Cinta Zahra

Cinta Zahra
step to end


__ADS_3

"langkah terakhir jika sudah merasa lembut kembali, langsung lamar ( karena dulu ngak pernah ngelamar pas mau nikah) dengan romantis, jangan tunggu lama lama yang ada nanti malah jadi jenuh, dimana aja kesempatan langsung sikat aja " aba aba dari Tini yang mengingatkan langkah selanjutnya setelah rencana sebelumnya terlaksana.


Satu minggu berlalu semenjak kejadian di kedai kopi. Aria dan Zahra sudah berbicara dengan damai satu sama lainnya tidak ada marah marahan ataupun ego ego an lagi. Bercanda dan bermain bersama, sementara itu disisi lain Andrean sedikit kesal karena beban di perusahaan semua nya kini ditumpuk kan padanya.


"Ra nanti malam kita dinner ya, nanti aku suruh supir jemput kamu, boleh ya?," ajak Aria sesuai instruksi dari Tinj


"iya boleh" Zahra mengangguk.


***


saat malam tiba Zahra tergesa gesa oleh Tini, yang menyibukkan diri untuk mendandani Zahra, membuat kan penampilan terkesima kelas atas ala ala Tini, Zahra hanya diam ia teringat pada Leela. ia tersenyum sendiri mengingat sahabatnya yang satu itu, karena Leela juga pernah memperlakukan hal yang sama Zahra seperti yang Tini lakukan saat ini.


"kenapa senyum Ra kamu terkesima kan?," tanya Tini dengan PD nya.


Zahra hanya tertunduk malu, hingga tersenyum sembari menggeleng gelengkan kepala.


"aku teringat salah satu sahabat aku juga di kota xx dia juga pernah mendandani aku habis habisan seperti ini, kalian sama sama pintar dalam penampilan," kata Zahra yang tersipu malu.


"eh mana ada, dimana mana Tini itu yang paling the best ngak ada yang bisa ngalahin style nya Tini." ucap Tini tak ingin dikalahkan.


"iya iya ya Allah segitunya," kata Zahra sembari penuh dengan tertawa lucu karena sahabatnya ini.


***


Zahra terdiam didalam mobil, jantungnya berdegup kencang seolah olah inilah kencan pertamanya dengan seorang pria yang dicintainya.


"nona silahkan kita sudah sampai, " Zahra dikejutkan dari lamunannya oleh supir yang menjemput nya. Yang kini tengah membuka kan pintu untuk Zahra.


Zahra jalan perlahan menuju lestoran mewah yang kini berada didepannya. sambutan demi sambutan yang menghampiri Zahra saat sampai, mulai dari para pelayan yang menyambutnya bak tuan putri, hingga lantunan irama musik melodi yang mengiringinya berjalan menuju Aria.


"ehem, akhirnya kau datang," Aria yang sudah siap sedang berdiri disamping kursi yang akan di duduki Zahra, ia terpukau melihat penampilan Zahra yang bagikan tuan putri, Aria menyambut Zahra dengan penuh senyuman.


ternyata ada gunanya juga uang ku pada bocah itu (tini),. batin Aria yang tidak menyangka.


Aria menarik bangku untuk mempersilahkan Zahra duduk, lalu mereka duduk bersama disebut lestoran yang begitu mewah yanh telah dipesan khusus hanya untuk Zahra pada malam ini.


makanan demi makanan dihidangkan, mulai dari makanan pembuka makanan, makanan utama hingga makanan penutup.


setelah 30 menit mereka selesai memakan makanan yang telah dihidangkan, hanya saja kini mereka berada pada suasana yang canggung, akhirnya Aria dengan gugupnya melangkah mendekat pada Zahra, yang membuat Zahra memiringkan duduknya untuk menyambut Aria yang menghampiri nya. Aria berlutut didepan Zahra sesuai yang diajarkan oleh Tini, dengan tangan gemetar Aria mengeluarkan cincin dari sakunya.

__ADS_1


"maukah kamu kembali lagi bersamaku?, kita jalani hidup bersama sama, berikan aku kesempatan sekalii lagi saja tak lebih untukku tak kan ku sia sia kan kamu lagi," Aria membuka kotak cincin untuk Zahra, menunggu jawaban dari Zahra.


"mh," Zahra mengangguk tak dapat berkata apa apa lagi bendungan air mata karena terharu tak tertahankan.


Zahra menangis sesenggukan menyaksikan Aria yang memasangkan cincin pada tangannya ia membelai wajah Aria, memeluk Aria mencium kening Aria.


"oh iya tapi bagaimana dengan angel?," tanya Zahra khawatir


"aku akan berbicara padanya nanti, dia sudah dewasa dia harus mengerti," jelas Aria.


"iya aku mengerti," angguk Zahra.


dreet dreet


getaran ponsel Aria mengejutkan suasana romantis mereka kala itu.


"heish anak ini, tidak bisakah jangan saat ini," gerutu Aria kesal


"ha ahahaha, angkat saja," Zahra tertawa sembari sesegukan mendengar Aria yang mengomel.


Aria melihat Zahra dengan tatapan tak rela lalu ia mengangkat teleponnya, namun dengan posisi membelakangi Zahra terduduk dilantai dan bersandar dipaha Zahra, Zahra mengelus pelan kepala Aria yang sembari berkali kali tangan sebelahnya diciumi oleh Aria.


"enak ya bos ngomel begitu, berat tau gak nih, yang seharusnya ke lima ahli waris keluarga berkumpul untuk menangani hal ini lah ini malah jadi aku yang terbebani, " geram Andrean.


"iya nanti aku pulang ko lusa aku kerja,"


"wah udah beres ni, hmmh okeh aku tunggu," Andrean menutup teleponnya.


***


Zahra terbangun dari tidurnya, ia mendapati Aria yang memeluknya dan Azan pula yang memeluknya dari sisi depan. Yah Zahra kini telah kembali pulang ke rumah sang suami.


Zahra masih teringat dengan wajah sahabatnya itu yang penuh dengan manja dan kesedihan melihat Zahra yang berpamitan karena sudah lama mereka tidak bertemu satu sama lain.


Zahra kini sedang didapur memasak makanan untuk Aria. Aria datang menghampiri Zahra dan memeluk nya dari belakang,ia menciumi pipi Zahra berkali kali.


"mmh mas, aku lagi masak,"


"mh gapapa lah aku kangen,"

__ADS_1


"hahahahaha, mas ini," Zahra tertawa yang membuat Aria semakin terpesona ia mencium bibir Zahra, namun baru saja ia mengecup nya ponsel Aria bergetar lagi.


"iiissshhhhhh apa lagi sih ni anak," geram Aria karena yang menelepon adalah Andrean.


"hei!!!!! ada apa ah!!," teriak Aria pada Andrean melalui telepon. Namun Aria terdiam setelah mendengar kata kata Andrean. Lalu menutup teleponnya.


"ra aku harus ke Amerika ada urusan yang begitu penting yang harus aku urus, kamu tau kan Ra sedikit saja kesalahan makan kerugian yang begitu melonjak akan terjadi bagi perusahaan keluarga besar,"


"mmh iya mas aku ngerti, mas kapan pergi,"


"sekarang, "


"ah sekarang?!!! " Zahra lalu bergegas membereskan barang barang untuk Aria seperti seorang ibu pada anaknya.


"mas sarapan dulu ya,"


"nanti aku sarapan disana,"


"paling tidak makan roti dulu sama minum susu,"


Zahra memberikan susu dan roti yang langsung dilahap oleh Aria sembari Zahra merapikan koper Aria, dan jas yang dikenakan oleh Aria, Ia mengerti jika harus pergi saat itu juga berarti keadaan sudah begitu mendesak.


"assalamualaikum wr.wb, " Aria menyalami Zahra lalu mengecup pelan Zahra.


"waalaikummusslm wr.wb mas, "


"tunggu aku ya!," teriak aria sembari berlari menuju mobil nya dan melambaikan tangan untuk Zahra.


Zahra tersenyum lalu masuk kedalam


ya allah lancarkan lah segala urusan suami hamba.


setelah beberapa saat


tingtong


bel berbunyi Zahra berlari untuk membuka pintu ia mengira mungkin Aria melupakan sesuatu yang penting, sehingga ia tak melihat melalui kamera siapakah yang datang.


"!!!! Devan!!,"

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2