
Zahra kini berada di rumah sakit bersama Leela, ia memandang azan, azan yang kini sudah mulai lebih aktif lagi daripada hari yang sebelumnya, karena keadaan Azan yang sudah sedikit lebih baik.
"Leela nanti sore sepulang kamu kerja bisa bantu aku ngak?," pinta Zahra pada Leela, ia berniat agr keinginan Andrean tercapai sesuai dengan janjinya.
"bantu apa ra," tanya Leela dengan santainya.
"jadi gini aku dikasih tip, katanya aku harus beli pakaian yang bagus, soalnya katanya penampilan ku yang kemarin membuat dia gak selera." Jelas Zahra yang sedikit merasa malu karena dirinya yang kurang pandai dalam memilih fation
"dih sombong amat sampai bilang penampilan kamu membuat dia ngak selera, aku ngak salah denger nih? orang kamu cantik begitu, tapi kalau udah ada tip sih yah lumayan bertanggung jawab juga jadinya tuh orang, eh btw dia ngasih tip banyak gak,"
"30 juta," jawab Zahra singkat
"what?!!," leela membulatkan mata karena terkejut terkejut. Leela merasa temannya yang satu ini begitu polos ia tak memiliki sedikit ketakutan pun untuk memberitahu penghasilan nya pada teman nya yang lain, yang bisa saja nanti ia dimanfaatkan disaat itu karena pemasukan yang begitu banyak jumlahnya.
"Ra jarang jarang tau wanita penghibur dapat segitu, apa lagi wanita biasa yang pemula, yang mahal itu ya artis artis yang melayani lelaki demi ketenaran atau biasa disebut dengan simpanan, ya kamu tau lah apa maksut aku meskipun ngak semuanya begitu sih. Cuma aku beneran loh seriusan ngasih tau kamu"
"masa,?" jawab Zahra heran dan sedikit tak percaya
"iya, yee nih anak di kasih tau ngak percayaan. Nih ya paling paling mereka itu dikasih yang ter banyak tuh ya 10 juta itu juga kalo klan atas, biasanya mah paling tip 500 rb satu juta atau dua juta, soalnya biaya yang dibayar tamu untuk satu malam itu relatif mahal yaitu 5 juta, kamu bisa bayangin kan segitu mahalnya udah ngasih tip lagi, ngabisin uang cuma buat kek gitu doang? dasar orang kaya, hehe maaf ya jangan tersinggung. " jelas Leela dengan blak blakan nya
Zahra tertegun, ia berfikir mungkin karena kafe itu menjamin keamanan yang tinggi sehingga harganya pun mahal.
tapi tetap saja kehormatan wanita itu tidak ada harganya. Tiba bisa dibandingkan dengan uang segitu, dan jelas jelas itu sudah tertera dalam surah An-nisa. Pikiran Zahra mulai berkecamuk antara malu dan juga marah, namun ia kembali berfikir mungkin memang para wanita yang ada di kafe itu melakukan hal ini juga karena terpaksa sama seperti dia, hanya saja bisakah para lelaki itu melakukan wanita wanita yang ada disana dengan cara lebih terhormat lagi.
" berarti kamu disuruh beli pakaian yang mahal nih?, kalau begitu mah gampang, aku paling demen nih sama yang namanya shopping apa lagi yang mahal mahal meskipun beliin orang hehe nanti kita ke mall ya," sambung Leela.
"Tapi jangan lama lama aku khawatir sama azan,"
"iya iya, eh nanti aku minta traktir juga yah hehehe," cengir Leela
"iya aku kasih sepuluh juta cukup ngk,?" tanya Zahra yang tak bergeming sedikitpun
"buset banyak bener dah, ngak ngak aku ngak mau orang kamu yang capek malah mau ngasih banyak banyak, aku minta lima juta aja buat ibu dikampung, "
"gapapa loh La aku juga dengan senang hati bisa membantu kamu,"
"ngak mokoknya ngak mau, atau aku ngak jadi nih bantuin kamu,"
__ADS_1
"iya iya deh La, trmksh bnyk ya La,"
" seharusnya aku yang berterimakasih ke kamu, udah mau ngasih uang buat ibu dikampung, "
" ini belum seberapa dengan kamu jagain Azan buat aku,"
"iya iya, udah deh ya"
***
malam ini Zahra didandani abis abisan oleh Leela, dengan dress gold panjang sampai lutut, lengan yang leleh jatuh hingga siku, rambut yang diikat rapi dengan model berkelas, dan make up elegan dengan lipstik Pink campuran warna gradasi merah.
" wow kamu cantik banget ra,"
"hehe trmksh bnyak ya, jujur aku merasa begitu berdosa, tapi ketika aku memandang Azan, aku rela melakukan apapun,"
" sabar ya ra, eh BTW kamu malam ini ketemu ama siapa emang? makanya sampe dandanannya khusus banget,"
"tuan Andrean wijaya la,"
" buset dah tu cowok tajir amat, siapa sih yang ngk kenal ama keluarga Adiwijaya yang paling kaya se Asia, sampe amerika pun tunduk bekerja sama dengan dia!," Leela lebih terkejut lagi di buat oleh Zahra.
"iya juga sih, susah bet yak,"
" yaudah aku pergi dulu ya, assalamualaikum, "
"waalaikummusslm wr.wb, "
***
Andrean dengan teman temannya sedang berkumpul, Andrean menyewa ruangan khusus untuk pesta kecil kecilan nya.
Andrean kini terkejut membulatkan mata melihat Zahra yang baru saja tiba disana, ia yang begitu memancarkan aura nya bagaikan bidadari dari kayangan. Andrean menghampiri Zahra dan menggandeng Zahra ke tengah tengah temannya, banyak diantara mereka yang bergosip dengan kecantikan yang dimiliki Zahra, namun hal itu malah semakin membuat Andrean ingin memamerkan kecantikan Zahra.
***
kini jam sudah menunjukkan jam 2 pagi Andrean membawa Zahra menuju kamar penginapan dan berbisik,
__ADS_1
" sayang kamu sangat cantik malam ini," seketika Zahra merasa jijik, entah kenapa Zahra merasa muak dengan kalimat ini, itu seakan mengingat kan nya pada Devan yang saat itu merenggut kesuciannya.
Andrean mengecup lembut Zahra membuka rambut Zahra, mencium dalam Zahra, yang dibalas lembut Zahra meski Zahra masih kaku melakukannya.
"cantik,"
"iya tuan,"
"tunggulah aku hingga tiga bulan, jangan layani siapapun,"
Zahra tertegun mendengarnya.
"tapi tuan,"
"aku akan menanggung biayamu, aku yang akan membayar tiga bulan sekaligus pada bosmu, dan untuk tip mu apakah 1M cukup untuk tiga bulan, aku akan keinggris untuk urusan bisnis selama tiga bulan hanya tiga bulan bisakah?,"
" tapi tuan untuk apa kau melakukan ini," Zahra memegang tangan Andrean yang sudah tidak bisa dikondisikan.
"aku akan menikahimu," bisik Andrean lalu mencium kening Zahra. seketika Zahra merasa seperti ada malaikat yang datang menyekamatkannya dari dunia yang keji.
"apa kau menerimaku,? "
"mmh iya tuan trmksh," Zahra mengecup kening Andrean dengan lembut, Andrean yang merasa itu sangat berharga lalu menciumi seluruh anggota wajah Zahra.
"tapi ada hal yang ingin ku beritahukan, kau berhak mengetahuinya, setelah ini terserah padamu akan lanjut menikahiku atau meninggalkan ku,"
"katakan,"
"sebenarnya nama asliku adalah Zahra, dan... aku telah memiliki seorang putra. "
"aku mungkin sedikit terkejut dengan pengakuanmu yang kedua, tapi aku terima, aku akan menganggapnya seperti anaku sendiri,"
"terimakasih tuan terimakasih,"
Andrean hanya membalas Zahra dengan mencium nya, lalu melepaskan hasrat mereka
*entah apakah hatiku telah terbuka untuk pria ini, tapi tetap saja berhubungan diluar nikah seperti ini adalah salah, entahlah aku masih merasakan dosa yang begitu mendalam ini.
__ADS_1
bersambung...
mohon dukungannya ya, terimakasih banyak untuk yang udah setia membaca sampai episode ini, Good bye di next episode teman teman*