
Aria tak menyangka ternyata keputusan yang ia ambil selama ini adalah keputusan yang salah. Awalnya ia mengira tak akan menjadi serumit ini, ia mengira semuanya begitu mudah bagi nya. Aria pun memutuskan untuk segera menelfon Andrean untuk datang dan mengajak nya ketempat yang nyaman di kota itu untuk menenangkan diri, lebih tepatnya lagi agar diri nya bisa lebih berfikir jernih dan menyatu dengan udara bebas. Karena ia belum mengetahui tentang daerah itu ia meminta Andrean untuk menemani nya ke suatu tempat dimana pun yang Andrean tau asalkan menenangkan.
"hmmh kenapa kamu malah mengajak ku kesini?," tanya Aria yang heran di ajak ke Pantai.
"aku kan memintamu untuk membawa ku ke tempat yang dapat membuatku rilex dan berfikiran tenang," ketus Aria, yang tanpa disadari telah menikmati udara disana yang telah mulai merasuki tubuhnya.
"katanya mau ketempat yang tenang gimana sih lu bang," rangkul Andrean yang kini ingin menghilangkan pembatas antara siapa yang jabatannya lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah, kali ini ia hanya ingin menjadi tak lebih dari seorang adik atau saudara sendiri.
"eh bang lihat napa tubuh elu aja ni ye udah ngerenspon bahwa dia menikmati udara disini, udah tenang lu bang," Andrean membawa Aria untuk duduk di pinggiran Pantai
"ndre kamu sahabat aku dari kecil, hany kamu" ucap Aria lirih
"hmmh aku tau,"
"kamu yang selalu setia buat aku,"
"yaahhhhhhhhhh aku tau sekali itu," dengan gayanya Andrean berlagak sombong.
"kamu yang selalu ada disaat kubutuhkan, "
"betul!! dan tepat sekali,"
"jika aku ada masalah, aku paling nyaman berbagi masalah dan kebahagiaan denganmu,"
"hei!! ngomong, ngomong aja kali, merinding ni, dipuji puji gitu tumben banget, kayak makhluk halus aja" Andrean meraba seluruh tubuhnya
"kamu tau Zahra dan angel?,"
"heh kenapa ngak," jawab Andrean sembari menundukkan kepalanya.
" entah mengapa aku ngk bisa kehilangan keduanya, ada yang bilang bahwa aku menyukai salah satu nya hanya karena iba, dan aku harus berperilaku yang adil, tapi aku juga tidak tau bahwa itu siapa"
"iyah itu benar," akhirnya mereka kini berbicara serius
"aku bingung Andrean. Tapi jujur selama aku kehilangan Zahra entah kenapa semangatku terhadap Angel hilang, aku hanya ingin Azan dah Zahra, yang ada di ingatanku ya itu kenang kenangan saat bersama mereka, yang ada di benak ku hanya mereka, yang terbayang bayang oleh mata ya hanya mereka entah sejak kapan aku merasa menjadi satu dengan mereka"
__ADS_1
"Aria sebelum lanjut aku mau mengakui sesuatu padamu," cegah Andrean
"katakan,"
"aku mencintai Zahra,"pengakuan Andrean seketika membuat Aria terkejut, dan langsung membuatnya mendapatkan tatapan dari Aria.
"jangan marah dulu dong disini bukan aku yang salah sepenuhnya lu juga salah kali," imbuh Andrean yang semakin membuat Aria terkejut dan terheran, kenapa Andrean bisa mengatakan ini? memang apa salahnya? apa yang telah ia perbuat? dasar!!, itu yang ada didalam benak Aria.
" lu tau wanita yang melayani gua dikafe xx, dia adalah wanita yang sama yang menjadi istri lu sekarang, seharusnya gua yang nikah ama dia!! heis sayang sekali. tapi gua malah berbuat salah Ama dia gua sia siain dia, gua pikir harta segalanya, tapi Ngak gua salah, gua pikir cuma gua yang mau sama dia, dan dia termasuk beruntung kalau bisa dapetin gua huh!"
"cih, ke ge-er an tau ngak kamu!," sahut Aria yang sedikit jengkel dengan sahabat sekaligus sepupu di sebelahnya ini
"dan tentang masa lalunya..," lalu Andrean pun menceritakan masa lalu Zahra sesuai dengan apa yang Zahra ceritakan pada Andrean dimalam terakhir mereka bersama, tanpa terlewatkan sedikitpun.
"!!," Aria tercengang, ia benar benar terkejut.
"lu marah gua?" tanya Andrean yang melihat ekspresi wajah Aria
"sampai rasanya aku ingin membunuhmu, " cengir Aria.
celetuk Andrean
"heish jangan asal ngomong kamu!, bagaimana pun keadaan nya itu hanya masa lalu nya sekarang aku menginginkan dirinya, biarlah masa lalu nya terkubur dengan apa yang telah di lalui dan masa sekarang biarlah aku untuk berusaha bisa membahagiakan nya"
"lalu angel,?"
"huh! jujur sesungguhnya aku bingung!!," Aria berteriak ingin melepaskan emosinya, " aku gak bisa lihat dia bersedih ataupun sendirian, dulu dia selalu ada buat aku, aku ngak bisa nge biarin dia sedih begitu aja gara gara aku!," imbuh Aria.
"lalu dengan Zahra?, kamu tega?," kini nada Andrean sudah kembali formal seperti seseorang yang lebih menghormati Aria.
"!!!"
"huh bagaimana?, Aria Angel sekarang sudah dewasa dia ngak boleh egois, dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri, dia layak mencari keluarga nya sendiri, kamu ngak bisa gini terus sama dia tugas kamu menjaga dia sebagai seorang kakak bukan nya malah lebih mementingkan dia dari pada istri kamu Yang kewajiban kamu untuk menjaganya se hidup semati dikala sehat ataupun sakit, jatuh atau bangkit tapi sekarang justru dia yang akan kamu telantarkan? gimana sih pandangan agamamu bukankah kamu lebih banyak mendapat ilmu agama lebih banyak daripada aku saat masih kecil heish menjengkelkan!" Jelas Andrean dengan nada penuh dengan kekesalan nya.
setelah beberapa lama terdiam Aria menarik nafas panjang. Mengambil telfon genggamnya. Dan berbicara dengan seseorang disebrang telfon.
__ADS_1
"halo, bagaimana? sudah dapat jawabannya aku tak menyangka secepat ini tuan mendapatkan keputusan, " jawab seseorang di seberang seolah olah sedang mengolok ke konsistisen-an Aria
"iya, mari bantu aku kembali dengan Zahra, akan ku berikan apapun yang kau mau asalkan aku bisa bersamanya, apapun itu"
"jadi itu keputusan mu?,"
"iya," jawab Aria
"final ya?," tanya Tini sekali lagi untuk meyankinkan
"baiklah besok kita bisa bertemu di tempat kamu menemuiku tadi,"
telepon terputus Andrean menatap Aria begitu juga sebaliknya.
Andrean menggangguk memegang pundak Aria memberi semangat.
"okeh mari kita pergi ke hotel termahal disini, kita beristirahat!, woaahhh aku sangat lelah, uuuuuuh!!!" Aria sedikit bersemangat dan pergi mendahului Andrean dengan setengah berlari dan menikmati pemandangan sekitar, ia mendapati beberapa keluarga yang sedang menikmati suasa di sana.
"mungkin saat ini sedang bahagia seperti kalian," gumam Aria melihat para keluarga yang sedang penuh dengan canda tawa keluarga mereka.
"Aria!! ingat kata kata ku, kalau kamu menyia menyiakan dia lagi!!, akan kurebut dia bagaimanapun caranya!!," teriak Andrean pada Aria yang berlalu meninggalkan nya, Aria tertawa mendengar kata Andrean lalu ia mengacungkan jempol pada Andrean.
"tak akan ku biarkan!!,"
yah mungkin selama ini aku hanya mencintai angel tapi allah berkehendak lain, allah memberikan yang terbaik untuk ku tapi aku malah menyia menyiakan nya, sekarang aku akan memperjuangkannya, tak kan kubiarkan siapapun merebutnya, batin Aria.
ia berjalan dengan penuh semangat, ia berharap allah juga membantunya kali ini. Andrean berlari menuju Aria dan menaiki punggung nya.
"awas kau ya!!," teriak Andrean ditelinga Aria.
"heishhhhh kau ini,"
"haahaa, " mereka tertawa bersama.
bersambung.....
__ADS_1