Cinta Zahra

Cinta Zahra
hancur


__ADS_3

"kamu terkejut ya ra, maaf karena sudah membuatmu terkejut dengan kehadiran ku yang tiba tiba" Andrean begitu memahami bagaimana keadaan Zahra saat ini.


"mas Andrean ko bisa?," lanjut Zahra sembari menunjuk ruangan tempat Angel di rawat


"aku adalah sahabat sekaligus sepupu Aria dan aku juga sahabat angel, oleh karena itu aku disini, aku juga menjenguk dia"


"ohh begitu," angguk Zahra


"lalu bagaimana keadaan Angel apakah dia baik baik saja?," imbuh Zahra


"yaa begitulah kenapa kamu ngak lihat aja sendiri," tawar Andrean namun dibalas dengan Diaman oleh Zahra.


"huh! apakah Aria masih begitu mencintai angel?," pertanyaan Andrean yang membuat Zahra terkejut sampai tak dapat berkata apa apa.


"ngak usah kaget, dari kecil Aria memang sudah mencintainya, saat hari pernikahan kalian aku juga hadir tau, tapi aku tidak sanggup menemui mu takut merusak acara kalian karena tak sanggup menahan diri, aku masih sangat mencintaimu Ra" Zahra melihat Andrean yang berbicara memandang lurus kedepan.


"saat itu aku bertekat jika kamu tidak tahan karena Aria yang bersikap dingin aku dengan senang hati akan selalu ada untukmu, namun hingga saat ini kamu belum menyerah, sehingga aku meyakinkan diriku jika Aria tidak bisa membahagiakan wanita terhormat sepertimu, maka aku akan berusaha merebutmu dari nya tak peduli sedekat apapun hubungan kalian dan ya aku minta maaf waktu terakhir kali bertemu, aku telah membuat kenangan buruk padamu," jelas Andrean


"oh iya gapapa ko," angguk Zahra


"yaudah masuk yuk kan nengokin pasien, pasien yang di tengok in di dalam loh bukan disini," ucap Andrean yang tadinya juga ingin memegang tangan Zahra, namun keinginannya itu diurungkan nya karena Zahra telah menghindar terlebih dahulu, pendirian Zahra masih kuat bahwa lelaki yang bukan mahram nya ia berusaha untuk tak bersentuhan dengannya.


Saat Zahra memasuki ruangan angel ia terkejut, seketika kakinya tertahan ia melihat pemandangan yang sungguh sangat tak diharapkan di hari ini, ya itu adalah Aria yang dipeluk erat oleh Angel, serta Aria yang mengelus kepala serta menciumi kepala angel. Zahra menangis sembari menutup mulutnya menahan suara tangisnya ia berusaha menahan tangisnya namun air matanya sudah tak dapat dibendung. Zahra pun memutuskan untuk berlari pulang. Andrean yang melihat Zahra berusaha mengejarnya namun tak bisa karena Zahra menaiki taksi dengan cepat dan berjalan pulang.

__ADS_1


***


Saat beberapa jam kemudian Aria tak menemukan Zahra di RS sehingga ia memutuskan untuk kembali pulang kerumah untuk mencari Zahra. Sesampainya dirumah Aria di buat terkejut oleh Zahra karena Zahra sudah siap dengan kopernya sembari menggendong Azan.


"ra kamu mau kemana ra?,"


Zahra tak menjawab. ia berusaha menggeret kopernya sekuat tenaga nya.


"ra aku tanya ke kamu, kamu mau kemana?," Aria kini telah menahan koper ditangan Zahra. namun Zahra tak bergeming ia tetap ingin pergi.


"Zahra!!," suara teriakan Aria memenuhi ruangan nya saat itu, sehingga para pelayan terkejut mendengar nya, namun mereka semua menundukkan kepala dan menutup telinga rapat rapat, tak ada yang berani mengangkat kepalanya apa lagi setelah mengetahui tuan besar mereka sedang marah. Pak udin kepala pelayan, menyuruh para pelayan untuk tidak melamun dan bergegas pergi, jika tidak maka mereka jugalah yang akan terkena imbasnya


"aku pergi mas," jawab Zahra dengan lirih dan tak ingin menatap Aria, tak mau matanya bertemu dengan Aria.


"aku gak kuat mas," jawab Zahra tegas.


"yaudah aku minta maaf ya ra ya, kita bisa bicarakan semua masalah ini dengan baik baik kan?, ngak harus begini" tekan Aria


"ngak mas aku capek hari ini aku lelah, aku benar benar udah lelah mas" pondasi pertahanan Zahra seolah olah seluruhnya telah retak dan siap untuk runtuh


"kamu itu kenapa sih aku ngak ngerti!," akhirnya Aria marah karena sudah tak kuat menahan diri.


"mas yang kenapa?, ada apa dengan diri kamu mas?, kanu seolah olah hanya mencintai angel semata tapi juga tidak ingin melihat aku pergi? aku juga punya perasaan mas ini itu hati bukan batu, bahkan batupun bisa retak jika terus dihantam oleh tetesan air," balas Zahra dengan geram juga

__ADS_1


"tapi kamu kan sahabat aku," Aria masih berjuang untuk menahan Zahra


"oh iya ya jadi aku ini sahabat kamu mas, dan sekarang sahabat kamu ini ingin pergi, gapapa kita akan tetap saling menghubungi tapi kita akan menjadi sahabat yang pisah rumah, bukan kah seperti itu layaknya seorang sahabat?"


"gak bisa gitu lah ra, kalau ada cowok yang godain kamu nanti gimana? lagi pula aku juga suami kamu jadi aku berhak untuk meminta kamu tetap tinggal disini"


"kenapa ngak!, mas aja bisa sama cewek lain kenapa aku ngak? dan kamu juga bawa bawa status kamu jadi suami tapi tidak menganggap statusku juga menjadi seorang istri!!, tega kamu itu tau ngak, egois!," marah Zahra.


"Ra...," rengek Aria yang kini sudah menyerah.


"aku capek berjuang sendiri mas, setiap hari setiap saat aku mengangkat tanganku pada allah untuk memohon kebaikan mu agar engkau hanya milikku, tapi apa kamu ngak pernah berbalik padaku mas, mungkin dulu saat aku belum mencintaimu rasanya ngak sesikit ini, tapi ini sungguh menyakitkan karena aku telah jatuh cinta pada hamba Allah yang telah menjadi suami sah ku ini!,"


Zahra kehabisan tingkah karena tak habis fikir dengan jalan pikir Aria.


" aku ngak tau sejak kapan aku mencintaimu tapi pada intinya aku mencintaimu karena lillahitaala tapi jika tidak bisa bagimu, maka lepaskan lah aku, mas kamu sama saja menyiksaku. Lagi pula jika kamu melepas ku kamu juga bisa bebas dengan siapa kamu ingin bersama " Tangis Zahra menjadi jadi ia pergi meninggalkan Aria, Aria hanya menyerah melepas genggaman tangannya ia terpaku, merasa apa yang dikatakan Zahra memang benar, ia terlalu egois dalam memilih sebuah keputusan yang ada di kepalanya, bukan hanya Zahra dia pun juga ikut bingung jika memikirkan sebenarnya apa sih yang di inginkan hati dan pikirannya.


tak terasa air mata jatuh dari pelupuk mata Aria, semua kenangan bersam Zahra selama ini seolah olah terngiang dikepalanya membayangkan betapa banyaknya kenangan indah yang baru saja ia lalui bersama, ia seolah olah kehilangan semangatnya, ia menjadi bingung, seharusnya ia bahagia bersama angel namun mengapa ia merasa hancur atas kepergian Zahra.


apa yang salah denganku apa yang salah!!, batin Aria berteriak


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa," Aria terjatuh dan berteriak sekuat tenaganya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2