Cinta Zahra

Cinta Zahra
keinginan


__ADS_3

kini terang menjadi suram, gelap gulita, sepi sunyi hati yang sedang dirasakan saat ini. sesuatu yang tak ingin terdengar kini menjadi pendengaran yang nyata. sesuatu yang tak pernah dibayangkan yang di mimpikan kini menjadi suatu hal yang nyata, bukan hanya canda atau gurauan semata namun kini adalah hal yang nyata benar-benar nyata didepan mata


"apakah pada akhirnya kamu harus mengambil keputusan ini? Mama berharap kamu untuk memikirkan lagi hal ini karena mama sayang sama kamu, " ucap Tini yang berharap Zahra bisa mengubah keputusannya. Zahra yang sudah memutuskan keputusannya pun tetap tidak akan mengubah keputusannya akhirnya ini pergi dari tempat duduknya karena ia tidak ingin mendengar kelanjutannya akan dikatakan Zahra


"apa yang kamu maksudkan Zahra?, " ucap Rahman karena terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zahra dan ia juga masih tidak percaya dengan apa yang keluar dari mulut Zahra.


"enggak ada, jarak cuma mau kita pisah, "Zahra menjelaskan namun tidak memandang wajah Rahman.


"kamu nggak bercanda kan Zahra, "Rahman mencoba untuk menyentuh tangan Zahra namun Zahra menghindarinya Bahkan ia juga memalingkan wajah dari Rahman. Zahra memilih untuk pergi dari ruang tengah lalu ia menuju ke kamarnya karena ia sudah tidak sanggup menahan air matanya lagi, Rahman datang mengejar Zahra dan ia menghampiri Zahra di kamarnya.


"Zahra aku nggak salah dengar? , kenapa kamu berkata demikian istriku? aku salah apa coba bilang sama aku biar aku perbaiki semua kesalahanku, "Rahman benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Zahra karena itu bukanlah hal yang diinginkan oleh Rahman selama ini.

__ADS_1


"kakak nggak salah apa-apa, aku cuma pengen agar kita berpisah itu aja udah, "ucap Zahra sambil menahan tangisnya.


"aku salah apa coba beri aku penjelasan yang jelas agar aku bisa perbaiki semua kesalahan aku, atau paling nggak aku tahu apa alasan kamu ingin berpisah," ucap Rahman dengan mencoba untuk memohon kepada Zahra.


"aku nggak bercanda kak nggak ada alasan apa-apa, hanya saja dari awal memang aku tidak pernah mencintai karena aku merasa aku enggak bahagia jadi aku ingin berpisah, "Zahra yang sedari tadi membelakangi tubuh Rahman dengan duduk di samping kasur, sedikitpun Zahra tidak berani untuk melihat Rahman karena sejatinya ia sangat mencintai Rahman.


"aku tanya sekali lagi Zahra, kenapa kamu seperti ini!, "Rahman sudah mulai merasa marah seolah-olah darahnya kini mendidih.


"ndak cinta kamu bilang ?, kita bisa mencoba untuk memperbaiki itu semua kan? kamu nggak bisa kayak begini dong Ra aku nggak percaya dengan keputusan kamu tiba-tiba saja kamu seperti ini sedangkan sebelumnya kita baik-baik aja kok, aku nggak ingin pisah sama kamu Zahra!, "Rahman kini menggenggam tangannya mengepal erat menahan amarahnya.


"sekarang kamu tatap mataku, "ucap Rahman kepada Zahra namun Zahra menghiraukannya dan tetap saja tidak ingin menoleh. Rahman gram lalu ia meraih tubuh Zahra menariknya agar menghadap ke wajahnya.

__ADS_1


"aku bilang tatap mataku lalu katakan sekali lagi kamu ingin cerai sama aku!, "ucap Rahman yang kini berteriak dan semakin dingin terhadap Zahra karena ia sudah tidak tahan dengan sikap Zahra. bahkan suaranya menggema ke seluruh ruangan, sehingga membuat Raditya, Ramadhani, Nisa yang sedang menunggu di luar ruangan terkejut karena mendengar pertengkaran diantara Zahra dan juga Rahman.


bukan hanya Rahman ataupun Tini, tetapi semuanya tidak ada yang menginginkan hal ini, termasuk Andrean dan juga Yeni, bahkan Raditya Nisa juga Ramadhani sangat menginginkan agar rumah tangga Zahra dan Rahman tetap kokoh karena bagaimanapun juga mereka telah melewati masa-masa sulit dan senang mereka bersama-sama.


"kenapa kamu diam aja!, "ucap Rahman dengan geram dan marah. namun masih saja tetap terdiam Bahkan ia menundukkan pandangannya berusaha untuk mencegah air matanya agar tidak keluar dari pelupuk matanya.


"jawab aku!, "ucap Rahman berteriak pada Zahra


"aku bilang jawab aku kenapa kamu diam aja kayak begitu!!!, "Rahman kini g ia bahkan mencengkram lengan Zahra, dan membuat Zahra mendongak serta memperlihatkan wajahnya kepadanya. Dengan wajah yang telah memerah dan tubuh yang bergetar Zahra memandang tajam wajah Rahman, dengan menarik nafas dalam mulai berucap dengan kata-kata yang lantang dan juga penuh emosional Zahra mengeluarkan kata-kata yang yang membuat Rahman saat itu merasakan rasa kecewa, karena ini bukanlah Zahra yang dia kenal, pengen berteriak Zahra berucap.


"aku bilang aku mau cerai sama kak Rahman!, "

__ADS_1


bersambung...


saksikan terus kelanjutannya ya see you next episode bye.


__ADS_2