Cinta Zahra

Cinta Zahra
kencan


__ADS_3

setelah makan Rahman dan Zahra memutuskan untuk berbelanja ke Mall, Zahra dan Rahman bahkan sempat memainkan game layaknya anak anak.


"ka," panggil Zahra lirih.


"mmh," sahut Rahman dengan lembut sembari menggenggam tangan Zahra.



"nanti aku minta kita kencan ala ala Korea ya," ucap Zahra dengan memasang wajah lucu.


"hahah kamu ini kenapa, ala ala Korea? emang tau?," ucap Rahman sambil tertawa terkekeh.


"tentu saja kenapa tidak," jawab Zahra dengan semangat dan Rahman pun menuruti perkataan Zahra.


saat mereka baru saja turun dari mobil, Zahra langsung menarik lengan Rahman dan menaruh tasnya di leher Rahman.


"mmh?," Rahman dengan heran memegang tas Zahra yang ada di lehernya.


"ini adalah ala ala Korea, dimana sang pria membawakan tas si wanita." jawab Zahra dengan senang di depan Zahra, lalu seketika itu orang orang melihat ke arah mereka serta tersenyum, merasa iri kepada pasangan Zahra dan Rahman.


"hahaha emang harus kayak begini ya? lihat tuh orang orang udah ngeliatin tau," ucap Rahman dengan tertawa namun masih membiarkan tas Zahra berada di lehernya.


"bentar yah jangan bergerak, senyum ya," ucap Zahra yang mengambil ponselnya dan mengarahkan kamera ke arah Rahman.


"haha cizz," ucap Rahman mengambil pose dengan dua jari membentuk v.


asalkan kamu bahagia, apapun yang ingin kamu lakukan terserah.


"ekhem de ngomong ngomong kamu udah baikan jalannya?," tanya Rahman dengan sedikit tersenyum sebenarnya ia mengkhawatirkan keadaan Zahra.


"sshhtttt hanya kali ini aku akan mencoba untuk menahannya," ucap Zahra setengah berbisik dengan tersenyum.


yah seketika hubungan kami menjadi lebih hangat dan harmonis, perasaan yang terpendam kini terlepaskan, aku bahagia karena waktu mengarahkan ku menuju hal yang lebih baik. ucap Zahra dalam hati sambil berlari dengan penuh terasa bahagia sembari menggandeng tangan Rahman.


"nonton bioskop ya habis makan," pinta Zahra setelah sampai di tempat makan.


"of course baby doll," ucap Rahman lalu mencubit pelan hidung Zahra.


"i am not a baby doll," ucap Zahra membalas Rahman.


" i am a king, you are a princess,"ucap Rahman sambil menyentil kening Zahra.


"aw!! hummh," Zahra manyun karena sentilan Rahman di keningnya.


"you're my bodyguard and i am a queen," ucap Zahra dengan menunjukkan senyum ala ala ratu nya.


"haha oke my queen," Rahman pun mengalah, dan menaruh makanan Zahra serta menyuapi Zahra.


"ini makanannya ratuku," ucap Rahman menyuapi Zahra layaknya seorang bodyguard, tidak! tepatnya seperti lelaki yang mengistimewakan wanitanya.

__ADS_1


"aummmh," Zahra menerima suapan dari Rahman dengan senang hati.


"woahh lihatlah pasangan itu romantis sekali," ucap sepasang sahabat yang sedang memerhatikan Zahra dan Rahman.


"iya seandainya pacar gua begitu," ucap salah satu dari mereka.


"Jan ngimpi Lo ya di realita kehidupan itu 1:100 bahkan 1:1000 kesempatan Lo dapetin cowok begitu, Lo tuh harus jd cewek idaman jg baru dapet cowok idaman, yah kurang lebih begitulah teorinya," ucap salah satu sahabat nya.


"iya sih, tapi gue kurang apa coba muka cakep style oke," sahutnya.


"tau lu kurang apa?,"


"apa?,"


"lu kurang sadar diri!,"


"anj*r," celetuknya.


......


Kini Zahra dan Rahman sedang berkeliling melihat lihat topi, kacamata, dan yang lain sebagainya.


sementara itu orang orang melihati Rahman yang sangat mencolok, dengan dadanya yang bidang style yang tak biasa dan juga wajahnya yang rupawan.


Zahra pun melihati orang orang yang menatap Rahman lalu mengambil topi dan masker di sebuah toko dan memakaikannya pada Rahman.


"kenapa?," tanya Rahman dengan terheran.


"gimana bisa jalan kalau begini sayang....," ucap Rahman dengan penekanan.


"tenang Kaka tetap bisa jalan dengan memegang tanganku," ucap Zahra lalu menggandeng tangan Rahman sedangkan Rahman tersenyum karena perilaku Zahra yang menandai Rahman sebagai pemiliknya secara dewasa tidak seperti wanita lain yang jika cemburu maka akan membalas balik dengan men cemburui kekasihnya itu juga.


Dan kini sampailah mereka di tempat bioskop, meskipun mereka tidak membeli tiket lebih awal tetap saja mereka akan mendapatkan apa yang mereka mau siapa lagi kalau bukan karena Rahman Adiwijaya.


"sekarang Kaka yang pesan popcorn dan minuman, tapi sebelum memesan Kaka harus berbalik dan memberikan tanda cinta kepadaku dengan kedua tangan di atas kepala," ucap Zahra yang membuat Rahman membulatkan matanya.


"apa? apakah benar benar harus seperti itu?," tanya Rahman memastikan.


"mmh," angguk Zahra.


"mau apa ga, kalau ga mau ,Yaaaa ya udah terserah," ucap Zahra dengan sedikit menundukkan pandangannya lalu ingin melangkah pergi.


"eh eh jangan gitu dong," Rahman menarik tangan Zahra yang ingin berbalik tanpa ia ketahui bahwa Zahra diam diam sudah menahan tawanya.


"iya deh iya aku akan kaya begitu, diam disini ya jangan kemana mana," ucap Rahman lalu pergi ingin mengambil popcorn dan juga minuman nya.


"wuaah lihat lah tinggi badannya itu, mmmh suamiku memang ideal, dia bahkan paling tinggi di antara mereka," gimana Zahra sambil menaruh kedua telapak tangannya diwajahnya, memerhatikan Rahman yang berjalan dengan postur tubuh yang gagah dan menjadi yang paling tinggi di antara yang lainnya.


"berbalik cepat, kasih cinta," gumam Zahra dengan gemas, lalu terlihat Rahman ragu ragu dan berkali kali melihat kebelakang.

__ADS_1


"cepet!!!!," gumam Zahra sudah tidak sabar melihat suaminya.


"love you," ucap Rahman berbisik sambil membuat tanda cinta.


"aaaa suamiku imut sekali," ucap Zahra sambil menutup wajahnya karena melihat tingkah Rahman yang menggemaskan.


"aaa mereka so sweet sekali," ucap sekumpulan orang yang melihat Rahman dan Zahra tak jauh dari mereka.


Rahman pun datang dan duduk di dekat Zahra,.


"woahh ice cream juga?," ucap Zahra yang kegirangan karena melihat Rahman yang ternyata juga membawa ice cream.


"iya, kamu kan suka ice cream vanilla nah kebetulan tadi ada," jawab Rahman lalu menyuapi Zahra ice cream.


"woahhh suamiku pengertian sekali," Zahra menikmati ice cream dari tangan Rahman.


"aaah seandainya aku menjadi wanita itu," ucap seorang wanita yang berada tak jauh dari Zahra dan Rahman, dan Zahra mendengarnya lalu menatap tajam wanita itu.


"ih tuhkan dilihat istrinya," ucap teman wanita itu.


"UPS," wanita itu membulatkan matanya namun Zahra malah tersenyum padanya dan wanita itu juga kembali tersenyum kepada Zahra.


maaf anda kurang beruntung nona. gumam Zahra dalam hati dengan senyuman mengejeknya.


"eh iya Ra, gimana kalau bioskopnya aku borong kursinya, kayaknya akan terlalu ramai dan aku ga mau kalau kamu nanti duduk di dekat lelaki lain," ucap Rahman.


"ga, ga mau nanti yang ada ga jadi kencan," ucap Zahra dengan ketus lalu memakan ice cream dari tangan Zahra.


"tapi Raa," Rahman merengek tetapi malah mendapat tatapan tajam dari Zahra yang membuatnya mengalah langsung seketika saat itu.


"hmmh terimakasih pengertiannya sayang," Zahra tersenyum dengan reaksi Rahman.


"iya," jawab Rahman dengan kesal.


Mereka pun menonton bioskop, Rahman menggenggam tangan Zahra dengan erat dan ia merasa lega karena disebelah Zahra adalah seorang wanita sedangkan Zahra merasa risih karena disebelah Rahman adalah seorang wanita juga, sehingga Zahra menempel terus bagaikan lem pada Rahman.


Rahman terkadang menenangkan Zahra karena Zahra terkadang menangis dan marah bahkan tertawa karena emosional dari vilm yang dirasakan Zahra.


Dan kini mereka telah selesai melakukan kencan seharian mereka, waktu tak terasa saat mereka bersama. Mereka pun memutuskan pulang dan beristirahat.


ini adalah kencan terbaikku, terima kasih banyak karena telah menjadi yang terbaik untukku. ucap Zahra dalam hatinya sambil menatap wajah Rahman yang sudah membersihkan dirinya, Rahman yang melihat wajah Zahra memerah langsung mengecup Zahra membuat Zahra membulatkan matanya.


"aaaa!!!," Zahra berteriak karena Rahman menindih tubuhnya.


"sssstttt, seharian ini aku yang menurut sekarang tinggal upahku," bisik Rahman pada Zahra.


"kan tadi pagi ud...mmmmmm,"


apa boleh buat padahal baru bersihin tubuh, kan jadi harus mandi lagi nanti. ucap Zahra dalam hati namun membiarkan Rahman bahkan membalas perbuatan Rahman.

__ADS_1


bersambung...


hi semua maaf ya kalau banyak typo yang bertebaran bagaikan virus😁, percayalah itu bukan kesalahan yang disengaja mohon permakluman ya, dan terima kasih atas perhatiannya see you in next episode.


__ADS_2