Cinta Zahra

Cinta Zahra
pilihan


__ADS_3

seminggu berlalu...


Hari sudah pagi Aria terbangun ia merasa bermimpi buruk semalam, ia merabakan tangannya di atas kasur, ia tak menemukan Azan dan ia mulai teringat lagi, ia membaringkan lagi kepalanya yang sempat terangkat karena mencari sosok anak lelaki yang biasa bersama dengannya meski hari sudah berlaku tujuh hari ia tetap saja merasa bahwa hari itu baru terjadi tadi malam.. Aria mengusap dadanya dengan rasa gelisah dan kesepian kata kata Zahra terngiang di telinganya, sudah seminggu berlalu namun semua masih terasa mimpi kali ini kesepiannya memang benar benar sepi terasa.


" mas se olah olah hanya mencintai nya tetapi juga tidak ingin melihat ku pergi..


itu sama saja menyiksaku, egois sungguh keterlaluan!! " kata kata yang selalu terngiang di telinga nya atas kesalahannya


"haaaah," Aria berfikir keras apakah yang harus ia lakukan sekarang ia mengacak ngacak rambutnya tak dapat berfikir jernih untuk memecahkan masalahnya sendiri, lalu Aria mendengar adzan subuh berkumandang, tiba tiba ia menangis teringat akan kata kata dan perilaku Zahra yang begitu baik padanya, selalu mengutamakan agamanya kehormatan nya, serta memikirkan orang lain, lalu apakah perasaan yang sebenarnya? Aria masih dalam dilemanya mencari cari apa yang diinginkan hati dan pikiran nya. Aria teringat seolah olah Zahra masih ada disana untuk menyuruhnya shalat berjamaah dimasjid, Aria pun bergegas membersihkan diri untuk pergi kemasjid seperti yang diinginkan Zahra.


***


disisi lain Zahra sedang pergi ke tempat xx tempat dimana yeni dan tini berkuliah saat ini, ia enggan untuk pulang kerumah orang tuanya karena takut itu akan menjadi aib suaminya, karena aib suami juga adalah aib istri. Meski begitu tetap saja ia akan curhat kepada sahabatnya, dan tak lupa pula Zahra meminta tumpangan untuk tinggal bersama kedua sahabatnya itu.


"ya allah Zahra yang sabar ya," elus Yeni pada Zahra. Yang telah mendengar curhatan Zahra, mereka bersimpati dengan sepenuh hati, merasa seolah olah ada saja sebuah masalah yang begitu berat yang menimpa diri Zahra. akan kah Zahra kuat menjalani ini semua? begitulah isi kepala para sahabat nya ubah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan pada akhirnya mereka berpelukan, dan memutuskan untuk sementara waktu Zahra tinggal bersama para sahabatnya itu.


***


selesai shalat subuh berjamaah Aria ber doa'a kepada allah swt.


"ya allah hamba mohon kepada mu, sudah seminggu ini aku begitu merindukan insan mu wahai allah yang maha agung, bantulah hamba ya allah berilah hamba yang terbaik ya allah hamba serahkan semua urusan hamba kepadamu ya allah, kuatkan hamba ya allah untuk menjalani ini semua, maafkan hamba ya allah yang telah menyia nyiakan kesempatan yang telah kau berikan. aamiin ya rabbal alamin, "


sepulang Aria dari masjid, Aria menerima pesan dari nomor tak dikenal.


"halo mas Aria jika ada waktu temui saya di kota xx saya sahabatnya Zahra, pasti Anda punya cukup kekuasaan untuk terbang selama beberapa jam dalam sehari bukan?, jika sudah sampai tolong kabari saya,"


Aria terkejut, ternyata telah ada kabar meskipun hanya dari sahabat Zahra seolah olah Allah langsung menjawab doa nya,.


"terima kasih banyak ya allah terima kasih," Aria langsung menelfon Andrean.


"halo ndre, "

__ADS_1


"iya? "


"gimana dokumen nya, bisa ngurusin buat aku ngk,"


"emang ada apa?,"


"aku dapat kabar tentang Zahra, "


"ah serius?, haha akhirnya ada yang becus juga orang orang lu,"


"bukan orang orang aku yang nemuin, tapi dapat sms dari sahabatnya Zahra, minta tolong ndre hari ini kamu urus dulu masalah kantor untuk aku ya,"


"mmh bonus yah,"


"iya ah bawel, dah ya assalamualaikum, "


"waalaikummusslm wr.wb, " telepon terputus Andrean sedikit tersenyum yang sulit dimengerti.


"tuhan mihak lu lagi Aria tapi kali ini kesempatan terakhir buat lu, lu sia sia in dia, gua bersumpah selama dia dan gua masih hidup lu gak akan gua biarin untuk miliki dia," lalu Andrean bergegas kekantor.


***


"cepet sekali anda sampai tuan, bahkan belum sampai sehari," sapa tini yang kini berada di kafe xx di kota xx bersama dengan Aria.


"bagaimana kabar Zahra, bagaimana keadaan Azan apakah dia baik baik saja?," sambar Aria.


"sabar tuan sabar, apakah anda tidak ingin tau bagaimana saya bisa mendapatkan nomor anda?,"


"mh?" jawab Aria yang memang juga sudah penasaran.


*flash back on*

__ADS_1


Zahra sedang menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri sedangkan tini sedang memainkan HP Zahra, dan Yeni menggendong Azan.


tini menemukan panggilan tak tertawa secara tiba tiba padahal ia tidak mendapatkan panggilan masuk satupun. itu artinya pemilik nomor telah di blok.


akhirnya demi Zahra sahabatnya tersayang Tini diam diam menghubungi Aria untuk memperbaiki hubungan mereka, itupun jika Aria benar benar serius karena ia tak ingin sahabatnya terluka lagi, hanya saja feelingnya saat itu mengatakan bahwa Aria begitu mencintai Zahra dalam kebingungan karena begitu banyak pesan serta telefon yang tak terjawab, "


*flash back off,"


Aria tertunduk ia pun bingung harus berkata apa.


"mas Aria aku tanya apakah angel selalu hidup sendirian?,"


"dari kecil ia hanya tinggal dengan seorang ayah yang penyakitan namun sudah lama beberapa tahun meninggal,"


"mmh sudah kuduga, pasti ada sesuatu, "


"???"


"gini mas, jika menyukai 2 orang sekaligus pasti salah satunya cinta yang tulus dan yang satunya hanya karena alasan semata, ya seperti rasa iba atau kasihan atau hanya suka atau nafsu dan lain lain,"


"jadi maksudnya.."


"benar kesamaan antara Zahra dan angel wanita yang diceritakan Zahra adalah sama sama kesepian dan sama sama berbuat baik dikehidupan mas, bisa jadi, salah satunya mas hanya mencintai karena rasa iba atau tidak tega pada orang yang berjasa dalam hidup mas dan yang lainnya mas benar benar memang cinta karena lillahitaala, "


"hmmh jadi bagaimana?,"


"ya allah mas masih nanya lagi, dimana mana yang namanya sahabat gak mau lah lihat sahabatnya tersiksa, sekarang mas harus pandai mengambil keputusan masa iya orang terkaya se Asia bulak balik ke luar negeri kapan pun di mau, tapi hanya masalah kayak begini aja masih kaya anak anak."


Tini kesal akan reaksi Aria seperti orang yang benar benar tidak tahu apa apa.


"baiklah mas, aku harus ke kampus dulu waktuku habis, kalau mas udah dapat jawabannya baru hubungi saya lagi ya, assalamualaikum, "

__ADS_1


" waalaikummusslm wr.wb, " Aria merunduk terdiam seolah olah mencari celah dalam dirinya untuk diberikan cahaya.


bersambung....


__ADS_2