Cinta Zahra

Cinta Zahra
hari ini milikku


__ADS_3

(ba'da isya)


"assalamualaikum wr.wb, "


"ah, mas Aria, waalaikummusslm wr.wb kenapa baru datang, aku menunggu dari tadi tau, kemana aja si lama banget, " Girang Zahra yang mendapati Aria yang akhirnya datang juga, ia merasa girang kayaknya anak kecil yang di berikan sebuah permen. Aria menatap simbok sembari menyalami Zahra, tak biasanya Zahra seceria ini, seolah olah bertanya pada simbok ada apa ini? apa yang terjadi pada Zahra, tak biasanya Zahra bersikap seperti ini? namun simbok hanya menjawab tatapan Aria dengan tersenyum.


"kamu sudah makan,?" tanya Aria pada Zahra yang telah duduk disamping Zahra.


"tentu!, makanannya tadi enak sekali, aku mau besok memakan makanan dengan rasa enak yang sama tapi menu yang berbeda, boleh kan mas," Zahra menggenggam tangan aria.


"iya boleh,"


"terus aku juga boleh makan makanan yang berlemak, aku rindu tulang tulangan daging, terus lemak urat nya juga, apa lagi kambing itu bagus tuh buat nutrisi aku yang kekurangan darah katanya, terus aku juga kangeenn banget sama mie ayam ceker jadi boleh yah minta kokinya memasakkan itu semua untuk aku," lagi lagi Zahra bercerita dengan ria sembari merengek seperti anak kecil.


"iya nanti aku bilang sama kokinya tapi Ngak boleh terlalu banyak makan mie karena ngak baik buat kambing," jelas Aria sayang sama seperti sedang menangani anak kecil yang sedang merengek.


"tentu!! aku kan anak yang pintar mana ada orang di usia 22 tahun dan cantik sepertiku ini tidak mengetahui hal itu, aku bukan anak yang nakal kok, mas bisa percaya padaku, aku janji!," Zahra menunjukkan janji kelingkingnya dengan ceria menunjukkan tanda bahwa ia benar benar berjanji, lalu ia kembali menegang tangan Aria dan tertawa ceria.


Aria yang melihat tingkah aneh Zahra memegang kening Zahra ditambah lagi wajah Zahra yang memang agak pucat.


"aku ngak sakit kok," sahut Zahra yang di pengangi kending nya


"iya," sahut Aria yang hanya meng iya kan apapun kata Zahra.


entah kenapa hati ku terasa sedih melihat kamu yang ceria ini, apakah kamu sedang menyembunyikan rasa sedih mu? jangan buat aku merasa bersalah. batin Aria.


"simbok aku pulang dulu, simbok temani Zahra, oh iya nanti ibuku mungkin akan menjenguk Zahra sebentar, jadi aku tinggal dulu ya, jangan sampai Zahra telat makan dan minum obat ya" perintah Aria


"iya tuan," sahut simbok


"mas ngak temani aku tidur dulu?," sedih Zahra.


"masih ada yang harus diurus, " Aria membelai kepala Zahra karena rasa tak enak hatinya


"mas besok temani aku ya seharian, aku mohon batalkan semua janji kamu demi aku, sekalii ini saja, aku ngak akan minta apa apa lagi, janji!!, kumohon cuma sekali ini aja please, yah yah? ya mas ya?" rengek Zahra.


"Raaa.."


"aaaaaaaaaaa!! boleh ya please, ayolah kumohon yah yah,"

__ADS_1


"kenapa kamu ngak kaya biasanya?, " akhirnya Aria mengatakan pertanyaan yang membuatnya merasa penasaran.


"ayolah mas, yah yah.. aku begini karena aku rindu mas yang dulu, mungkin jika bukan karena azan dan bayi dikandungan ku pergi, kau mungkin tidak akan sudi untuk menjenguk ku meski hanya untuk mampir," Zahra melepaskan genggaman nya lalu menunduk, merasakan kebodohan nya.


"!!!," Aria terkejut dengan kata kata seperti itu bisa terucap dari mulut zahra."baiklah besok seharian," akhirnya Aria menyetujui permintaan Zahra karena ia merasa sedikit bersalah telah mengabaikan Zahra selama ini.


"horeee terimakasih banyak ya mas,"


"iya assalamualaikum wr.wb, "


"waalaikummusslm wr.wb mas, hati hati dijalan ya! yang pelan caranya berkendara jangan lupa makan ya mas ya, jangan begadang karena pekerjaan masih bisa dikerjakan hari esoknya, dan jangan lupa shalat mas!" Zahra setengah berteriak mengatakan kalimatnya untuk Aria sembari Aria terus berjalan, tak lupa juga Zahra melambaikan tangannya terus menerus


"iya!," balas Aria yang juga setengah berteriak, yang membuat Zahra sangat senang.


Setelah Zahra yakin Aria telah pergi, menghilang dari hadapan nya ia menangis menggenggam dadanya, ia terisak tangis yang ditahannya beberapa saat ini.


ternyata sakit ya, menahan sakit, aku hanya ingin bahagia oleh karena itu aku menahan sakit bukan untuk sakit. batin Zahra seolah olah berteriak meminta ketenangan dan kebahagiaan


"assalamualaikum wr.wb nak, kenapa kamu menangis," Tari yang baru saja sampai terkejut mendapati Zahra yang menangis dan sedang ditenangkan oleh simbok dalam pelukan simbok.


"simbok nona Zahra kenapa?,"


grep


Zahra memeluk Tari


"tenanglah nak, kamu kenapa?,"


"hmmh aku ngak apa apa ko bu, aku hanya bahagia, aku menangis karena bahagia, sungguh Bu aku hanya menginginkan sebuah kebahagiaan itu saja Bu, dan aku mendapatkan nya karena ibu dan semua nya jadi aku bahagia" jawab Zahra mengangkat kepala menghadap Tari dan menunjukan senyuman nya yang tulus untuk Tari


"ah??"


"ibu bawa make up?," pertanyaan Zahra tiba tiba membuat tari semakin terkejut dan bingung


"untuk apa nak? kenapa menginginkan make up tidak biasanya anakku mau make up," tanya Tari dengan penasaran


"jadi gini Bu kan besok seharian mas Aria akan menemaniku, jadi aku harus berdandan sedikit tidak nya untuk tampil lebih cantik seperti ibuk, biar mas Aria hanya melihatku memandangku, menyayangiku dan mencintaiku, jadi mas Aria ngak memandang orang lain ngak akan jatuh hati pada orang lain, jadi aku ngak perlu cemas buk" sahut Zahra menjelaskan apa maksud dari keinginan nya


"hahaha baiklah, aku akan menelepon sekretaris ku untuk membelikan make up terbaru dan terbagus untukmu, semuanya lengkap termasuk cream nya dan body lotion, bahkan akan sampai padamu malam ini juga,"

__ADS_1


"yang benarkah ibu?,"


"ya sayang,"


"bu satu permintaan lagi, "


"aku rindu mamah, bolehkah mamah kesini,"


"haha tentu saja, tiket untuk besanku itu harus ada besok juga sehingga mamah mu lusa bisa sampai disini,"


"wah!! senangnya, ku rasa aku tidak bisa tidur membayangkannya, aku tidak sabar untuk menunggu hari esok dan lusa, waktu percepatlah!, "


"aih ibu tidak bisa mempercepat waktu ya,"


"ahahaha iya buk, " ruangan penuh dengan suara tawa bersama.


setelah beberapa saat kemudian Zahra tertidur setelah mendapati set make up terbarunya, Zahra bahkan tertidur sembari memeluk set make up yang baru didapatkan nya Tari enggan untuk memindahkan make up itu karena terlihat Zahra sangat menyukainya, setelah beberapa saat Tari harus bergegas untuk pergi.


"simbok jaga nona dengan baik ya," pinta Tari pada simbok


"baik nyonya,"


"dan tolong lebih perhatikan dia, aku merasa ada yang aneh dia tidak seperti biasanya,"


"iya nyonya saya juga merasa demikian, "


"hmmh tapi mungkin ini hanya karena ia ingin Aria kembali padanya ditambah lagi beban yang ditanggung nya,"


"iya nyonya, mungkin demikian,"


"baiklah aku pergi, titip Zahra ya"


"baik nyonya, hati hati dijalan,"


"mmh assalamualaikum,"


"waalaikummusslm wr.wb"


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2