Cinta Zahra

Cinta Zahra
risau


__ADS_3

Andrean kini sedang berada dirumah Aria ia datang untuk menemui Zahra, mengira Zahra pasti kesepian atas kejadian yang telah terjadi terakhir kali..


"maaf mengganggu, " sapa Andrean.


"ngak apa apa, memang ada apa ya,?" jawab Zahra sembari memangku azan.


"ya, jadi begini, apakah kamu masih ingin mempertahankan hubungan kamu dengan Aria?," Andrean langsung mengatakan tujuannya tanpa harus berbasis basi.


"maaf maksud dari perkataan tuan apa ya,?" Zahra terheran mendengar kata Andrean, ia tak mau bila sampai harus memberi nilai negatif pada Andrean karena mendatangi seorang wanita yang telah bersuami hanya karena ingin mengatakan sesuatu yang tidak diinginkan.


"Ra kalau kamu udah ngak tahan sama Aria aku sanggup buat kamu, aku akan selalu ada untuk kamu, apapun akan aku lakukan hanya demi kamu," tegas Andrean memantapkan niatnya mendatangi Zahra.


" maaf, apakah anda sadar atas apa yang telah terucap dari lisan anda?," Zahra terkekeh geli karena akhirnya kata kata itu keluar dari mulut Andrean


"hah?," Andrean bingung dengan tanggapan yang diberikan oleh Zahra.


"aku adalah seorang wanita yang tengah berkeluarga, citra tuan dan juga citra ku akan rusak nanti, dimata dunia ataupun dimata Allah, bisakah tuan memahami hal itu?," jelas Zahra yang merasa semua yang dilakukan Andrean sekarang sudah tak wajar.


"tapi Ra.." Andrean berniat untuk memberitahukan kelakuan Aria, ia tidak ingin jika Zahra sampai terluka lagi dan sanggup untuk menjamin bahwa dirinya bisa lebih baik daripada Aria karena ia lebih mengenal Zahra daripada Aria dan dia dapat jauh lebih setia daripada Aria karena ia tidak pernah mempermainkan wanita selama ini, jika ia telah serius maka sulit baginya untuk berpaling dan Andrean tak pernah sekalipun membuat seorang wanita menjadi pelampiasan semata.


"aku akan bilang bahwa sangat mencintainya tuan, lebih dari lelaki manapun setelah orang tua dan anak ku, entah sejak kapan tapi ini lillahitaala mas karena Allah semata, dan ya karena ibu ku lah aku hidup dan karena dia lah aku mati," Zahra tersenyum menandakan bahwa ia sanggup mati demi aria.


deg


Andrean seketika terkesima mendengar penegasan dari kaliamat terakhir Zahra "karena ibuku lah aku hidup dan karena dialah aku mati," apakah Zahra berniat untuk mati demi Aria? apakah sedalam itu cinta Zahra terhadap Aria, apakah Andrean sudah tidak memiliki kesempatan lagi? meskipun hanya sedikit saja?. kata kata itulah yang kini keluar dalam benak Andrean


"Ra dia dengan angel," ucap Andrean ragu saat mengangkat bicara


"cukup ya, dia dengan angel hanya masa lalu, aku percaya sama dia ko," jawab Zahra tanpa harus mendengarkan kata kata Andrean terlebih dulu karena ia tau perkataan Andrean mengarah ke arah mana.


"tapi ra.." Andrean masih mencoba meyakinkan Zahra.

__ADS_1


"aku hamil mas, aku positif hamil sekitar satu bulan lebih yang lalu," Zahra dengan mata berseri mengelus pelan perutnya.


"jadi tolong jangan menambah beban pikiran ku lagi, jangan menggoyahkan keyakinan ku lagi, mungkin satu bulan ini mas Aria tidak ada kabar tapi aku yakin dia masih menyayangiku, buktinya ia selalu menafkahi ku, setiap Minggu selalu ada uang yang masuk ke rekening dari rekening dia, semua kebutuhan aku juga terpenuhi jadi ku mohon tolong jangan goyah kan rumah tangga kami, kumohon" lirih Zahra menyambung kata katanya.


"fiuh," Andrean menarik nafas dalam ia tak tau harus berkata apa lagi, terasa pertahanan pertamanya hampir runtuh, namun ia tak akan menyerah ia tetap percaya dan dia akan berjuang hingga akhir, sebelum ia melihat Zahra benar benar bahagia ia tak akan menyerah.


"baiklah kalau begitu aku akan pamit pergi sekarang, kebetulan tadi di jalan aku membeli mie ayam ceker, dan aku Ter kalau kamu suka, jadi tolong diterima," Andrean memberikan kantong plastik yang berisikan mie ayam tersebut.


"terimakasih banyak mas," Zahra mengambil mie ayam tersebut.


"hei memangnya tidak bisa apa selera mu lebih tinggi?, kenapa harus mie ayam, kamu tau kan aku pakai pakaian yang mahal seperti ini, ini itu jutaan tau!," ucap Andrean sembari menunjuk pakaian dan membulatkan matanya.


"mobil Ku juga tidak seperti biasa mungkin ia hanya terlihat seperti mobil biasa yang bewarna hitam tapi kami tau tidak itu mobil Anti peluru, kamu tau itu harga berapa?," tanya Andrean yang dijawab dengan gelengan oleh Zahra sembari tertawa kecil melihat tingkah Andrean


"harganya itu miliaran, dan aku malah berhenti dipinggir jalan untuk membeli mie ayam, mana uangku ngak ada yang receh lagi untung saja ada uang rupiah awalnya aku mau bayar menggunakan kartu kredit tau, tapi aku lupa di sana tidak ada mesin penggerak kartu haha miris sekali tau," sambung Andrean bercerita sembari menggelengkan kepalanya. Zahra menikmati semua cerita Andrean Zahra mengetahui niat baik Andrean bercerita Andrean hanya tak ingin kalau suasana diantara mereka berdua menjadi begitu canggung hanya karena hal yang tak perlu di permasalahkan.


Andrean bahagia melihat Zahra yang berhasil tertawa karena lelucon sombong yang dibuat Andrean dan seketika itu juga Andrean merasa puas atas apa yang dilakukannya.


"iya waalaikummusslm wr.wb, terimakasih banyak" jawab Zahra dengan senyuman.


***


Andrean pergi mencari aria lagi, kini ia menemukan aria dengan setumpuk kertas didepannya.


"huh! wanita murahan itu bisa pergi juga dia,"


"apa lagi sih, aku lagi sibuk," ketus Aria


"kamu harus pulang,!!"


"apaan sih, ngak usah ikut campur bisa?," Aria pun berlanjut pada laptop nya.

__ADS_1


"Zahra hamil,"


"!!" Aria terkejut dengan apa yang dikatakan Andrean.


"aku menemuinya ingin merebutnya, tapi dia hamil,"


" lalu,?" ucap Aria yang seakan tak memperdulikan apa pun


"terserah, aku masih belum menyerah, aku bisa menerima semua anaknya dari orang lain sebagai anakku sendiri, aku hanya ingin memberitahu,"


"sith!!," jawab Aria kesal


***


"assalamualaikum wr.wb, "


"eh tuan," simbok menyambut kedatangan aria. Zahra yang berada diatas mendapatkan firasat bahwa Aria telah pulang, ia berlari menuju lantai bawah, dan disambut nya aria dengan senyuman sejuta watt.


"mas pulang!!, assalamualaikum mas," Zahra mencium tangan Aria namun diabaikan oleh Aria. sembari berjalan Zahra terus bertanya pada Aria.


"mas mau makan dulu apa mau mandi,?" tanya Zahra yang tidak terjawab," kalau mau mandi dulu biar Zahra siapkan air hangat, " masih tidak ada jawaban, " atau mau makan dulu biar dihangatkan lauknya, " namun masih saja tidak ada jawaban.


"mas kurusan sekarang, tapi alhamdulillah mas masih sehat sehat saja," Zahra tengah melepas pakaian aria serta sepatu aria," aku siapkan makanan sama air hangat dulu ya,"


Aria terduduk dikasurnya, ia melihat azan yang tengah tertidur, namun ia langsung membuang wajahnya.


"mas sudah siap," setelah mendengar Zahra, Aria bergegas untuk mandi. namun ia tak memakan makanan yang disiapkan Zahra. Zahra hanya terdiam dan menganggap mungkin saja aria tak lapar.


kini mereka tertidur dengan posisi azan ditengah tengah menjadi pemisah mereka, serta tubuh yang saling membelakangi. air mata demi air mata jatuh dipelupuk mata Zahra. ia berharap semua berlalu.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2