Cinta Zahra

Cinta Zahra
taktik (trik pembisnis) si bocah cilik


__ADS_3

arnius bersama mentari dibawa oleh Rahman ke sebuah restoran yang telah dipesan khusus untuk Rahman, mereka memakan makanan dengan sangat berharap, sempat beberapa kali di saat mereka sedang memilih menu makanan mereka merasa sedikit kesusahan karena mereka tidak mengerti menu-menu makanan yang terdapat dalam buku menu. Dan pada akhirnya Rahman pun memutuskan untuk memilihkan makanan kepada mereka.


"bagaimana apakah kalian suka?," tanya Rahman kepada Arnius dan mentari.


"iya aku sangat menyukainya terima kasih banyak kak," ucap mentari dengan girang.


"habis ini kita beli pakaian ya buat kalian agar kalian bisa mengenakan pakaian yang lebih layak dari ini," ajak Rahman dengan penuh senyuman.


"!!" arnius menghentikan kegiatan makannya.


"maaf tidak bisa," ucapkan Arnius dengan singkat sambil memegang tangan mentari.


menandakan sebuah penolakan.


"memangnya kenapa? bukankah itu bagus untuk kalian," tanya Rahman dengan kesungguhannya.


"tidak bisa!," ucapan Arnius dengan tegas, dan memutuskan untuk menghentikan kegiatan makannya lagi.


"iya tapi bicara sama aku dulu dong kenapa? ," tanya Rahman antusias.


"kakak,"ucap mentari dengan lirih sambil memandang ke arah Arnius.

__ADS_1


"tidak bisa karena jika seperti itu maka..." arnius ragu untuk melanjutkan perkataannya.


"dek kamu enggak mau sesuatu terjadi sama kakak kan?," ucap arnius kepada mentari.


"mmh," mentari mengangguk yang berarti mengerti apa yang dimaksudkan oleh arnius, karena jika sampai orang tua angkat mereka mengetahui mereka tidak pergi mengamen melainkan pergi bersama Rahman tidak tahu ia akan dipukul disebut siapa lagi oleh kedua orangtua angkatnya.


"aku tidak tahu apa permasalahan kalian, tetapi aku ingin menganggap kalian seperti adik-adikku, ya kebetulan juga adik ku masih belum lahir ke dunia, jadi apa salahnya jika aku menginginkan kalian menjadi adikku iya kan?," ucap Rahman.


"tapi kenapa harus kami? bukankah di luar sana masih banyak orang yang bisa kamu anggap sebagai adik selain kami,?" tanya mentari dengan penasaran karena arnius menjadi pusat perhatian Rahman.


"adik kecil yang imut, aku mendapat pendidikan yang bertahun tahun lebih cepat daripada yang biasanya, dan aku di didik untuk 1,5 kali lebih cepat dari pertumbuhan yang biasanya," ucap Rahman dengan memberikan senyuman sinis nya.


"intinya hatiku tergetakan oleh kalian, aku hanya ingin jika suatu saat nanti kalian juga bisa membantuku, aku membutuhkan orang-orang yang aku percayai di masa depan nanti," ucap Rahman dengan mulai menjelaskan.


"??," namun arnius dan mentari masih diam karena masih belum mengerti apa inti dari pembicaraan Rahman. hanya saja mereka memutuskan untuk diam dan menyimak apa yang akan di katakan oleh Rahman selanjutnya.


"dari pelajaran yang aku ketahui dan dari ilmu yang aku dapatkan, bahwa di luar sana banyak seseorang yang mendapatkan penghargaan ataupun kepintaran, namun sebenarnya mereka semua adalah bodoh," ucap Rahman yang membuat mentari semakin bingung.


"jadi begini di dalam dunia bisnis, kita membutuhkan kaki tangan yang sangat dipercaya, tentu saja yang mendukung perusahaan yang sedang kita kembangkan tanpa mengharapkan imbalan balik yang lebih dari kita, karena orang sekarang banyak menggunakan otaknya untuk mencurangi atasannya hanya demi kepentingannya sendiri, tanpa disadari konsekuensinya jika berhadapan dengan orang cerdas akan jatuh sangat dalam," ucap Rahman yang menjelaskan, sebenarnya ini adalah kata-kata yang telah diucapkan oleh Andrean yang sering mengajarkan tentang realnya dunia bisnis pada Rahman anak penerus warisannya.


"jika memang bisa jatuh lebih dalam kenapa kakak nggak atasi aja sendiri?" tanya mentari setelah mendengar perkataan Rahman yang seperti bisa menjatuhkan seseorang yang telah menghianati nya.

__ADS_1


"coba dipikir baik-baik, memang tugas individu bisa kamu selesaikan dengan individu juga, tetapi jika kamu tidak pernah belajar dari orang lain maka kamu tidak akan pernah bisa, secerdas apapun orang itu dia juga membutuhkan bantuan orang lain dan orang lain itu harus orang yang paling dipercaya kalau tidak maka kecerdasanmu juga bisa melukaimu," ucap Rahman dengan tatapan tajam.


"tenang saja aku hanya ingin membuat kasih sayang di antara kita aku ingin menyekolahkan kalian, lalu menjalin hubungan yang sangat dekat dan akrab seperti saudara atau persahabatan karena hubungan seperti itulah yang dapat dipercaya, bukan hubungan antara atasan dan bawahan yang masih terus diputuskan oleh tingkat jabatan," ucap Rahman dengan senyuman yang lembut.


"mari jangan bengong makanannya nanti dingin, makanlah, tidak perlu cepat-cepat untuk menjawab. Aku juga tidak ingin kalian langsung memutuskan, aku hanya ingin beberapa hari ini kita habiskan waktu bersama-sama dengan bersenang-senang besok aja kalian ke taman hiburan, kita akan bermain bersama-sama menikmati bagaimana keseruannya dunia anak-anak di masa kini yang telah berkembang sangat pesat," ucap Rahman dan Arnius tidak membalas perkataannya, arnius malah fokus untuk kembali makan.


setelah beberapa saat, mungkin dalam waktu yang cukup lama Hari sudah larut dan arnius memutuskan untuk pulang yang diantar oleh supir Rahman, namun tentu saja mereka akan turun dari jarak yang lumayan jauh agar tidak terlihat oleh orang tua angkat mereka.


Rahman juga tak lupa untuk memberikan uang receh yang mungkin sekitar 100-an ribu rupiah untuk sebagai uang ganti hasil mengamen arnius dan mentari hari ini.


"jaga terus mereka, awasi mereka jangan sampai terjadi hal yang buruk terhadap mereka," ucap Rahman kepada ibu-ibu di seberang telepon yang ternyata ibu-ibu itu adalah mata-mata yang telah diutuskan oleh Rahman, mata-mata itu ternyata adalah ibu-ibu gelandangan yang bersama dengan Arnius saat tertidur dengan beralaskan kardus.


aku benar-benar melihat kasih sayang dan ketulusan dari mata kakaknya (arnius) saat itu (saat memakan makanan sisa Rahman dari bak sampah) dan aku dapat merasakan kecerahan keceriaan juga ketulusan serta kepolosan dan kejujuran dari anak kecil tadi ( mentari). ucap Rahman dalam hatinya dengan penuh gigih dan keyakinan


Arnius kini telah sampai di lingkungan tempat biasanya ia mengamen dengan mentari, mereka telah turun dari mobil yang mereka tumpangi, lalu kini mereka sedang bersiap untuk berjalan pulang tak lupa juga mereka memberikan ucapan terima kasih banyak dengan setulus hati, kepada Rahman dan sopirnya karena telah berbaik hati kepada mentari dan juga arnius.


"!!" setelah beberapa saat akhirnya arnius berbalik arah menuju ke tempat tinggal kedua orangtua angkatnya bersama dengan mentari, namun mereka terkejut karena mendapati bapak angkat mereka yang sedang melihat mereka dari jauh.


bersambung...


hai guys aku bisa lancar up beberapa malam ini alhamdulillah, semoga selalu lancar ya aamiin, doain ya guys, BTW terima kasih banyak loh karena telah membaca sampai episode ini, 1 like dan komentar kalian sangat berarti untukku dan sangat menumbuhkan rasa semangat pada diriku, terima kasih banyak loh ya guys see you next episode, bye-bye semua 😍

__ADS_1


__ADS_2