Cinta Zahra

Cinta Zahra
kasih sayang


__ADS_3

pagi yang cerah, suara lantunan seseorang yang mengaji di masjid telah terdengar, Zahra terbangun ia bergegas ingin shalat subuh, namun tubuhnya sedikit lebih susah bergerak karena pelukan Aria, Saat Zahra ingin melepaskan tangan Aria, Aria terbangun.


"mmh ra," lirih Aria dengan suara kantuknya.


"iya mas," jawab Zahra yang berusaha melepaskan pelukan Aria yang semakin erat.


"masih terlalu pagi, mau kemana?, tidur dulu," rengek Aria yang tak ingin membiarkan Zahra pergi.


"mas siap siap shalat subuh yuk," belai Zahra pada rambut Aria.


"mmmmmmh, " rengek aria karena malas.


"haaaahhhhhhh," Zahra menarik nafas dalam.


"iya kamu shalat duluan aja deh, nanti aku shalat dirumah,"


"mas mau di sebut sholeh apa sholehah," rayu Zahra.


"iya iya aku sekarang kemasjid, kamu diam aja disini jagain azan, lagi pula juga kan wanita gak diwajibkan ke masjid," Aria terbangun dari tidurnya dan bersiap kekamar mandi.


"iya mas, yaudah gih sana,"


"mmh," jawab Aria.


hari sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi, Aria sudah kembali dari masjid, dan mendapati Azan yang masih tertidur sedangkan ia mencari Zahra yang tak ia temukan dikamar, lalu ia mencarinya di dapur dan ya azan menemukannya dengan senyuman melebar.


"assalamualaikum wr.wb!" Aria setengah berteriak mengagetkan Zahra.


"waalaikummusslm wr.wb mas ya allah," Zahra sedikit terkaget. sembari menyalami Aria


"masak apa ra," Aria penasaran menatap masakan Zahra yang lumayan banyak." mmmh kayak nya enak enak nih, banyak bener,"


"kan mas udah janji mau ajak aku liburan, sekarang aku mau kita belanja dulu, mau dimanjakan pake uang suami, terus mau ke pantai lihat sunset, "


"ohhh haha makanan bisa dibeli kali gampang,"


"emmmmm ngak mau mokoknya masakan yang dibuat sendiri dengan sepenuh hati itu lebih istimewa, "

__ADS_1


"baiklah baiklah," ngalah Aria.


Zahra kini telah bersiap siap begitupun dengan azan yang telah dipersiapkan oleh Zahra sebaik mungkin, Zahra tau Aria masih belum bisa memberikan hatinya kepada Zahra namun Zahra yakin dengan seiringnya waktu pasti Aria bisa membuka hatinya untuk Zahra.


"mana azan, sini sama papah," Aria menggendong Azan.


"pa_pa," sebut azan dengan suara anak anaknya yang terbata bata.


"iyaaa anak papa udah bisa ngomong ya, coba lagi pa_pah, pa_pa," Aria begitu gembira mendengar azan memanggilnya entah kenapa aria merasa dirinya bisa sebahagia ini.


Aria, azan, Zahra serta simbok sudah bersiap untuk pergi.


begitu juga dengan Yus sekretaris pribadi Aria yang selalu setia menemani 24 jam kapan pun Aria membutuhkannya.


"Yus sudah siap," ucap Aria pada Yus.


"iya Tuan simbok dan barang barang sudah ada dimobil yang satu, dan anda bersama dengan nona menaiki mobil yang biasa Anda kenakan," jelas Yus.


"mmh," sahut Aria.


"mmh," sahut Aria lagi.


"masalah nona angel saya sudah memberitahunya bahwa seharian ini anda sibuk jadi tidak punya waktu untuk dia." lanjut Yus seolah mengetahui semua yang ingin didengar oleh Aria.


"haaaah," Aria menarik nafas dalam. "ini lebih baik untuknya, karena aku juga harus adil terhadap istri ku, setelah ini baru aku akan menemuinya, aku juga merindukan nya,"


Zahra hanya terdiam mendengar Aria, berharap bisa menahan diri agar persahabatan yang telah ia jalin tidak sia sia.


Zahra terlebih dahulu menuju rumah sakit untuk memeriksa keadaan Azan, setelah itu pergi berbelanja semua yang ia mau bahkan memberikan barang barang utk para pelayan dirumah dan para sahabatnya.


Zahra mengurungkan niatnya untuk menonton bioskop, karena ia lebih menginginkan menghabiskan waktu bersantai dipantai jarang jarang ia menemukan kesempatan yang begitu brilian itu baginya.


sesampainya Zahra dipantai, dia menjalankan azan dengan tangannya di pinggiran pantai agar kaki azan terkena air ombak pantai itu sendiri, dan ya azan begitu terbahak tertawa greget karena air itu datang dan pergi mengikuti angin.


hari sudah sore hampir magrib tepatnya azan tertidur dan diurus oleh simbok, sedangkan Zahra dengan Aria sedang berjalan dipinggiran pantai merasakan sejuknya angin pantai, sembari menikmati sunset yang sedang berlangsung.


"ra," panggil Aria lirih.

__ADS_1


"mh," sahut Zahra mengarah Aria.


"boleh cerita ngak,"


"cerita aja mas,"


"aku dulu anak yang selalu dibuli, anak yang lemah mereka hanya berteman dengan ku karena aku anak yang kaya, mereka memerasku, tidak ada yang tulus pada ku karena itulah terkadang aku bersikap dingin pada semuanya kecuali Andrean dan ibuku, pada akhirnya ada seorang wanita yang selalu menemaniku kadang suka ataupun duka, selalu tulus padaku bagaikan dia seorang pereman seksi yang selalu menjagaku yah dia adalah angel,"


Zahra sedikit terluka mendengar cerita Aria terluka karena Aria memiliki masa lalu yang sulit dan terluka angel begitu kuat dihati Aria.


"angel selalu ada untuk ku bahkan sampai ayahku meninggal saat itu, kita sempat terpisah karena aku dipondokkan oleh ayah, namun setelah ayah meninggal aku bertemu lagi dengannya, hanya saja saat itu ia menjadi seorang PSK di kafe xx," lanjut Aria.


"hmmh," angguk Zahra,.


"entah kenapa saat itu ia seperti bukan dirinya, tak ada kelembutan dihatinya, dia melayani layaknya hewan melayani tuannya dengan begitu baik, aku sengaja memintanya melayaniku saat itu karena aku marah, namun hatiku Tak bisa berbohong aku sangat menyayangi nya, dan ternyata dia seperti itu karena harta, aku pun memberikan harta padanya beberapa bulan hubungan kami berjalan dengan lancar ibu pun menerimanya, namun suatu ketika ibu menemukannya dengan seorang pria ia tidak terima dan tidak ingin melihat ku dengan angel, tapi aku tetap memperjuangkannya tapi entah kenapa ia malah menikah dengan pria itu,"


"apa,? jadi..?"


"yah angel pernah menikah namun kembali menjadi PSK hanya saja aku tidak bisa menemukannya selama bertahun tahun, hingga saat ia kembali disaat aku menikah dengan mu ia telah dicampakkan oleh suaminya, ia memohon kembali padaku saat dirumah sakit setelah kamu dan ibu pergi, yah aku menerima nya aku mencoba mengerti mungkin ia tak tahan karena saat itu aku begitu posesif hanya ingin dia menjadi milikku seorang oleh karena itu ia pergi meninggalkan ku,"


"hmmh sabar ya mas," elus Zahra setelah mendengar cerita azan yang begitu panjang.


"terimakasih banyak karena mau menerima ku,"


"mmh iya mas,"


"lihat sunset nya begitu indah, dulu disaat ayah masih hidup aku, ibuku dan ayah sering melihat sunset diakhir pekan, indah sekali ya,"


"mmh," angguk Aria dengan senyum lega karena telah mengeluarkan isi hatinya.


"ternyata membuat kamu senang itu ngak susah ya, gak perlu pergi keluar negeri dan belanja barang impor,"


"ah??, hahaha," Zahra tertawa mendengar Aria berbicara tentang dirinya, dan disambut juga dengan tawa Aria


bersambung....


__ADS_1


__ADS_2