
ini adalah pertama kalinya aria tidur bersama dengan Zahra entah mengapa jantung aria dan Zahra berdegup kencang meskipun azan berada ditengah tengah mereka menjadi batas pemisah diantara kedua nya. Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang bagi Aria dan Zahra karena terasa sepertinya keduanya tidak akan tertidur nyenyak karena jantung keduanya sama sama berdetak kencang.
Pagi telah tiba Zahra sedang ingin memasak didapur namun ternyata bahan bahan sudah habis, dan ia berniat untuk berbelanja bahan makanan. Aria yang melihat Zahra sudah siap pergi dengan Azan, menghampiri Zahra dengan penuh penasaran,.
"Ra mau kemana?," tanya aria
"ah iya aku mau pergi kepasar mas, mau titip sesuatu?," Tawar Zahra karena bisa saja Aria memang ingin menitipkan sesuatu untuk dibelanjakan
"ah bukan, bukan mau titip sesuatu cuma mau nanya aja, oh iya biar aku yang antar ya?," Aria menatap arah lain untuk mengusir kecanggungan
" tapi nanti mas kotor gimana? di pasar itu ngak sebersih dirumah loh mas,"
"ah gapapa yaudah tunggu bentar mau ambil kunci mobil sama siap siap,"
Zahra tersenyum mengiayakan dan juga merapikan Azan untuk bersiap siap.
sesampainya Zahra dipasar mereka disambut hangat oleh para ibu ibu penjual sayur dan bapak bapak penjual buah, banyak yang memuji mereka sebagai pasangan yang begitu serasi, dan dibalasnya dengan senyuman ramah, sesekali Zahra bercanda dengan Aria bahkan juga Azan saat sedang berbelanja keduanya benar benar telah tampak seperti sebuah keluarga.
"mas habis ini kita pergi makan mie ayam dulu ya? soalnya sudah lama sekali aku menginginkan nya tapi belum kesampean," pinta Zahra pada Aria.
"boleh saja asalkan rasanya enak," Aria membelai kepala Zahra dan merangkulnya, entah perasaan apa yang dirasakan Zahra saat ini, jantung yang tak beraturan serta suasana yang begitu menyenangkan, serasa hari begitu cerah saat ini ikut mewakili perasaan keduanya.
Dan pada akhirnya Zahra kini sedang berada ditukang mie ayam, bersama azan dan Aria, namun tiba tiba Aria mendapat telefon dari seseorang.
setelah beberapa saat Aria berbicara Zahra menyaksikan Aria yang terlihat seperti sedang mengkhawatirkan sesuatu.
"tunggu aku disana aku akan kesana, aku segera jalan sekarang juga ya jangan khawatir" jawab aria pada seseorang di serbang telepon.
"mas mau pergi?," tanya Zahra penasaran
"ah iya Ra, tunggu aku sebentar disini ya? nanti aku kembali okeh," Aria mengelus kepala Zahra dan azan.
Zahra tersenyum ia mengangguk, Aria pun berlalu pergi.
***
"mas Aria!!," teriak seorang wanita yang menghampiri serta memeluk aria.
"iya angel iya, kok bisa begini si kamu ngak kenapa Napa kan?" Aria melihat kesekeliling mobil angel yang mogok.
"mmh gak tau tadi tiba tiba pas angel mengemudi mobilnya berenti untung dipinggir jalan," Manja angel.
__ADS_1
"iya udah sekarang aku telepon montir dulu ya untuk memperbaiki mobil kamu, sekarang kamu ikut aku, udah makan belum?, makan yuk," ajak Aria.
"iya angel lapar banget, angel pengen makan di restoran yang biasa boleh iya,"
"iya ngak apa apa, mari kita pergi!!," gandeng aria pada angel.
"marii!!, "
****
Zahra menunggu Aria hingga hari sudah sore, azan terus merengek namun Zahra hanya pergi sesekali untuk membeli biskuit bayi dan bubur bayi, ia masih saja menunggu Aria berharap Aria akan datang.
"mbak, ini sudah mau magrib loh mbak, ngak mau pulang, mungkin suami mbak lagi sibuk," kata tukang mie ayam yang ikut prihatin melihat Zahra.
"ah iya bisa jadi dia sedang sibuk, baiklah bungkus mie ayam nya dua ya,"
"baik mbak," beberapa saat kemudian mie ayam nya jadi," ini mbak mie ayam nya,"
" ini bayar nya ya pak, ambil aja kembaliannya terima kasih banyak ya pak," senyum Zahra lalu pergi membawa barang barang belanjanya.
sesampainya dirumah, Zahra menyuruh simbok mengurus barang barang yang dibeli sewaktu dipasar.
"maaf lama ya mbok,"
Selesai shalat isya Zahra mendapati aria yang telah pulang dan siap ke kamar.
"assalamualaikum mas, sudah makan," Zahra mencium tangan Aria."kalau belum, makan mie ayam yuk, biar Zahra hangatkan, soalnya Zahra tadi udah pesan mie ayam untuk dibawa pulang,"
"mmh aku udah makan tadi sama angel, lain kali aja ya ra,"
"mmh, tadi mas ketemu angel," Zahra tersenyum menanyakan pertanyaan yang sebenarnya menyesakkan dada nya.
"iya tadi aku pergi itu karena dia, mobilnya mogok,"
"ohh, haha baiklah aku makan sama simbok kalo begitu,"
"maaf ya ra, oh iya tadi kamu nunggu lama ngak?,"
"ngak ko mas, azan nangis terus makanya pulang,"
"oh syukurlah,"
__ADS_1
setelah beberapa azan tertidur, Aria pergi kedapur untuk mencari Zahra dan benar ia menemukan Zahra sedang bersama dengan simbok yang sedang memakan mie ayam dan mendengar pembicaraan Zahra dengan simbok.
"non kenapa baru dimakan, mie nya sudah bengkak," kata simbok.
"hehe iya mbok tadi aku nunggu mas Aria dulu tapi ternyata mas Aria sudah duluan, "
"maaf non kan tadi sama tuan,"
"iya tadi ada urusan mbok,"
"oh hehe pasti asyik ya jalan jalannya sampe pulang magrib,"
"hehehe begitulah mbok,"
Zahra yang berniat membereskan piringnya, melihat Aria mendekat, Aria memegang tangan Zahra.
"ra tidur yuk dah malam, piringnya biar simbok yang beresin, "kata Aria sambil menggandeng Zahra
" iya non biar simbok saja, non istirahat saja," sahut simbok
Zahra tersenyum lalu mengikuti langkah Aria.
"Ra kamu nunggu sampe magrib tadi,?"
"ah itu,"
"jangan bohong,"
"gapapa mas gak usah dibahas ya, udah malam aku capek seharian tadi maaf ya," Zahra lalu bergegas tidur menarik selimut dan mematikan lampu.
"ra maafkan aku," ucap Aria sebelum tidur namun Zahra tak menjawab apapun dan tanpa sadar meneteskan air mata.
keesokan harinya Zahra sedang memasak didapur, ia mendengar suara ketukan pintu beberapa kali, Zahra memutuskan untuk membuka pintu setelah mencuci tangan menggunakan sabun, dan mengenakan kerudung.
Namun, ternyata angel lah yang datang bertamu untuk menemui Aria, Zahra menyambutnya dengan ramah dan mempersilahkan duduk, lalu pergi menuju dapur dimana disana ada simbok.
"mbok buatkan minuman untuk tamu kita ya, dan tolong panggil mas Aria bilang ada tamu, aku mau ajak azan pergi jalan jalan dulu,"
"baik non,"
saat minuman telah jadi simbok ingin mengantarkannya pada angel, alhasil simbok malah menemukan angel yang sedang memeluk aria, tak sengaja simbok menjatuhkan gelas dan minuman tersebut.
__ADS_1
"ma maaf tuan biar saya ganti minumannya,"
bersambung