Cinta Zahra

Cinta Zahra
hidup baru


__ADS_3

Zahra sedikit menangis diperjalanan ia pun tertidur, setelah kurang lebih dalam waktu satu setengah jam tertidur, ia pun terbangun dan melihat jam ditangannya.


sepertinya sebentar lagi akan mendarat, gumam Zahra dalam hati


dan ya pengumuman pendaratan telah didengar Zahra. Zahra pun turun dari pesawat melihat daerah sekitar, ia menyeret koper nya ke tempat duduk, ia melihat tempat penginapan di Google map.


dengan otak Zahra yang cerdas, Zahra berharap agar tidak dapat dibodoh bodhi ataupun di tipu karena sebagai pendatang baru.


Di kota xx mungkin tidak seluas kota asalku setidaknya disini tempat tinggal lebih murah harga sewanya, dan in shaa allah hidup disini lebih ringan. Yakin Zahra pada dirinya sendiri yang kini telah memasuki suasana yang baru


Zahra telah menyewa tempat, ia membeli beberapa peralatan memasak. Ia juga telah menyewa rumah untuk 3 bulan ke depan sebagai pijakannya untuk tinggal. dan berencana untuk melamar pekerjaan di kafe xx yang terkenal memiliki gaji yang lumayan, cukuplah untuk biaya makan sehari hari dan biaya sewa rumah.


dua hari kemudian...


"alhamdulillah akhirnya aku diterima kerja meskipun hanya menjadi pelayan dikafe tapi berkah, disini memang lumayan gajinya tapi, disini juga yah melayani minuman keras dan layanan plus plus, tapi kata menejernya disini beda layanan beda pekerjaan, jadi in shaa allah aman tanpa paksaan," Zahra berusaha meyakinkan diri sendiri dengan ketenangan dalam hatinya,"


" ya allah lindungi lah hamba jangan sampai kejadian itu terulang. " imbuh Zahra dalam hati.


***


"Zahra katanya buk bos mau bicara sama kamu, kamu dipanggil sama beliau, ditunggu di ruangannya ya," leela adalah teman baru Zahra selama seminggu ini, leela sudah sangat baik kepada Zahra, Zahra bersyukur akan kehadiran leela yang mengisi sedikit kekosongan dihati Zahra setelah kepergian nya dari tempat asal nya.


"hmmh ada apa ya leela?," Zahra bertanya dengan perasaan sedikit khawatir, ia takut ada kesalahan yang telah ia lakukan di tempat kerja.


"entah?," Leela hanya mampu menjawab seadanya karena dia sendiri pun tidak tau apa apa.


***


tok tok tok


" masuk,"


"iya buk, ibuk memanggil saya,"


buk octa adalah bos di kafe xx, ia menyediakan, berbagai macam layanan termasuk plus plus. Buk octa memperhatikan dari atas hingga bawah tubuh Zahra.

__ADS_1


" kamu Zahra,?"


"iya buk,"


" kamu tau kan disini kerjanya seperti ama, jika kamu menggunakan rok serta luaran tertutup, untuk menutupi kaos kafe xx apakah bisa bekerja dengan baik,"


" in shaa allah bisa buk,"


" tapi saya gak mau ya kalo pekerjaan kamu jadi kurang karena hal tersebut," tegas buk octa menerangkan.


" in shaa allah bisa ko buk, saya sudah biasa seperti ini, saya mohon kepercayaan ibuk,"


"iya sih kerja kamu bagus selama seminggu ini, hanya saja pandangan saya jadi beda, ya kamu tau kan saya menyediakan layanan seperti apa disini, dan hanya kamu yang pakaian nya tertutup seperti itu, memang pelayanan siang berbeda dengan malam, tapi apakah pandangan orang akan baik kedepannya terhadap kafe saya,"


" saya mohon buk, atau jika ibuk mau saya bisa bekerja didapur bahkan saya bisa memasak untuk ibuk, saya akan membersihkan ruangan ibuk dan kafe, saya akan melakukan tugas saya dengan baik."


"baiklah kamu jadi asisten saya, kamu bantu bantu didapur jika sudah selesai segera layani saya jangan sampai dilihat orang luar saya ngak mau kafe saya tercontreng,"


"baik buk," Zahra keluar dengan menggenggam dadanya merasa khawatir sekaligus lega, ia tau di kafe xx boleh saja berhijab namun tidak terlalu tertutup seperti Zahra yang menggunakan rok serta cardigan untuk menutup kaos seragamnya yang lengan pendek, serta hijab yang besar.


"iya gapapa kok hehe,"


5 bulan berlalu


"ibuk ini teh nya, dan saya memasak nasi goreng untuk ibu, serta cake in shaa allah enak, sarapan dulu dengan nasi goreng nya nanti cake nya jadi makanan penutup "


sekarang haru ulang tahun ibuku, biasanya hari ini aku sedang membuat cake bersama ibu, ayah ibu aku rindu, berat rasanya hidup tanpa kalian.


***


"mas sudah lima bulan Zahra pergi dari rumah aku khawatir," Ningsih mengkhawatirkan Zahra, dia sangat sedih, rindu dihatinya tak tertahankan.


"biarkan saja dia, diluar sana entah sampai kapan dia bertahan,"


"mas sudah cukup, apakah kamu harus membenci dia sebesar itu dia putri kita,"

__ADS_1


"sudah berapa kali aku bilang dia bukan putriku, dia tidak akan pergi jika dia putriku, seharusnya dia membuktikan kepadaku jika dia itu benar!!,"


" kau yang sudah membuat dia tak tahan mas, itu kau yang menyebabkan dia pergi," Ningsih menangis sejati jadinya dan berlalu meninggalkan Bayu.


***


"mmm Zahra ini enak, tapi tunggu sebentar perutmu,?" octa yang kini sadar semakin lama perut Zahra semakin membesar, ia menunjuk perut Zahra dan memegang pelan perut Zahra


"hehe ketahuan ya buk padahal baju yang ku kenakan longgar, mungkin juga karena hamil pertama jadi agak kecil," Zahra mengelus perut nya dan tersenyum.


"ya ampun kamu hamil," Octa terkejut dengan pernyataan Zahra karena ia tak menyadarinya selama ini, lalu Octa menarik tangan Zahra dan menaruh telinga di perut Zahra seketika itupun janin Zahra menendang."aaaah dia aktif ra," Octa senang dengan ke aktif an si janin.


"hehe iya buk," Zahra semakin lama semakin dekat dengan Octa, Octa sudah sangat menyayangi Zahra entah kenapa secepat itu Octa mempercayai Zahra, bahkan sllu terharu dengan sikap Zahra yang sopan dan selalu melakukan sesuatu dengan sepenuh hati.


"tapi ra kamu itu masih muda loh, ko udah hamil," rasa penasaran Octa membuatnya bertanya.


"iya bu umur saya masih 19 th, jika saya cerita apakah ibu berjanji akan merahasiakannya," serius Zahra


"mm" angguk octa antusias yang tak sabar ingin mendengar cerita Zahra.


***


"ya tuhan ra yang sabar ya nak, sebenarnya aku hanya bos bosan hehe, ini juga rahasia ku, kafe ini milik orang aku hanya menjalankan nya saja ra gaji ku juga gak beda jauh dari kalian yang dibawahku, eh umur janinnya berapa bulan," Octa perihatin terhadap Zahra ia merasa iba setelah mendengarkan cerita Zahra yang begitu menyentuh hati nya.


"sekitar 7 bulan buk," jawab zahra


deg


"aww kok perut ku sakit yah, dari semalam memang bolak balik kekamar mandi tapi ko sekarang lebih sakit..." cemas Zahra terhadap kandungan yang ada di perutnya memang ia sebenarnya termasuk dalam kategori jarang memeriksakan kandungan nya ke dokter.


" astagfirullah darah," Zahra terkejut melihat darah yang sudah terjatuh dilantai melalui rok nya


"zahraaaaa!!!," teriak Octa


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2