Cinta Zahra

Cinta Zahra
Penyesalan


__ADS_3

Riska melihat kearah rumahnya sekilas sebelum ia pergi meninggalkan rumah.


"ini bawa semua barang barang mu, jangan tinggalkan satu pun barang barang yang mengingatkan aku sama kamu!," Teriak bapak Riska yang keluar lagi sambil melemparkan barang barang Riska yang tidak terbawa di dalam tas nya.


Riska menutup mulutnya menangis karena diperlakukan seperti itu oleh bapaknya.


"pak sudah pak sudah," ibu Riska menarik bapak Riska yang terus saja melemparkan barang barang Riska.


Riska mengambilnya dan pergi berlalu meninggalkan tempatnya.


Diperjalanan yang runsang dan perasaan yang sedih serta hancur. Entah kemana lagi Riska berfikir harus pergi, ingin ia mencari Zahra tetapi Zahra saja sudah menghilang beberapa Minggu ini, dan apakah masih ada rasa percaya diri nya yang bisa membuat dia berani mencari Zahra.


Ingin ia mencari Reza namun rasa malu nya masih terlalu besar, sehingga ia mengurungkan niatnya. Hujan turun Riska berlari untuk meneduhkan dirinya, namun semakin lama semakin deras, Riska merasa kedinginan sehingga ia mencari cari pakaian yang bisa ia gunakan untuk menyelimuti dirinya. Setelah beberapa saat tak terasa ternyata ia tertidur di tempatnya berteduh, ya itu didepan kios seseorang yang sedang tutup.


"ya Allah nak, bangun nak kamu ko bisa disini," ucap Ibu ibu yang membangunkan Riska namun Riska tak tersadarkan ibu ibu itu menyentuh kening dan leher Riska untuk merasakan suhu tubuhnya, dan ternyata tubuh Riska terasa sangat panas.


"pak!! pak!! sini pak!," panggil ibu ibu kepada suaminya.


"iya Bu ada apa?,"


"pak cepat pak angkat anak ini masuk kerumah," ucap ibu itu dan membawa barang barang Riska masuk kedalam rumah.


"ibu mengenal anak ini?," tanya suami sang ibu karena ia juga jadi ikut terkejut karena teriakan istrinya.


"dia itu anaknya ibu ibu yang biasa tempat ibu pesan barang olshop itu pak, ibu ga tau pasti namanya tapi ibu ingat dia karena pernah bertemu saat ibu kesana melihat lihat barang," jelas ibu ibu itu pada suaminya.


"ohh kasihan dia Bu," ucap bapak itu melihat tas besar dan koper yang dibawa oleh Riska.


"iya pak ibu rasa dia sedang memiliki masalah keluarganya.


"ya sudah buk, gantikan pakaiannya kasihan dia kedinginan," pinta sang bapak.


Dan akhirnya ibu ibu itu menggantikan pakaian Riska saat suaminya sudah pergi dari kamarnya. menghangatkan tubuh Riska dan mengompresnya agar demamnya Riska turun.

__ADS_1


......


"pak sekarang hujan deras, ibu khawatir pada Riska pak," ucap ibu Riska melihat kearah luar jendela.


"sudahlah jangan difikirkan dia sudah besar, dia tau mana yang salah dan benar!, jangan mengatakan sesuatu apapun lagi yang dapat mengingatkan aku dengan anak itu!," bentak bapak Riska.


Ya Allah nak kamu lagi apa dan lagi dimana sekarang, ibu merindukan kamu serta mengkhawatirkan kamu, ibu tidak ingin kamu sampai kenapa Napa sayang, pulanglah jangan dengarkan kata kata bapakmu, menurutkan sayang ibu khawatir kamu kenapa Napa diluar sana. Gumam ibu Riska dengan menangis didalam hatinya. sungguh menyesakkan dadanya membuat ia sampai memegang dadanya dan meremas pakaian di dadanya.


.....


"kasihan sekali kamu nak, masalah apa yang sedang kamu hadapi sehingga kamu seperti ini," gumam perlahan ibu yang membantu Riska.


Setelah beberapa jam, Riska terbangun dan tersadarkan diri,


Riska melihat sekeliling nya, terlihat sebuah kamar yang asing baginya, memegang kepalanya yang terasa pusing dan merasa ada sebuah kain kompres. Ia juga teringat lagi dimana ia berada sekarang dan sudah tidak berada ditempat orang tuanya lagi.


"ah kamu sudah bangun nak," ucap ibu ibu yang menyelamatkan Riska sambil membawakan Riska sebuah air minum hangat untuk Riska.


"tadi kamu terbaring di depan kios ibu, kamu setengah sadar tadi," ucap ibu itu sambil memberikan air teh hangat untuk diminum oleh Riska.


"terima kasih banyak," Jawab Riska dengan senyuman.


"iya minumlah sampai habis nanti ibu buatkan lagi, jangan sampai kamu kenapa napa,"


"iya Bu sekali lagi terima kasih banyak," ucap Riska lalu ibu itu terduduk di samping Riska dan membelai pundak Riska serta rambut Riska.


"nak, jika boleh ibu tau, sebenarnya ada masalah apa kamu sampai seperti ini," tanya ibu itu dengan lembut.


Riska menggelengkan kepalanya pelan dan berkata.


"aku melakukan kesalahan yang begitu besar, mengkhianati keluarga dan sahabat ku sendiri, yang sebenarnya demi kebaikan ku," ucap Riska sambil memegang perutnya dan menundukkan kepalanya.


Ibu itu melihat kearah perut Riska yang sedang di belai Riska, dan menganggukkan kepala bertanda mengerti apa yang dimaksud oleh Riska.

__ADS_1


"Yang sabar ya, jangan pantang menyerah, teruslah semangat masih ada jalan yang begitu cerah di ujung sana asalkan kamu memperbaiki kesalahan mu dari sekarang," ucap ibu itu dengan perasaan yang begitu.


" ingat jangan menyerah begitu saja, tinggalah dulu disini sementara dan jangan khawatir ya, juga maaf jika nanti mungkin saya akan merepotkan mu dengan memintamu membantu pekerjaan rumah," imbuh ibu itu dengan senyuman, berniat agar Riska tak merasa canggung.


"ya Bu, terima kasih banyak atas bantuannya, saya ga tau harus kayak bagaimana lagi." ucap Riska dengan menundukkan kepalanya.


"ya sudah ibu pergi dulu ya," ibu itu pergi meninggalkan Riska sendiri memberinya ruang untuk beristirahat.


Ibu, bapak Riska minta maaf pada kalian berdua, mungkin rasa bersalah Riska hanya bisa Riska balas kan dengan seperti ini, terima kasih banyak karena telah mendidik Riska dengan begitu baik namun maaf juga karena telah mengecewakan kalian karena tidak bisa menjadi anak yang tau berterima kasih. Riska menangis terdiam mengingat semua yang terjadi, mengingat bagaimana kebodohan nya yang menganggap sesuatu yang salah menjadi benar sedangkan yang benar menjadi salah.


........


"Ka Rahman?," panggil Zahra saat menyiapkan kemeja untuk Rahman.


"mmh?," Tanya Rahman yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin.


"aku kepikiran Riska," ucap Zahra lirih


"hmmh kamu kesini berlibur bersama ku agar kamu bisa merelakan dia melakukan sesuatu yang membuatnya bahagia kan? jadi percayakan saja semuanya," ucap Rahman. Yang memang benar bahwa sudah beberapa Minggu ini Zahra cuti kuliahnya karena akan pergi berlibur dengan Rahman untuk menenangkan dirinya. Kebetulan Rahman juga sedang mendapat bisnis di luar negeri jadi ia sekalian membawa Zahra untuk berlibur sesuai keinginan Zahra, agar ia bisa menenangkan pikirannya.


Tapi ia begitu merindukan Riska saat itu, terasa seperti Riska sangat membutuhkannya saat itu, sedang mencarinya dan membutuhkan bantuannya.


Riska aku berharap kamu baik baik saja disana, karena kepergian ku adalah agar kamu ataupun aku bisa mendapatkan ketenangan, aku mohon tolong jangan bilang kalau kami sedang tidak baik baik saja. Aku menyayangimu Riska semua ini sedang ku usahakan hanya untukmu. Batin Zahra bertanya tanya dan terasa sedih seperti begitu merindukan Riska sosok sahabat yang selalu bersama dengan nya selama sebelum Reza hadir menjadi penengah di antara mereka berdua.


Zahra gua rindu Lo, rindu banget gua butuh Lo, Lo menghilang setelah perdebatan kita yang terakhir kali. Gua minta maaf sama Lo, sekarang semua yang Lo katakan itu terbukti benar. gak seharusnya gua jadi cewek gampangan karena satu lelaki yang pnoh dosa, yang memang bukan hak gua. Gua salah Ra maafin gua, ingin rasanya ketemu Lo tapi gua ragu akan rasa malu yang sudah begitu berlebih dalam diri gua, akan kah gua masih ada harga diri untuk ketemu sama Lo Ra. Batin Riska di lain tempat memanggil manggil Zahra dan merindukan sesosok sahabat yang selalu setia berada di dekatnya.


Gua rindu canda tawa kita bersama Ra. Riska


Aku merindukan saat saat kita bersama Riska, sangat sekali merindukan itu semua. Zahra.


bersambung.....


Hay semuanya akhirnya bisa upp malam ini🥰, berkat like dan komentar kalian yang menyemangati ku, hanya saja maaf banget beribu maaf lagi karena ga bisa memberikan episode ganda atau jumlah kalimat ganda dari bisanya seperti kata aku kemarin malam🙏 maaf banget ya. Semoga kalian menikmati episedoe episodenya. Terima kasih banyak tunggu selalu upp berikutnya ya 😉

__ADS_1


__ADS_2