Cinta Zahra

Cinta Zahra
Malam itu mengelabuiku


__ADS_3

Malam yang sunyi gelap gulita dan berbau nafsu telah menyelimuti sesuatu yang seharusnya tak terjadi malah terjadi, Mahkota yang telah dijaga oleh wanita kini telah hancur, di hancurkan secara suka relawan tanpa ada rasa belas kasihan. Sungguh menyedihkan nasip kemuliaan yang begitu berharga yang hanya bernilai kan sebuah rasa malu seperti debu.


Reza terbangun di pagi harinya ia memegang kepalanya merasakan rasa sakit di kepala nya mencoba untuk mengingat apa yang telah terjadi pas dirinya semalam.


Reza melihat ke sekelilingnya, ia menemukan bahwa dirinya sedang berada di sebuah kamar, tak lain ia alah kamar hotel. Reza terkejut karena ia mengingat kejadian semalam, ia melihat disampingnya ada percikan darah dan dia menyadari bahwa dia telah mengambil kesucian seorang wanita yang seharusnya tidak ia lakukan. Reza mendengar pintu kamar mandi terbuka, dan yang keluar adalah Riska.


"Riska maaf semalam aku..," Reza berucap pelan tak tau harus menjelaskan apa karena sebenarnya di dalam benaknya adalah Zahra.


"hmmh iya, Kaka bersihkan diri dulu sana," Riska memberikan handuk pada Reza. setelah Reza selesai membersihkan dirinya Reza segera membasuh seprai yang kotor karena percikan darah Riska.


"kenapa ka bukankah nanti ada Pegawai hotel yang akan melakukan nya, dia yang bertugas dalam pembersihan kan?," Reza hanya terdiam tidak menjawab lalu melanjutkan kegiatannya.


"ka..," Riska merengek dan memegangi tangan Reza yang tidak mau berhenti.


"Riska!," Reza setengah berteriak pada Riska. Membuat Riska terdiam seketika itu juga.


Reza tersadar bahwa dirinya telah berteriak dan dia merasa bersalah.


"Maaf, aku tidak bermaksud...." Ucap Reza namun Riska hanya diam dan menunduk.


"kamu pakai pakaian nya yang bener ya, jangan terlalu nempel sama cowok gak baik, seprai nya harus di bersihkan jangan sampai membuat orang berfikir yang macam macam ya," Reza menjelaskan dengan lembut. Riska mengangguk mengerti lalu ikut membantu Reza. Reza mengantarkan Riska ke kampus setelah selesai sarapan.


"Riska kamu ga apa apa? kok kamu kelihatan pucat," Tanya Zahra yang menghampiri Riska karena Riska terlihat pucat, namun Riska hanya diam karena merasa risih.


"udah sarapan belum?, aku belikan sarapan ya?," Zahra menawari Riska dan merasakan kening Riska yang terlihat pucat dan memang benar tubuh Riska terasa hangat. Riska sebenarnya menyukai perhatian Zahra tetapi ia berusaha sekuatnya untuk tidak menghiraukan Zahra.


"ih paan sih, orang gua ga apa apa ko, buktinya gua baik baik aja kan?," Ketus Riska melihat tingkah laku Zahra, Takut ketahuan apa yang telah di lakukan nya semalam bersama Reza.


"aku khawatir tau sama kamu," jawab Zahra dengan sedikit memelas.


"udah puas? gua ga apa apa juga, dah ah mending Lo diem aja dan perhatikan diri Lo sendiri oke?! sekarang lo pergi deh ya gua butuh waktu untuk sendiri, pusing tau gak!?,"


"mh iya aku minta maaf ya, kalau kamu terganggu sama aku. Aku bakal behernti gangguin kamu kalau memang begitu lah yang kamu inginkan," ucap Zahra lalu pergi meninggalkan Riska. Riska terkejut dengan apa yang dikatakan Zahra apa Zahra bersungguh sungguh atau tidak yang jelas ada kekhawatiran di dalam dirinya.


Zahra merasa sakit di hatinya entahlah ia rapuh atau menyerah, tetapi ia akan selalu ada untuk sahabat nya itu, bagaimanapun juga, saat Riska membutuhkan nya, dia akan selalu ada untuk Riska.


Mungkin aku harus memberinya ruang untuk tenang. Fikir Zahra


.....


"Assalammualaikum," Zahra pulang ke rumah mertua nya.

__ADS_1


"Waalaikummussalam warrahmatullah hi wabarakatuh nak, kamu pulang cepet ga sama Rahman?," Tanya Yeni yang langsung menyambut Zahra dengan hangat.


"ga ma, tadi aku pulang sendiri, aku ke kamar dulu ya man," Zahra pergi menuju kamarnya.


apakah ada masalah dengannya?, dia tidak semangat seperti biasanya, biasanya ia jika sampai rumah selalu menanyakan apa yang harus dikerjakan dan membantu dengan sepenuh hatinya. Entahlah aku hanya ingin dia baik baik saja. Gumam Yeni dengan menarik nafas pelan.


Zahra menaruh tas, lalu membersihkan tubuhnya, ia tidak tau apa yang harus di kerjakan di kamarnya karena kamarnya sudah begitu rapi. Zahra menarik nafas, melihat foto foto saat ia bersama dengan Riska tak sadar ia mulai menjatuhkan air matanya, tak tahan juga ia mulai terisak dalam tangisnya. Memegang handphone yang ada foto dirinya dan Riska lalu menaruhnya di dadanya sambil menangis tersedu sedu.


Yeni mendengar Zahra menangis saat melewati kamar Zahra dan Rahman.


"nak..," Panggil Yeni lirih, Zahra biasanya tak ingin di lihat oleh orang lain jika ia sedang menangis tapi kali ia sudah tidak kuat lagi untuk menyembunyikan tangisnya.


Yeni berlari kecil menghampiri Zahra lalu memeluk Zahra, Zahra membalas pelukan ibu mertuanya itu.


"aaa, mengapa semua begini? kenapa hubungan kami harus hancur ma? aku sangat menyayangi dia, kami berjanji untuk bersama tetapi kenapa harus hancur seperti ini, hanya karena suatu hal yang seharusnya tak terjadi," Zahra setengah berteriak di dalam pelukan Yeni, melepaskan ponselnya membiarkannya menyala dan tergeletak di kasur. Yeni melihat isi foto yang ada di telepon Zahra ia mengerti seperti apa permalasahan Zahra saat ini.


"Menangis lah menangis lah sayang, mama mengerti apa yang kamu rasakan, menangis lah jika itu membuatmu tenang, lagi pula menangis tidak membuahkan dosa, menangis lah sayang menangis lah," Yeni mengelus Elus punggung Zahra pelan.


Setelah beberapa saat terasa pelukan Zahra yang sudah tidak seberat awal nya. Zahra melepaskan pelukannya, dan menunduk malu.


"ah? kenapa? sekarang kamu malu? hahaha tidak apa apa sayang, jangan terlalu malu seperti itu, sudahlah sudahlah istirahat yang baik ya," Yeni menenangkan Zahra dengan tawanya dan membaringkan tubuh Zahra agar tertidur.


"Terima kasih banyak ma," ucap Zahra sebelum tertidur, karena ia merasa sangat lelah mungkin ia akan lebih cepat terlelap.


Setelah beberapa jam Yeni pergi dari kamar Zahra, Rahman pulang dengan tergesa-gesa.


"kenapa seperti terburu buru nak,"


"Zahra ga apa apa ma? dia ga jawab telepon aku ga balas SMS aku, dia cuma bilang mau pulang duluan itu aja," tanya Rahman cemas.


"ga apa apa, kamu jangan ganggu dia, dia cuma kelelahan saja, biarkan dia tertidur, lagi pula kamu juga kenapa kamu pulang larut masa ia kamu menyuruh dia untuk menunggumu seharian," jawab Yeni dengan lembut memegangi tangan Rahman yang menyalaminya.


"ya udah aku ke atas dulu mah,"


"iya,"


...


Di kamar Rahman melihat Zahra yang sedak tertidur pulas, ia meletakkan barang barang nya dengan perlahan lalu pergi untuk membersihkan dirinya.


Setelah itu ia duduk di dekat Zahra, sesekali mendengar Zahra yang masih terisak.

__ADS_1


"heish anak ini, kenapa ga bilang bilang, kalau ada masalah kan beri tahu aku, memangnya apa sih yang ga bisa aku berikan huh! berlibur keliling dunia? menyuruh orang orang yang melukaimu untuk berlutut padamu? aku bisa berikan itu," ucap Rahman pelan dengan kesal.


"mmh, Kaka ini ngomong apa sih?," Zahra terbangun karena mendengar suara Rahman.


"ah? kamu bangun ya, padahal aku sudah mengecilkan volume suaraku, sudah shalat magrib belum, udah adzan ni shalat dulu sana," Rahman membangunkan Zahra.


....


Riska sedang berada di kamarnya membereskan kamar nya yang seperti kapal pecah.


"Nak?," panggil ibu Riska


"iya Bu ada apa?,"


"kamu ada masalah sama Zahra?,"


"ibu, jangan bahas itu ya aku juga ga ngerti, biarlah aku berusaha menjalani ini semua Bu,"


"hmmh, kamu tidak biasanya tertutup pada ibu loh nak,"


"iya Bu maaf, sebenarnya Riska suka sama seorang lelaki," ungkap Riska pada ibu nya.


"ekhem, anak bapak lagi ke sem sem sama anak orang nih?," tiba tiba bapak Riska muncul.


"hehehe bapak,"


"ya udah kalau gitu kapan kapan ajak dong dia kerumah,"


"beneran pak?,"


"iya nak,"


"terima kasih banyak ya pak."


Riska segera menghubungi Reza, ia merasa begitu sangat senang dengan keputusan bapak nya. Ia berharap ia bisa bersatu dengan Reza.


"halo ka Reza?," Riska menelpon Reza.


"Iya Riska ada apa?,"


"ka bisa kerumah? bapak mau ketemu, kapan kerumah? aku seneng banget,"

__ADS_1


"!!"


bersambung....


__ADS_2