kini sedang berdandan, dandanannya tidak begitu menor, sederhana namun elegan dalam selera orang kalangan atas mungkin ini akan terlihat sangat cocok karena dengan lekukan tubuh Zahra yang indah serta kesopanan Zahra yang mewakili sikap seorang bangsawan.


"nak ini adalah pertama kalinya untukmu maafkan aku, ada tamu istimewa dikamar 109, aku sengaja mengutusmu dia adalah aria Adiwijaya orang terkaya di Asia, aku berharap kamu melakukan yang terbaik, cepatlah," Octa menyuruh Zahra bergegas dan memang ia sengaja menaruh Zahra pada keluarga Adiwijaya karena Adiwijaya adalah keluarga yang terkenal dengan kekayaannya yang menganggap puluhan juta hanya diujung kuku saja nilai nya, ia berharap ini dapat membantu Zahra dengan sangat cepat.


dengan langkah yang penuh gemetar Zahra melangkah menuju kamar tersebut, ia mendengar suara seorang pria yang sedang mabuk, didalam ruangan itu dan begitu mengamuk dalam keadaannya yang memabukkan.


"tuan aria tenanglah, nona akan segera datang," kata seorang pria lainnya yang senantiasa akan selalu berada disisi tuan nya.


"panggil dia cepat!!," suara Pria bermarga Adiwijaya itu memenuhi ruangan, dan bergeming. Sehingga membuat Zahra yang mendengarnya merasa takut seketika, perlahan Zahra memasuki ruangan dan menatap kedua pria itu.


Zahra tengah berdiri dengan tubuh gemetar, Aria yang melihat kedatangan Zahra langsung berlari menuju Zahra dengan oleng dan memeluk nya, Zahra berusaha memapah tubuh Aria yang terasa begitu berat terlebih dalam keadaannya yang sekarang, bau alkohol yang begitu menyengat membuat Zahra menahan nafas berkali kali.


"angel, angel kembalilah padaku, berhenti dengan pekerjaan ini jadilah wanitaku, aku akan menikahimu akan kusingkirkan semua halangan termasuk ibuku," pinta Aria Adiwijaya seolah olah semua bisa terjadi semudah membalikkan telapak tangan.


apakah dia mengira aku orang lain?, apakah yang dicarinya adalah wanita yang bekerja disini?, apakah itu kekasihnya?. Pertanyaan itu keluar dari pikiran Zahra mungkin memang seharusnya ia terdiam dan tak banyak melakukan apa apa.


Zahra terdiam, lalu pelayan yang terlihat seperti sekretaris Aria, pergi meninggalkan mereka berdua.


Aria mengecup pelan Zahra, ia memeluk erat tubuh Zahra, dan sekarang tubuhnya telah dibuat terbaring oleh Aria, Zahra hanya pasrah menelan ludah, bayangannya hanya tertuju kepada anaknya.


" kenapa?, kenapa kau tak se agresif saat menggodaku angel?, katakan, hah apakah kau menjadi pendiam dan kaku saat telah mencoba untuk menghibur begitu banyak lelaki tua disini? haha," begitu terasa tubuh Zahra yang kaku dan gemetar ketakutan, namun Aria tak peduli serta melanjutkan aktivitas nya sesuka hatinya.


deg


apakah aku juga akan seperti orang yang dikatakan, iya aku memang sudah terasa hina dari awal lalu apa yang ku inginkan?.


dua jam berlalu


***


"nyonya," hormat Yus sekretaris Aria kepada Tari Adiwijaya, ibu Aria Adiwijaya.


"minggir!! mana Aria, apakah dia.sedang bersama wanita tak tau diri itu?, bukankah sudah kubilang jangan biarkan aria pergi untuk mencarinya lagi, dia tidak pantas menjadi istri Aria,"

__ADS_1


"nyonya tuan sedang tidak.." sebelum Yus melanjutkan kalimatnya,.Tari telah menerobos masuk ruangan. Tari tertegun melihat pandangan dihadapannya sekarang ini. Tari mengangkat tangan tanda meminta Yus untuk diam yang telah mengikuti nya dari belakang.


Zahra kini yang sedang membersihkan makanan yang keluar dari mulut Aria dilantai karena efek alkohol yang terlalu banyak diminum aria, dengan tubuh Zahra yang hanya berbalut kain, Zahra mengelap tubuh aria dengan handuk dan air hangat. Tari tidak pernah melihat ada wanita yang begitu tulus terhadap aria.


Zahra yang baru sadar akan kehadiran Tari ia langsung terkejut.


" ma maaf,"


"tidak apa apa nak untuk apa meminta maaf, apakah anak ku melelahkan mu,"


Zahra yang mengetahui Tari ternyata ibu Aria langsung meraih tangan Tari dan mencium tangan Tari, tari yang kini terkejut dan tertegun.


dia wanita yang sama seperti yang lainnya di sini, melayani lelaki manapun yang membayarnya, tapi kenapa aku merasa auranya berbeda, lehernya tubuhnya penuh dengan tanda yang dibuat anak ku, tapi mengapa sikap hormat nya terasa begitu tulus bukan hanya permainan licik, dan siapa yang peduli selain dengan uang, dikamar layanan ini.


"apa yang kamu lakukan nak," akhirnya Tari memutuskan untuk bertanya langsung kepada Zahra untuk memastikan pikirannya


"maaf bu, saya hanya menjalani tugas saya," jawab Zahra dengan menundukkan kepalanya karena malu.


"tapi kamu bahkan membersihkan kotoran dan tubuhnya," bingung Tari yang ia rasa seharusnya ada pelayanan yang lain yang bertugas dalam bidang pembersihan seperti OB.


Zahra pun berlalu Mamuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan mengenakan pakaiannya.


"menarik, " guam tari, yang melihat sedikit perbedaan dari Zahra dengan yang lain.


beberapa saat kemudian...


Zahra keluar dengan pakaian seksinya dan dengan balutan kain untuk menutupi pakaian seksinya. Ia memeluk erat kain ditubuhnya untuk lebih menutupi lekuk tubuhnya dan melindungi nya dari udara yang lebih bebas memasuki tubuhya


"assalamualaikum bu aku pamit," salam Zahra pada Tari


"tunggu dulu nak ini tip mu malam ini, terimakasih telah melayani anak ku dengan baik," Tari memberikan sebuah cek dengan penuh senyuman berterima kasih.


Zahra terkejut melihat cek senilai 50juta, ia memeluk cek tersebut dan menangis.

__ADS_1


"terimakasih bu terimakasih,"Zahra pun pergi berlalu ia memutuskan untuk pergi ke rumah sakit tempat azan dirawat.


" selidiki dia cari tau tentangnya, dia tidak seperti gadis yang lainnya yang serakah akan uang," Perintah Tari dengan penuh keseriusan.


***


pagi tiba menyinari wajah aria dari jendela, masih dikamar yang sama, aria terbangun disambut dengan Tari yang menyodorkan air madu hangat untuk Aria, Aria menyambutnya dan meminum nya.


"ibu, bagaimana ibu,? ah angel mana angel, dia semalam, semalam dia bersamaku bu," Panik Aria mencari cari Zahra yang dikira nya adalah angel


"apakah kamu harus menjadi seperti ini hah!, dia hanya menginginkan kekayaanmu, jika dia masih belum puas dia juga akan meninggalkanmu dan mencari yang lain,"


"aku bersedia bu, apapun yang ia mau akan aku berikan,"


plakk


" harta bukan segala nya aria, sekejap mata bisa pergi meninggalkan mu, sadarlah, ibu tidak akan pernah merestui hubungan kalian,"


***


"dok ini cek untuk membayar perawatan azan tolong lakukan yang terbaik,"


"hmmh, kamu sungguh menyayangi anak mu, ini akan cukup untuk satu bulan kedepan, untuk perawatan nutrisi impor nya namun tolong di perhatikan juga untuk nutrisi vitamin dan cek up setiap minggunya ya." dokter yang kini mengerti apa yang dilakukan.Zahra, karena Zahra kini telah melepas hijabnya, berbeda saat ia datang mengantar Azan dengan pakaian yang begitu tertutup


"Leela sebentar lagi akan subuh, aku akan pulang sebentar untuk mengganti pakaian dan shalat subuh, nanti aku kembali tolong jaga azan sebentar lagi ya," pinta Zahra


"iya Zahra lagi pula Azan tidak merepotkan ku," jawab Leela dengan sepenuh hati


***


Zahra kini telah selesai membersihkan diri, ia melihat diri di cermin, iya mengepal tangannya, meraba tubuhnya memandangnya, yang kini telah penuh tanda merah, tak sadar Zahra telah menangis, meratapi nasibnya.


aku harus kuat apapun untuk azan akan aku lakukan

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2