Cinta Zahra

Cinta Zahra
persaingan antar sesama adiwijaya


__ADS_3

Zahra menoleh kebelakang dan ya, aria seorang lelaki yang ia layani semalam, entah kenapa jantung Zahra berdegup kencang, bayangan semalam selalu terbayang bayang. Mungkin karena baru pertama kali ia bersua rela melayani seorang lelaki yang bukan mahram nya, itulah gumamnya.


"jangan merusak mood ku," Aria duduk disofa yang tak jauh dari Andrean dan Zahra duduk, namun posisi itu cukup membuat Zahra tertutup oleh tubuh Andrean sehingga Aria tak melihat Zahra dengan jelas, hanya bayangan saja.


"lihat aku menemukan gadis lugu, dia terlihat berbeda bukan, lihatlah dia begitu manis dan penurut dia sangat menawan disempurnakan dengan tubuhnya yang mungil"


Andrean memamerkan Zahra, dengan senyum kemenangan entah kenapa, Andrean merasa ingin memamerkan Zahra kepada seluruh dunia, ya kemungkinan besar itu memang karena persaingan unik yang ada diantara Aria dan Andrean, bersaing untuk menemukan wanita yang lebih baik dari pada si wanita satu sama lain nya. Aria yang tak tertarik hanya tersenyum sinis, lalu membuang muka mengabaikan mereka, Aria yang kini telah ditemani dua wanita cantik di sebelab kiri dan kanannya namun masih tak dapat menikmati suasana dengan tenang, pandangannya selalu seperti mencari seseorang.


sepertinya dia tidak mengenaliku syukurlah. Batin Zahra, karena ia mengira akan sangat memalukan jika sampai sampai Aria mengingatnya dan malah mengungkitnya di tempat ramai seperti itu, meskipun mungkin sudah terbiasa bagi yang lain.


jam tengah malam pun kini sudah tiba..


"hmmh sudah tengah malam banyak yang sudah pergi ke tempat penginapan untuk bercinta, lalu kalau kita asiknya ngapain ya cantik?," Goda Andrean yang memegang dagu Zahra lalu mengecup bibir Zahra.


"tu tuan ingin apa," Zahra bertanya dengan gugup namun terpampang jelas kelembutan ketulusan dan ke raguan nya atas rasa takut yang ada karena sesungguhnya ia masih berharap agar ke jadian semalam tak terulang lagi.


"aku ingin kamu memanjakan ku, bagaimana?" usul Andrean yang bertanya dengan lembut


memanjakan nya?, ah.. aku ingat ibu memanjakan ku dengan membiarkan ku tidur dipangkuannya sehingga aku tertidur dulu.pikir Zahra dalam benaknya


" ya terserah sudah bagaimanapun caramu, intinya malam ini aku ingin kamu memanjakan ku, sebagai seorang wanita bukan seorang pelayan." tangan Andrean masih dipinggang Zahra tapi matanya menghadap Aria,.seolah olah mengatakan 'dimana wanitamu ' dengan senyuman sejuta ejekan.


"cih," Aria sudah muak dengan tingkah sepupunya itu dan saat ingin bangkit ia terkejut, melihat Zahra duduk menjauh dari Andrean.


"hei kamu mau kemana," Andrean terkejut, apakah aku ditolak oleh wanita malam, sial aria bisa menertawakan ku.


Baru saja akan menertawai Andrean karena yang dikira Aria adalah bumerang, tapi ternyata salah Aria justru terpukau dengan perilaku Zahra setelahnya.


"sini tuan," Zahra menepuk pahanya menyuruh Andrean tidur dipangkuannya. Andrean tersenyum mengikuti apa instruksi Zahra, Zahra membelai lembut kepala Andrean ia memijat perlahan kepala Andrean, Andrean terkejut sembari menikmatinya. tak sadar ia pun tertidur sembari merasa puas akan kemenangannya.. haha kau cemburu kan jomblo abadi. Batin Andrean yang terus mengolok olok sepupunya itu.


***


"mmh sudah jam 5 pagi," Andrean terbangun dari tidurnya dan melihat wajah Zahra diatasnya, Andrean masih dalam posisi dipangkuan Zahra.


"entah kenapa aku sangat nyaman dengan perlakuanmu, tidak ada wanita penghibur yang pernah melayaniku setulus kamu," Andrean mengelus wajah Zahra lalu bangun mencium kending Zahra.


"hmmmh, ah tu tuan," Zahra terbangun, suara kantuknya mengagetkan Andrean yang masih mencium kending Zahra.


"kau sudah bangun,"


" ya allah jam.berapa sekarang, aku harus.." salat subuh


"apa kau terburu buru,"

__ADS_1


"ya tuan," Zahra bangun dari duduknya sambil tertatih karena pahanya lelah.


"apa kau tidak apa apa,"


"iya tuan tidak apa apa in shaa allah saya masih kuat,"


Andrean bangun dan menutupi punggung Zahra dengan jas Andrean.


"tu tuan,"


"setidaknya jangan pamerkan tubuhmu diluar sana, nanti kamu juga kedinginan dan apa itu tadi, kau menyebut tuhan dua kali,"


" tu tuan,"


"sudahlah ayok,"


dreet dreet


Hp Andrean bergetar ia melihat pesan singkat.


"ck, maaf yah manis, aku tidak bisa mengantarmu sekarang, ada urusan darurat, ini uang Cash untuk taksi, cek yang kemarin untuk keperluan mu, dan ya untuk penampilanmu malam ini, jika kurang beritahu aku,"


Zahra hanya tersenyum menggangguk melihat punggung Andrean yang semakin berlalu begitu saja.


" tuan bagaimana tidak cukup, cek 30 juta sudah lebih dari cukup,"


***


"jauhi dia,!!"


"siapa,?," Andrean bingung dengan arah bicara Tari yang langsung to the point.


"wanita di kafe xx, aku sedang mengincarnya,"


"hahaha nyonya apakah kau tidak bisa menemukan wanita yang lain, mengapa selera kita harus sama," Andrean kesal atas sikap semau maunya tari yang selalu sok berkuasa.


"apa kau meremehkanku Andrean,"


"begini saja, kau kumpulkan apapun yang kau mau, sementara itu aku yang mendekati dia, selebihnya serahkan pada dia, kau atau aku yang di inginkan nya."


" ku biarkan kau bermain main dengan nya tapi, selebihnya jangan harap,"


"kita lihat saja nanti,"

__ADS_1


"enam bulan, jika kamu tidak bisa mendapatkannya dalam enam bulan, maka dia milikku."


Andrean tersenyum dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut, ia menuju kamar aria. Andrean mendapati Aria yang sedang tertidur pulas, lalu berlari dan menunggangi aria.


"uhuk uhuk uhuk," Aria terbangun dan tersedak karena Andrean kini duduk diperut Aria.


"bangun juga kau raja."


"sial, berengsek kamu, pagi pagi begini kamu menggangguku, "


"begitu juga denganmu,"


"berengsek apa maksudmu,"


"kau tau aku begitu nyaman dengan wanita yang semalam dia telah merasuki jiwaku dari sentuhan sederhana nya,"


"lalu,?"


"lalu,? bisa jadi kau juga menyukainya kan, bagaimana menurutmu hah, cepat katakan,"


"yah lumayan,"


"hei itu bukan jawaban,"


"aku tidak tau,"


"bagaimana kau bisa tidak tau, semalam kau melihatnya,"


"heish aku tidak memperhatikannya, aku mencari wanita lain semalam,"


"baguslah kau masih mencari gadismu, tapi aku masih belum tenang."


"lalu apa!!," kesal aria dengan sikap adik sepupunya ini.


" jangan pergi ke kafe itu lagi, jika dia tak pernah bertemu dengan mu maka aku akan tenang,"


" bhahahahhahahaha jadi kau merasa pesonamu kalah dengan pesonaku, baguslah jika kau sudah sadar,"


" aku serius, aku akan pergi mengurus sesuatu ke Inggris jadi aku harus memastikan ini." Andrean kini benar benar serius bukan hanya nada suara nya saja tapi mimik wajahnya pun sudah tidak seperti biasanya.


"cih, ya ya ya pergilah aku ingin melanjutkan tidur indah ku,"


Andrean pergi meninggalkan kamar tersebut tapi sebelum ia menutup pintu kamar Andrean berkata." ku harap kau berhati hati aria, kau bisa saja jatuh cinta padanya," dengan nada yang aneh dan sorot mata yang penuh percaya dan kekhawatiran Andrean pergi berlalu meninggalkan aria.

__ADS_1


"a apa maksudnya itu, untuk pertama kalinya aku pun merasakan kekhawatiran yang ada padanya."


bersambung.....


__ADS_2