Cinta Zahra

Cinta Zahra
prolog season 2


__ADS_3

Hay semuanya, assalammualaikum warrahmatullah hi wabarakatuh.


sudah lama ya tak jumpa, aku akan buat Zahra season dua nih. Tapi pertama Tama aku mau mengucapkan terimakasih banyak banyak banyak kepada kalian karena telah setia membaca novel ini dari awal hingga tamat, semoga kalian semua sudah mem favoritkan cerita ini yah agar tidak ketinggalan up.


yang kedua aku mau minta maaf yang sebesar besarnya untuk yang membaca novel aku yang lainnya namun tidak begitu menarik, dan masih menggantung. karena sekarang aku akan kembali fokus ke cerita cinta Zahra season 2 ini. Dan mohon suport nya juga yah untuk cerita horror aku yang judulnya "itu aku?!!,"


Dan karena ada yang komen minta visual, in shaa Allah di season dua ini aku akan sertakan visualnya lebih banyak.


Baiklah sampai disini saja sapaan nya ya, simak ceritanya hingga akhir ya terima kasih😊


~prolog~


Tini menikah dengan seorang pilot di tahun yang sama dengan Yeni.


Tini begitu sangat menyayangi almarhum sahabatnya Zahra, sehingga ia juga memberikan nama yang sama pada anak perempuan nya Zahra dan juga memiliki dua orang putra, putra sulungnya Raditya dan putra bungsunya Ramadhani.


Yeni pula memiliki seorang putra sulung bernama Rahman dan putri bungsu nya yang bernama Maysyaroh yang biasa dipanggil Memei oleh teman teman terdekatnya.


"assalammualaikum ma, Zahra berangkat sekolah dulu ya," salam Zahra pada Tini


"sudah sarapan sayang?,"


"sudah ma tadi sebelum shalat subuh, pake roti sama susu, Zahra piket hari ini ma mau jemput memei juga katanya mau ikut, dia adek kelas aku sekarang,"


"oh, dia jadi daftar di SMA yang sama dengan kamu, syukurlah Baek Baek sama adek mu," ucap Tini


"tapi papah belum selesai sarapan nih sayang," Marko memegang tangan anaknya sembari memakan sarapannya.


"gapapa nanti Zahra bisa pake Taksi pah,"


"ini ya buat belanja sama ongkos taksinya,"


"iya pa makasih, Zahra berangkat ya nanti keburu telat, assalammualaikum mah, pa," tak lupa juga kecupan dipipi ke dua orang tuanya oleh Zahra .


....


"memei," zahra melambaikan tangannya pada memei.


"kak Zahra," memei pun berlari menuju Zahra dan memasuki taksi yang ditumpangi Zahra.


"maaf yah sudah merepotkan kakak,"imbuh memei


"gapapa sayang, bagaimana kabar mama Yeni dan papah Andrean?,"


"Alhamdulillah baik, lama keluarga kita tidak berkumpul kak, katanya akhir pekan mamah Tini mau kerumah,"


"mmh boleh,"


setelah beberapa saat sampailah mereka di SMAN Sekar Mekar.


"kamu baik baik ya di kelas, kalau ada apa apa kasih tau kakak, kakak pergi dulu, nanti jam istirahat kita makan bareng ya, tunggu kakak disini,"


"iya kak, terimakasih,"


"oke bye bye,"


.....


Raditya baru turun dari kamarnya, bersamaan dengan Ramadhani.


"Mah Zahra mana?," tanya Raditya.

__ADS_1


"dia udah berangkat duluan katanya piket, gimana kuliah kamu nak?,"


"hmmh Alhamdulillah baik, aku bisa atur waktu kerja aku sama kuliah. Kok papah masih disini terus Zahra pergi pake apa,?" tanya Raditya antusias


"yaelah terbang kak terbang. Gitu amat!, pake Taksi kali, ojek kali," sambung Ramadhani.


"dia itu cewek, cantik pula aku pernah anterin dia ke acara reunian nya, banyak yang godain dia, aku gak suka adek aku jadi bahan pandangan orang,"


uhuk


Marko tersedak air minum.


"yang bener kamu Rad, wah lain kali papah gak boleh biarin dia terlalu dandan nih,"


"dia gadis pah, kalau ngak rawat diri sendiri, dia yang rugi juga, wajahnya nanti bisa gatel karena jerawat dan tidak sehat," bela Tini yang mendukung anaknya menggunakan skincare.


"ya elah Ramadhani aja gak gitu gitu amat, banyak yang naksir ama ramadhan tapi ngak ada tuh yang khawatir,"


"kamu itu cowok!!," sahut Raditya dan Marko bersamaan.


"he," lalu Raditya dan Marko saling menepuk tangan (tos)


......


jam istirahat tiba.


"Zahra ke kantin yuk," ajak Riska sahabat Zahra.


"cari adeku dulu ya dia juga mau ikut,"


"oh yang siswa baru?,"


"iya," angguk Zahra.


"mau pesan apa de?" tawar zahra


"bakso aja,"


"oke kita bertiga bakso ya," Tanya Riska


"ngak! aku mau soto," sahut zahra


"cantik," sapa Reza lelaki yang terkenal dengan tingkahnya yang nakal, konyol dan preman, kelasnya berbeda satu lantai dari kelas Zahra ia adalah kakak kelas 3 yang mengejar ngejar Zahra mulai dari saat baru pertama kali Zahra masuk sekolah ke SMA.


"mh," jawab Zahra.


"gabung ya," pinta Reza


"sorry kursi penuh," jawab Riska.


"hei dodol gua ngomong Ama sahabat lu bukan Ama lu,"


"eh kan banyak yah cewek lu tu, kenapa ngk sama mereka aja," remeh Riska.


"udah ya udah udah, aku kesini buat isi perut bukan buat berantem oke!" sahut Zahra geram


"hmmmh oke, aku cuma mau kasih ini buat kamu, kamu ngak ke mushola kemarin siang jadi aku pikir kamu mungkin datang bulan, jadi aku beliin ini," Reza memberikan kantong plastik yang isinya coklat, berbagai macam cemilan hingga pembalut wanita.


lalu pergi meninggalkan Zahra.


"gak usah makasih," jawab Zahra cepat, namun Reza hanya membelakangi Zahra dengan melambaikan tangannya tetap stay cool.

__ADS_1


"cabut, gua udah gak lapar," perintah Reza pada teman teman segeng nya.


"woaaahhhh dia beli ini buat kakak?, keren, ganteng pula orangnya" puji memei


"eh btw aku kasihan juga sih sama dia, aku denger dia bukan dari keluarga yang terpandang, asal usulnya juga ngak jelas emang gapapa ya dia ngasih kamu kek beginian," sahut Riska sambil menunjuk kantung plastik itu.


"serahlah," jawab Zahra tak peduli.


.....


"Assalammualaikum," Zahra kini telah pulang sekolah, biasanya dia hanya menemui Tini dan Ramadhani karena Raditya dan Marko sibuk bekerja dan kuliah.


"waalaikummussalam kak, masak dong aku lapar," Ramadhani menyalami Zahra.


"loh mamah mana?"


"lagi kerumah Tante Yeni,"


"ooh yaudah ini makan cemilan dulu, kakak masak bentar yah," Zahra memberikan cemilan yang diberikan Reza.


lalu iya pergi ke dapur.


"eh isi kantong plastik yang kecil ini apa ya?,"


Ramadhani melihat sebuah kotak kecil yang bertuliskan, 'nyaman dimalam hari Anti bocor, bebas bergerak seharian'.


Lalu Ramadhani membuka kotak plastik itu, dan semakin terheran karena isinya seperti gabus busa.


"kak!! ini apa ya yang kek gabus gabus ini?," teriak Ramadhani.


"!!!!!," Zahra lalu bergegas berlari menuju Ramadhani


"Dhani!!!!!!!!! dasar anak nakal lepas itu!,"


"aaaa jangan kejar aku dulu, aku kan jadi takut! emang apa salahku," Ramadhani masih berlari menghindari kakaknya.


"dasar bodoh!, masa hal seperti itu kamu tidak tau umur kamu udah 15 tahun masih aja ngak tau?!! dasar pembohong, sini kau!!"


beberapa saat kemudian......


"aduhh sakit kak," Ramadhani memegang telinga yang memerah


"bodo amat kamu masak sendiri mokoknya sekarang," lalu Zahra meninggalkan Ramadhani ke dalam kamarnya.


Ramadhani adalah anak yang tidak begitu menyukai masakan di luar rumah, ia paling menyukai masakan rumahan keluarganya, dan jarang baginya untuk berkeinginan pergi keluar hanya untuk membeli makanan.


Ramadhani pun mencoba untuk memasak sendiri.


"apa salahku si?," Dhani bertanya tanya sendiri dalam hatinya..


"tunggu apakah itu yang dimaksud dengan pampers wanita yang ibu guru bilang ya?, ya Tuhan ternyata begitu bentuknya,"


beberapa saat kemudian tercium bau hangus dari kamar Zahra, Zahra berlari menuju dapur, Dhani terkejut olehnya, ia melihat kakaknya dengan senyuman Pepsodent gigi melebar.


"dhaaaaniiiiii,"


"hehe ampuunn kak,"


"awass!! biar kakak yang masak, makan cemilan dulu sanah!!,"


yah begitulah saudara meskipun banyak pertengkaran namun sesungguhnya saling menyayngi.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2