
Waktu sudah menunjukkan Jam 07:00 WIB.
"simbok bagaimana penampilanku, " senyum Zahra setelah melihat dirinya dicermin, diatas kursi roda.
"nona sangat cantik sekali," simbok mendekat dan mencium kening Zahra. Dengan libgos Pink tipis, bedak tipis tanpa sipat alis, menggunakan celak, eyeliner, maskara, parfum elegan jilbab sar'i seperti biasanya, tak lupa juga dengan body lotion.
"ini pertama kalinya aku berdandan sendiri mbok, hehe ini juga demi mas Aria jika bukan sekarang lalu kapan lagi, tapi Ngak belepotan kan make up ku, aku ngak boleh sampai terlihat jelek mbok, dan aku sangat bersyukur sekali ibu sampai punya pelayanan secepat ini sehingga aku juga bisa menggunakan nya dengan santai" ucap Zahra.
"nona sangat hebat, ini sangat cantik sekali, make up nya begitu elegan sehingga siapapun yang melihat pasti akan terpesona" simbol sangat memuji Zahra, ia menyayangi Zahra seperti ia menyayangi anaknya sendiri.
"tapi apakah cocok dengan pakaian rumah sakit seperti ini?," cemberut Zahra sambil bertanya, ia takut yang ada malah mengecewakan karena pakaian nya yang sangat tidak sesuai
"cantik nona, percaya deh sama simbok nona cantik sekali, mau mengenakan apapun juga tetap cantik kok.," simbok mengelus kepala kepala Zahra.
apapun yang kamu kenakan kamu tetap cantik nona, bahkan meskipun wajahmu sekarang begitu pucat tetap saja wajah nona bersinar nona sangatlah cantik. Batin simbok selalu terpesona oleh nona muda nya yang sangat menawan di matanya
Beberapa saat kemudian akhirnya Aria datang..
"assalamualaikum wr.wb mas, kenapa baru datang, " Zahra mencium tangan Aria dengan senang dan juga sedikit kecewa karena Aria tidak datang secepat yang ia bayangkan, Zahra menggenggam tangan Aria dan tidak ingin melepaskan nya.
"waalaikummusslm wr.wb, kenapa wajahmu pucat," tanya Aria meraba wajah Zahra yang terlihat sangat pucat meski berbalut dengan make up
"ah? ngak cantik ya," Zahra menjadi murung mendengar perkataan Aria.
"cantik, cuma kenapa pucat, udah minum obat belum?," tanya Aria
" kemarin udah,"
"yaudah sekarang sarapan dulu, ini sarapan dari rumah, terus minum obat," pinta Aria
"suapin!!, " rengek Zahra.
"hmmh kan ada simbok," Aria berusaha melepaskan tangan Zahra..
"kan hari ini mas milikku,"
"ck, iya iya,"
"ditaman yah, ada taman dekat sini,"
"iya bawel!!!,"
mungkin rasa marahku sedikit demi sedikit memudar, haha entah kenapa dirimu yang manja membuatku tertawa, dan merasa kau tidak akan bisa apa apa tanpa aku, jadi tidak akan kau bisa berpaling pada yang lain. Batin Aria merasa senang saat itu namun seketika Aria mengepal tangannya suasana hatinya langsung berubah setelah mengingat ngingat saat Zahra dipeluk Devan.
tuan, semangatilah nona kau tau ini tidaklah benar. Batin simbok memohon karena ia sangat kasihan terhadap Zahra begitu berat cobaan yang telah dilalui Zahra.
***
Ditaman...
__ADS_1
"ini minum obat nya," tawar Aria yang baru saja selesai menyuapi Zahra sarapan.
"aaaa," Zahra minta disuapi, dan Aria menyuapi Zahra,..
seharian mereka bersama, Aria menuruti semua keinginan Zahra, hingga Zahra tidak ingin tidur siang meski untuk beristirahat sejenak, meskipun efek obat akan membuatnya mengantuk tapi hati dan keinginan dapat mengalahkan rasa kantuk itu, Zahra sungguh tidak ingin kehilangan sedetik pun tanpa melihat wajah Aria,..
menonton Youtube bersama, bermain game bersama, keliling liling bersama hingga sore hingga waktu menunjukan sore dan hampir magrib mereka pun sampai dikamar Zahra telah kembali dari taman.
"mas kamu tau?," tanya Zahra
"Apa?,"
"aku memimpikan kau tidur dipangkuanku, seperti saat kita direstoran saat bertengkar waktu itu, lalu aku mengecup mu," Zahra bercerita sambil menahan malu nya, wajahnya memerah membicarakan mimpi romantis nya pada Aria.
"lalu?," jawaban Aria yang terdengar biasa saja membuat Zahra sedikit kecewa, namun tak apa Zahra tidak akan menyerah sampai disitu
"sepanjang hari tadi aku tidak merasakan kau sepenuhnya bahagia, hanya akulah yang genap berbahagia, bisakah mas tidur dipangkuan ku memenuhi mimpiku," lirih Zahra sedikit memohon. Namun Aria tidak menjawab bahkan membuang muka ke arah jendela.
"aku mohon yah," Zahra memohon sembari mengatupkan kedua tangannya. Namun masih tidak ada jawaban.
"Maas yaa.. aku mohon kali ini aja, ya aku mohon," Zahra merengek seperti seorang anak kecil lagi.
"kamu itu kenapa si," jawab Aria dengan
"kali ini aja yah," Zahra mulai merendahkan nadanya merasakan pertahanan nya mulai retak.
"Zahra, aku dan kamu bukan anak kecil lagi,"
setelah beberapa saat mereka terdiam akhirnya Zahra kembali mengangkat suaranya..
"dan ya bahkan aku tidak menyalahkan kamu ataupun dia atas kehilangan bayi dalam perutku, jadi apakah ini salah, lalu apakah permintaan sederhana ku itu salah? lalu bagaimana dengan kamu mas?," Zahra mulai menangis.
"dia? jadi kamu,"
"yaah aku tau, aku minta maaf dosa besar bagiku yang telah sengaja melihat isi pesanmu, "
"ra.." sahut Aria dengan ceoat
"Tidak, aku tidak marah, mungkin aku kecewa, tapi aku tidak menyalahkanmu ini semua salahku yang belum bisa menjadi istri yang sempurna untukmu," imbuh Zahra
"aku minta maaf, tapi hari sudah petang aku harus pergi," Aria memilih diam dan tidak ingin memperpanjang masalah, namun Zahra Langsung terkejut karena Aria berpamitan dengan begitu saja.
"mas tidak bisakah menginap, malam inii saja, temani aku tidur, aku rindu tidurku yang tenang bersamamu," Zahra kembali merengek
"maaf ya Zahra, besok pagi aku datang lagi,"
"ah, baiklah selamat malam mas, datanglah lebih awal besok karena mamah akan datang sambutlah dia dengan baik, dan jangan lupa shalat, serta raihlah jalan yang lebih benar, assalamualaikum wr.wb, " Zahra mencium tangan Aria dengan wajah murung dan menunduk serta mengarahkan kursi rodanya untuk berbalik dan menuju tempat tidurnya, yang dibantu simbok.
ada sedikit rasa kecewa dari dalam diri Aria saat Zahra berbalik tanpa mendengar jawaban salam dari Aria, namun ia sadar bahwa Zahra sudah begitu terluka..
__ADS_1
Zahra berbaring di tempat tidurnya sesaat setelah Aria benar benar pergi, Zahra membelakangi tubuh simbok, ia menggenggam tangan dan dadanya, merasakan hati yang begitu sesak, ia menyembunyikan tangisnya dari simbok.
lalu Zahra mulai mengelus perutnya lagi dengan perlahan.
Azan sayang mamah rindu nak, azan pasti bahagia disana kan ya nak ya, mamah jadi iri sama azan mamah juga ingin ketempat azan agar dapat bahagia bersama azan, mamah lelah dengan semua ini nak, dan bagaimana keadaan adik kamu nak, dia juga sudah pulang meninggalkan mamah bahkan sebelum ia sempat muncul ke dunia ini nak kalian sudah meninggalkan mamah lalu bagaimana dengan mamah sekarang nak? hah?. Zahra meremas pakaian nya menahan Isak tangisnya dan setelah beberapa saat Zahra terbangun dan kembali menulis surat lagi.
***
pukul 00.10. WIB
"halo simbok?,"
"iya tuan, ada apa menelepon malam malam,"
"apakah nona Zahra sudah tidur?,"
"baru saja dia tertidur,"
"kenapa malam sekali, dia kan sedang sakit,"
"tadi dia sedang menulis tuan, tapi sekarang wajahnya sudah begitu tenang, tidurnya juga sangat pulas," jawab simbok dengan tersenyum
"menulis?, ah baiklah besok aku akan kesana,"
"tuan, apakah tuan mencintai nona, maaf aku lancang,"
"iya simbok aku sangat mencintai nya,"
"jadi, apakah tuan sudah memafkannya, ataukah tuan sudah melihat cctv jadi tuan percaya?,"
"simbok, jika aku melihat cctv itu sama saja aku meragukan istriku, simbok aku telah memikirkan nya seharian ini, dan aku sadar aku salah, Zahra bukanlah wanita yang seperti itu, dia berubah menjadi begitu manja karena tau aku telah memanjakan wanita lain dibelakangnya, jadi dia ingin merasakan kasih sayangku juga, tapi percayalah simbok aku tidak mencintai wanita lain selain dia,"
"iya tuan aku percaya,"
"aku menelepon karena merindukan dia, baiklah simbok aku tutup besok pagi pagi aku akan kesana,"
"iya tuan,"
***
pukul 06.15 WIB
"ARIA!! ARIAAA!!," teriak simbok sembari berlari pada Aria yang baru saja datang.
"ada apa simbok kenapa simbok menangis?, tenanglah simbok tenanglah, "
"Zahra nak!! Zahra, " simbok menunjuk Arah dimana Zahra terbaring dengan beberapa suster dan dokter yang sedang menangani Zahra penuh dengan keringat..
"ZAHRAAAAAA!!,"
__ADS_1
bersambung..
assalamualaikum para pembaca setiaku, terimakasih sudah membaca, maaf ya up nya tidak beraturan, dan banyak typo, harap like , komen dan vote ya...