Cinta Zahra

Cinta Zahra
ini pilahanku- AND


__ADS_3

Alexia tidak main main dengan keinginannya untuk mengejar Rahman dan merusak hubungan rumah tangganya bersama dengan Zahra, Alexia menekuni semua pelajaran ilmu desainnya lebih dalam lagi, dan dia tiba tiba menjadi seseorang yang begitu bertanggung jawab dengan titik berat terbesar dalam pekerjaannya. Dia menjadi orang yang lebih berpengalaman dan dapat di percaya, singkat cerita 2 bulan sudah berlalu Rahman bekerja sama dengan Alexia dan itu sukses membuat Rahman merasa bangga kepada Alexia, Rahman semakin mengakui kemampuan Alexia karena Alexia telah menunjukkan kinerja yang baik pada perusahaan.


"baiklah karena ini adalah hari yang baik, aku akan mentraktir seluruh karyawan, akhir pekan ini, agar kita semua bisa menikmatinya," ucap Rahman pada Ferius dan Arnius, sudah wajar bagi para atasan yang bangga dengan karyawan nya yang memiliki bakat terlebih lagi di balik kinerja Alexia ada begitu banyak karyawan yang membantu nya dari belakang. Meskipun Rahman adalah penerus dari perusahaan raja Asia namun tetap saja meskipun hanya ada kesuksesan kecil Rahman akan sangat merasa bangga dan senang, karena perjuangan dan ke sungguhan lah yang sebenarnya dibutuhkan.


....


"assalammualaikum warrahmatullah hi wabarakatuh," Rahman pulang ke rumah.


"waalaikummussalam warrahmatullah hi wabarakatuh," ucap Zahra menghampiri Rahman dan.


greb


Rahman langsung memeluk Zahra dengan erat dan menciumi kepala Zahra.


"hmmh ada apa?," Ya dalam dua bulan ini Rahman memang agak menjauh dengan Zahra ia hanya melakukan hubungan suami istri sesekali dan mengecek kandungan serta konsultasi ke dokter, guna menginginkan seorang anak namun masih tak kunjung juga. Tapi Zahra berusaha agar terus-menerus bersabar dan berjuang menghadapi Rahman.


"aku merindukan mu aku sangat sangat merindukan istriku tercinta ini," ucap Rahman masih tidak ingin melepaskan pelukannya.


"mmh apakah ada hal baik yang terjadi sehingga membuatmu merasa begitu senang dan bersemangat?," tanya Zahra pada Rahman yang tidak seperti biasanya namun ia suka itu karena Zahra sudah merindukan kehangatan Rahman.


"sayang bagaimana kalau kita melakukan itu?," tanya Rahman antusias melepas pelukannya dan memandang wajah Zahra.


"mm?," ucap Zahra.


"biar kita cepet punya anak, tips dari dokter juga, ya kan hmmh," ucap Rahman merayu Zahra dengan imut lalu mencium Zahra sekilas.


"mmh? memang kakak ga lelah baru oulang kerja kan,"


"justru itu sebagai obat lelahku,"


.....


beberapa jam kemudian, Zahra telah selesai mandi junub begitu juga dengan Rahman, mereka kini sedang berbaring di atas kasur, Zahra yang tidur dengan menyandarkan setengah tubuhnya di pinggiran kasur, dan Rahman yang berada di tengah tengah tubuh Zahra sembari menidurkan dirinya di tengah tengah tubuh Zahra.


"baiklah coba sekarang Kaka ceritakan semuanya, apa yang membuat Kaka sampai sebahagia itu, mmh?," ucap Zahra pada Rahman sambil membelai lembut kepala Rahman.


Dan Rahman pun bercerita dengan antusias, dengan senang dan bersemangat, Zahra pun menanggapi cerita Rahman dengan senang. Meskipun sebenarnya Zahra merasa sedikit terluka karena Rahman terus menceritakan ke unggulan Alexia seperti ia akan selalu membanggakan Alexia dan akan mempertahankan Alexia, namun Zahra menutupi perasaannya itu dengan senyuman dan berusaha berfikir positif pada Rahman.


"akhir pekan ini aku akan mengajak para karyawan ku sebuah restoran dan berbelanja ke mall, sesekali aku juga ingin merasakan bahagia bersama mereka, apakah kamu mau iku?," tanya Rahman pada Zahra dan mencium sekilas leher Zahra.


"hmmh kayaknya ga bisa soalnya ada persiapan buat wisuda akhir bulan ini," ucap Zahra.


"mmh baiklah kalau begitu," jawab Rahman membiarkan Zahra begitu saja.


hmmh kenapa tidak sedikit memaksaku untuk ikut? sedikit saja kau memaksa maka aku akan ikut, aku rindu masa masa ka Rahman merengek karena merayuku. ucap Zahra dalam hatinya.


....


kini akhir pekan telah tiba....


Rahman menikmati pesta makan malamnya bersama dengan para karyawannya, saat Rahman ingin pergi ke toilet ia bertemu dengan Alexia.


"ah halo tuan," sapa Alexia.


"iya halo Alexia, bagaimana acara malam ini apakah kamu menikmatinya?," tanya Rahman pada Alexia.


"iya saya sangat menyukainya tuan terima kasih banyak,"


"syukurlah kalau kamu suka,"


"oh iya tuan tapi apakah boleh saya meminta hadiah lain karena proyek yang berhasil saya kerjakan," ucap Alexia dengan anggun.


"mmh katakanlah," ucap Rahman.


"tapi ini mungkin akan menguras uangmu," ucap Alexia dengan tertawa.


"katakanlah," Rahman menjawab dengan tersenyum dan memegang kepala Alexia, membuat Alexia merasa nyaman.


"aku ingin akhir pekan nanti tuan mengajakku berlibur, dan membiarkanku untuk berpoya poya dengan uang mu," ucap Alexia tanpa Ragu.


"akan ku berikan kartu kredit ku kalau perlu aku akan mengirimimu uang ke akun bank mu dan belilah apa yang kamu mau,"


"tidak, aku ingin tuan pergi bersamaku,"


"baiklah," entah apa yang mendorong Rahman menjawab tanpa ragu sedikitpun.


.....


akhir pekan tiba dan Rahman menikmati liburannya bersama dengan Alexia, Alexia seperti anak kecil yang di ajak jalan jalan oleh ayahnya, Alexia sangat bahagia karena memang ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah.


dua bulan berlalu Rahman sering kali bersama dengan Alexia meskipun ia juga banyak meluangkan waktu dengan Zahra, entah apakah iman Rahman semakin lama semakin menipis karena kini ia sudah tidak menundukkan pandangannya lagi kepada wanita selain Zahra.

__ADS_1


"tuan, bolehkah saya memanggil anda kakak, setidaknya diluar jam kerja," ucap Alexia di perjalan makan siang bersama dengan Rahman.


"tentu kamu sudah seperti adikku," jawabnya dengan tersenyum.


disisi lain arnius dan ferius tidak menyukai kedekatan Rahman dan Alexia, namun saat Rahman di nasihati Rahman selalu berkata bahwa semua baik baik saja.


"tidak, bisakah aku menjadi lebih hanya dari seorang adik?," Tanya Alexia.


"mmh?,"


"aku menyukaimu tuan," ucap Alexia.


"!!, uhuk uhuk," Rahman terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Alexia.


"Alexia kamu tau kan aku sudah punya istri," ucap Rahman.


"tapi tuan tidak kah anda memiliki perasaan kepada saya? selama ini kita telah menjalin hubungan yang begitu dekat," ucapnya.


"entahlah aku bingung, kenapa aku seperti ini," ucapnya


"aku bisa memberikanmu anak, aku lebih muda dari nona Zahra, meskipun aku lebih cepat bekerja daripada dia, kandunganku termasuk sangat subur dan aku bisa lebih cepat mengandung," ucap Alexia yang membuat seolah olah Zahra adalah wanita yang tidak bisa mengandung.


Rahman terkejut seketika ia teringat pada Zahra yang selalu menantinya dirumah, tetapi ia juga menginginkan seorang anak dan ingin sekali saat pulang bekerja ada seorang anak kecil yang akan mengobati rasa lelahnya. Dan pada Akhirnya Rahman pun menerima hubungan gelapnya itu dengan Alexia.


....


sebulan berlalu.....


"bagaimana dok? saya begitu cepat lelah akhir akhir ini," ucap Zahra pada dokter.


"jangan khawatir nona Zahra anda sedang mengandung anak anda kandungan anda sekarang berusia sekitar dua bulan," ucap dokter.


"ah benarkah? ah aku terlupa aku memang sudah telat datang bulan dari bulan lalu, tapi aku tidak berfikir aku hamil, ya Allah aku senang sekali," ucap Zahra dengan kegirangan memegangi kertas hasil USG nya.


lalu Zahra berniat untuk memberitahu Rahman nanti malam sebagai kejutannya.


disisi lain..


Rahman sedang tertidur di sofa kantornya karena ia kelelahan, Alexia datang dan mengamati Rahman dengan cermat, berfikir awalnya ia hanya ingin menghancurkan rumah tangga Rahman namun kini karena ia menjadi cinta karena Rahman memperlakukan nya lembut tidak seperti lelaki lain yang hanya ingin dengan tubuhnya.


Alexia lalu mengecup pipi Rahman yang sedang tertidur membuat Rahman terbangun...


"hmmh apa yang kamu lakukan?," ucap Rahman dengan suara mengantuk ya.


"hmmh kenapa ka,"


"jangan berlebihan," jawab Rahman dengan lembut lalu membenarkan posisi duduknya.


"apakah Kaka tidak mencintaiku, Kaka tidak pernah benar benar menyentuhku, kakak hanya memegang kepalaku saja, apakah Kaka tidak serius dengan ku?" ucap Alexia dengan antusias.


"tidak Alexia, wanita tidak baik terlalu dekat dengan pria seperti itu, aku tidak ingin menodaimu aku hanya ingin agar kamu memang layak untuk di sentuh, bukan tidak sayang justru karena sayangkan aku menghormati mu," ucap Rahman lalu mengecup kepala Alexia.


inilah alasannya aku jatuh cinta kepadamu. Ucap Alexia.


....


kini Rahman dan Zahra sedang makan malam di rumah, Zahra memasak masakan yang sangat enak dan banyak pada malam itu..


"makanlah kak," ucap Zahra dengan penuh senyuman.


"hmmh,"


setelah beberapa saat..


"ada yang ingin aku bicarakan," ucap Zahra dan Rahman bersamaan.


"hmmh ada apa?," tanya Rahman dengan lembut.


"ah Kaka saja yang duluan," ucap Zahra.


bukan menjawab namun terjadi keheningan beberapa saat...


"begini, aku minta izin untuk menikah lagi," ucap Rahman yang membuat Zahra terkejut dan menaruh sendoknya.


"aku minta maaf karena aku harus mengatakan hal ini, hanya saja aku tidak ingin melakukan hubungan gelap di belakangmu," jelas Rahman.


"hmmmh," Zahra menarik nafas panjangnya.


itulah alasannya kamu kurang perhatian akhir akhir ini. ucap Zahra dalam hatinya.


"Zahra..," panggil Rahman lirih, lalu Zahra mengangkat kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


"okeh baiklah, Kaka boleh menikah," jawabnya.


"benarkah?,"


"iya tapi dengan satu syarat,"


"apa?,"


"setiap hari Kaka, harus menemaniku memasak pagi, sarapan dan makan malam dirumah, bukan dengan piring yang berbeda tetapi sendok piring dan gelas yang sama, lalu saling menyuapi, sebelum tidur Kaka harus menggendongku ke tempat tidur, bercerita untukku tentang semua yang kamu temukan diluar sana, lalu tidur dengan memelukku, harus ada ciuman selamat pagi dan selamat tidur sebelum berangkat kerja juga harus dicium pulang kerja juga, selama satu bulan ini, bisa?," ucap Zahra memberikan syarat pada Rahman karena akhir akhir ini Zahra telah kehilangan Rahman.


"baiklah akan aku lakukan,"


....


"good morning," ucap Rahman dengan senyuman yang tulus pada Zahra yang sudah memandangi wajah Zahra begitu lama sebelum Zahra bangun.


"mmmh," Zahra menggeliat karena masih mengantuk.


cup


Rahman mengecup Zahra, dan Zahra tersenyum.


dan ya seperti keinginan Zahra Rahman melakukan semuanya sama persis, lalu seperti seseorang yang menemukan kembali kebahagiaan yang telah hilang.


sebulan berlalu, Rahman sedang berada di toko bunga dan menelpon seseorang..


"halo ka Rahman," ucap Alexia menjawab telepon Rahman.


"maaf Alexia hari ini aku tidak menjadi melamarmu, maafkan aku ternyata selama ini aku keliru, aku bertanggung jawab atas istriku, dan aku kehilangan kesadaran kasih sayang beberapa bulan ini aku mohon maafkan aku," ucap Rahman lalu mengakhiri panggilan karena Alexia tidak menjawab pertanyaan Rahman, dan saat itu Alexia sedang berada di kafe tak jauh dari tempat Zahra.


"nona Zahra?," ucap Alexia yang melihat Zahra dipinggir jalan.


"ya?,"


"kau tau aku?, Alexia anaknya Angel," mendengar perkataan Alexia Zahra terkejut.


"apakah kamu tidak bisa melepaskan suamimu?," ucap Alexia.


"maksudnya?,"


"aku akan menikah dengannya tapi aku tidak bisa berbagi suami denganmu," jawab Alexia.


"huh! jadi kamu orangnya, maaf aku sudah mengizinkan kalian menikah tapi tidak untuk cerai," jawab Zahra.


"tapi aku rasa iya, dan harus," ucap Alexia lalu mendorong Zahra ke tengah jalan dan membuat Zahra tertabrak mobil saat itu, Zahra setengah sadar dan melihat darah dari tubuh bagian bawahnya.


Alexia dengan tertawa segera berlari meninggalkan tempat sedangkan orang sekitar merasa khawatir dan panik lalu menghampiri Zahra dan meneriaki Alexia.


Rahman yang baru saja sampai merasa terkejut karena ada keramaian dan saat ia melihat ternyata itu adalah Zahra Rahman panik dan berteriak menyebut nama Zahra, laku segera membawanya kerumah sakit.


.....


malam tiba...


"mamah," Alexia berteriak dengan berbisik pada Angel yang berada di ruangan.


"ssst diamlah mah, kita akan keluar sekarang," ucap Alexia pada mamahnya dan Angel mengangguk.


Alexia berusaha membuka pintu dengan berbagai macam kunci yang di bawanya.


aku harus membawa mamah, tidak ada yang mendukung kita di dunia ini mah, kita tidak bisa berharap pada bantuan orang lain lagi, kita harus pergi. ucap Alexia dalam hati karena mengetahui dirinya menjadi incaran polisi.


dan akhirnya pintu berhasil terbuka, lalu ada seseorang yang datang, dan mereka pun berusaha berlari sekuat tenaga mereka, dan memasuki mobil lalu mengebut, mereka juga mengacaukan jalanan dan membuat beberapa orang kecelakaan.


Hingga kini mereka di kepung.


"bagaimana ini nak?," ucap Angel dengan bergetar melihat sekeliling, yang di kiri kanan mereka adalah jembatan yang sangat tinggi sedangkan di depan dan belakang mereka adalah polisi.


"tenang mah," Alexia lalu keluar bersama dengan Angel.


"jangan bergerak," ucap polisi dengan menembaki pistolnya ke ban mobil Alexia.


"sial!," ucap Alexia.


jika selamat maka itu keberuntungan, mama hanya kamulah yang kumiliki di dunia ini, aku tidak bisa melihat ini semua terjadi pada dirimu, hanya kamulah yang selalu menyayangiku sepenuh hati dari kecil, dan aku mendapatkan kasih sayang yang lengkap hanya dari dirimu sebangat orang tua tunggalku, hari ini ci takut di tolak harapanku hancur, dan hanya kamu lah yang ku miliki, mamah jika keberuntungan kita selamat jika tidak meskipun mati asalkan bersamamu akau akan bahagia. ucap Alexia lalu menarik tangan Angel jatuh kejurangan jembatan di sampingnya.


"aaaaaaaa Alexiaaaa!!!," teriak Angel.


inilah pilahku. ucap Alexia lalu menutup matanya dengan memegang erat tangan Angel sambil terjatuh.


.......

__ADS_1


Rahman ikut prihatin mendengar kabar yang terjadi pada Alexia, dan juga terkejut karena Zahra ternyata sedang hamil dan keguguran karena ulah kecorobohan Rahman, Rahman menyesalinya dan menangis serta berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, Zahra yang merasa semua adalah sebuah pelajaran berusaha memaafkan Rahman dan mencoba untuk memeperbaiki semuanya dari awal lagi.


tamat...


__ADS_2